Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31637 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fitri Anggraini; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Andreas Dwi Atmoko
S-7702
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Muchlisa; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Tri Yunis Miko Wahyono, Rahma Dewi, Mugia Bayu Raharja
Abstrak:
Pada penelitian SDKI 2017 prevalensi remaja pria yang melakukan hubungan seksual pranikah di Indonesia tahun 2017 sebesar 8%, sementara berdasarkan SDKI tahun 2003 hanya 4,9% prevalensi remaja pria yang melakukan hubungan seksual pranikah, ini mengalami peningkatan dari data-data tahun sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap seks pranikah dengan praktik seksual pranikah pada remaja pria di Indonesia dengan menganalisis data SDKI-KRR 2017. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel penelitian sebesar 10.849, sampel diambil berdasarkan total sampling data yang masuk dalam kriterian inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi remaja pria yang melakukan praktik seksual pranikah yaitu 8,4%. Hasil multivariat hubungan sikap terhadap seks pranikah dengan praktik seksual pranikah memiliki p-value 0,001 dengan POR 17,618 (95% CI 13,70722,645), ini berarti remaja pria yang memiliki sikap setuju terhadap seks pranikah memiliki risiko 18 kali untuk melakukan seksual pranikah dibandingkan dengan remaja pria yang memiliki sikap tidak setuju terhadap seks pranikah.

In the 2017 IDHS study, prevalence of male adolescents who had premarital sexual relationships in Indonesia in 2017 was 8%, while based on the 2003 IDHS only 4,9% the prevalence of male adolescents who had premarital sexual relations. This has increased from the previous year’s data. The purpose of this study was to determine the relationship between attitudes toward premarital sex with premarital sexual practices in young men in Indonesia by analyzing IDHS 2017 data. Design of this research used cross sectional study, sample wich suitable from inclusion and exclusion criteria was 10.849 respondens. The results showed the proportion of male adolescents who engage in premarital sexual practices is 8,4%. The multivariate results of attitude towards premarital sex with premarital sexual practices have a p-value 0,001 with a POR 17,618 (95% CI 13,707-22,645), this means that male adolescent who have an agreed attitude towards premarital sex have an 18 times risk of having premarital sex compared to male adolescent who have disagreeing attitude towards premarital sex.

Read More
T-5966
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yati Rochdiyawati Hadiyat; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar, Kusumayati, Agustin; Penguji: Ahmad Syafiq, Ade Saprudin, Kenalin Intan Antika
Abstrak: Abstrak

Meningkatnya temuan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Kuningan dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa perilaku seksual berisiko di Kabupaten Kuningan mengalami peningkatan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa belum dilakukannya upaya pencegahan penularan HIV-AIDS. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui besarnya bentuk hubungan antara pengetahuan komprehensif HIV-AIDS terhadap perilaku seksual berisiko ditinjau dari aspek penularan dan pencegahan HIV-AIDS dan sikap terhadap perilaku seksual pranikah berisiko pada remaja di SMA Negeri I Garawangi Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif melalui pendekatan yang bersifat cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Mei 2013 di SMA Negeri I Garawangi Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Besar sampel yang diambil sebanyak 200 orang, pengumpulan data dilakukan sekaligus pada satu waktu secara bersamaan (point time approach) dengan menggunakan kuesioner, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Jenis uji statistik yang digunakan yaitu pengujian statistic chi square dengan batas kepercayaan (α=0,05); dengan estimasi confidential interval/tingkat kepercayaan (CI) 95%. Hasil uji statistik hubungan antara pengetahuan komprehensif HIV-AIDS dengan perilaku seksual pranikah remaja, diperoleh nilai p = 0,755 maka dapat disimpulkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan komprehensif HIV-AIDS dengan perilaku seksual remaja. Hasil uji statistik hubungan antara sikap dengan perilaku seksual remaja diperoleh nilai p= 0,019 maka dapat disimpulkan bahwa ditemukan hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku seksual remaja.


The findings of increasing cases of HIV-AIDS in Kuningan district from year to year, suggesting that sexual risk behavior in Kuningan has increased. This increase suggests that prevention efforts of HIV-AIDS have not done. The purpose of this study, to determine the relationship between comprehensive knowledge of HIV-AIDS to adolescent sexual behavior in terms of aspects of transmission and prevention of HIV-AIDS and attitudes toward adolescents premarital sexual behavior in SMA Negeri I Garawangi Kuningan. This study uses descriptive research method through a cross sectional approach, was conducted in March-May 2013 in the SMA Negeri I Garawangi Kuningan regency of West Java. Samples taken by 200 respondents, as well as the data collection is done at the same time (time point approach) by using a questionnaire,. with sampling techniques using simple random sampling. Type of statistical test used is the chi square test with statistical confidence limits (α = 0.05), with an estimated confidential interval / confidence level (CI) 95%. Results of statistical tests the relationship between comprehensive knowledge of HIV-AIDS with adolescent premarital sexual behavior, the value of p = 0.755, it can be concluded there is no significant relationship between a comprehensive knowledge of HIV-AIDS with. Results of statistical tests the relationship between attitudes to adolescent premarital sexual behavior obtained p value = 0.019, it can be concluded that there is a significant relationship between attitudes and adolescent premarital sexual behavior.

Read More
T-3881
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Octarina; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Martya Rahmaniati Makful, Weni Muniarti, Fajrinayanti
Abstrak: Tesis ini membahas remaja Indonesia yang saat ini sedang mengalami perubahan sosial yang cepat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern, yang juga mengubah norma-norma, nilai-nilai dan gaya hidup mereka. Perilaku seksual di kalangan remaja yang belum menikah cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan pengetahuan agama dengan perilaku seks pranikah remaja sekolah menengah (MAN 2 dan MAS Darussalam) di kota Bengkulu tahun 2018. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasinya adalah Remaja kelas X dan XI di MAN 2 dan MAS Darussalam Kota Bengkulu, besar sampel 135 responden yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Variabel independen adalah pengetahuan agama dan variabel dependennya adalah perilaku seks pranikah remaja. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan uji chi square dengan tingkat kesalahan p value < 0,05 Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pengetahuan agama adalah kategori tinggi MAN 2 78,6% dan MAS Darussalam 84,6% dan sebagian kecil perilaku seks pranikah pada remaja adalah kategori beresiko( MAN 2 21,4% dan MAS Darussalam 30,8%). Setelah dilakukan uji statistik chi square nilai p value= 0,002 (MAN 2) dan p value=0,001 (MAS Darussalam) yang artinya ada hubungan antara pengetahuan agama dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Pada model akhir, pengaruh teman sebaya (p value= 0,022) dan paparan media pornografi (p value=0,001) berhubungan dengan perilaku seks pranikah remaja (MAN 2) dan paparan media pornografi (p value=0,019) di MAS Darussalam. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan agama dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Melihat hasil penelitian ini maka pengetahuan agama sangat penting untuk mengurangi perilaku seks pranikah tersebut. Remaja diharapkan agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang keagamaannya dalam menjalankan kehidupan agar terhindar dari perilaku yang tidak sesuai dengan agama seperti perilaku seksual pranikah. Kata kunci: Pengetahuan agama; Perilaku Seks Pranikah; Remaja This thesis discusses Indonesian adolescents who are currently experiencing rapid social change from traditional societies to modern societies, which also change their norms, values and lifestyles. Sexual behavior among unmarried teenagers tends to increase. This study aims to determine whether there is a relationship between religious knowledge with premarital sexual behavior of middle school adolescents (MAN 2 and MAS Darussalam) in the city of Bengkulu in 2018. The design of this study was cross sectional. The population is Adolescents of class X and XI in MAN 2 and MAS Darussalam in the City of Bengkulu, a sample of 135 respondents taken using purposive sampling. The independent variable is religious knowledge and the dependent variable is premarital sexual behavior of adolescents. The instrument in this study used a questionnaire and was analyzed by the chi square test with an error rate of p value <0.05 The results showed that the majority of religious knowledge was in the high category of MAN 2 78.6% and MAS Darussalam 84.6% and a small proportion of premarital sex in adolescents was at risk category (MAN 2 21.4% and MAS Darussalam 30.8%). After chi square statistical tests, the value of p value = 0.002 (MAN 2) and p value = 0.001 (MAS Darussalam), which means there is a relationship between religious knowledge and premarital sexual behavior in adolescents. The conclusion that can be drawn from this study is that there is a relationship between religious knowledge and premarital sexual behavior in adolescents. Seeing the results of this study, religious knowledge is very important to reduce premarital sexual behavior. Adolescents are expected to increase their knowledge of religion in carrying out life in order to avoid behavior that is not in accordance with religion such as premarital sexual behavior. Key words: Adolecent; Primatal Sex Behavior; religious Knowlwdge
Read More
T-5479
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ina Usrikasetiawati; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Agustin Kusumayati
S-5960
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ristianti Janita; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Renti Mahkota, Fahrina
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran perilaku beresiko seks pranikah pada remaja didaerah Slum Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja dengan sikap yang kurang baik berpeluang 2,6 kali lebih tinggi untuk memiliki perilaku seksual resiko tinggi dibandingkan dengan remaja yang memiliki sikap yang baik. Remaja yang terpapar media berpeluang 2,4 kali lebih tinggi untuk mencegah perilaku seksual resiko tinggi dibandingkan dengan remaja yang kurang terpapar media. Remaja dengan latar belakang keluarga yang tidak harmonis berpeluang 3,2 kali lebih tinggi untuk memiliki perilaku seksual resiko tinggi dibandingkan dengan remaja dengan latar belakang keluarga yang harmonis dan Remaja yang ada pengaruh dari teman sebaya berpeluang 6,6 kali lebih tinggi untuk memiliki perilaku seksual resiko tinggi dibandingkan dengan remaja yang tidak ada pengaruh dari teman sebaya. Saran bagi Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk meningkatkan dan mengintensifkan program penyuluhan remaja, PKPR dan melatih konselor teman sebaya (peer educator) sebaiknya dilakukan didaerah dengan kepadatan hunian tinggi. Kepada Kantor Kelurahan untuk mengaktifkan organisasi kepemudaan sebagai wadah penyaluran kegiatan positif.
Kata Kunci : perilaku berisiko seks pranikah pada remaja, daerah slum
This study aims to know the description of premarital sexual risk behavior in adolescents Slum areas Kampung Melayu, East Jakarta Jatinegara year 2015. This study used a cross-sectional design. The results showed that adolescents with a poor attitude 2.6 times greater chance of having high-risk sexual behavior than youth who have a good attitude. Teenagers who are exposed to media 2.4 times more likely to have high-risk sexual behavior than youth who are less exposed to the media. Adolescents with a family background that is not harmonious 3.2 times more likely to have high-risk sexual behaviors than youth with a harmonious family background and the existing adolescent peer pressure 6.6 times more likely to have risk sexual behavior higher than youth who no influence from peers. Suggestion for the Department of Health and health centers to increase and intesnsive for adolescent counseling program, PKPR and trained peer counselors (peer educators) should be areas with high population density. To the Village Office to enable youth organizations as to facilitate the channeling of positive activity.
Keyword : Premarital Sex Risk Behavior in Adolescent, Slum Area
Read More
S-8964
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Nur Faizah; Pembimbing: C. Endah Wuryaningsih; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Tini Setiawan
S-4905
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ovi Triyulianti; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Lilis Siti Hodijah
Abstrak: Perilaku berisiko kesehatan mencakup penggunaan zat tembakau, alkohol, penggunaan narkoba dan perilaku seksual berisiko. Perilaku berisiko tersebut sering terjadi pada remaja dan saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan perilaku berisiko remaja dengan perilaku seks pranikah dan distratifikasi berdasarkan jenis kelamin dan urban rural di kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan data Survei Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Katingan Tahun 2017 yang dilakukan oleh Bapelitbang Kabupaten Katingan dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PPK UI) dengan mengunakan desain studi cross sectional dan analisis univariat, bivariat dan stratifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan 26,8% remaja pernah melakukan seks pranikah, 33,8% remaja merokok, 21,4% remaja pernah minum alkohol dan 7,8% pernah menggunakan narkoba. Hasil penelitian menunjukkan perilaku merokok (p value 0,006, PR=1,454 CI 95%=1,119-1,888), konsumsi alkohol (p value 0,003, PR=1,587 CI 95%=1,183-2,130) dan penggunaan narkoba (p value 0,000, PR=3,021 CI 95%=1,981- 4,609) memiliki hubungan dengan seks pranikah. Analisis stratifikasi menunjukkan bahwa jenis kelamin dan urban rural memiliki pengaruh pada penggunaan narkoba terhadap seks pranikah. Sehingga disarankan untuk melakukan penyuluhan mengenai bahaya narkoba dan seks pranikah, memberikan pendidikan kesehatan reproduksi, serta mengadakan pelayanan KRR, PKPR dan peer conselor/peer educator di sekolahsekolah. Kata kunci: Perilaku Berisiko Remaja, Seks Pranikah, Narkoba, Alkohol, Merokok Health risk behaviors include the use of tobacco, alcohol, drug use and risky sexual behavior. These risk behaviors often occur in adolescents and are interrelated. This study aims to determine the relationship between risky behavior of adolescents with premarital sex behavior and stratified by sex and rural urban in Katingan district, Central Kalimantan Province. This study uses data from the Drug Abuse Survey among Junior and Senior High School Students in Katingan District in 2017 conducted by Bapelitbang Katingan District and University of Indonesia Health Research Center (PPK UI) using a cross sectional study design and univariate, bivariate and stratification analysis. The results showed that smoking behavior (p = 0.006 PR = 1.454 CI 95% = 1.119-1.888), alcohol consumption (p = 0.003 PR = 1.587 95% CI = 1.183-2.130) and drug use (p = 0.000 PR = 3.021 CI 95% = 1,981-4,609) has a relationship with premarital sex. Stratification analysis shows that gender and rural urbanization have an influence on drug use on premarital sex. So it is advisable to conduct counseling about the dangers of drugs and premarital sex, provide reproductive health education, and provide KRR services, PKPR and peer counselors / peer educators in schools. Keywords: Adolescent Risk Behavior, Premarital Sex, Drug Use, Alcohol, Cigarette
Read More
S-9701
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Neiza Rachma; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Dien Anshari, Chandra Rudyanto, Maria Gayatri
Abstrak:
Remaja merupakan bagian dari generasi penerus bangsa yang memiliki peran besar dalam kemajuan suatu bangsa. Karakteristik remaja cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, ingin diperhatikan diakui eksistensinya dan emosi yang belum stabil, mudah dipengaruhi oleh teman, mengutamakan solidaritas kelompok menyebabkan remaja rentan terhadap perilaku seksual pranikah berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual pranikah pranikah remaja usia 15-24 tahun di Indonesia dengan menggunakan data SDKI 2017. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel sebesar 12.903 responden yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada responden yang sedang atau pernah berpacaran yang menyatakan pernah melakukan perilaku seksual pranikah pranikah sebesar 44% dan responden yang memeiliki pengetahuan rendah sebesar 40,9%. Hasil analisis multivariat pengaruh pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual pranikah pranikah didapatkan responden yang mendapatkan memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi rendah berisiko melakukan perilaku seksual pranikah pranikah sebesar 0,8kali dibandingkan yang memiliki pengetahuan tinggi seteah di konrol oleh pengaruh teman sebaya.

Adolescents are part of the nation's next generation who have a big role in the progress of a nation. Characteristics of adolescents tend to have high curiosity, want to be recognized for their existence and unstable emotions, easily influenced by friends, prioritizing group solidarity, causing adolescents to be vulnerable to risky sexual behavior. This study aims to determine the effect of reproductive health knowledge on premarital sexual behavior of adolescents aged 15-24 years in Indonesia using the 2017 IDHS data. The design used in this study was cross sectional with a sample of 12,903 respondents who met the study inclusion criteria. The results showed that 44% of respondents who are currently or have been dating who have ever engaged in premarital sexual behavior and respondents who have low knowledge are 40.9%. The results of the multivariate analysis of the effect of knowledge of reproductive health on premarital sexual behavior found that respondents who had knowledge of low reproductive health had a risk of engaging in premarital sexual behavior by 0.8 times compared to those who had high knowledge after being controlled by peer influence.

Read More
T-5906
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Permatasari; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dadan Erwandi, Sandra Fikawati, Dian Kristiani Irawati, Wara Pertiwi Osing
Abstrak:
Berdasarkan data SDKI terjadi peningkatan prevalensi perilaku hubungan seksual pranikah pada remaja umur 15-24 tahun. SDKI 2017 menyebutkan sebanyak 8% remaja pria dan 2% remaja perempuan telah melakukan hubungan seksual, lebih tinggi dibandingkan data SDKI 2012 yakni 7% remaja laki-laki dan 1% remaja perempuan melakukan hubungan seksual pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teman sebaya terhadap perilaku hubungan seksual pranikah remaja umur 15-24 tahun di Indonesia dengan menggunakan data SDKI 2017 dengan disain cross sectional. Sampel sebesar 12.363 remaja yang memenuhi kriteria remaja pria dan WUS umur 15-24 tahun, pernah atau sedang berpacaran, memiliki teman sebaya, dan memiliki teman dengan pengalaman seksual pranikah. Data dianalisis menggunakan uji logistik regresi ganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 8,4% remaja yang sedang atau pernah berpacaran pernah melakukan hubungan seksual pranikah dan 21,9% remaja mendapatkan pengaruh buruk perilaku seksual teman sebayanya. Hasil analisis mendapatkan adanya pengaruh teman sebaya terhadap perilaku hubungan seksual pranikah, remaja yang mendapatkan pengaruh buruk dari perilaku seksual teman sebayanya berisiko 4 kali untuk melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan dengan remaja yang tidak terpengaruh teman sebaya setelah dikontrol oleh sikap terhadap perilaku seksual pranikah, gaya berpacaran dan riwayat konsumsi alkohol. Diperlukan upaya peningkatan keterlibatan remaja dalam kegiatan bermanfaat, sehingga dapat menciptakan lingkungan pergaulan yang baik serta dapat menghindarkan remaja dari pengaruh seksual pranikah teman sebaya

Based on IDHS 2017, there is an increase in the prevalence of premarital sexual intercourse among adolescents aged 15-24 years. IDHS 2017 as many as 8% of male adolescents and 2% of female adolescents have had sexual intercourse compared to the 2012 IDHS data as many as 7% of boys and 1% of female adolescents premarital sexual relations. This study aims to determine the effect of peers on premarital sexual relations behavior of adolescents aged 15-24 years in Indonesia using the IDHS 2017 with cross sectional design. Sample of 12,363 adolescents who meet the criteria for male adolescents and female aged 15-24 years, have currently dating, having peers, and having friends with premarital sexual experiences. Data were analyzed using multiple regression logistic tests using the SPSS program. The results showed that 8.4% of adolescents who are currently or have been dating have had premarital sexual intercourse and 21.9% of adolescents have had a bad influence on their peer sexual behavior. The results of the analysis show that there is peer influence on premarital sexual intercourse behavior, adolescents who get influence from their peer sexual behavior have 4 times the risk of having premarital sexual intercourse compared with adolescents who are not influenced by peers after being controlled by attitudes towards premarital sexual behavior, dating style and a history of alcohol consumption. Efforts are needed to increase youth involvement in more useful activities so that they can create a good social environment and can prevent adolescents from the sexual behavior of peers

Read More
T-5933
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive