Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 24186 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sarlito Wirawan Sarwono
PP-19
Depok : FPSI UI, 1992
Pidato Pengukuhan Guru Besar   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Ridwan; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Milla Herdayati, Soewarta Kosen, Muhammad Subali
Abstrak:
Pengguna rokok elektronik tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat umum, namun juga terjadi di kalangan mahasiswa, yang seharusnya menjadi contoh dalam berperilaku hidup sehat, keadaan ini mendorong mahasiswa dalam kondisi disonansi. Disonansi kognitif adalah diskrepansi atau kesenjangan yang terjadi antara dua elemen kognitif yang tidak konsisten, menciptakan ketidaknyamanan psikologis.Tujuan penelitian ini ialah untuk menggambarkan disonansi kognitif pada mahassiswa yang menggunakan rokok elektronik di Universitas Cendekia Abditama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan dengan metode pnemenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dilaksanakan pada bulan Juni 2023 pada 20 informan meliputi 16 mahasiswa perokok elektronik, 2 orang staff dosen dan 2 orang teman sebaya. Hasil penelitian menunjukan disonansi kognitif pada mahasiswa keperawatan lebih tinggi dari mahasiswa teknik ditinjau dari sumber elemen penyebab disonansi meliputi, inkonsistensi logika, nilai budaya, pendapat umum, dan pengalaman masa lalu, sedangkan gambaran cara mengatasi disonansi didapatkan dengan mengubah elemen tingkah laku, mengubah elemen kognitif lingkungan dan menambah elemen kognitif baru.

The use of electronic cigarettes does not only occur among the general public, but also among university students, who should be an example of healthy living behavior, this situation encourages students to be in a state of dissonance. Cognitive dissonance is a discrepancy or gap that occurs between two inconsistent cognitive elements, creating psychological discomfort. The aim of this research is to describe cognitive dissonance in students who use electronic cigarettes at Cendekia Abditama University. This study uses a qualitative approach, with the pnemenology method. Data collection was carried out by in-depth interviews carried out in June 2023 with 20 informants including 16 students who use electronic cigarettes, 2 lecturer staff and 2 peers. The results showed that cognitive dissonance in nursing students was higher than engineering students in terms of the source of the elements causing the dissonance including, logical inconsistency, cultural values, public opinion, and past experiences, while an overview of how to overcome dissonance was obtained by changing behavioral elements, changing cognitive elements. environment and add new cognitive elements.
Read More
T-6783
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Warta Demografi, Ke-41, No.4, 2011, hal. 19-27. (ket. ada di bendel majalah campuran No. 20 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Sudomo, Sunardi Radiono
MPPK Vol.XI, No.4
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Fadly H Masse; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Triyanti, Idris Galla, Andi Muhammad RPN
Abstrak:

Abstrak
Stunting di Kabupaten Bantaeng masih menjadi tantangan dengan prevalensi 15,8%. Keberhasilan dalam menekan angka ini menjadi dasar untuk menelaah peran strategis KPM sebagai garda terdepan dalam program konvergensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah implementasi peran KPM dalam upaya pencegahan stunting serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitasnya di Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif fenomenologi dengan total 24 informan yang terdiri dari 7 KPM, 3 kepala desa, 5 tenaga kesehatan, 3 kader posyandu, dan 6 perwakilan masyarakat sasaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen , yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan peran KPM sangat efektif dalam memfasilitasi akses terhadap layanan KIA, sanitasi, dan jaminan kesehatan, berkat kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh pemerintah desa. Namun, masih kurang optimal dalam intervensi yang bersifat edukatif untuk mengubah perilaku, seperti pada aspek konseling gizi dan partisipasi PAUD. Faktor penghambat utamanya adalah norma sosial yang kuat di masyarakat dan keterbatasan sumber daya untuk program edukasi yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan implementasi peran KPM efektif pada intervensi yang didukung program pemerintah yang konkret dan terukur, namun lemah dalam mengubah pengetahuan dan norma sosial. Lebih lanjut, ditemukan pula kesenjangan antara kualifikasi pendidikan formal KPM dengan kompleksitas tugas edukasi dan konseling gizi yang harus diemban secara efektif. Disarankan agar Pemerintah Daerah mengembangkan kampanye sosialisasi untuk mengubah norma sosial dan mengalokasikan dana untuk program edukasi terstruktur. Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) perlu mengevaluasi kembali standar rekrutmen KPM dan merancang pelatihan terstandar dan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas KPM.


 

Stunting remains a challenge in Bantaeng Regency, with a prevalence of 15.8%. This study explores the strategic role of Human Development Cadres (KPM) in the stunting prevention program and identifies supporting and hindering factors affecting their effectiveness. Using a qualitative phenomenological approach, the study involved 24 informants: 7 KPM, 3 village heads, 5 health workers, 3 Posyandu cadres, and 6 community representatives. Data collection was done through in-depth interviews and document reviews, followed by thematic analysis. Findings show that KPM are effective in improving access to maternal and child health services, sanitation, and health insurance due to strong cross-sector collaboration and village government support. However, their role is less optimal in educational interventions, particularly in nutrition counseling and increasing participation in early childhood education (PAUD). Key challenges include persistent social norms and limited resources for structured educational programs. There is also a gap between KPM’s formal education levels and the complex tasks of health education and counseling. The study concludes that KPM play an effective role in interventions backed by clear government programs but face difficulties in changing behaviors and social norms. It recommends that local governments strengthen social norm change campaigns and allocate funding for structured education. Furthermore, the Community and Village Empowerment Office (DPMD) should review recruitment standards and provide ongoing, standardized training to enhance KPM capacity.

 

Read More
T-7295
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suwarsih Warnaen; Pembimbing: Slamet Iman Santoso, J.M.F. Jaspars, Koentjaraningrat
D-149
Jakarta : Fakultas Psikologi, 1979
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
W.A.F.J. Tumbelaka
PP-42
Jakarta : FK UI, 1981
Pidato Pengukuhan Guru Besar   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), Vol.34, No.2, Juni, 2009, hal. 68-72. ( ket. ada di bendel 1994-2009 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indri Hapsari Susilowati ... [et al.]
KJKMN Vol.8, No.2
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soedjatmoko
361.1 SOE d
Jakarta : LP3ES, 1983
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive