Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31323 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Andhika Yudiaji; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Robiana Modjo, Azil Awaludin
Abstrak:

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pekerja terhadap risiko keselamatan kerja dengan menggunakan paradigma psikometri di PT.X, Divisi T, yard S. Selain itu, penelitian ini juga membahas mengenai persepsi keuntungan (perceived benefit), persepsi kerugian (perceived risk) dan tingkat penerimaan risiko pekerja terhadap 10 pekerjaan yang biasa dilakukan di yard S. Penelitian ini menggunakan desain studi kuantitatif yang dilengkapi dengan data sekunder (melalui telaah dokumen). Data kuantitatif dikumpulkan secara prospektif selama 2 bulan sejak bulan November-Desember 2012. Dari 31 pekerja yang diteliti, rata-rata pekerja di PT.X menempatkan Hard banding (gauging, grinding, heating) sebagai pekerjaan yang paling tinggi keuntungan (perceived benefit) sekaligus risikonya (perceived risk). Berdasarkan tingkat penerimaan risiko, rata-rata pekerja di PT.X menganggap bahwa hanya 1 pekerjaan yang terlalu berisiko, yaitu loading un loading menggunakan forklift. Pekerja di PT.X, Divisi T, yard S, cenderung berpersepsi bahwa risiko pada 10 pekerjaan yang ada di PT. X divisi T sedang-sedang saja. Berdasarkan 9 dimensi paradigma psikometri yang ada, rata-rata pekerja mengkategorikan 5 dari 9 dimensi yang ada pada posisi sedang (skala 2 dari 4 dan skala 3 dari 4). Selain itu diketahui pula bahwa persepsi mengenai risiko bersifat subjektif, sehingga sebuah pekerjaan yang sama dapat ditempatkan dalam penilaian risiko yang yang berbeda sesuai dengan kategori yang berbeda. Oleh karena itu evaluasi untuk mengetahui persepsi pekerja mengenai risiko perlu dilakukan secara berkala dengan tujuan membuat sistem tanggap risiko yang terintergrasi dengan melibatkan para pekerja tersebut.


ABSTRACT

This study is aimed to analyze risk perception among workers particularly about safety risk using psychometric paradigm in PT.X, Division T, yard S. In addition, this study also analyze the perceived benefit, perceived risk and level of acceptability risk through list of work provided (contain of 10 works). The study is use quantitative design study and completed by documents provided from the company. The quantitative data collected prospectives within 2 months since November until December 2012. From 31 workers, most of worker put hard banding (gauging, grinding, heating) as the most beneficial work (perceived benefit) and also the most risky (perceived risk). Base on level of acceptability of risk, most of worker at PT.X put loading unloading using forklift as the most risky job. As the summary, most of workers in PT.X, division T, yard S tend to perceived the risk at their company on medium level. Base on 9 dimension on pyschometry paradigm, most of workers put 5 dimension at medium level (scale 2 from 4). In addition, it's known that perception among risk is a subjective matter, where sometime job can be classify into different classification based on different categorize. That's why periodic evaluation is needed to analyze the progress of risk perception among workers. This evaluation will help the company to initiate the creation of integrated risk mitigation system which involve the workers on the process.

Read More
T-3707
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berta Destiana Putri; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Mufti Wirawan, Muhammad Irwansyah, Ahmad Afif Mauludi
Abstrak:
Pelaut merupakan kelompok pekerja dengan tingkat mobilitas tinggi dan akses terbatas terhadap layanan kesehatan, sehingga berisiko tinggi tertular Infeksi Menular Seksual (IMS). Persepsi risiko terhadap IMS sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap individu, yang dapat dianalisis melalui pendekatan paradigma psikometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi risiko IMS pada pelaut di PT X berdasarkan sembilan dimensi psikometri: kesukarelaan, kecepatan dampak, pengetahuan umum dan ilmiah tentang risiko, kontrol terhadap risiko, kebaruan, sifat kronis atau katastropik, ketakutan umum, dan keparahan konsekuensi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei dan instrumen kuesioner terstandar yang dibagikan kepada pelaut aktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pelaut memiliki persepsi risiko yang kurang optimal, terutama pada dimensi kontrol terhadap risiko dan pengetahuan ilmiah. Faktor lingkungan kerja dan sosial juga memengaruhi pembentukan sikap preventif. Oleh karena itu, intervensi kesehatan berbasis edukasi yang partisipatif dan sistematis diperlukan untuk meningkatkan literasi kesehatan serta membentuk sikap yang lebih responsif. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan kesehatan kerja yang adaptif dan berkelanjutan di sektor pelayaran

Seafarers are a highly mobile workforce with limited access to healthcare services, making them highly vulnerable to Sexually Transmitted Infections (STIs). Risk perception of STIs is influenced by individual knowledge and attitudes, which can be analyzed using the psychometric paradigm. This study aimed to assess seafarers’ risk perception of STIs at PT X through nine psychometric dimensions: voluntariness of risk, immediacy of effect, knowledge about the risk, scientific understanding, control over risk, newness, chronic-catastrophic nature, common-dread, and severity of consequences. A descriptive quantitative design was employed using standardized questionnaires distributed to active seafarers. Results revealed that most participants had suboptimal risk perception, particularly in the dimensions of risk control and scientific knowledge. Workplace and social environments were also found to affect the development of preventive attitudes. Therefore, participatory and systematic health education interventions are needed to improve health literacy and encourage responsive attitudes. These findings provide valuable input for developing adaptive and sustainable occupational health policies in the maritime sector.

Read More
T-7328
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bama Herdiana Gusmara; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Mila Tejamaya, Dippu Rocky Nababan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran persepsi risiko keselamatan masyarakat di desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten terkait kegiatan eksplorasi oleh PT X pada tahun 2013 menggunakan paradigma psikometri. Penelitian dilakukan terhadap 165 responden pada bulan November-Desember 2013 menggunakan desain cross-sectional, data primer berupa kuesioner, FGD, dan wawancara informan kunci, data sekunder berupa gambaran penduduk secara umum. Parameter yang digunakan adalah skala likert angka 1(sangat tidak setuju)-4 (sangat setuju). Nilai rata-rata masing-masing dimensi dihitung dimana angka 1(rendah), 2-3(sedang), 4(baik).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dimensi paradigma psikometri tergolong sedang (2,1-2,7 skala 4), artinya persepsi masyarakat cukup baik dan perlu ditingkatkan lagi. Dimensi ketakutan dipersepsikan rendah, artinya masyarakat belum sepenuhnya tahu akan risiko kegiatan. Penelitian menunjukkan persepsi risiko masyarakat terkait kegiatan eksplorasi tidak berhubungan dengan usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, serta tingkat pendidikan (p-value>α(0,05). Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan terutama terkait isu keselamatan terkait kegiatan eksplorasi, perlu dilakukan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat di desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.

This study aims to provide an overview of public safety risk perception in the desa Muara Binuangeun , Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak , Banten related exploration activities by PT X in 2013 using the psychometric paradigm. The study was conducted on 165 respondents in November-December 2013. Design of study is cross - sectional , primary data obtained from questionnaires , FGD and key informant interviews, secondary data provide an overview of the general public. This study used likert scale as follows 1 (very disagree)-4 (very agree). The mean value of each dimension is calculated, which is defined as follows: 1(low), 2-3(moderate), 4(good).

The results showed that the average value of the psychometric paradigm in risk perception were moderate ( 2.1 to 2.7 on a scale of 4 ), meaning that the public perception is quite good and need to be increased again. Study shows that the dread dimension quite low, meaning people do not fully know the risks of the activities. Research shows the public perception of risks associated exploration activities not related to age , gender , occupation , and education level (p-value>α(0,05). To avoid undesirable events primarily related safety issues in exploration activities, dissemination efforts to the entire community needs to be done.
Read More
T-4042
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bintang Suryo Herdiansyah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, I Made Sudarta, Muhamad Dawaman
T-4444
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martono; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Dadan Erwandi, Ridwan Zahdi Sjaaf, Adenan
Abstrak: Latar belakang : Perilaku Keselamatan kerja dipengaruhi oleh persepsi terhadap resiko. Pekerja PT. X dalam kegiatan produksinya ditemukan pekerja yang tidak memakai Alat Pelindung Diri, kondisi lingkungan kerja yang tidak aman dan pengangkutan yang manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor factor yang mempengaruhi persepsi pekerja terhadap resiko kecelakaan kerja.

Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 50 pekerja di bagian produksi, pengambilan sampel dengan teknik table Krejcie & Morgan. Jenis kuesioner tertutup dengan pilihan jawaban SS, S, KS, TS dan STS diukur menggunakan skala Likert. Kuesioner telah diuji validitas dengan Teknik analisis koefisien korelasi product moment pearson dan uji reliabilitas dengan alpha cronbach > 0,60. Analisa data menggunakan analisis korelasi dan regresi berganda.

Hasil Penelitian : Hasil analisis regresi berganda menunjukkan variable 9 paradigma psikometri mempunyai pengaruh signifikan terhadap persepsi resiko kecelakaan kerja (p value < 0.05). Variabel pengalaman, pendidikan, usia, jenis kelamin, lama kerja dan sub unit kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan persepsi resiko kecelakaan kerja.

Kesimpulan : Variabel paradigma psikometri menunjukkan pengaruh signifikan terhadap persepsi resiko kecelakaan kerja. Kata kunci: Persepsi , resiko, kecelakaan kerja
Read More
T-4312
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raditya Yudha Arjasa; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Dawaman Muhamad, Devie Fitri Oktaviani
T-4432
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Febriana; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Hana Rimadini
S-9543
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eske Prativi; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
S-7604
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tizi Dzul Khair; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Ike Pujiriani
S-7276
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Yasmin Zafirah; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Agra Mochammad Khaliwa
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengawas terhadap efektivitas kontrol berupa Geotab yang digunakan untuk mengendalikan risiko tertabrak/menabrak kendaraan ringan. Penelitian dilakukan di Divisi X PT.X yang berkecimpung di industri pertambangan pada Februari – Juni 2023. Penelitian bersifat deskriptif dengan model semi-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner efektivitas kontrol, wawancara, dan telaah dokumen. Variabel yang diteliti meliputi relevansi Geotab, cakupan Geotab, reliabilitas Geotab, reaktivitas Geotab, kompetensi sumber daya untuk Geotab, dan sistem pengawasan Geotab. Berdasarkan hasil kuesioner diketahui bahwa persepsi pengawas untuk variabel relevansi memiliki skor 3,09 (sesuai), cakupan dengan skor 3,10 (sesuai), reliabilitas dengan skor 3,06 (sesuai), reaktivitas dengan skor 2,99 (sesuai), konpetensi sumber daya dengan skor (2,93), dan sistem pengawasan dengan skor 2,95 (sesuai). Berdasarkan hasil wawancara untuk variabel relevansi diidentifikasi kata kunci “sudah sesuai” dan “bahaya perilaku terkendali”, variabel cakupan diidentifikasi kata kunci “skenario operasi kendaraan ringan”, variabel reliabilitas diidentifikasi kata kunci “seluruh unit tersedia”, “berfungsi dengan baik”, “tidak terdapat indikator” dan “terdapat kesalahan sistem”, variabel reaktivitas diidentifikasi kata kunci “belum mampu memberikan peringatan segera”, variabel kompetensi sumber daya diidentifikasi kata kunci “sosialisasi di awal implementasi”, pemahaman bukanlah kendala”, dan “sudah memahami”, serta variabel sistem pengawasan diidentifikasi kata kunci “pengawasan dan evaluasi dilakukan dari atas ke bawah”. Sementara, berdasarkan hasil telaah dokumen data Planned Job Observation (PJO) diketahui bahwa berdasarkan 33 PJO yang dilaksanakan pada Juni 2023, seluruh unit kendaraan ringan yang diobservasi sudah terinstalasi Geotab. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa variabel relevansi, cakupan, kompetensi sumber daya, dan sistem pengawasan sudah sesuai. Namun persepsi pengawas untuk variabel reliabilitas dan reaktivitas masih cukup sesuai.

This study aims to determine the supervisor's perception of the effectiveness of controls in the form of Geotab which used to control the risk of being hit by a light vehicle. The research was conducted from February to June 2023 at Division X PT.X which is involved in the mining industry. The research is descriptive with a semi-qualitative model. Data collection was carried out through control effectiveness questionnaires, interviews, and document review. The variables studied included Geotab relevance, Geotab coverage, Geotab reliability, Geotab reactivity, resource competence for Geotab, and Geotab monitoring systems. Based on the results of the questionnaire, it is known that the supervisor's perception of the relevance variable has a score of 3.09 (appropriate), coverage with a score of 3.10 (appropriate), reliability with a score of 3.06 (appropriate), reactivity with a score of 2.99 (appropriate), competence resources with a score of (2.93), and control systems with a score of 2.95 (appropriate). Based on the results of interviews for relevance variables identified the keywords "appropriate" and "controllable behavior hazard", the coverage variable identified the keywords "light vehicle operating scenario", the reliability variable identified the keywords "all units are available", "functions well", " there are no indicators” and “there is a system error”, the reactivity variable is identified by the keywords “not yet able to give an immediate warning”, the resource competence variable is identified by the keywords “socialization at the beginning of implementation”, understanding is not a constraint”, and “already understands”, and monitoring system variable identified the keyword "supervision and evaluation is carried out from top to bottom". Meanwhile, based on the results of a review of the Planned Job Observation (PJO) data document, it is known that based on the 33 PJOs that were carried out in June 2023, all light vehicle units observed had Geotab installed. This study concludes that the variables of relevance, scope, resource competence, and control system are appropriate. However, the supervisor's perception of the reliability and reactivity variables is still quite appropriate.
Read More
S-11442
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive