Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34293 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
615.1 HAR g (RS)
[s.l.] : Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2012, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Monika Niken Pratiwi; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Dedi Supratman
S-8999
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I wayan Hendrawan; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Ede Surya Darmawan, Puput Oktamianti, Chairulsjah Sjahruddin, Jusuf Kristianto
Abstrak:

ABSTRAK Analisis Kepatuhan Dokter Dalam Penulisan Resep Sesuai Formularium RSU Prima Medika Denpasar Salah satu unsur dalam peningkatkan mutu pelayanan kesehatan adalah terjaminnya aksesibilitas obat yang aman, berkhasiat, bermutu, dan terjangkau. Pengelolaan obat yang tidak efisien dapat memberikan dampak negatif secara medik dan ekonomi. Salah satu penyebabnya adalah ketidakpatuhan dokter dalam meresepkan obat sesuai dengan formularium. RSU Prima Medika merupakan salah satu rumah sakit swasta di Denpasar yang telah memiliki formularium sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai formularium RSU Prima Medika Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crossectional. Sampel adalah 120 dokter yang memiliki Surat Ijin Praktek (SIP) di RSU Prima Medika. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan data kepegawaian. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat dengan software statistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih banyak dokter laki-laki dengan rerata umur 44.4 ± 11.7 tahun dan paling banyak dokter spesialis. Gambaran kepatuhan sesuai fomularium RSU Prima Medika Denpasar adalah 27.5%. Faktor yang berhubungan terhadap kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai dengan formularium RSU Prima Medika Denpasar adalah Pengetahuan, Informasi, Penghargaan, Sosialisasi, Supervisi, dan Lingkungan Tempat Kerja sedangkan faktor yang tidak berhungan  kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai dengan formularium RSU Prima Medika Denpasar adalah Jenis Kelamin, Pendidikan, Lama Praktek, Sanksi, Permohonan Pasien, Pihak Membayar, dan Industri Farmasi. Variabel yang diteliti pada penelitian ini berhubungan terhadap kepatuhan penulisan resep sesuai dengan formularium RSPM sebesar 60.2%, sedangkan sisanya sebesar 39.8% dipengaruhi oleh variabel lain Disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai dengan formularium RSU Prima Medika Denpasar masih cukup rendah. Faktor yang paling berhubungan adalah penghargaan, pengetahuan, dan informasi. Disarankan kepada pihak manajemen untuk membuat suatu sistem kebijakan penghargaan dan sanksi, membuat buku saku formularium yang praktis, format dan tampilan yang menarik serta didistribusikan ke seluruh dokter praktek serta melakukan sosialisasi dan supervisi berkala. Kata Kunci: kepatuhan, dokter, penulisan resep, formularium RS, RSU Prima Medika Denpasar


ABSTRACT Complience Analysis of Formularium Drug Prescription in Prima Medika Hospital Denpasar One of component to increase hospital’s quality service is assurance of safe drug’s accessibility, beneficial, quality and affordable. Unefficient of drug management lead to medically and economicall negative effects. Prima Medika Hospital Denpasar is one of the private hospital in Denpasar which had their own formularium. In 2016, various types of excessive inventory drug lead to stuck and expired which have detrimented hospital. Aims of this study were to analyze factors related to doctor’s complience about formularium drug prescription in Prima Medika Hospital Denpasar. This was a quantitative study using crossectional design. Samples were 120 doctors who had legal permit practice in Prima Medika Hospital Denpasar. Data were collected by interview using structured questionnaires and analyzed univariate, bivariate dan multivariate with statistic software. Results showed that most doctors were male, mean of age is 44.4 ± 11.7 year; most of Specialist Doctors. Rate for complience of drug prescribing following formularium Prima Medika Hospital Denpasar is 27.5%. Factors related to compliance knowledge, information, reward, socialization, supervision, and Working environment. Meanwhile factors which were not related were gender, education, working experience, punishment, patient request, payment type, and Pharmaceutical industry. Variable on this study were 60.2% related with compliance and 39.8% were related to other factors. In conclution, complience of drug prescribing following formularium Prima Medika Hospital Denpasar is low. The most related factors including rewards, knowledge, and information. It can be suggested that hospital management to produce a sistem of rewards and punishment as well as periodically socialized and supervised for the prescription. Key words: complience, doctors, drug prescribing, hospital formularium, Prima Medika Hospital Denpasar

Read More
B-2015
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medika, No.6, Juni 1993, hal. 77-79
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Sudarsana; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Jaslis Ilyas, Mieke Savitri, Chairulsjah Sjahruddin, I Gede Made Arnata
Abstrak: Abstrak Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor penting dalam kesehatan lanjutan dan kesejahteraan pasien, kepatuhan dan ketaatan juga prasyarat untuk keefektifan pengobatan berdasarkan formularium yang telah ditentukan. Pengetahuan dokter pada formularium Rumah Sakit diperoleh dari buku maupun dari orang lain. Tindakan ini akan berpengaruh terhadap keputusan seorang dokter dalam menuliskan resep. Penelitian ini merupakan penelitian korelatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan keyakinan terhadap kepatuhan dalam menulis resep sesuai formularium dengan jumlah sampel 62 responden dan teknik pengambilan sampel total sampling. Kuesioner yang digunakan untuk mendapatkan data sudah dilakukan uji reliabilitas dan validitas Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan keyakinan dengan kepatuhan dalam penulisan resep sesuai dengan formularium dengan p-value < 0,05. Hasil uji multivariat dengan regresi logistik menunjukkan keyakinan merupakan variabel yang paling dominan dengan p-value 0,004 < 0,05 dengan OR 7, 227 lebih tinggi dibandingkan variabel pengetahuan (OR:4,446) dan sikap (OR: 4,244). Hal ini berarti keyakinan sebanyak 7,227 meningkatkan kepatuhan dalam penulisan resep sesuai formularium. Pendidikan seorang dokter yang diperoleh pada tingkat tertentu akan mempengaruhi tindakan yang berdasar pada kemampuan intelektual. Sikap seorang dokter yang menggambarkan suka atau tidak suka terhadap formularium rumah sakit. Sikap ini diperoleh dari pengalaman sendiri maupun pengalaman dokter lain. Keyakinan merupakan suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Keyakinan seorang dokter terhadap obat yang diperoleh dari orang yangdapat dipercaya, hal ini merupakan bagian yang sulit dirubah. Key word: Pengetahuan, sikap, keyakinan dan kepatuhan dalam menulis resep sesuai Formularium Abstract Adherence to treatment is an important factor in continued health and patient wellbeing, adherence are also prerequisites for the effectiveness of treatment based on established formularies. The doctor's knowledge on hospital formulary is obtained from books as well as from others. This action will affect the decision of a doctor in prescribing. This research is a correlative research that aims to determine the relationship of knowledge, attitudes and beliefs to compliance in prescribing recipes according to formulary with a total sample of 62 respondents and total sampling technique. Questionnaires used to obtain the data have been tested reliability and validity The results showed that there was a significant correlation between knowledge, attitude and belief with compliance in prescribing writing in accordance with formulary with p-value <0,05. The result of multivariate test with logistic regression showed that belief was the most dominant variable with pvalue 0.004 <0.05 with OR 7,227 higher than the knowledge variable (OR: 4,446) and attitude (OR: 4,244). This means belief as much as 7,227 improves compliance in prescribing writing according to formulary. The education of a physician acquired at some level will influence actions based on intellectual ability. The attitude of a doctor who describes likes or dislikes hospital formulary. This attitude is derived from the experience itself and the experience of other doctors. Belief is an attitude that is shown by man when he feels quite know and conclude that he has reached the truth. Because beliefs are an attitude, one's beliefs are not always true or, beliefs alone are not a guarantee of truth. A physician's belief in drugs obtained from a trusted person, this is a difficult part to change. Key words: Knowledge, attitudes, beliefs and compliance in writing appropriate recipes formulary
Read More
B-2027
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fainal Purba; Pembimbing: Alex Papilaya
B-355
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Dokter Keluarga, Vol.5, No.2, Jan. 1986 : hal. 80-84
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debby Daniel; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Armen Mochtar, Farida Indyastuti
Abstrak:

LATAR BELAKANG : Program pemerintah mengenai penggunaan obat generik sudah dicanangkan sejak tahun 1989, terapi baru sejak krisis moneter orang mulai memperhatikan obat generik. Walaupun demikian penulisan resep obat dengan nama generik yang merupakan indikator penggunaan obat generik, tahun 1994-2000 tetap berkisar 50-60% untuk pasien rawat jalan di RSUP.Fatmawati. Penulisan resep obat merupakan perilaku dan banyak faktor yang mempengaruhinya. Tetapi jika ingin dilakukan intervensi dalam penulisan resep obat adalah lebih baik jika mengerti terlebih dahulu mengenai masalah perilaku yang berhubungan dengan penulisan resep obat dengan nama generik. TUJUAN: Untuk mengetahui distribusi penulisan resep obat dgn nama generik menurut poliklinik dan kelas terapi serta hubungan antara faktor-faktor perilaku dokter dengan penulisan resep obat dengan nama generik. DESAIN : Studi potong lintang yang dilaksanakan di Poliklinik pagi hari RSUP.Fatmawati dengan observasi resep selama 1 minggu untuk masing-masing poliklinik dan pengisian kuesioner mengenai faktor-faktor perilaku yang diisi oleh 122 dokter sebagai subyek penelitian . Penelitian berlangsung selama 4 bulan dari April - Juli 2001 pada 18 poliklinik di RSUP.Fatmawati-Jakarta dan analisis yang dilakukan menggunakan regresi logislik. HASIL : Proporsi penulisan resep obat dengan nama generik tertinggi pada PoIiklinik Gigi dan mulut sebesar 84,35% dan terendah pada Poliklink Malta sebesar 8,94%. Kelas tempi Diuretik menunjukkan proporsi penulisan resep obat dengan nama generik tertinggi (87,63%) dan terendah pada kelas terapi obat Lain-lain (2,17%). Dari basil analisis multivariat. menunjukkan pada dokter yang setuju dengan program obat generik kemungkinan untuk dapat menuliskan resep obat dengan nama generik hanya 0,28 kali dan dokter yang tidak setuju dengan program obat generik (95% Cl: 0,08-0,95); dan pada dokter yang bekerja di RSUP.Fatmawati < 5 tahun berkemungkinan untuk kurang patuh dalam penulisan resep obat dengan nama generik 3,89 kali lebih besar dart dokter yang telah bekerja > 16 tahun (95% Cl: 1,41-10,78) dan dokter yang bekerja di RSUP.Fatmawati 5-15 tahun berkemungkinan untuk kurang patuh dalam penulisan resep obat dengan nama generik 3,09 kali lebih besar dari dokter yang telah bekerja > 16 tahun.(95% CI: 1,14-9,86) SARAN : 1). secara rutin mengingatkan para dokter untuk melaksanakan program pemerintah penggunaan obat generik baik secara manajerial, edukasi atau regulasi. 2). data ilmiah mengenai obat generik lebih diinformasikan kepada dokter dan masyarakat.


 

The Relation Between Doctor's Behavior Factors With Drug Prescription in Generic Names in Out Patient at Fatmawati Hospital 2001BACKGROUND : The government program about generic drugs in government health care facilities had been conducted in 1989, but after the monetary crisis people interested in generic drugs . Nevertheless the data of drug prescription in generic names for out patient at Fatmawati Hospital from 1994 to 2000 only 50-60%. Drug prescription is a doctor's behavior . There are many factors which influence the prescribing, but if we want to intervene the prescribing we have to understand first the reasons for a problem behavior. OBJECTIVES : This study performed to find out the distribution of drug prescription in generic names according to therapeutic class and out patient clinic; and to identify the relation between doctor's behavior factors with drug prescription in generic names in out patient at Fatmawati hospital. DESIGN : Cross-sectional with total respondents 122 doctors by observing their prescriptions for 1 week for each out patient clinic and filling questionnaire about doctor's behavior factors. The study conducted for 4 months from April to July 2001 in 18 clinics at Fatmawati Hospital and the analysis were performed by logistic regression. RESULTS : The highest proportion of drug prescription in generic names has been found in Denial clinic (84,35%) and the lowest in Eyes clinic (8,94%). Diuretics has the highest proportion of drug prescription in generic names (87,63%) among the class therapy in DOEN and drugs which are not included in 29 therapeutic classes in DOEN (Others) has the lowest proportion (2,17%). The study showed there are significance relation between doctor' attitude and drug prescription in generic names and also significance relation between working e:qserience of the doctor and drug prescription in generic names .The multivariate odds ratio was 0.28 (95% CI: 0,08-0,95 ) in doctors who agree with the government program about generic drug. 3.89 (95% Cl: 1.41-10,78) in doctors who works for less than 5 years and 3,09 (95% Cl: 1,14-9.86) who works for 5 to 15 years. RECOMMENDATIONS : 1). To remind the doctors periodically to run this government program and can be characterized as managerial, educational and regulatory. 2. Giving more information about the evidence based of generic drugs to the doctors and community.

Read More
T-1182
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
615.1 HAR g (RS)
[s.l.] : Jakarta: EGC, 2012, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
615.1 HAR g (RS)
[s.l.] : Jakarta: EGC, 2012, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive