Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30544 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Widagdo, Laksmono / Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Budi Utomo; Meutia Farida Swasono; Hadi Pratomo; Sudarti Kresno; Adang Bachtiar; Agus Suwandono
D-91
Depok : FKM UI, 2004
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwinda Ramadhoni; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Yovsyah, Sholah Imari
T-3304
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisah Rahmah; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Yovsyah, Rani Handayani
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan kader Posyandu dengan aktivitas pemantauan tumbuh kembang anak selama masa pandemi di kelurahan tengah, kecamatan kramat jati, Jakarta timur. Desain studi cross-sectional dari data primer dengan jumlah sampel 115 orang kader Posyandu di kelurahan tengah. Penelitian kami menunjukkan 57,6% kader Posyandu menjalankan pemantauan tumbuh kembang anak.
Read More
S-10576
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulan Sari; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Anies Irawati
S-6805
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Khusnul Chotimah; Pembimbing: Helda; Penguji: Wahyono, Tri Yunis Miko, Felly Philipus Senewe
Abstrak: Gangguan kesehatan mental yang merupakan gejala awal kesehatan jiwa khususnya depresi memberikan kontribusi yang besar bagi beban penyakit. Depresi menjadi beban penyakit nomor tiga di seluruh dunia, menempati urutan kedelapan di negara-negara berkembang, dan menempati urutan pertama pada negara dengan penghasilan menengah keatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan mental emosional pada lansia Perdesaan di Indonesia. Design study yang digunakan adalah cross-sectional menggunakan data lanjutan dari hasil Riskesdas 2013 dengan sampel lansia berusia ≥60 tahun yang berada di wiayah Perdesaan di Indonesia dan memiliki data variabel lengkap yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu 49246 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur lansia ≥75 tahun berisiko 1.7 kali (95%CI=1.614- 1.809), perempuan berisiko 1.4 kali (95%CI=1.364-1.517), status perkawinan yang tidak menikah berisiko 1.7 kali (95%CI=1.370-2.201), pendidikan rendah berisiko 3.1 kali (95%CI=1.965-4.710), tidak bekerja berisiko 2.2 kali (95%CI=2.060-2.218), status sosial ekonomi terbawah berisiko 1.8 kali (95%CI=1.633-2.138), status gizi kurang berisiko 1.6 kali (95%CI=1.500-1.706), memiliki penyakit kronis berisiko 1.9 kali (95%CI=1.783-1.984), mengalami disabilitas berisiko 8 kali (95%CI=7.446-8.727), kurang aktifitas fisik perminggu berisiko 1.6 kali (95%CI=1.468-1.759), dan tidak merokok memproteksi 0.6 kali (95%CI =0.619-0.711) untuk mengalami gangguan mental emosional didaerah Perdesaan. Kesimpulan, bagi lansia sebaiknya mempunyai aktifitas baik dirumah ataupun diluar rumah, menerapkan pola hidup sehat agar menurunkan faktor risiko gangguan mental emosional dan mendekatkan diri kepada Allah SWT agar hati dan jiwa tentram, serta berpikir positive. Kata Kunci : Gangguan Mental Emosional, Faktor Risiko, Lansia, Perdesaan.
Read More
S-9173
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risma Puspitasari; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Renti Mahkota, Tri Krianto, Bambang Setiaji, Asep Surahman
Abstrak: Secara global, insiden TB dunia pada tahun 2015 sebesar 10,4 juta kasus. Indonesia berada di urutan kedua dari total kasus diseluruh dunia sebesar 10%, setelah India. Prevalensi TB berdasarkan provinsi yang tertinggi adalah Jawa Barat (0,7%). Padatnya tingkat hunian di pesantren dapat menimbulkan kondisi rentan sehingga dianggap memicu banyaknya kasus TB. Pengendalian TB berbasis masyarakat merupakan salah satu upaya promosi kesehatan dalam penanggulangan TB. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak pemberdayaan santri kader TB terhadap perilaku pencegahan TB di pondok pesantren Garut Jawa Barat. Metode penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pada 230 santri sebagai sampel pada masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Pengumpulan data dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pengumpulan data awal, setelah itu dilakukan intervensi berupa pelatihan pada 30 santri yang terpilih sebagai kader TB dengan melakukan penyuluhan dan kunjungan kamar 2 bulan kemudian dilakukan pengumpulan data akhir. Analisis yang digunakan adalah uji wilcoxon, mann-whitney dan uji regresi logistic ganda model faktor resiko. Hasil penelitian membuktikan santri yang mendapat intervensi berpeluang memiliki perilaku pencegahan baik hampir 3 kali (OR=2,90; 95%CI= 1,9-4,4) dibandingkan dengan santri yang tidak mendapatkan intervensi setelah dikontrol jenis kelamin santri. .Kata Kunci : Pemberdayaan santri, pondok pesantren, perilaku pencegahan ABSTRACK Name : Risma Puspitasari Study Program : Public Health Sciences Title : The Impact Of Empowering Student as Tuberculosis (TB) Cadre Toward Student Behaviour In Tb Prevention In Islamic Boarding School Garut Jawa Barat Globally, the incidence of tb in 2015 amounted to 10.4 million cases. tb ranks in the 2nd place of the total cases all over Indonesia by 10% after India. The highest prevalence of TB by province is western Java (0.7%,). Tb incidence did not occur only in the general population, but also arise in certain community such as islamic boarding schools. The density of occupancy in Islamic boarding school can cause vulnerable condition causing many cases of tb. Community-based TB control is one of health promotion efforts in TB prevention. This study aims to determine the impact of Empowerment of Tuberculosis (TB) Against Student Cadres Behavior in TB Prevention at Islamic boarding school, Garut, West Java. Quantitative research method with quasi experimental design on 230 students as sample in each intervention and control group. Data collection was done 2 times, that is initial data collection, after that do intervention in the form of training at 30 students selected as TB cadre by doing counseling and visit room 2 month later to do final data collecting. The analysis used was wilcoxon test, mann-whitney and multiple logistic regression test of risk factor model. The result of the research shows that students who have intervention have a good prevention behavior almost 3 times (OR = 2,90; 95% CI = 1,9-4,4) compared with students who do not get intervention after separation of gender. Keywords: Empowering students, Islamic boarding school, preventive behavior.
Read More
T-5082
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gun Gun Sambas; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Anwar Hasan, Tanty Herawaty, Nana Mulyana
Abstrak:

Partisipasi masyarakat dalam segala bidang pembangunan mutlak diperlukan demi menyukseskan pembangunan itu sendiri termasuk salah satunva pembangunan program kesehatan dan sebagai wujud nyata dari partisipasi masyarakat ialah kunjungan ibu-ibu anak balita membawa anaknya ke Posyandu. Berdasarkan data dari Puskesmas setempat bahwa angka rata-rata partisipasi masyarakat di Kelurahan Bojongherang Kabupaten Cianjur periode Januari s/d Desember 2001 baru mencapai ± 60%. Angka ini berada di bawah angka rata-rata Kabupaten maupun angka target D/S 80%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu-ibu anak balita ke Posyandu di Kelurahan Bojongherang Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan pada bulan Juli 2002.Rancangan penelitian ini adalah pendekatan cross sectional. Populasi sasaran adalah anak balita yang terdaftar di Kelurahan Bojongherang Kabupaten Cianjur. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 300 anak balita, jumlah ini melebihi jumlah sampel minimal dari hasil perhitungan sampel. Sebagai respondennya adalah ibu-ibu anak balita tersebut. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian diperoleh bahwa angka kunjungan ibu-ibu anak balita yang membawa anaknya ke Posyandu hanya mencapai 57,7% lebih rendah dari tahun 2001 (60%). Angka ini juga lebih rendah dari angka rata-rata Kabupaten tahun 2001 (63,3%) maupun target nasional (80%). Dari 12 variabel independen yang diteliti, hanya ada tiga variabel yang secara statistik berhubungan bermakna dengan kunjungan ibu-ibu anak balita ke Posyandu yaitu variabel-variabel: kepemilikan KMS OR=5,381 (95%Cl: 2,580-11,221), Bimbingan dari petugas Puskesmas OR=2,081 (95%C1: 1,123-3,857) dan Pembinaan dari Kader OR= 5,476 (95%0: 2,501-11,992). Menurut perhitungan dampak potensial variabel kepemilikan KMS merupakan variabel yang paling dominan karena memberikan kontribusi terbesar terhadap kunjungan ibu-ibu anak balita ke Posyandu sebesar 69,17%.Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: pertama; pihak pembina agar dapat menyediakan Kartu Menuju Sehat (KMS) sesuai dengan jumlah anak balita di Kelurahan Bojongherang terutama untuk mengganti yang hilang maupun yang belum memiliki KMS sehingga diharapkan akan menaikkan kunjungan ibu-ibu anak balita ke Posyandu, kedua; kegiatan bimbingan kepada para kader dan masyarakat oleh petugas Puskesmas agar terjadwal dengan materi yang jelas/terarah dan ketiga; kerjasama antara kader dengan berbagai pihak khususnya dengan tokoh masyarakat perlu secara terus menerus ditingkatkan meialui kegiatan Posyandu dan mendapat pemantauan serta pembinaan dari pihak Puskesmas.


 

Related Factors to Mothers of Under Five Years Old Children Visited to Integrated Health Service in Sub-District of Bojongherang Sub-Province of Cianjur Year 2002Community participation is absolutely needed for successful development including one of them health program development. A real form of community participation is mothers of under five years old children visit and take their children to integrated health service. According to the data of local Health Centre, the average of community participation in Sub-District of Bojongherang Sub-Province of Cianjur in the period of January to December 2001 was ± 60%. This number was under the average of Sub-Province and also the target number of D/S 80%.The purpose of this research is to study factors related to mothers of under five years old children who visited integrated health service in Sub-District of Bojongherang Sub-Province of Cianjur executed in July 2001.The research methodology was a cross sectional study. The target population was all under five year’s old children which registered in Sub-District of Bojongherang Sub-Province of Cianjur. The number of sample for this research were 300 children of under five years old, which were more than the minimum sample calculation result. Respondent were mothers of under five year’s old children. Analysis used for this study was univariate, bivariate and multivariate.The result of research showed that there were 57,7 % of mothers visited taking their children to integrated health service, this was lower than the year 2001 (60%). This number was also lower than the average at the Sub-Province in 2001 (63,3%) and also from the national goals ( 80%). From 12 independent variables in this study , there were three variables which statistically correlate significant to mothers of under five years old children visited to integrated health service which were: having Health Card (KMS) OR=5,381 ( 95%Cl: 2,580-11,221), Guidance of health centre personnel 0R=2,081 ( 95%0: 1,123-3,857) and building of cadres of OR= 5,476 ( 95%C1: 2,501-11,992). According to calculation of potential impact of variables the having of Health Card (KMS) represent most dominant variable because it gave biggest contribution to mothers of under five years old children visited to integrated health service as much as 69,17%.Based on the result of this research, it was suggested that, first; officials have to provide Health Cards according to the amount of under five years old children in Sub-District of Bojongherang especially to replace the missing and also for those which have not yet owned Health Card, this was that expected to boost up mothers of under five years old children visited to integrated health service, secondly: activity of guidance to all society and cadres by officer of the health centre has to be scheduled with clear and directional items and the third; cooperation among cadres with various parties especially with key person need continuous, be improved through activities of integrated health service and get monitoring and guidance from the local health centre.

Read More
T-1491
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naura Athira Putri; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Soewarta Kosen, Suparmi
Abstrak:
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode kontrasepsi yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, mulai dari 3 tahun sampai dengan permanen. Jenis kontrasepsi yang termasuk ke dalam MKJP adalah IUD, implan, tubektomi/MOW, dan vasektomi/MOP. Prevalensi penggunaan MKJP memiliki angka yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan non-MKJP. Menurut data SDKI 2017, terdapat 29% pengguna suntik KB dan 12% pengguna pil KB di Indonesia. Sedangkan, hanya terdapat masing-masing 5% pengguna IUD dan Implan, 4% pengguna MOW, dan < 1% pengguna MOP di Indonesia. Padahal, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode kontrasepsi yang lebih praktis dan aman untuk mencegah kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi penggunaan MKJP di wilayah pedesaan di Indonesia, menggambarkan karakteristik individu di wilayah pedesaan di Indonesia, dan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP pada wanita usia 15-49 tahun di wilayah pedesaan di Indonesia. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan data sekunder milik SDKI 2017. Uji yang digunakan adalah Uji Chi-Square dan Uji Regresi Cox. Hasil penelitian yang didapatkan adalah ada hubungan yang signifikan antara usia (APR = 1,4; 95% CI = 1,28-1,56), tingkat pendidikan (APR = 1,3; 95% CI = 1,18-1,44), tingkat ekonomi (APR=1,2; 95% CI=1,05-1,33), paritas (APR = 1,4; 95% CI = 1,24-1,51), pengetahuan tentang kontrasepsi (APR = 1,5; 95% CI = 1,32-1,59), sumber pelayanan kontrasepsi (APR = 2; 95% CI = 1,80-2,20), keterpaparan informasi KB (APR = 1,1; 95% CI = 1,00-1,21), dan dukungan suami (APR = 1,7; 95% CI = 1,13-2,68). Faktor yang paling dominan dalam penelitian ini adalah sumber pelayanan kontrasepsi (APR = 2; 95% CI = 1,80-2,20).

The Long-Term Contraceptive Method (LTCM) is a contraceptive method that can be used for a long time, start from 3 years to permanent. Contraceptive method that are included in LTCM are IUD, implant, tubectomy, and vasectomy. According to the 2017 IDHS data, LTCM utilization prevalence is much lower in number, compared to the Short-Term Contraceptive Method utilization, even though LTCM is more efficient and safe way to prevent pregnancy. The most used contraceptive method is injectables (29%) and pills (12%) Meanwhile, there are only 5% use IUD, 5% use Implant, 4% use tubectomy, and <1% use vasectomy. This study’s objective is to describe the prevalence of LTCM utilization in Indonesia’s rural areas, describe the individual characteristics in Indonesia’s rural areas, and determine the associated factors of LTCM utilization in women aged 15-49 in Indonesia’s rural areas. This is a cross-sectional study using secondary data from IDHS 2017. The analysis used in this study is Chi-Square test and Cox Regression test. The results found that there are significant association between age (APR = 1,4; 95% CI = 1,28-1,56), education level (APR = 1,3; 95% CI = 1,18-1,44), economic status (APR=1,2; 95% CI=1,05-1,33), parity (APR = 1,4; 95% CI = 1,24-1,51), knowledge of contraception (APR = 1,5; 95% CI = 1,32-1,59), source of contraception service (APR = 2; 95% CI = 1,80-2,20), family planning information exposure (APR = 1,1; 95% CI = 1,00-1,21), and partner support to the utilization of LTCM (APR = 1,7; 95% CI = 1,13-2,68). Source of contraception service is the predominant factor in this study (PR = 2; 95% CI = 1,80-2,20).
Read More
S-11226
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Kumala Putri; Pembimbing: Tri Miko Yunis Wahyono; Penguji: Syahrizal Syarif, Sukamto
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang bagaimana situasi kecemasan masyarakat dalammenghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia khususnya di DKI Jakarta, Kota Bogor,Kota Depok, Kota Tangerang, dan Kota Bekasi. Variabel yang akan dianalisisdiantaranya variabel biologis (jenis kelamin dan konsumsi rokok) dan variabel sosial(kebijakan dan situasi politik, tingkat dan jenis pendidikan, persebaran informasi, statusdan jenis pekerjaan, serta pengetahuan tentang COVID-19). Penelitian ini adalahpenelitian mix method (kuantitatif dan kualitatif) dengan desain studi deskriptif. Hasilanalisis kuantitatif menunjukkan bahwa perempuan berpeluang untuk memiliki tingkatkecemasan tinggi terhadap COVID-19 lebih besar dibandingkan laki-laki. Hasil analisiskualitatif menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 dapat menimbulkan berbagai responsdari masyarakat, baik respons positif maupun negatif. Selain itu, pelaksanaan kebijakanuntuk penanggulangan COVID-19 juga dapat mempengaruhi kecemasan seseorangselama masa pandemi COVID-19.Kata kunci:COVID-19, pandemi, kecemasan, kebijakan
This thesis discusses how the situation of community anxiety in dealing with the COVID-19 pandemic in Indonesia, especially in DKI Jakarta, Bogor City, Depok City, TangerangCity, and Bekasi City. Variables to be analyzed include biological variables (gender andcigarette consumption) and social variables (policy and political situation, level and typeof education, distribution of information, status and type of work, as well as knowledgeof COVID-19). This research is a mixed method research (quantitative and qualitative)with descriptive study design. The results of quantitative analysis indicate that womenhave a greater chance of having a higher level of anxiety towards COVID-19 than men.The results of qualitative analysis indicate that the COVID-19 pandemic can cause avariety of responses from the community, both positive and negative responses. Inaddition, the implementation of policies for COVID-19 prevention can also affect one'sanxiety during the COVID-19 pandemic.Key words:COVID-19, anxiety, information dissemination, public policy.
Read More
S-10424
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive