Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36572 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kathleen Meehan Arias
362.1 ARI i
Jakarta : EGC, 2009
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bina Diknakes, No.41, Okt. 2001, hal. 33-35, ( Cat. ada di bendel 1997 - 2002 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizki Rahayuningsih; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Yanti Herman, Molyadi
Abstrak:
Program pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan upaya paling efektif untuk mencegah terjadinya HAIs” (Healthcare-Associated Infections), yaitu infeksi akibat pelayanan kesehatan, yang dapat menjadi ancaman masuknya penularan wabah ke komunitas. Implementasi dan pelaporan program PPI cukup beragam. Ketiadaan pelaporan dan data implementasi PPI di Fasilitas Palayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dapat menempatkan posisi layanan priemr dalam kondisi tidak siap dalam menghadapi ancaman wabah dan menambah kesenjangan. Tujuan penelitian untuk melihat gambaran implementasi PPI dan kesesuaian implementasi PPI di FKTP DTPK Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan mix methode dengan desain sequential explanatory. Pada tahap pertama dilakukan pengisian kuesioner baku menggunakan kuesioner baku IPCAF- minimum requirement assesment for primary care oleh seluruh tim PPI dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada 11 informan dan dilakukan observasi dokumen. Hasil didapatkan 23,8% Puskesmas di level Kabupaten belum memenuhi kesesuaian standar minimum program PPI, akan tetapi pada Puskesmas DTPK 36,4% Puskesmas sudah memenuhi kesesuaian standar minimum program PPI. Dari 8 komponen inti PPI, pada level Kabupaten nilai tertinggi didapat komponen monitoring dan umpan balik, sedangkan pada Puskesmas DTPK nilai tertinggi didapat pada komponen surveilans HAIs. Sementara pada level Kabupaten maupun Puskesmas DTPK, nilai terendah didapatkan pada komponen pendidikan pelatihan dan beban kerja kepegawaian dan ketersediaan tempat tidur. Perencanaan dan pembiayaan pendidikan pelatihan serta pemanfaatan pelatihan daring dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan nilai komponen pendidikan pelatihan.

Infection prevention and control programs are the most effective way to prevent "Healthcare-Associated Infections" (HAIs), which are healthcare-associated infections that can threaten the entry of outbreaks into the community. Implementation and reporting of the IPC program is quite various. The absence of reporting and data on the implementation of IPCs in Primary Care Facilities (FKTP) in rural/remote area (DTPK) can place the position of primary care facilities in an unprepared condition in facing the threat of an outbreak and increase inequality. The purpose of the study was to look at the description of IPC implementation and the suitability of IPC implementation in DTPK FKTP Kubu Raya Regency. This study used a mix method with a sequential explanatory design. In the first stage, a standard questionnaire was filled in using the IPCAF- minimum requirement assessment for primary care by the entire IPC team, followed by in-depth interviews with 11 informants and document observation. The results showed that 23.8% of FKTP at the district level had not yet compliance with the minimum standards of the IPC program, but at FKTP DTPK 36.4% of FKTP have met the minimum standards of the IPC program. Of the 8 core components of PPI, at the district level the highest value is obtained for the monitoring and feedback component,. while at the FKTP DTPK the highest value is obtained in the HAIs surveillance component. While at both the district and DTPK health center levels, the lowest scores were obtained in the components of training education and staffing workload and bed availability.
Read More
T-6995
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anita Sulistyorini, Purwanta
KJKMN Vol.5, No.4
Depok : FKM UI, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medika, No.4, XXX, April 2004, hal. 263-264
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rataih Sulistyo Lestari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Sandi Iljanto, Bambang Suheri
T-3469
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hafizha Astia; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Lhuri Dwianti Rahmartani, Retno Kusuma Dewi, Windy Oktavina
Abstrak:
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit kuno yang sampai sekarang masih menjadi masalah, maka diperlukan program penanggulangan secara aktif promotif, salah satunya melalui investigasi kontak (IK), yaitu kegiatan pelacakan dan investigasi pada orang-orang yang kontak dengan pasien untuk menemukan terduga TBC. IK semestinya dilaksanakan oleh puskesmas, namun tidak semua pasien TBC berobat di puskesmas. Klinik JRC-PPTI menyediakan layanan tes cepat molekuler (TCM) secara gratis sehingga memungkinkan untuk dilaksanakan IK. Petugas kesehatan akan menanyakan jumlah dan usia dari orang yang tinggal serumah dengan pasien dan memintanya untuk datang ke saat jadwal kontrol berikutnya. Namun, adanya hambatan kontak untuk datang langsung memodifikasi IK di klinik JRC-PPTI, berupa pemeriksaan secara tidak langsung bagi keluarga pasien yang tidak bisa datang dengan menitipkan sampel dahak pada pot dahak yang sebelumnya sudah dititipkan pada pasien saat berobat, selanjutnya sampel dibawa kembali pada jadwal kontrol berikutnya. Ternyata, dengan kemudahan yang diberikan, masih sedikit keluarga pasien melakukan IK sehingga diperlukannya evaluasi untuk mengetahui hambatan dari pelaksana program menggunakan kerangka kerja RE-AIM dan perspektif penerima menggunakan teori health belief model (HBM). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan dengan wawancara mendalam kepada pasien TBC, keluarga pasien, dokter, perawat dan pimpinan klinik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hambatan pelaksanaan investigasi kontak serumah difasilitas kesehatan swasta dari persepsi klinik dan kontak serumah. Dari hasil penelitian, ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaan program IK di Klinik Utama JRC-PPTI yang meliputi jangkauan, efektifitas, adopsi, implementasi dan pemeliharaan. Sementara pelaksanaan IK di klinik utama JRC-PPTI dipengaruhi oleh persepsi kerentanan, keparahan, manfaat dan isyarat berperilaku. 

Tuberculosis (TB) is an ancient disease that remains a problem even today, necessitating an actively promotive and preventive program. One of the strategies used is contact investigation (CI), which involves tracing and investigating individuals who have had contact with TB patients to identify potential TB cases. Ideally, CI should be carried out by primary healthcare centers, but not all TB patients seek treatment at such facilities. JRC-PPTI Clinic provides free rapid molecular testing (RMT) services, enabling the implementation of CI. Healthcare workers inquire about the number and ages of individuals living with the patient and request them to come for their next scheduled follow-up. However, there are contact barriers preventing them from coming in person, which modifies the CI process at JRC-PPTI Clinic. Instead, an indirect examination is conducted for family members who cannot come by having them deposit a sputum sample in a previously provided container, which is then collected during the next scheduled follow-up visit. Despite the convenience provided, only a few family members of TB patients participate in CI. Therefore, an evaluation is needed to identify the barriers to program implementation using the RE-AIM framework and the perspectives of recipients using the Health Belief Model (HBM) theory. This qualitative research adopts a case study approach and involves in-depth interviews with TB patients, their families, doctors, nurses, and clinic leaders. The objective of this study is to identify the barriers to implementing household contact investigation in a private healthcare facility from the clinic's and household contacts' perspectives. The research findings reveal several obstacles to the implementation of CI at JRC-PPTI Main Clinic, including reach, effectiveness, adoption, implementation, and maintenance. Meanwhile, the implementation of CI at the JRC-PPTI main clinic is influenced by perceptions of vulnerability, severity, benefits, and behavioral cues.
Read More
T-6763
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andayasari, Lely
JBMI Vol.3, No.2
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syefira Salsabila; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Ede Surya Darmawan, Yovsyah, Monika Saraswati Sitepu, Ganda Raja Partogi Sinaga
T-4939
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R 614.5992 KAN l
Jakarta : BKKBN, 1995
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive