Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17248 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rosihan Adhani; Pembimbing: Alex Papilaya
T-162
Jakarta : FKM UI, 1987
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
H. Amsal A.M.; Pembimbing: Fahmi D. Saifuddin
B-09
Depok : FKM UI, 1991
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofi Indriani; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Budi Hartono, Ede Surya Darmawan, Juanna Soehardy
Abstrak:

Latar belakang: Kementerian Kesehatan memperkenalkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit. Untuk implementasi dan pengelolaan KRIS yang efektif, diperlukan pendekatan yang komprehensif seperti Balanced Scorecard (BSC). BSC menyediakan kerangka kerja holistik untuk mengukur dan mengelola kinerja rumah sakit dari perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi untuk meningkatkan pendapatan RS dalam penerapan KRIS- JKN di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam. Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dengan tujuan memperoleh gambaran tentang strategi peningkatan pendapatan RS Budi Kemuliaan Batam dalam penerapan kebijakan KRIS-JKN dengan Metode Balanced Scorecard. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April 2024 hingga bulan Juni 2024. Hasil penelitian: Pada perspektif keuangan strategi yang diterapkan adalah pengelolaan biaya dan optimisasi pendapatan dari layanan JKN. Perspektif pelanggan menekankan pada peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pasien, yang secara langsung berdampak pada peningkatan kunjungan serta memberikan pelatihan komunikasi efektif. Perspektif proses bisnis internal strateginya melakukan diversifikasi pelayanan dari pelayan yang sudah ada salah satunya adalah membuka poli eksekutif dan poli tumbuh kembang anak. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan melakukan pelatihan dan pengembangan kompetensi staf Kesimpulan: Penerapan Balanced Scorecard di rumah sakit Budi Kemuliaan Batam memberikan kerangka kerja yang komprehensif dan terukur untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit. Ini melibatkan empat perspektif utama: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Fokus utama adalah pengelolaan biaya dan optimisasi pendapatan, peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pasien, efisiensi operasional dan peningkatan teknologi informasi, serta pelatihan dan pengembangan kompetensi staf. Diversifikasi layanan dan peningkatan pelayanan juga merupakan bagian penting dari strategi ini. Kata kunci: Balanced Scorecard, KRIS JKN, Keuangan, Pelanggan, Proses Bisnis Internal


Background: The Ministry of Health has introduced the Standard Inpatient Class (KRIS) to improve the quality of healthcare services in hospitals. For effective implementation and management of KRIS, a comprehensive approach such as the Balanced Scorecard (BSC) is needed. BSC provides a holistic framework for measuring and managing hospital performance from the perspectives of finance, customer, internal business processes, and learning and growth. Objective:. This study aims to identify strategies to increase hospital revenue in the implementation of KRIS-JKN at Budi Kemuliaan Hospital Batam. Methode: This research uses a qualitative approach with a case study design to obtain an overview of the revenue enhancement strategies at Budi Kemuliaan Hospital Batam in the implementation of the KRIS-JKN policy using the Balanced Scorecard Method. The study was conducted from April 2024 to June 2024 Results: In the financial perspective, the strategies implemented are cost management and revenue optimization from JKN services. The customer perspective emphasizes improving service quality and patient satisfaction, which directly impacts increased visits and includes providing effective communication training. The internal business processes perspective involves diversifying services from existing ones, such as opening an executive clinic and a child development clinic. The learning and growth perspective focuses on training and developing staff competencies Conclusion: The implementation of the Balanced Scorecard at Budi Kemuliaan Hospital Batam provides a comprehensive and measurable framework to increase hospital revenue. It involves four main perspectives: financial, customer, internal business processes, and learning and growth. The primary focus is on cost management and revenue optimization, improving service quality and patient satisfaction, operational efficiency and information technology enhancement, as well as staff training and competency development. Service diversification and enhancement are also crucial parts of this strategy Keyword: Balanced Scorecard, KRIS JKN, Financial, Customer, Internal Business Processes

Read More
B-2481
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Setiawan; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
B-128
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Miftahussurur, Widodo J. Pudjirahardjo, Hartono Tanto
JAKK Vol.5, No.1
Surabaya : Unair, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Sukowati Suryatno; Pembimbing: Lapau, Buchari
T-169
Depok : FKM UI, 1988
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tuni Herniasih; Pembimbing: Alex J.A. Papilaya
S-2572
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rimalia; Pembimbing: Mieke Savitri
S-3529
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akhada Maulana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Wachyu Sulistiadi, Jimy Agung Pambudi, Maz Iza Ansyori Arsatt
Abstrak:
Latar Belakang: Peran tenaga penunjang kesehatan cenderung terkesan tak kasat mata oleh pasien dan pihak manajemen rumah sakit, padahal tidak kalah pentingnya dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan. Maka sering penghitungan kebutuhan SDM tenaga penunjang kesehatan di rumah sakit, termasuk staf pendaftaran rawat jalan, terabaikan, sehingga bisa berpotensi untuk menimbulkan kemungkinan kelebihan atau kekurangan SDM. Karena itulah, rumah sakit memerlukan metode perhitungan kebutuhan karyawan dengan analisis beban kerja, salah satunya adalah WISN yang cocok digunakan di rumah sakit. Rumah Sakit Universitas Mataram sudah menggunakan analisis WISN untuk menentukan kebutuhan staf pendaftaran rawat jalan, namun belum mempunyai standard prosedur operasional (SPO) dan data yang digunakan hanya berdasarkan perkiraan. Tujuan: Menyusun SPO berdasarkan pengembangan mekanisme analisis beban kerja dengan metode WISN untuk menentukan jumlah staf pendaftaran rawat jalan RS Universitas Mataram dan menghitung kebutuhan staf dengan SPO tersebut. Metode: Desain penelitian ini adalah action research dengan teknik total sampling. Subjek penelitian adalah seluruh staf unit pendaftaran rawat jalan RS Unram yang bertugas selama penelitian berlangsung. Data dikumpulkan dari hasil pengamatan selama 15 hari kerja di bulan November 2023 serta dari wawancara mendalam dengan pakar SDM Unram, manajemen, dan kepala unit pendaftaran rawat jalan RS Unram, sebagai dasar untuk melakukan penyusunan SPO berdasarkan pengembangan mekanisme analisis beban kerja metode WISN di RS Unram. Data kemudian dianalisis dengan metode WISN. Hasil: Telah disusun SPO berdasarkan pengembangan mekanisme pelaksanaan analisis beban kerja metode WISN untuk menghitung kebutuhan staf pendaftaran rawat jalan RS Unram. Penambahan dalam SPO ini adalah penentuan waktu dan durasi yang tepat untuk melakukan analisis serta jumlah dan kriteria petugas pengamat, dimana 2 orang subjek penelitian diamati oleh 1 orang petugas. Kebutuhan staf administrasi rawat jalan RS Unram berdasarkan analisis ini adalah 4 orang dengan jam kerja efektif 6 jam sehari, kemudian dilakukan modifikasi dengan perubahan jam kerja efektif menjadi 2 jam 3 menit, maka kebutuhan staf menjadi 11 orang. Alasan modifikasi jam kerja, karena didapatkan terdapat waktu jeda rata-rata 3 jam 57 menit untuk setiap shift kerja (pagi dan sore), dimana pasien sangat sedikit atau sudah habis. Selain itu, dari analisis ini diketahui bahwa durasi rata-rata para staf melakukan tugas pokok mendaftar pasien adalah 2,76 menit. Kesimpulan: Telah dilakukan penyusunan SPO berdasarkan pengembangan mekanisme analisis beban kerja untuk menghitung kebutuhan staf pendaftaran rawat jalan di RS Unram dengan metode WISN. Rekomendasi kepada manajemen terkait hasil penelitian adalah perlunya inovasi di teknologi informasi bila hendak mengurangi jumlah karyawan atau menugaskan staf yang ada di unit lain pada saat waktu jeda tidak ada pasien.

Background: The role of health support personnel tends to seem invisible to patients and hospital management, even though it is no less important than medical personnel and health workers. Sometimes the calculation of human resource needs for health support workers in hospitals, including outpatient registration staff, to be neglected, which could lead to the miscalculation of human resources needs. So, hospitals need a method for calculating employee needs using workload analysis, like WISN that is suitable for hospitals. Mataram University Hospital has used WISN analysis to determine the need for outpatient registration staff, but does not have standard operating procedures (SOP) and the data used is based on estimates. Objective: Develop an SOP based on the development of a workload analysis mechanism using the WISN method to determine the number of outpatient registration staff at Mataram University Hospital and calculate staff needs with this SOP. Method: This research’s design is action research with total sampling technique. Research subjects were all Unram Hospital outpatient registration unit staff who were on duty during the research. Data was collected from observations during 15 working days in November 2023 and in-depth interviews with Unram HR experts, Unram Hospital management, and the head of the Unram Hospital outpatient registration unit, as a basis for preparing SOPs based on the development of the WISN method workload analysis mechanism in Unram Hospital. Data was analyzed using the WISN method to determine the needs of employees in the unit. Results: An SOP has been prepared based on the development a mechanism for implementing the WISN method workload analysis to calculate the need for outpatient registration staff at Unram Hospital. The additions to this SOP are determining the appropriate time and duration for carrying out the analysis as well as the number and criteria of observer officers, where 2 research subjects are observed by 1 officer. The need for outpatient administrative staff at Unram Hospital based on the analysis with this SOP is 4 people with effective working hours of 6 hours a day, then modifications were made by changing the effective working hours to 2 hours 3 minutes, so the staff requirement became 11 people. The reason for modifying working hours is because it was found that there was an average break time of 3 hours 57 minutes for each work shift (morning and afternoon), where there were very few or already finished patients. The other result is the average duration for staff to carry out patients register is 2.76 minutes. Conclusion: An SOP has been prepared based on the development of a workload analysis mechanism to calculate the need for outpatient registration staff at Unram Hospital using the WISN method. The recommendation to the management based on this result is the need for innovation in the field of information technology if they want to reduce the number of employees or tasking the staff in other units during breaks when there are no patients.
 
Read More
B-2445
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dela Riadi; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ratna Djuwita, Abdul Razak Thaha, Yati Afiyanti
Abstrak:
Hasil studi penggunaan RPM pada pasien COVID-19 beragam dan hasil bervariasi tergantung kondisi dan implementasi. Sintesis bukti efek penggunaan RPM terhadap penurunan risiko rawat inap kembali pasien COVID-19 menggunakan meta-analisis diperlukan. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas program RPM dalam penurunan risiko rawat inap kembali pada pasien COVID-19 dengan meta-analisis. Pencarian literature menggunakan database online yaitu PubMed, Science Direct, Scopus, ProQuest, Embase dan tambahan data dari sumber lain (2019-2022). Ukuran statistik menggunakan odds ratio (OR), interval kepercayaan 95% (CI), dan heterogenitas dengan uji I2. Lima studi pada pasien COVID-19 dengan sampel 2685 peserta (intervensi=1060, kontrol=1625), menunjukkan penggunaan RPM dapat mengurangi rawat inap kembali 0.56 kali pengurangan risiko dibanding tidak menggunakan RPM dan ada perbedaan signifikan secara statistik dengan variasi studi rendah (homogen) (I2 = 9%; n=2.685; OR 0.56 [95% CI 0.39–0.82]; p=0.003). Jenis kelamin, komorbid hipertensi, gagal jantung, obesitas, paru-paru kronis, dan penyakit ginjal kronis tidak ada efek signifikan, sedangkan komorbid diabetes menunjukkan efek signifikan. Durasi intervensi RPM, pemantauan jangka panjang (>14 hari) efektif untuk menurunkan rawat inap kembali. Kepatuhan dari pasien & dokter maupun perawat dalam menyelesaikan program pemantauan, sangat penting untuk efektifitas RPM.

The results of studies on the use of RPM in COVID-19 patients vary and results vary depending on conditions and implementation. Synthesis of evidence the effect of the use of RPM on reducing the risk of readmission of COVID-19 patients using meta-analysis is required. Purpose this study to determine the effectiveness of the remote patient monitoring (RPM) program in reducing the risk of re-hospitalization in COVID-19 patients using a meta-analysis. Literature search of this study is through online databases, namely PubMed, Science Direct, Scopus, ProQuest, Embase, and additional other sources (2019-2022). Statistical measures used odds ratio (OR), 95% confidence interval (CI), and heterogeneity with the I2 test. Five studies on COVID-19 patients with a sample of 2685 participants (intervention=1060, control=1625), showed that the use of RPM can reduce re-hospitalization by 0.56 times the risk reduction compared to not using RPM and there is a statistically significant difference with low (homogeneous) study variation (I2 = 9%; n=2.685; OR 0.56 [95% CI 0.39–0.82]; p=0.003). Gender, comorbid hypertension, heart failure, obesity, chronic lung, and chronic kidney disease had no significant effect, while diabetes comorbidity showed a significant effect. Duration of RPM intervention, long-term monitoring is effective in reducing re-hospitalization (>14 days). Compliance from patients & doctors and nurses in completing the monitoring program is critical to the effectiveness of RPM.
Read More
T-6636
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive