Ditemukan 26813 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Angka Keberhasilan TB di Kabupaten Merauke masih cukup rendah (80%), angka
keberhasilan TB sangat erat hubungannya dengan tingkat kepatuhan pengobatan TB
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Pengetahuan Pasien dengan
Kepatuhan Pengobatan TB Paru. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
crossectional, dimana sampel adalah penduduk Kabupaten Merauke yang berusia >15
tahun yang menjalankan pengobatan TB Paru sensitive obat dan tercatat dalam register
form TB 01 puskesmas, Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa tidak ada hubungan yang
bermakna antara pengetahuan Pasien dengan Kepatuhan Pengobatan TB Paru. Responden
dengan pengetahuan yang buruk berpeluang sebesar 1,59 kali untuk patuh dalam
pengobatn TB Paru hanya pada fase intensif saja dibandingkan responden yang
berpengetahuan baik, setelah dikontrol dengan variable umur, sikap, dan perilaku. Nilai
PR adjusted sebesar 1,59; 95% CI 0,706 – 3,608; p-value 0,262. Pemerintah perlu
meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui kegiatan penyuluhan yang
dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh
masyarakat untuk ikut menyampaikan pesan kesehatan.
Kata kunci:
TB Paru, Kepatuhan, Merauke
The success rate of TB in Merauke Regency is still quite low (80%), the success rate of
TB is very closely related to the level of TB treatment compliance
This study aims to determine the relationship between patient knowledge and compliance
with pulmonary TB treatment. The study design used in this study was cross-sectional, in
which the sample was a population of Merauke Regency aged> 15 years who were
undergoing drug-sensitive pulmonary TB treatment and was recorded in the TB 01 health
center register form. The results of this study stated that there was no meaningful
relationship between patient knowledge with Lung TB Treatment Compliance.
Respondents with poor knowledge are 1.59 times as likely to be obedient in the treatment
of pulmonary TB only in the intensive phase compared to respondents who are
knowledgeable, after being controlled by variables of age, attitude, and behavior. PR
value adjusted for 1.59; 95% CI 0.706 - 3.608; p-value 0.262. The government needs to
increase public knowledge and awareness through counseling activities carried out
routinely by health workers by involving religious and community leaders to participate
in delivering health messages.
Key words:
Pulmonary TB, Complience treatment, Merauke
Pencapaian angka API tahun 2010 secara Nasional sudah memenuhi target (2 per 1000 penduduk). Pada data di atas menunjukkan bahwa Propinsi Papua dengan API tertinggi, yaitu 18,03 dan masih jauh dari yang ditargetkan,hal ini menunjukkan bahwa kasus malaria di Papua masih cukup tinggi dan memerlukan penanganan yang serius, dan propinsi dengan API terendah adalah propinsi DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Bali, sedangkan di Kabupaten Kepulauan Yapen menunjukkan bahwa angka kasus malaria cukup tinggi, dengan angka API 233,1 per 1000 dan sudah melewati target yang ditetapkan. Saat ini program malaria masih mendapatkan bantuan pendanaan dari Global Fund, sehingga masih memiliki keterkaitan. Keterkaitan kritis pada ke dua komponen tersebut, apabila tidak diatisipasi oleh pemerintah dari awal, salah satunya dengan menyiapkan anggaran yang telah dibiayai oleh GF ke dalam kegiatan rutin, maka akan terjadi penurunan cakupan kembali, sehingga dampaknya akan dirasakan oleh mayarakat Papua pada umumnya dan Kabupaten Kepulauan Yapen pada khususnya, apabila program perbantuan ini dihentikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Keterkaitan Kritis antara Komponen Sistem Kesehatan dengan Global Fund untuk Program Malaria di Kabupaten Kepulauan Yapen Propinsi Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam dan studi literatur yang berhubungan dengan Sistem Kesehatan dan Global Fund dengan pengumpulan data melalui informan terkait dengan cara wawancara mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sehubungan dengan keterkaitan kritis antara Komponen Sistem Kesehatan dengan Globan Fund untuk Program Malaria di Kabupaten Kepulauan Yapen Propinsi Papua, berdasarkan fungsi dalam komponen tersebut, maka yang memiliki keterkaitan kritis adalah pada komponen Perencanaan, Pembiayaan serta Monitoring dan Evaluasi sedangkan yang tidak memiliki keterkaitan pada komponen Penatalayanan dan Pemerintah, Pelayanan, Peningkatan Akses Pelayanan. Berbeda pada Kabupaten Kepulauan Yapen, untuk komponen monitoring dan evaluasi tidak memiliki keterkaitan kritis.
The national achievement rate of API in 2010 has met the target (2 per 1000 population). It indicates that Papua Province with the highest API, which is 18.03 is left far from the target, that suggests that cases of malaria in Papua is quite high and require a serious action. Provinces with the lowest API are Jakarta, DI Yogyakarta and Bali, while in the Islands District Yapen showed that the number of malaria cases is quite high, with an API rate 233.1 per 1000 and had passed the target set. Currently malaria program got financing from the Global Fund , and it shows the relevance. The critical interaction between the two-components, if doesn't well handled by the government from the beginning, by preparing a routine budget financed by the Global Fund, there will be a reduction in program coverage, and will impact to the whole society particularly in Papuan Islands District Yapen if the program is being stopped. The purpose of this study is to determine the critical interaction between the Critical Component of Health System and the Global Fund for Malaria Program in Yapen Islands District of Papua. The method used in this research is qualitative method with in-depth interviews and literature studies related to Health System and the Global Fund by collecting data through informants related to the manner in-depth interviews, to reveal the Critical interactionbetween Component of Health System and the Global Fund for Malaria Programme Yapen Islands District of Papua. This study concluded that according to the critical interaction between the Health System Component and the Global Fund for Malaria Program in the District of Yapen Islands Papua, in the relevance to the function of those components, the critical interactions are in the planning functions, finance function, monitoring and Evaluation function. In the other hand, the stewardship and the government, service delivery and the increase of service access did not show the relevances. Contrary to the districs of Yapen Island Papua, monitoring and evaluation component did not show critical interactions.
