Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 42492 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Citra Tri Rizkia; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Hendra, Oka Adhitya Kusumawardhana
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang penerapan Contractor Safety ManagementSystem (CSMS) di lingkungan PT ABC serta pemenuhan tahap Work In Progresspada satu pekerjaan yaitu Fabrikasi dan Penggantian Sulfur Stack unit 25-SK-101yang Melibatkan PT XYZ dalam pengerjaannya pada November 2012. Tujuannyauntuk mengetahui elemen yang dinilai dalam proses pemenuhan pada tahap Work InProgress serta faktor-faktor penyebab tidak terpenuhinya penilaian dalam tahap ini.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan menggunakanmetode observasi serta penilaian dengan bantuan lampiran Checklist Penilaian padaTahap Work In Progress, antara lain Checklist HSE Work Practice, Checklist HSEPrograms, Checklist Penilaian HSE Performance Indicator, serta hasil penilaian padatahap sebelumnya yaitu Pre Job Activity. Penilaian pada Tahap Pre Job Activity PTXYZ adalah sebesar 94.7%, lalu Penilaian HSE Work Practice PT XYZ adalahsebesar 89.35%, pada Penilaian HSE Programs PT XYZ mendapat nilai sebesar81.08%, sedangkan Penilaian HSE Performance Indicator PT XYZ mendapat nilaisebesar 83%.
Kata Kunci: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Contractor Safety Management System (CSMS), Tahap Work In Progress, Nilai Pemenuhan.
Read More
S-7708
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elince Ferawati Siringo-Ringo; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Septriandy Alim
S-8264
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tomi Wahyu Hadi; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Sjahrul M. Nasri, Farida Tusafariah, Susanto Kusnadi
Abstrak:

Sekarang ini, di industri geothermal serta minyak dan gas, tren penggunaan tenaga kontraktor semakin meningkat. Hal ini tentu saja diikuti oleh  meningkatnya resiko keselamatan kerja yang dihadapi oleh pekerja kontraktor, dengan demikian peran dari sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerja kontraktor – Contractor SHE management system (CSMS) menjadi semakin penting untuk diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat implementasi CSMS di PT. X unit bisnis geothermal pada tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif komparatif, menggunakan elemen-elemen dalam panduan sistem manajemen OHSAS sebagai referensi untuk mendapatkan faktor-faktor yang akan diidentifikasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat implementasi CSMS di PT. X unit bisnis geothermal pada tahun 2011 adalah faktor dokumentasi yaitu kurang informatifnya form yang disediakan pada tahap pre job dan faktor sumber daya dimana belum ditetapkan sumber daya yang disediakan untuk menjadi representasi SHE. Saran yang diberikan adalah dengan merevisi form pada tahap pre job, kemudian dengan membuat penugasan tertulis mengenai sumber daya yang ditunjuk untuk malakukan peran dan tanggung jawab dari representasi SHE. Kata kunci, Sistem manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja Kontraktor.


 

Right now, in geothermal, oil & gas industry, the tren of using contractor workforce is increasing. Of course this condition followed by the increase of health and safety risk faced by the contractor’s workers. Therefore the role of Contractor SHE Management System (CSMS) become more and more important to be noted. The objective of this research was to identify the cause factors of CSMS low implementation rate in geothermal unit business of PT. X in 2011. This research using Qualtative methode with Comparative Descriptive design. This research using elements of OHSAS management system guideline as a reference to get theidentify factors which will be analyzed, the data used was primary and secondary. The research found that the factor which causing low implementation rate of CSMS in geothermal unit business of PT. X in 2011 was the factor of document, that the form of pre job phase which was not informative and the factor of human resource, that the resource for the SHE representative was not yet decided. It is sugested to revise the form in pre job phase to be more informative and to make a writen assignment of personnel who will take the role & responsibility of SHE representative. Keyword Contractor Safety Management System, CSMS

Read More
T-3651
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zul Amri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Andri Cahyadi, Santi Hairunissa
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara iklim keselamatan, kepemimpinan keselamatan, Contractor Safety Management System (CSMS), dan kinerja keselamatan pada perusahaan penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi (ICT provider) PT X yang beroperasi di sektor migas pada tahun 2025. Latar belakang penelitian ini didorong oleh meningkatnya keterlibatan kontraktor dalam kegiatan operasional migas, yang menuntut penerapan sistem manajemen keselamatan yang efektif serta kepemimpinan yang berfokus pada penguatan budaya keselamatan kerja. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif, dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai hubungan kausal antar variabel laten. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada personel internal dan eksternal (kontraktor) yang terlibat dalam proyek di PT X. Hasil analisis menunjukkan bahwa iklim keselamatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepemimpinan keselamatan (β = 0,850) dan CSMS (β = 0,407), namun pengaruh langsungnya terhadap kinerja keselamatan tidak signifikan (β = -0,022). Sementara itu, kepemimpinan keselamatan juga memberikan pengaruh positif terhadap CSMS (β = 0,212), tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keselamatan secara langsung (β = 0,012). Di sisi lain, CSMS terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keselamatan (β = 0,890), menunjukkan perannya sebagai variabel mediasi utama yang menghubungkan iklim dan kepemimpinan keselamatan dengan kinerja keselamatan. Nilai R² kinerja keselamatan sebesar 0,879 mengindikasikan bahwa model penelitian ini mampu menjelaskan sekitar 87,9% variasi kinerja keselamatan melalui kontribusi ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja keselamatan pada perusahaan ICT provider di sektor migas sangat tergantung pada implementasi CSMS yang efektif, serta dukungan iklim dan kepemimpinan keselamatan yang kuat di seluruh tingkatan organisasi.

This study aims to explore the relationship between safety climate, safety leadership, Contractor Safety Management System (CSMS), and safety performance at PT X, an information and communication technology (ICT) provider operating in the oil and gas sector, in 2025. The background of this study is driven by the increasing involvement of contractors in oil and gas operational activities, which requires the implementation of an effective safety management system and leadership that focuses on strengthening a work safety culture. The research approach applied is quantitative, with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis to assess the causal relationship between latent variables. Data were collected through a survey using questionnaires distributed to internal and external personnel (contractors) involved in projects at PT X. The results of the analysis show that safety climate has a positive and significant influence on safety leadership (β = 0.850) and CSMS (β = 0.407), but its direct influence on safety performance is not significant (β = -0.022). Meanwhile, safety leadership also had a positive effect on CSMS (β = 0.212), but was not directly significant on safety performance (β = 0.012). Conversely, CSMS was shown to have a positive and significant effect on safety performance (β = 0.890), indicating its role as a key mediating variable linking safety climate and leadership to safety performance. The R² value for safety performance of 0.879 indicates that this research model is able to explain approximately 87.9% of the variation in safety performance through the contribution of these three variables. This finding confirms that improving safety performance in ICT providers in the oil and gas sector is highly dependent on the implementation of an effective CSMS, as well as the support of a strong safety climate and leadership at all levels of the organization.
Read More
T-7458
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Handaya; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Wito Sugiono
Abstrak:
Pendahuluan: Kecelakaan di industri sebagian besar terjadi pada pegawai kontraktor. Perusahaan X berusaha rnenangani kecelakaan kerja kontraktor dengan cara mengeluarkan program CSMS (Contractor Saftty Managemem System). Empat tahun program berjalan masih memberik:an prosentase kecelakaan terbesar pada kontraktor, sehingga menimbulkan pertanyaan sejauh mana komitmen kontraktor dalam menjalankan program ini. Metode: Penelitian deskriptif analitik untuk mcrtgetahui tingkat komitmen kontraktor dengan variable identitikasi, keterllbatan dan loyalitas. Alat yang di gunakan dengan quisioner dan wawancara, Hasil: 20C.4 kontraktor bemda pada komitmen tinggi, 40% komitmen moderat dan 40% komitmen rendah. Kontraktor yang mempunyai jenis kontrak jangka panjang mempunyai tingkat komitmen yang lebih tinggi, Standar K3 di perusahaan kontraktor belum terbentuk, laporan klnerja K3 jarang di buat, belum ada sistem audit pada program K3 kontraktor, sedikit kontraktor yang terlibat dalam even K3 di perusahaan X. Keterbatasan SDM di kontraktor harus di bantu oleh manajemen perusahaan X. Kontraktor jangka pendek harus di perlakukan dan di drive dengan lebih ketar oleh mannjemen X.
Read More
T-2625
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Handayani; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Doni Hikmat Ramdhan, Aznaldi Augustia, Tulus Herdiyanto
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Contractor safety management system (CSMS) online yang sudah digunakan oleh PT. XYZ pada kurun waktu 2013?2014. CSMS online merupakan suatu sistem berbasis web yang digunakan dalam pelaksanaan CSMS di PT. XYZ untuk menggantikan sistem manual yang diterapkan sebelumnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara kepada pengguna.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CSMS online dirasakan belum optimal baik bagi perusahaan maupun bagi pengguna sistem, masih ditemukan kendala dan hambatan pada pengguna dan sistem yang digunakan. Perbaikan dalam implementasi CSMS online perlu dilakukan. Perbaikan terutama pada kebijakan, komunikasi yang lebih menyeluruh, peningkatan kesadaran pengguna sistem, pengembangan aplikasi CSMS online, serta perbaikan dari sisi sistem online yang digunakan. Sehingga diharapkan penggunaan CSMS online dapat optimal dan memberikan manfaat bagi perusahaan dan pengguna sistem.

This Study aimed to evaluate the Contractor Safety Management System (CSMS) Online that has been used by PT. XYZ in the period of 2013 ? 2014. CSMS online is a web-based system that is use in the CSMS implementation in PT. XYZ to replace the manual system previously applied. The research was carried out by using descriptive qualitative method. Data collection was conducted using interviews to the user.

The result showed that the use of CSMS online is not optimal for both companies and user, there are still obstacles and barriers to the user and the system being used. Improvements in the implementation of CSMS online is necessary. Especially in the policy, thorough communication, user awareness, CSMS online aplication development, and improvement of the system being used. Therefor the expection of using CSMS online can be optimal and provide benefits for companies and user of the system.
Read More
T-4188
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nizhenifa Falenshina; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Mayarni
S-6993
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chusni Mubarok; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti, Herry Kusnendar
Abstrak:

ABSTRAK Pengoperasian pipa penyalur gas yang melintasi suatu kawasan tertentu mempunyai potensi risiko (bahaya) dan konsekuensi tertentu berdasarkan kehandalan dari instalasi pipa penyalur tersebut dan produk yang mengalir di dalam pipa tersebut Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko pengoperasian pipa penyalur gas sehingga didapatkan gambaran sumber bahaya. jenis bahaya dan risikonya beserta ukuran dan tingkat risiko tersebut yang pada akhimya dapat digunakan sebagai index) sebesar 302,33; nilai chance of survival sebesar 75,58%; chance of Failure 24,42% dan nilai faktor konsekuensi sebesar 8,33. Dengan melihat nilai chance of survival sebesar 75,58o/o., maka secara umum pipa penyalur gas PT. ABC yang dioperasikan pada jalur PT. ABC - PT. XYZ Cilegon Banten masih dalam kriteria aman, namun harus melakukan tindakan prevention dan mitigati secara tepat karena nilai leak impactfactornya sebesar 8,33. Hasil keseluruhan ini menunjukkan bahwa ketiga section yang ada mempunyai nilai yang tidak jauh berbeda, oleh sebab itu semua section yang ada harus mendapatkan perhatian yang sama, yaitu melakukan tindakan prevention dan mitigation secara tepat.

Read More
T-3000
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Sisharyono; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yuni Kusminanti, Deddy Syam
Abstrak:

Kecelakaan yang diakibatkan oleh pekerjaan banyak terjadi diberbagai sektor industri, terutama sektor industri yang mempunyai resiko yang sangat tinggi diantaranya sektor industri M1GAS. Bila kecelakaan kerja terjadi, kerugian-kerugian akan diperoleh baik oleh pengusaha maupun bagi peketja. Bagi pengusaha, bila kecelakaan kerja terjadi akan berdampak pada citra perusahaan yang akan memburuk, kepercayaan dari pihak luar maupun pemegang saham (slake holder) akan menurun dan kemungkinan akan berakibat bangkrutnya perusahaan karena kehi1angan keperecayaan. Bagi pekerja, bila kecelakaan kerja tetjadi akan berdampak kehilangan sebagian atau beberapa artggota tubuhntya atau berakibat cacat permanen dan bisa juga dapat menghilangkan nyawa bagi sipekerja sendiri serta dapat pula kehilangan mata pencahariannya. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi kecelakaan kerja oleh perusahaan baik yang bersifat aktif maupun pasif. Yang bersifat aktif adalah dengan melibatkan pekerja untuk berperan aktif melaksanakan program yang telah ditetapkan perusahaan sehingga perilaku pekerja akan berubah menjadi perilaku aman dan akan selalu mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan perusa.haan. Sedangkan yang bersifat pasif adalah dengan menyediakan peralatan pencegahan keeelakaan agar tidak terjadi eskalasi yang lebih besar bila kecelakaan kerja terjadi. Dalam hal mencegah atau mengurangi kecelakaan kerja, PT ABC mewajibkan setiap aktifitas yang dilakukan dilingkungan perusahaan harus menggunakan surat ijin kerja yang disebut dengan Safe System of Work (SSOW). Penelitian bertujuan untuk menganaIisa pelaksanaan program Safe System of Work (SSOW) terhadap indikator keselamatan kerja dan menganalisa pelaksanaan Safe System of Work (SOW) pada setiap tahapan. Penelitian ini dilakukan dengan study evaluasi dengan metode pendekatan kualitatif terhadap orang yang terlibat dalam pelaksanaan atau pembuatan surat ijin kerja ditinjau dari segi Input-Proses-Output. Hasil penelitian didapatkan dari segi Input didapatkan pemahaman program SSOW adalah sangat baik, ini terlihat dimana 100% orang yang terlibat program ini telah mengikuti training dan 97.1% telah memahami dan mengerti tentang program SSOW. Dari segi Proses didapatkan pada awal tahun dimana pemenuhannya sangat bagus lalu menurun pada bulan April menjadi bagus dan naik kembaIi ketingkat sangat bagus pada bulan Mei dan Juni, karena pelaksanaan audit sudah menjadi pekerjaan rutin sehingga menjadi beban bagi para pekerja. Sedangkan pada segi output, dilihat dari kasus kecelakaan kerja pada tahun 2007 dan 2008 jumlahnya sama yakni 17 kasus, tetapi bila dilihat dari frequency rate pada tahun 2008 terlihat menurun dibanding tahun 2007 yaitu dari 0.31 menjadi 0.19. Untuk mencegah atau mengurangi kecelakaan kerja perlu dilakukan audit pelaksanaan SSOW oleh auditor yang benar-benar mengerti bagaimana mengaudit secara benar dan memahami prosedur dengan balk sena pelaksana.an audit tidak dilakukan setiap hari agar basil audit merupakan basil nyata pelaksanaan SSOW dilapangan bukan hanya rutinitas pekerjaan dan tidak membebani pekerja.


Many occupational accidents occurred in various industrial sectors, especially in industrial that has a high potential risk such as oil and gas industry. When accident happened, losses will be obtained both by company and for workers. When accident happened, will affecting to deteriorate the company image, loss of trusty from partnership and stake holder and possibility bankrupt of the company cause by loss of trust. When accident happened will be affected to the employee such as injury, permanent disability or fatality and also they will lose their job. Various efforts have been done by company to eliminate or reduce the accident both, active and passive. For active by entangled the workers to be active implemented the company program and followed the working procedure with the result behavior of the workers become safe behavior, whereas the passive character by putting the preventive or safety equipments in order to prevent the accident to be escalated. In order of preventing or reducing of the accident, any job activities in area PT ABC have to use permit to work called with Safe System of Work (SSOW). The aim of research is to analyze the implementation of program Safe System of Work (SSOW) to safe working indicator and to analyze the implementation of program Safe System of Work (SSOW) in each step. This research is conducted by study evaluation with qualitative method approached to the personnel involved in implementation and making permit to work evaluated from Input-Process-Output aspect. The input aspect research result for the understanding program of Safe System of Work (SSOW) is very good, it's seen 100% program involver have attended training and 97.1% have comprehended and understand concerning program of Safe System of Work (SSOW). On process aspect, at beginning of the year the accomplishment is very good then going down to good on April and returned back to very good in May and June. Whereas on output aspect, on the year 2007 and 2008 the number cases of occupational accident same i.e. 17 cases, but the frequency rate reduced on 2008 compared with 2007 from 0.31 to 0.19. To prevent or reduce occupational accident, require SSOW audit to be conducted by competent auditor, comprehend procedure and the audit not be conducted every day in order to get the audit result is reality implementation of Safe System of Work (MOW) on the field not merely routine tasks do not encumber of the worker.

Read More
T-2992
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Pardyani; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Fatma Lestari, L. Meily, Selamat Riyadi, Bonny Lunrang
Abstrak:
Kelelahan kerja menjadi perhatian di tempat kerja karena sangat berpotensi mempengaruhi produktivitas, kesehatan dan keselamatan para pekerja yang menjadi penyebab utama kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK) pada pekerja konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis determinan kelelahan kerja pada pekerja konstruksi pekerjaan atap di Proyek ABC di PT. XYZ pada tahun 2024. Desain penelitian pada penelitian ini adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 105 pekerja konstruksi pemasangan atap. Metode pengambilan data dengan melakukan pengisian kuesioner kepada responden dan pengukuran lingkungan kerja. Variabel independen pada penelitian ini adalah faktor work related (jam kerja, penghargaan, kebisingan, pencahayaan, suhu, lama perjalanan, beban kerja) dan faktor individu (usia, Indeks Masa Tubuh, gangguan tidur, masa kerja, overcommitment, riwayat penyakit kronis, pengaruh obat, kemampuan tidur di jam istirahat). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kebisingan, beban kerja, gangguan tidur, masa kerja dan kelelahan kerja. Sehingga faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada pekerja konstruksi pekerjaan atap yaitu pekerja dengan beban kerja tinggi memiliki risiko 23 kali lebih besar berisiko untuk mengalami kelelahan kerja dibandingkan yang memiliki beban kerja rendah pada pekerja konstruksi pekerjaan atap.

Fatigue is a concern in the workplace because it has the potential to affect the productivity, health, and safety of workers, which is the main cause of work accidents and work-related diseases (PAK) in construction workers. This research aims to analyze the determinants of fatigue in roofing construction workers on the ABC Project at PT. XYZ in 2024. The research design in this study is cross-sectional. The sample in this study consisted of 105 roof installation construction workers. The data collection method is by filling out questionnaires to respondents and measuring the work environment. The independent variables in this study are work-related factors (working hours, rewards, noise, lighting, temperature, travel time, workload) and individual factors (age, Body Mass Index, sleep disorders, years of work, overcommitment, history of chronic disease, influence medication, ability to sleep during rest hours). The research results show that there is a significant relationship between noise, workload, sleep disturbances, work experience, and work fatigue. So the dominant factor that has the most influence on work fatigue in roofing construction workers is that workers with a high workload have a 23 times greater risk of experiencing work fatigue than those with a low workload in roofing construction workers.
Read More
T-7054
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive