Ditemukan 25365 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Medika, No.3, XXVI, Maret 2000, hal. 191-193, ( Cat. ada di bendel 2000 - 2005 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Haryanto Reksodiputro; Promotor: Utoyo Sukaton; Kopromotor: Judith A. Graeff
Abstrak:
ABSTRAK Limfoma malignum ialah suatu penyakit keganasan primer daripada jaringan limfoid yang bersifat padat. Penyakit ini dibagi dalam dua golongan besar, yaitu penyakit Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin (LNH). Sel ganas pada penyakit Hodgkin berasal dart sel retikulum. Limfosit-limfosit yang merupakan bagian integral proliferasi sel pada penyakit ini diduga merupakan manifestasi reaksi kekebalan seluler terhadap sel-sel ganas tadi. Limfoma non-Hodgkin pada dasarnya merupakan keganasan sel limfosit. Pada penyakit Hodgkin telah dicapai kesepakatan mengenai prosedur diagnostik yang harus dilakukan untuk menetapkan diagnosis, tingkat penyakit dan mengenai pengobatan penderita. Pada LNH keadaannya amat berbeda. Hal ini tercermin pada usaha terus menerus selama seperempat abad ini untuk mengajukan penggolongan-penggolongan dan nomenklatur-nomenklatur yang baru. Di samping itu skema yang tetap untuk menilai tingkat penyakit maupun pengobatan belum ada. 1. Gambaran umum penderita-penderita INH di Jakarta Selama lima tahun terakhir, yaitu antara tanggal 1 Oktober 1978 hingga 1 Oktober 1983, 583 penderita baru limfoma malignum dijumpai di Subbagian Hematologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Penilaian histologis jaringan tumor penderita-penderita tersebut dibuat oleh ahli Patologi Anatomik berbagai laboratorium di Jakarta dan di luar Jakarta, 88,5% di antaranya didiagnosis sebagai LNH. Duaratus tujuh puluh lima di antara 583 penderita baru tersebut datang antara tanggal 1 Oktober 1978 hingga I April 1981 dan diteliti lebih lanjut. Diagnosis histologis pada 250 penderita dibuat oleh ahli Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Duabelas kasus telah diperiksa di rumah sakit lain, namun diagnosis histologisnya diteliti kembali oleh bagian Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pada tigabelas kasus lainnya, diagnosis dibuat oleh ahli Patologi Anatomik dari laboratorium lain. Di antara 275 penderita ini, hanya 30 orang (10,9(1o) yang menderita penyakit Hodgkin sedangkan 245 orang menderita penyakit LNH (89,1 %). Angka kejadian penyaldt Hodgkin yang rendah telah dilaporkan oleh Soeripto (211) yang menemukan hanya dua orang penderita (2,607o) penyakit Hodgkin di antara 75 penderita limfoma malignum yang ditelitinya. Angka-angka yang rendah juga ditemukan di Irian Timur (Papua New Guinea) dan Jepang (tabel 1). Penyebab variasi geografis ini tidak diketahui walaupun bukti-bukti yang ada pada waktu ini menunjukkan bahwa berbagai faktor yang berhubungan dengan "tuan rumah" dan lingkungan turut berperan. 2. Tujan penelitian LNH ialah suatu penyakit yang heterogen. Bergantung pada gambaran his tologis tumomya, perjalanan penyaldt penderita dapat bermacam-macam mulai dari yang perkembangannya amat lambat dan dapat disandang dengan baik sampai pada yang cepat berkembang menjadi fatal. Penderita-penderita penyakit LNH derajat keganasan rendah acapkali tidak memerlukan pengobatan selama bertahun-tahun, namun penyembuhan yang sempuma jarang terjadi. Sebaliknya beberapa kelompok dengan penyakit yang cepat menjadi fatal bila tidak diobati, mempunyai harapan untuk sembuh jika mendapat pengobatan yang tepat. Selain bergantung pada gambaran histologis tumor, pengobatan LNH bergantung juga pada tingkat penyakit penderita. Hingga saat ini belum ada keseragaman mengenai pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan dalam penatalaksanaan penderita penyakit LNH. Di negaranegara maju acapkali dilakukan berbagai pemeriksaan yang rumit dan mahal untuk dapat memperoleh keterangan yang lengkap mengenai penyakit penderita. Selain biaya pemeriksaannya, biaya pengobatan penyakit LNH juga sangat mahal, sedangkan hasil yang dicapai acapkali mengecewakan. Memperpanjang masa harapan hidup penderita dengan beberapa bulan mungkin penting artinya dalam rangkaian up coba klinis untuk perbaikan pengobatan penderita di masa depan, tetapi agaknya tidak relevan untuk negara yang mempunyai keterbatasan dana seperti di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengenal pola penyakit LNH di Indonesia (meliputi aspek histologis, sitologis, imunologis dan klinis) serta menentukan strategi yang paling berdaya guna dan tepat guna dalam menetapkan diagnosis, tingkat penyaldt dan pengobatan penyakit LNH di negara ini, dengan mempertimbangkan hambatan segi kedokteran maupun ekonomi yang terdapat di sini.
Read More
D-44
Jakarta : FK UI, 1984
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
616 SUD b (R)
[s.l.] :
Jakarta: FKUI, 2006, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.42, No.3, Maret 1992, hal. 173-176
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
A. Harryanto R.
CDK No.18 (1980)
Jakarta : Kalbe Farma, 1980
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wulyo Rajabto; Promotor: Asri C. Adisasmita; Kopromotor: Ratna Djuwita, Noorwati Soetandyo; Penguji: Mardiati Nadjib, Syahrizal Syarif, Agnes Stephanie Harahap, Amaylia Oehadian
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Limfoma Hodgkin (LH) menunjukkan angka akesembuhan yang tinggi, namun 10-30% pasien tetap mengalami kekambuhan atau refrakter. Instrumen prognostik yang ada saat ini masih memiliki keterbatasan akurasi untuk populasi di Indonesia yang memiliki karakteristik klinis berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor prognostik Progression-Free Survival (PFS) 2 tahun LH terhadap kemoterapi lini pertama dan mendeskripsikan biaya biaya kemoterapi lini pertama LH di rumah sakit umum pusat (RSUP) di Indonesia. Metode: Desain penelitian adalah observasional kohort retrospektif menggunakan data rekam medik pasien-pasien LH yang telah menjalani kemoterapi lini pertama ABVD (Adriamycin, Bleomycin, Vinblastine, Dacarbazine) di 5 RSUP Vertikal Kementrian Kesehatan, yaitu: RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dan RSUP Dr. Kariadi Semarang periode 2019-2023. Hasil: Model akhir mengidentifikasi faktor-faktor prognostik yang secara bermakna mempengaruhi PFS 2 tahun pasien-pasien LH yang mendapatkan kemoterapi lini pertama ABVD, yaitu: keterlibatan >2 regio KGB, massa mediastinum ≥ 10 cm, stadium klinis, LDH, LED, albumin, dan ekspresi Ki67. Berdasarkan model tersebut, telah tersusun sistem skoring dengan ambang batas (cut-off) skor 135. Pasien dengan skor ≥135 memiliki risiko signifikan lebih tinggi untuk mengalami progresivitas penyakit dalam 2 tahun. Dari sisi ekonomi kesehatan, rata-rata biaya kemoterapi lini pertama meningkat pada kelompok pasien yang mengalami progresivitas penyakit. Kesimpulan: Keterlibatan >2 regio KGB, massa mediastinum ≥10 cm, stadium klinis, LDH, LED, albumin, dan ekspresi Ki67 adalah faktor-faktor prognostik independen yang mempengaruhi PFS 2 tahun. Sistem skor yang dihasilkan memiliki validitas yang baik dalam memprediksi PFS 2 tahun pasien-pasien LH yang mendapatkan kemoterapi lini pertama ABVD di 5 RSUP di Indonesia.
Background: Hodgkin Lymphoma (HL) showed high cure rates; however, 10- 30% of patients remain relapsed or refractory. Current prognostic instruments still have limitations in accuracy for the Indonesian population, which presents different clinical characteristics. This study aims to determine prognostic factors of 2-year progression-free survival (PFS) Hodgkin Lymphoma to first line chemotherapy and to describe the treatment cost burden. Methods: This observational study employed a retrospective cohort design using medical record patients with Hodgkin lymphoma who have administered first line chemotherapy ABVD (Adriamycin, Bleomycin, Vinblastine, Dacarbazine) at 5 vertically referral hospitals ministry of health: Dr. Cipto Mangunkusumo National Hospital Jakarta, Cancer Hospital Dharmais Jakarta, Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung, Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta, and Dr.Kariadi Hospital Semarang during 2019-2023 period. Prognostic factors were analyzed using Cox Proportional Hazard regression to determine beta coefficients, which served as the basis for the scoring system. Cost calculation was performed descriptively to assess direct medical costs. Results: The final model identified significant prognostic factors which influence 2-year progression free survival: involvement of >2 lymph node regions, bulky mediastinal mass (≥10 cm), clinical stage, LDH levels, ESR , albumin, and Ki67 expression, Based on this model, a scoring system was developed with a cut-off score of 135. Patients with a score of ≥135 have a significantly higher risk of progressive disease within 2 years. From a health economics perspective, it was found that the average cost of first-line chemotherapy increased in the group of patients who experienced disease progression. Conclusion: Involvement of >2 lymph node regions, bulky mediastinal mass, clinical stage, LDH levels, ESR, albumin, and Ki67 expression are independent prognostic factors which influence 2-year PFS. The resulting scoring system demonstrated good validity in predicting 2-year PFS of patients with Hodgkin Lymphoma who have administered first line chemotherapy ABVD at 5 referral hospitals in Indonesia.
D-633
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
The Am. J. Clin. Nutr. (AJCN), Vol. 87, No.5, May 2008, hal. 1439-1445
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.46, No.9, Sept. 1996, hal. 510-514
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.38, No.6, Agt. - Sept., 2011: hal. 410-416. ( ket. ada di bendel 2011-2012)
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.39, No.9, Sept. 2012: hal. 656-659. ( ket. ada di bendel 2011-2012)
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
