Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32098 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Supriyadi; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Besral, Trui Yunis Wahyono, Setyadi, Eko Winarto
Abstrak: Abstrak

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian ketiga. Ketahanan Hidup Satu Tahun Pasien Stroke dipengaruhi oleh umur, tipe stroke, larna hari rawat, diabetes melitus, hipertensi, hiperkolesterol, penyakit jantung, merokok, jenis kelarnin dan riwayat stroke. Desain penelitian ini adalah kohort restrospektif. Probabilitas ketahanan hidup pasien stroke satu tahun sebesar 61% . Pasien stroke berulang memiliki resiko meninggal 2,0 kali dibandingkan yang stroke pertama pada penyakit jantung dan kolesterol yang sarna. Pasien stroke yang menderita penyakit jantung memiliki resiko meninggal 2,8 kali dibandingkan dengan yang tidak menderita penyakit jantung pada riwayat stroke dan kadar kolesterol yang sarna. Pasien stroke dengan kolesterol memiliki resiko meninggal 1,8 kali dibandingkan dengan yang tidak kolesterol pada riwayat stroke dan penyakit jantung yang sarna.


Stroke is the third most common cause of death. A one-year survival rate of stroke patients has been affected by their ages, type of stroke, period of treatment, diabetes mellitus, hypertension, hypercholesterolemia, heart disease/cardiovascular disease, smoking, gender, and the patients' parental/maternal history of stroke. This research uses retrospective cohort design. The probability of stroke patients' survival rate for the duration one year is 61%. Patients with frequent stroke recurrence have 2,0 times of death risk compared to patients with first time stroke on identical level of medical history in heart disease and cholesterol leveL Whereas stroke patients with heart disease have 2,8 times of death risk compared to stroke patients with no heart disease on identical level of medical history in stroke illness and cholesterol level. Meanwhile stroke patients with hypercholesterolemia have 1,8 times of death risk compared to stroke patients with low cholesterol level on identical level of medical history in stroke illness and heart disease.

Read More
T-3728
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arlinda Sari Wahyuni; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar; Penguji: Indang Trihandini, Pandu Riono, Ronald A. Hukon, Kardinah
Abstrak:

Kanker payudara (KPD) masih merupakan masalah kesehatan pada wanita baik di negara maju maupun di negara berkembang. Di Indonesia kanker payudara merupakan penyakit keganasan kedua terbanyak juga sering menyebabkan kematian. Selain itu, banyak penelitian di Indonesia yang menyatakan bahwa penderita kanker payudara mengobati penyakitnya ke rumah sakit atau ke dokter setelah penyakit masuk dalam stadium lanjut.Keberhasilan pengobatan kanker payudara lazim digambarkan dengan ketahanan hidup 5 tahun (five year survival rate). Selain aspek pengobatan, banyak faktor yang mempengaruhi ketahanan hidup 5 tahun penderita KPD seperti stadium, ukuran tumor, penyebaran tumor, aspek patologi, aspek sosial ekonomi, dan aspek lainnya. Sampai saat ini penelitian tentang ketahanan hidup 5 tahun pada penderita kanker payudara di RS Kanker Dharmais belum pemah dilakukan. Namun, jumlah penderita kanker payudara pertahunnya cukup banyak (menempati urutan 1 pada kasus rawat inap tahun 2000).Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang ketahanan hidup 5 tahun penderita kanker payudara serta faktor-faktor yang berhubungan dengan ketahanan hidup 5 tahun di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Penelitian ini menggunakan rancangan studi longitudinal. Data yang dikumpulkan berasal dari data rekam medik penderita KPD tahun 1993 sampai tahun 1996. Sampel berjumlah 137 penderita. Cara pengumpulan data adalah dengan observasi data rekam medik serta media komunikasi via telepon atau surat untuk mengetahui ketahanan hidup 5 tahun penderita KPD.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa probabilitas ketahanan hidup 5 tahun penderita kanker payudara sebesar 48% dan median ketahanan hidup 54 bulan. Probabilitas ketahanan hidup penderita kanker payudara pada stadium dini operable (I-IIIA) adalah 72% dan stadium lanjut (IIIB dan. IV) adalah 12%. Jika dibanding dengan stadium dini operabel, risiko untuk meninggal pada stadium lanjut sebesar 2,3 kali (95% CI: 1,228; 4,163). Probabilitas ketahanan hidup 5 tahun penderita kanker payudara pada ukuran tumor < 5 cm adalah 81%, dan ukuran tumor lebih dari 5 cm adalah 24%. Jika dibanding dengan ukuran tumor < 5 cm risiko meninggal pada ukuran tumor > 5 cm adalah 3,7 kali (95% CI: 1,803; 7,770). Probabilitas ketahanan hidup 5 tahun dengan pengobatan lengkap adalah 69% dan pengobatan tidak lengkap adalah 13%. Risiko meninggal penderita dengan pengobatan tidak lengkap adalah 3,3 kali (95%CI: 1,950; 5,572) dibanding dengan pengobatan lengkap.Berdasarkan hasil penelitian ini kepada tenaga medis diharapkan dapat meningkatkan penanganan kanker payudara dengan mengupayakan deteksi dini pada penderitanya. Selain itu perlu dorongan dari tenaga medis dan bantuan konseling agar penderita dapat mengikuti prosedur pengobatan dengan teratur dan lengkap. Kepada wanita terutama yang telah berumur di atas 20 tahun disarankan untuk melakukan SADARI (perikSA payuDAra sendiRl) setiap bulannya sehingga dapat segera mengetahui kelainan yang timbul pada payudaranya. Kepada pemerintah perlu diupayakan peningkatan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) dengan penyebaran informasi lewat media massa tentang penyakit kanker payudara.


 

Breast cancer is still a health problem for women in developed countries and developing countries. In Indonesia, number of breast cancer cases is high, the second cause of deaths after cervical cancer. In the other hand many researches in Indonesia report that the breast cancer patients go to hospitals or doctors after late stage.The successful breast cancer therapy was usually measured by using a five-year survival rate. Besides therapeutically aspects, many factors are involved in five-year survival rate namely: stage, tumor size, metastases, pathological aspects, socioeconomic aspects and etc. The annual number of the breast cancer patients is high (the first rank from all cancer type in 2000). However, until] now, no studies of five-year survival rate on RSKD have been done.The goal of this research is to find the probability of 5 year survival of the breast cancer patients in Dharmais Cancer Hospital Jakarta and the relationship between some other factors and 5 year survival rate. The design of this research is longitudinal study. Data are collected from the medical record breast cancer patients on 1993 toI996. The sample is I37 persons. The method of data collecting is observing of the medical record and telephoning or posting to find out the survival of breast cancer patient.The result shows that 5 year survival rate on breast cancer patient is 48%, the median of the survival rate is 54 months. The 5 years survival rate on early operable stage is 72% and on the late stage is 12%. By using the early operable stage as a baseline comparison, the risk ratio of the deaths for the late stage is 2,3 (95% CI: 1,228; 4,163). Moreover the 5 year survival rate on the less than 5 cm is 81% and more than 5 cm is 24%. If compared to size < 5 cm, the risk ratio of the deaths on patients with tumor size 5 cm is 3,7 (95% CI: 1,803; 7,770). The 5 year survival rate on patients with a complete therapy is 69% and an incomplete therapy is 13%. The risk of the deaths on the patients with the incomplete therapy is 3,3 times (95% CI: 1,950; 5,572) compared to the complete therapy.Based on this study, It is recommended that doctors/medicians be able to increase the ability to handle breast cancer cases by doing early detections to the suffers. Moreover the supports for medical professionals and counseling professional are needed so that the patients are able to follow the procedure of treatments regularly and completely. It is suggested that it is important to do SADARI monthly of women above 20. The government should increase to do EIC (Education, Information, and Communication) by spreading EIC materials through mass media about breast cancer.

Read More
T-1411
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Mauliddin, M.; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar; Penguji: Popy Yuniar, Rini Yuliani
S-6185
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisha Lathifa Zahra; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: Rico Kurniawan, Umi Zakiati
Abstrak:
Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia, terutama pada pasien dengan kondisi hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesintasan stroke pada pasien hipertensi di Indonesia tahun 2017-2022. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrespektif dengan Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2017-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa survival probability stroke pada pasien hipertensi secara keseluruhan adalah 90,7% (95% CI, 90,0% - 99,14%) pada tahun keenam setelah tercatat sebagai pasien hipertensi. Pasien hipertensi yang mengidap diabetes, mengidap dislipidemia, dan tidak mengidap penyakit jantung memiliki cumulative survival probability yang lebih rendah dan memiliki risiko terkena stroke yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang mengalami diabetes (0,900), mengalami dislipidemia (0,897), tidak mengalami penyakut jantung (0,905), berusia 45-65 tahun (0,896), berjenis kelamin laki-laki (0,897), memiliki status cerai (0,901), bertempat tinggal di Jawa-Bali (0,902), dan memiliki kondisi sosial ekonomi menengah ke bawah (0,899) memiliki cumulative survival probability yang lebih rendah dibandingkan dengan kategori lainnya. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pasien hipertensi yang mengidap penyakit jantung (AHR=0,8; 95% CI 0,624-0,992) memilliki risiko yang elbih rendah untuk mengalami stroke daripada pasien hipertensi yang tidak mengidap penyakit janutng setelah dikontrol variabel usia, jenis kelamin, status perkawinan, tempat tinggal, dan kondisi sosial ekonomi.

Stroke is one of the leading causes of death and disability in Indonesia, particularly among patients with hypertension. This study aims to determine the stroke survival rates among hypertensive patients in Indonesia from 2017 to 2022. A retrospective cohort design was used, utilizing the BPJS Health Sample Data from 2017-2022. The study results indicate that the overall stroke survival probability among hypertensive patients is 90.7% (95% CI, 90.0% - 99.14%) in the sixth year after being recorded as hypertensive patients. Hypertensive patients who have diabetes, dyslipidemia, and no heart disease have lower cumulative survival probabilities and higher risks of stroke compared to those who do not have these conditions. Specifically, the cumulative survival probabilities were 0.900 for diabetes, 0.897 for dyslipidemia, 0.905 for those without heart disease, 0.896 for those aged 45-65 years, 0.897 for males, 0.901 for divorced individuals, 0.902 for residents of Java-Bali, and 0.899 for those with lower socioeconomic status. The multivariate analysis showed that hypertensive patients with heart disease (AHR=0.8; 95% CI 0.624-0.992) had a lower risk of stroke compared to hypertensive patients without heart disease, after controlling for age, gender, marital status, residence, and socioeconomic conditions.
Read More
S-11788
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chaerunisa; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Popy Yuniar, Budi Wibowo
Abstrak: Penelitian yang dilakukan membahas mengenai analisis pengembangan sistem informasi rawat jalan di RSU Kelas D Johar Baru. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Dari hasil pengumpulan data tersebut dilakukan analisis sistem yang meliputi analisis kebutuhan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan belum adanya database pasien pada rekam medis sehingga pengolahan data belum dapat dilakukan. Penyajian data dilakukan secara manual dengan merekapitulasi laporan yang dikumpulkan dari poliklinik. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang digunakan saat ini belum mencakup bagian unit rekam medis. Hasil akhir dari penelitian ini adalah rancangan pengembangan unit rekam medis sebagai pengolah data dan penyajian data sehingga dapat dihasilkan informasi kegiatan rawat jalan yang cepat dan akurat. Kata Kunci : Rawat Jalan, Rekam Medis, Sistem Informasi The research was conducted about the analysis of the development of outpatient information system at RSU Class D at Johar Baru. The research was conducted by , using qualitative method of observation, in-depth interview and document review. Form the results of data collection, analysis system that includes the needs analysis. The result of requirement analysis shows that there is no patient database on medical record so that data processing can not be done yet. The presentation of data is done manually by recapitulating reports collected from the polyclinic. The Hospital Management Information System (SIMRS) currently used does not include the medical record unit section. The final result of this research is the development plan of medical record unit as data processing and data presentation so that it can produce information of outpatient activity which is fast and accurate. Keyword : Health Record, Information system, Outpatien
Read More
S-9588
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Armansyah jaya Putra ZA.; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Elise Garmelia
Abstrak: Dalam implementasi Program Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Haji Jakartamasih ditemukan Kejadian-Kejadian Keselamatan Pasien, yaitu KTD, KTC, KPCdan KNC. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Haji Jakarta Tahun 2012, serta untuk mengetahui tindakan apakah yang harus dilakukan untukmenurunkan Angka Kejadian Keselamatan Pasien, untuk mengetahui perawatyang sudah mengikuti pelatihan Patient Safety serta Gambaran PemahamanKaryawan Tentang Dimensi Pelatihan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit HajiJakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian kualitatifdan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Analisis DataUnivariat dan Bivariat. Variabel yang diduga berhubungan dengan kejadiankeselamatan pasien adalah jenis kelamin, umur dan pendidikan. Perekrutantenaga baru untuk ruang perawatan harus segera diberikan pelatihan PatientSafety, masih banyak perawat yang belum mengikut pelatihan Patient Safety danmasih terdapat tenaga di ruang perawatan yang belum paham terhadap materi pelatihan Patient Safety dan tidak melaporkan terhadap Kejadian Keselamatan Pasien.Kata kunci: Keselamatan Pasien, Kejadian Keselamatan Pasien
In the implementation of the Patient Safety Program in Hospital Haji Jakarta stillfound incidents Patient Safety, namely KTD, KTC, KPC and KNC. The researchwas conducted to determine factors associated with the incidence of Patient Safetyin the Jakarta Hajj Hospital in 2012, and to know what action should be taken tolower the incidence rate for Patient Safety, to know nurses who have trainingUnderstanding Patient Safety, and Employee Preview About Dimension TrainingPatient Safety in Jakarta Hajj Hospital. The research was conducted usingqualitative and quantitative research design using cross sectional. Univariat andBivariate Data Analysis. Variables that were related to patient safety incident isthe sex, age and education. Recruitment of new personnel to inpatient unit shouldbe given training Patient Safety, there are still many who have not followed thetraining nurses Patient Safety and there are personnel inpatient unit who do notunderstand the training material and Patient Safety Patient Safety to report theincident.Keywords: Patient Safety, Patient Safety incident
Read More
S-7641
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dede Mahmuda; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Toha Muhaimin, Sulistyo
Abstrak: Tingginya beban penyakit tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatanmasyarakat dunia terutama Indonesia. Namun, faktor risiko penularan dari segilingkungan belum banyak diperhatikan. Hal ini diindikasikan dengan kurangnyakeberadaan rumah sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhstatus rumah sehat dengan kejadian TB paru di Provinsi Banten. Penelitian inimerupakan analisis data sekunder Riskesdas 2010 menggunakan desain studipotong lintang pada 7.536 anggota rumah tangga berumur 15 tahun ke atas. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa prevalensi TB paru di Banten sebesar 1,3% (95%CI: 1,0-1,5). Analisis multivariabel menemukan adanya interaksi antara statusrumah sehat dengan status ekonomi, dimana orang yang memiliki rumah tidak sehat pada status ekonomi rendah berpeluang 2,152 kali lebih besar untukmenderita TB paru dibanding orang yang memiliki rumah sehat.Kata kunci: Banten, prevalensi, rumah sehat, tuberkulosis paru
The high burden of pulmonary tuberculosis disease still becomes public healthproblem in the world especially Indonesia. However, risk factors in termenvironmental aspects are not getting much attention yet. It is indicated by lackingof healthy housing existence. This study aims to determine the effect of healthyhousing status on incidence of pulmonary TB in Banten Province. This study is asecondary data analysis of BHS 2010 using cross-sectional design on 7.536household members aged 15 years old above. The result showed prevalence ofpulmonary TB in Banten is 1,3% (95% CI: 1,0-1,5). Multivariate analysis foundan interaction between healthy housing status by economic status, those peoplewho have unhealthy housing at low economic status 2,152 times more likely tosuffer from pulmonary TB than people who have healthy housing.Key words: Banten, prevalence, healthy housing, pulmonary tuberculosis
Read More
S-8458
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosfita Rasyid; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Besral
Abstrak:
Kanker paru merupakan masalah di bidang kesehatan baik di negara maju maupun di negara berkembang. Di Indonesia kanker paru menduduki peringkat ke-3 atau ke-4 diantara keganasan di rumah-rumah sakit yang juga sering menyebabkan kematian. Selain itu beberapa penelitian di Indonesia menyatakan bahwa penderita kanker pare mengobati penyakitnya setelah penyakit masuk dalam stadium sangat lanjut. Di Indonesia penelitian tentang ketahanan hidup kanker paru belum banyak dilakukan. Di RS Dharmais sebagai salah satu rumah sakit rujukan kanker sampai saat ini belum ada penelitian tentang ketahanan hidup pada penderita kanker paru namun jumlah penderita pertahunnya cukup banyak (menempati urutan kedua pada kasus rawat inap tahun 1998). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang ketahanan hidup 2 tahun penderita kanker paru serta faktor-faktor yang berhubungan dengan ketahanan hidup 2 tahun di RS Kanker Dharmais. Penelitian ini menggunakan rancangan studi longitudinal. Data yang dikumpulkan berasal dari data rekam medik penderita kanker paru periode Januari 1998 s.d. November 2001. Sampel berjumlah 181 penderita. Cara pengumpulan data adalah dengan observasi data rekam medik serta media komunikasi via telpon untuk mengetahui ketahanan hidup 2 tahun penderita kanker paru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa probabilitas ketahanan hidup 2 tahun penderita kanker paru berbeda menurut stadium yaitu pada stadium IIB-IIIB sebesar 25,96% dan stadium IV 10,02%. Risiko untuk meninggal pada penderita kanker paru stadium IV sebesar 1,61 kali (95% CI: 1,02; 2,52) lebih tinggi bila dibandingkan dengan penderita kanker paru stadium IIB-IIIB. Jika dibandingkan dengan jenis histopatologi adenokarsinoma, resiko untuk meninggal pada jenis epidermoid sebesar 1,84 kali (95% CI: 1,17; 2,97) dan jenis lainnya 2,04 kali (95% CI: 1,22; 3,58). Bila dibandingkan dengan terapi operasi, risiko untuk meninggal pada penderita kanker paru dengan terapi radioterapi adalah 2,62 kali (95% CI: 1,01; 6,81), kemoterapi 2,89 kali (95% CI: 1,04; 8,08), radiokemoterapi 2,30 kali (95% CI: 0,87; 6,03) dan lainnya 3,35 kali (95% CI: 1,23; 9,14). Berdasarkan hasil penelitian ini kepada tenaga medis diharapkan dapat meningkatkan penanganan kanker paru dengan mengupayakan deteksi dini pada penderitanya. Kepada masyarakat yang mempunyai resiko tinggi menderita penyakit kanker, perlu memeriksakan diri secara aktif untuk deteksi dini kanker di fasilitas kesehatan. Kepada pemerintah (Depkes) perlu diupayakan peningkatan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) dengan penyebaran informasi lewat media massa tentang penyakit kanker paru.

Lungs cancer represent is the health problem in developed countries and also in developing countries. In Indonesia lungs cancer occupy third or fourth among ferocity in hospital which also often cause death. Besides some researches in Indonesia express that lungs cancer patient cure its disease after late stage. In Indonesia there is no more research about year survival rate at lungs cancer patient. Till now is no research about year survival rate at lungs cancer patient in Dharmais Hospital, but the amount of its own patient of quite a lot ( occupying the second rank at case take care of to lodge year 1998). Target of this research is to obtain get information the probability of 2 year survival of the lungs cancer patients in Dharmais Hospital and the relationship between some other factors and 2 year survival rate. The design of this research is longitudinal study. Data are collected from medical record lungs cancer patients on Januari 1998 to November 2001. Sample amount to 181 patients. Way of data collecting is with data observation of the medical record and also communications media via phone to find out the survival of lungs cancer patients. The result of this research indicate that 2 year survival rate of the lungs cancer patient differ according to stage that is IIB-IIIB stage equal to 25,96% and IV stage 10,02%. In comparison with IIB-IIIB stage, risk to die at IV stage equal to 1,61 times (95% Cl: 1,02; 2,52). In comparison with type histopathology adenocarcinoma, risk to die at epidermoid type equal to 1,84 times ( 95% Cl: 1,17; 2,97) and other type equal to 2,04 times ( 95% Cl: 1,22; 3,58). If compared to operation therapy, risk to die at lungs cancer patient with radiotherapy is 2,62 times ( 95% CI: 1,01; 6,81), kemoterapi equal to 2,89 times ( 95% CI: 1,04; 8,08), radiokemotherapy equal to 2,30 times (95% CI: 0,87; 6,03) and other equal to 3,35 times ( 95% CI: 1,23; 9,14). Pursuant to result of this research to expected that medicians can improve lungs cancer handling by striving to detect early at its patient. To society require to check actively to detect early cancer in health facility. To government (MOH) require to be strived by the make-up of IEC (Information Education and Communications) with spreading of information pass pandemic mass media of lungs cancer. Reference : 59 (1974 - 2002)
Read More
T-1834
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sinta Purnamawati; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Besral, Irawan Mangunatmadja, Vivi Setiawaty
T-4086
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citaningrum Wiyogowati; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Besral, Vitalis Ramon
S-7010
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive