Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7398 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
D-172
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Hartono; Buchari Zainun, Soedarsono, Basir Barthos, Prijono Tjiptoherijanto, Ahmad Djojosugito,
D-195
Jakarta : Universitas Borobudur, 2006
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Rahmadona Putri; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Rien Pramindari, Ahmad Basyumi
Abstrak: [Fertilitas di Indonesia cenderung stagnan diangka 2,6 dan tidak memenuhi target nasional RPJMN 2015sebesar 2,1. Tingginya TFR menyebabkan meningkatnya CBR yang berdampak terhadap IPM Indonesiasehingga diperlukan upaya pengendalian kelahiran untuk menghindari timbulnya permasalahan lainnya.Kontrasepsi dipercaya sebagai salah satu cara untuk menekan angka kelahiran. Namun CPR Indonesisaditahun 2015 cenderung menurun diangka 59,68. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan variabelyang mempengaruhi penggunaan dan pemilihan kontrasepsi di Indonesia dengan menentukan modelestimasi yang sesuai untuk menilai karakteristik pengguna kontraseps. Penelitian ini merupakan penelitiancross sectional menggunakan data IFLS 5 tahun 2014/2015. Penelitian ini menggunakan pendekatanekonometrika dengan model analisis Multinomial Logistick Regression. Dari hasil penelitian diketahuibahwa faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi MKJP adalah pendidikan (1,89%), pekerjaan(1,96%), pendapatan (80,32%), paritas (2,06%), wilayah tempat tinggal (1,78%), jumlah anak (2,21%) danpangambil keputusan penggunaan kontrasepsi dirumah tangga (2,33%). Faktor yang mempengaruhipenggunaan non MKJP adalah umur (17,1%), jumlah anak (5,69%), pangambil keputusan penggunaankontrasepsi dirumah tangga (9,98%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor sosial ekonomi, demorafi,norma dan lingkungan/peayanan kesehatan berpengaruh dalam penggunaan kontrasespi di IndonesiaKata kunci:Fertilitas, CBR, Kontrasepsi
Fertility in Indonesia provides stagnant at 2.6 and does not meet the national target of RPJMN 2015 of 2.1.The high TFR causes CBR to create an impact on the Indonesian HDI so that birth control efforts areneeded to realize other incidents. Contraception is believed to be one way of rotating birth rates. However,CPR Indonesisa in 2015 can decrease diangka 59.68. The purpose of this study is to prove the variablesthat influence the use and choice of contraceptives in Indonesia by determining the appropriate model forassessing user characteristic. This research is a cross sectional study using IFLS 5 data 2014/2015. Thisresearch uses econometric approach with Multinomial Logistick Regression analysis model. From theresult of the research, the risk factors that influence the use of MKJP contraception are education (1.89%),occupation (1.96%), income (80.32%), parity (2.06%), residence area (1, 78%), number of children(2.21%) and decision making of household contraceptive use (2.33%). The probability of factors affectingthe non-MKJP usage is age (17.1%), number of children (5.69%), decision making of householdcontraceptive use (9.98%). So it can be concluded that socio-economic factors, demography, norms andenvironment / health services have an effect on the use of contrasespi in IndonesiaKey words: Fertility, CBR, contraception.;;;, ]
Read More
T-5428
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lutfi Nurzaman; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Besral, Farida Mutiarawati Tri Agustina, Juhandi
T-2611
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
CB: Q 2017
[s.l.] : Jakarta: PPT-LIPI, 1998, s.a.]
Hibah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adinda Risnanda Putri; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Tati Suryati, Amir Su`udi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan utilisasi pengobatan keluhan gangguan mental emosional di Indonesia dengan menganalisis data Riskesdas 2013. Data menunjukkan bahwa 6% populasi berusia >= 15tahun menderita gangguan mental emosional. Hanya 12% responden dengan gangguan mental emosional yang melakukan pengobatan, hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa. Kepemilikan jaminan kesehatan dan pengetahuan mengenai keberadaan faskes berhubungan utilisasi. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui promosi Aplikasi Sehat Jiwa, termasuk pengetahuan tentang gejala gangguan mental emosional serta informasi ketersediaan fasilitas kesehatan yang bisa diakses. Layanan kesehatan jiwa di Puskesmas perlu diperkuat dengan meningkatkan kemampuan dokter untuk mendiagnosis dan menangani gejala gangguan mental emosional sehingga menurunkan resiko mengalami ganguan jiwa. Kata kunci: utilisasi, pengobatan, ganguan mental emosional
Read More
T-4786
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedi Supratman; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Mardiati Nadjib, Adang Bachtiar, Bernadetta Yorita Laksmi Sitarini, Riastuti Kusuma
T-4151
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lamhot Tambunan; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Armasytra Bahar, Rocky Gunung Hasudungan
Abstrak: Rendahnya utilisasi pelayanan kesehatan gigi di Indonesia menjadipermasalahan yang selama ini menjadi suatu kendala dalam meningkatkan derajadkesehatan di Indonesia karena menurut Undang-Undang nomor 36 tahun 2009bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara danmeningkatakan derajad kesehatan masyarakat. Dari data penelitian menunjukkanrendahnya utilisasi pelayanan kesehatan gigi padahal prevalensi karies gigi diIndonesia cukup tinggi. Peneliti ingin melihat determinan utilisasi pelayanankesehatan gigi di Indonesia.Penelitian ini merupakan analisis data sekunder Susenas 2012 yangmerupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian inimelihat determinan utilisasi pelayanan kesehatan gigi diindonesia.Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, statuspernikahan, status pendidikan, status pekerjaan dan status tempat tinggal tidakmenunjukan hubungan yang sangat kuat dalam memanfaatkan pelayanankesehatan gigi di Indonesia, Sementara faktor kepemilikan asuransi, statusekonomi,wilayah domisili, dan adanya gangguan aktivitas menunjukan hubunganyang sangat kuat terhadap utilisasi pelayanan kesehatan gigi di Indonesia.Saran dari studi ini adalah karena adanya hubungan yang sangat kuatantara kepemilikan asuransi dengan utilisasi pelayanan kesehatan gigi hendaknyacakupan asuransi diperluas terutama untuk masyarakat miskin agar supayautilisasi pelayanan kesehatan gigi juga bisa meningkat, dan distribusi dokter gigijuga harus lebih terdistribusi dengan baik.Kata Kunci:Determinan, unmet need, utilisasi, Susenas 2012.
Lack of dental health services utilization in Indonesia became a problem aslong as it becomes a constraint in increasing degree movies health in Indonesiabecause according to Undang-undang no 36 tahun 2009 that oral health servicesdone to nurture and increases public health degree movies. Data from the sudyshowed poor dental health service utilization whereas the prevalence of dentalcaries in Indonesia is quite high. Researchers would like to see the dental healthservice utilization determinants in Indonesia.This research is analysis of data secondary susenas 2012 that is researchquantitative to a draft cross sectional. This research see determina the utilizationof health services of health services teeth in Indonesia.The result analysis shows that a factor of age, gender, the status ofmarriage, the status of education, the status of the job and the satatus of thedwelling place of not show a very strong in the harness of health services inIndonesia, the teeth insurance, while a factor of possession economic status, theregion of domicile, and any disturbance activity showed a very strong against theutilization of health services teeth in Indonesia.Advice from this study is due to the powerful relationship betweeninsurance with the utilization of health service should tooth-reinsurance coveragesexpanded especially for the poor health services so that the utilization rise, canalso distribution dentist must be distributed properly.Key words :Determinant, Unmet Need, Utilization, Susenas 2012.
Read More
T-4044
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fredrik Lumbantobing; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Budi Hidayat, Kurnia Sari, Doni Hendrawan, Ismiwanto
T-4311
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lena Elfrida Situmeang; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Iswanto Cahyono, Santy Parulian Panjaitan
Abstrak: Pembangunan kesehatan Indonesia diarahkan untuk mencapai Jaminan kesehatan Nasional(JKN). Namun, sebagian besar pendanaan kesehatan masih didominasi oleh rumah tanggamelalui out-of-pocket (OOP). Pengeluaran biaya kesehatan katastrofik rumah tangga akanmengganggu konsumsi rumah tangga dan dapat mengakibatkan kemiskinan. Menggunakan datasekunder Survei Sosial Nasional (Susenas) tahun 2012, penelitian ini bertujuan membuktikanbahwa kepemilikan jaminan kesehatan menurunkan belanja kesehatan katastrofik rumah tanggadi Indonesia tahun 2012. Penelitian dengan desain studi potong lintang ini, menggunakanpendekatan ekonometrik dengan model probit dan bivariat probit. Hasil penelitian menunjukkanbahwa kepemilikan jaminan kesehatan menurunkan belanja kesehatan katastrofik sebesar12.97% pada ambang batas 10% dari total pengeluaran dan sebesar 18.42% pada ambang batas20% total pengeluaran non-makanan. Kepemilikan jaminan kesehatan memberikan perlindunganterhadap belanja kesehatan katastrofik di Indonesia pada Tahun 2012.Kata kunci: Jaminan kesehatan, Belanja kesehatan katastrofik, Probit, Bivariat probit, Susenas
Indonesia's health development geared to achieve national health insurance scheme (JKN).However, funding of health in Indonesia is still dominated by domestic funding through out-of-pocket (OOP). Catastrophic health expenditure of households will disrupt householdconsumption and can lead to poverty. By using secondary data of the National Social Surveys(Susenas) 2012, this study aims to prove health insurance ownership lowers catastrophic healthexpenditure of households in Indonesia in 2012. This study used a cross-sectional study designwith models probit and bivariate probit. The results found that the health insurance ownershiplowers catastrophic health expenditure in the amount 12.97% at the threshold 10% of totalexpenditure and 18.42% at 20% of total non-food expenditure. Health insurance ownershipprovides protection for catastrophic health expenditure in Indonesia in 2012.Keywords: Health insurance, Catastrophic health expenditure, Probit, Bivariate probit, Susenas.
Read More
T-4619
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive