Ditemukan 38745 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Zainal Arifin Nang Agus
JKY Vol.10, No.2
Jakarta : LP. Univ. Yarsi, 2002
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mia Suminarti; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Dewi Damayanti
Abstrak:
Gizi lebih merupakan kondisi tubuh dengan berat badan yang berlebih dibandingkan dengan usia atau tinggi badan akibat asupan gizi relatif melebihi jumlah yang diperlukan untuk pertumbuhan normal, perkembangan, dan metabolisme. Gizi lebih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian. Tujuan umum penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara kebiasaan makan (frekuensi makan, kebiasaan minum susu dan hasil olahannya, kebiasaan makan fast food, kebiasaan makan jajanan, kebiasaan makan camilan saat menonton TV) dan durasi menonton TV dengan gizi lebih pada anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional terhadap 148 anak usia prasekolah dari 2 sekolah di Garut. Pengukuran berat dan tinggi badan anak dilakukan oleh petugas sedangkan informasi karakteristik anak dan orang tua, kebiasaan makan dan aktivitas fisik anak diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh responden sendiri. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chi-square (bivariat) dan regresi logistik ganda (multivariat). Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan indeks IMT/U prevalensi gizi lebih (kelebihan berat dan kegemukan) anak prasekolah mencapai 25,7%. Ada hubungan antara frekuensi makan, kebiasaan minum susu, kebiasaan makan fast food, kebiasaan makan camilan saat menonton TV, dan durasi menonton TV dengan gizi lebih anak prasekolah. Frekuensi makan utama merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan gizi lebih setelah dikontrol variabel kebiasaan makan fast food, kebiasaan minum susu, durasi menonton TV dan status pekerjaan ibu dalam analisis multivariat.
Overnutrition is the condition of body with excess weight compared with age or height due to oversupplied of nutrients relative to the amounts required for normal growth, development, and metabolism. Overnutrition is a public health issue because it deals with an increased risk of morbidity and mortality. The general objective of this research is to know the relationship between eating habits (frequency of eating, milk-drinking habits, fast food eating habits, snack eating, habits of snacking while watching TV), and duration of watching TV with overnutrition in preschoolers. This was a cross-sectional study of 148 preschoolaged children from two kindergarden in Garut. A measurement of children`s heights and weights were collected by trained personnel, while the information characteristics of children and parents, childrens eating habits and physical activities were collected from self-administered questioner. Processing and analyzing data using chi-square test (bivariate) and multiple logistic regression (multivariate). The analysis showed that based on the index BMI/age, prevalence rates of overnutrition (overweight and obesity) were 25,7%. The results of chisquare tes showed significant relationship between overnutrition with frequency of eating, milk-drinking habits, fast food eating habits, habits of snacking while watching TV and duration of watching TV. Frequency of eating variable is the dominant factor associated with overnutrition after being controlled by fast food eating habits, milk-drinking habits, duration of watching TV and maternal employment status in the multivariate analysis.
Read More
Overnutrition is the condition of body with excess weight compared with age or height due to oversupplied of nutrients relative to the amounts required for normal growth, development, and metabolism. Overnutrition is a public health issue because it deals with an increased risk of morbidity and mortality. The general objective of this research is to know the relationship between eating habits (frequency of eating, milk-drinking habits, fast food eating habits, snack eating, habits of snacking while watching TV), and duration of watching TV with overnutrition in preschoolers.
S-7920
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ani Yuliani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad
S-2704
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muchtadi; Pembimbing: Akmal Hadi
T-147
Depok : FKM UI, 1987
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Medika, No.11, XXX, Nopember 2004, hal. 728-731. ( ket. ada di bendel 2004 no. 7-12)
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kliping koran media indonesia 2012-2013 hal 49
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jasmaini Iljas ... [et al]
Medika, No. 12
Jakarta : [s.n.] :
1986
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratu Nurchoiriah; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Dien Anshari, Nuryani
S-5630
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gulshan Fahmi El Bayani; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Suhendar
Abstrak:
Penelitian ini merupakan sebuah studi cross sectional yang bertujuan melihat hubungan pendidikan orang tua, pola konsumsi susu saat balita, dan faktor-faktor lain dengan status gizi (TB/U) serta dampak TB/U terhadap prestasi belajar. Penelitian melibatkan 96 anak kelas satu di SDN Kedung Waringin 02 dan 03, data-data diperoleh dari pengukuran tinggi badan secara langsung, pengisian kuesioner oleh ibu, dan nilai rapor dari sekolah. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tinggi badan anak laki-laki (115.85cm ± 5.14) lebih rendah dibandingkan anak perempuan (117.45cm ± 5.75). Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pendidikan ibu, pendidikan ayah, dan pola konsumsi susu saat balita dengan TB/U pada anak kelas satu. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara TB/U dengan prestasi belajar, akan tetapi anak dengan tubuh yang pendek (Z-score TB/U < -2SD) cenderung memiliki rata-rata prestasi belajar yang lebih rendah (71.94) daripada anak dengan tubuh yang tidak pendek (Z-score TB/U ≥ -2SD) (76.40). Pendidikan ibu dan ayah, dan pola konsumsi susu saat balita yang baik merupakan faktor-faktor yang dapat mendukung tercapainya status gizi (TB/U) yang baik.
This study was a cross sectional study that examines the relationships of parental education, the pattern of consumption of milk in toddler, and other factors with nutritional status (H/A) and the impact of H/A on learning achievement. The study involved 96 children in first class at SDN Kedung Waringin 02 and 03, the data obtained from direct measurements of height, filling out maternal questionnaires, and school report scores. The results showed the average height of boys (115.85cm ± 5.14) lower than girls (117.45cm ± 5.75). There are statistically significant relationships between mother's education, father's education, and the toddler pattern of milk consumption with H/A on first-grade children. Found no statistically significant association between H/A with school learning achievement, but children with short stature (Z-score H/A <-2SD) tend to have average lower learning achievement (71.94) than children without short stature (Z-score H/A ≥-2SD) (76.40). Maternal and paternal educations, and patterns of milk consumption in toddler that good are all factors that can support the achievement of good nutritional status (H/A).
Read More
This study was a cross sectional study that examines the relationships of parental education, the pattern of consumption of milk in toddler, and other factors with nutritional status (H/A) and the impact of H/A on learning achievement. The study involved 96 children in first class at SDN Kedung Waringin 02 and 03, the data obtained from direct measurements of height, filling out maternal questionnaires, and school report scores.
S-7878
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Uken S. Soetrisno
Seri Gizi 23
Bogor : P3G, 2000
Laporan Penelitian Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
