Ditemukan 40788 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Wiwik Setyowati; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Chandra Satrya, Adenan, Ridha Renaldi
Abstrak:
PT NPP adalah salah satu anak perusahaan jasa kontraktor pertambangan PT WSA Tbk (Group WSA). Dalam pengelolaan LK3 PT WSA Tbk menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMLK3) yang dikembangkan dari standar Nasional maupun Internasional (SMK3, OHSAS 18001, ISO 14001 dan ISO 9001). Di PT NPP walaupun mengalami penurunan kecelakaan, namun masih ada kecelakaan berat bahkan fatal sehingga perlu dikaji kembali proses penerapan SMLK3.
Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, asesmen dilakukan dengan wawancara, verifikasi dokumen dan tinjauan lapangan kemudian dianalisis untuk mendapatkan rekomendasi dari ketidak sesuaian penerapannya.
Hasil penelitian menunjukkan 5 Site mendapatkan kategori Emas dan 4 Site kategori Hijau. Tingkat pemenuhan elemen SMLK3 tahun 2012 <60% ada 10 elemen, ada 7 elemen yang mengalami penurunan tahun 2012 dibandingkan tahun 2009.
Kelemahan ditemukan pada
1). Strategi manajemen, disarankan program LK3 merupakan tanggung jawab semua fungsi dalam perusahaan; sosialisasi & internalisasi kebijakan LK3 seluruh karyawan; tinjauan manajemen mencakup juga review kebijakan LK3, program cleaner production dan perkembangan peraturan perundangan; memperbaharui dan mengendalikan dokumen eksternal; sistem komunikasi yang efektif; Hazard identification faktor fisik pada area kerja;
2). Sosialisasi dan awareness, seyogyanya meningkatkan sosialisasi dan pengawasan seluruh subkontraktor;
3). Teknis Operasional, sebaiknya melengkapi alat keselamatan & alat pelindung; meningkatkan tingkat keberhasilan re-vegetasi sesuai Rencana Tahunan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan, melakukan preventive maintenance; melengkapi standar pewarnaan, rambu, simbol dan demarkasi; pengecekan sarana dan prasarana alat kesiap-siagaan tanggap darurat; inspeksi dan perawatan instalasi listrik;
4). Pengelolaan limbah B3 seharusnya meningkatkan pengelolaan & pemantauan limbah B3.
Read More
Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, asesmen dilakukan dengan wawancara, verifikasi dokumen dan tinjauan lapangan kemudian dianalisis untuk mendapatkan rekomendasi dari ketidak sesuaian penerapannya.
Hasil penelitian menunjukkan 5 Site mendapatkan kategori Emas dan 4 Site kategori Hijau. Tingkat pemenuhan elemen SMLK3 tahun 2012 <60% ada 10 elemen, ada 7 elemen yang mengalami penurunan tahun 2012 dibandingkan tahun 2009.
Kelemahan ditemukan pada
1). Strategi manajemen, disarankan program LK3 merupakan tanggung jawab semua fungsi dalam perusahaan; sosialisasi & internalisasi kebijakan LK3 seluruh karyawan; tinjauan manajemen mencakup juga review kebijakan LK3, program cleaner production dan perkembangan peraturan perundangan; memperbaharui dan mengendalikan dokumen eksternal; sistem komunikasi yang efektif; Hazard identification faktor fisik pada area kerja;
2). Sosialisasi dan awareness, seyogyanya meningkatkan sosialisasi dan pengawasan seluruh subkontraktor;
3). Teknis Operasional, sebaiknya melengkapi alat keselamatan & alat pelindung; meningkatkan tingkat keberhasilan re-vegetasi sesuai Rencana Tahunan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan, melakukan preventive maintenance; melengkapi standar pewarnaan, rambu, simbol dan demarkasi; pengecekan sarana dan prasarana alat kesiap-siagaan tanggap darurat; inspeksi dan perawatan instalasi listrik;
4). Pengelolaan limbah B3 seharusnya meningkatkan pengelolaan & pemantauan limbah B3.
T-3741
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wiwik Setyowati; Pembimbing: L. Meilly Kurniawidjaja; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Yuni Kusminanti
Abstrak:
PT X adalah salah satu anak perusahaan manufaktur Astra Group dengan kegiatan dan produksinya memiliki potensi menimbulkan dampak terhadap aspek K3 yang dapat mengakibatkan kecelakaan, kebakaran dan penyakit akibat kerja. Dari data Frequency Rate & Severity Rate di Divisi Agrobussiness & Divisi Heavy Equipment ? Astra Group masih cenderung mengalami peningkatan, maka perlu dilakukan perbaikan dan evaluasi Pedoman Sistem Manajemen LK3 (SMLK3) atau disebut juga Astra Green Company. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik. Data kualitatif Elemen SMLK3 yang telah dikembangkan oleh PT Astra International Tbk Korporat dalam bentuk tabel dan narasi dianalis dengan membandingkan Sistem Manajemen K3LL yang telah dikembangkan PT Pertamina Korporat yang mengacu pada persyaratan OHSAS 18001, OHSMS Australian/ New Zealand Standard 4801:2001 dan ISO 14001. Data kualitatif kondisi eksisting implementasi SMLK3 didapatkan dari hasil asesmen, wawancara, verifikasi dokumen dan tinjauan lapangan, kemudian dianalisis dengan membandingkan Pedoman SMK3LL PT Pertamina Korporat. Hasil penelitian perbandingan SMLK3 yang dikembangkan oleh PT Astra International Tbk dengan SMK3LL PT Pertamina Korporat secara substansi sama, namun ada 4 (empat) Elemen yang belum dikembangkan PT Astra International Tbk yaitu tahap 2 ? Perencanaan (Planning) Elemen 1 - Penilaian Awal (initial review), Elemen 7 - Manajemen Perubahan, ELemen 10 ? Dokumentasi dan Elemen 11 ? Penyelidikan Kejadian. Untuk evaluasi penerapan SMLK3 di PT X diketahui bahwa status akhir pencapaian adalah Hijau (76 ? 89 %). Untuk memperkaya SMLK3 AI, disarankan perlu mengembangkan 4 (empat) elemen dalam SMLK3 yaitu pada tahap 2 ? Perencanaan (Planning) Elemen 1 - Penilaian Awal (initial review), tahap 3 ? Penerapan Elemen 7 - Manajemen Perubahan, ELemen 10 ? Dokumentasi dan Elemen 11 ? Penyelidikan Kejadian. Dengan mengacu pada usulan perbaikan, setelah dievaluasi penerapan SMLK3 di PT X seyogyanya diperhatikan pada pilar 1 - Green Strategy mengenai updating identifikasi peraturan perundangan dan persyaratan lainnya dan pengendalian dokumen eksternal; pilar 2 - Green Process mengenai pengendalian operasional yang mencakup instalasi listrik, alat pelindung diri, alat proteksi kebakaran, housekeeping, bejana tekan dan instalasi petir; pilar 3 - Green Product mengenai penetapan langkah-langkah yang diperlukan untuk menghasilkan Green Product sesuai program-program yang sudah ditetapkan, termasuk jadwal waktu pelaksanaannya; pilar 4 ? Green Employee tentang pelaksanaan rencana pelatihan yang telah ditetapkan, sesuai jadual yang ada dan dilakukan evaluasi pelatihan sesuai kompetensinya
Read More
S-5593
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Heni Puspita Dewi; Pembimbing: Erwandi, Dadan; Siregar, Ramadansyah
L-221
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
S1 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
LM. Tinjauan penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Gaya Motor tahun 2002
Erawati; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati
M-1028
Depok : FKM UI, 2002
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Puteri Salsabila; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Sjahrul Meizar Nasri, Akhmad Ridho, Hani Ramadhani
Abstrak:
Laboratorium merupakan tempat yang kondusif untuk melakukan eksperimen, investigasi, dan observasi, dimana pada aktivitasnya melibatkan berbagai macam bidang ilmu. Aktivitas pembelajaran di laboratorium tidak terlepas dari potensi bahaya keselamatan, kesehatan, dan lingkungan, seperti bahaya kimia, fisika, biologi, bahkan bahaya keadaan darurat. Hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan manajemen risiko melalui implementasi aspek Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SMK3L di laboratorium Universitas Indonesia (UI). Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada laboratorium UI pada tahun 2020. Pencapaian implementasi SMK3L diukur menggunakan media berupa formulir centang inspeksi laboratorium yang telah dikembangkan oleh UI dan dengan beberapa penyempurnaan. Formulir centang ini memiliki 157 pertanyaan yang mencangkup 15 aspek SMK3L berupa pertanyaan tertutup. Skor inspeksi tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode gap analysis. Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan bahwa laboratorium UI telah memenuhi standar penerapan aspek SMK3L laboratorium yang telah ditentukan oleh batas pencapaian skor ≥ 70% (Lab A2 : 76%; Lab A4 : 78%; Lab A9 : 81%; Lab A10 : 78%; Lab F5 : 74%; Lab F12 : 73%; Lab F13 : 80%; Lab F14 : 85%; dan Lab G19 : 95%), dengan jangkauan penilaian terendah dan tertinggi pada masing-masing aspek SMKL nya (komitmen dan kebijakan : 50-100% ; perencanaan : 50-95% ; implementasi : 79-97% ; pengendalian operasional : 75-94% ; pemeriksaan : 33-100% ; tinjauan manajemen : 0100%). Adapun, tindakan peningkatan dan perbaikan masih harus dilakukan khususnya pada aspek dengan kesenjangan tertinggi, yaitu pengendalian operasional, yang terletak pada tata graha laboratorium, sistem inventarisasi alat dan bahan, dan persiapan keadaan darurat. Selain aspek tersebut, aspek pemeriksaan dan tinjauan manajemen pun masih harus ditingkatkan dengan melaksanakan audit.
Read More
T-6093
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arief Aulia Riza; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Rizky Qamaruzaman
S-8835
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Ikhsan; Pembimbing: Mila Tejamaya
M-1016
Depok : FKM UI, 2002
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yulia Sulasmi; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Tata Soemitra, J. Rudi Karijanto
T-2248
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadya Vierdelina; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, Robiana Modjo, Yuni Kusminanti, Yogi Wibisono Budhi
Abstrak:
Read More
Universitas Indonesia berkomitmen tinggi terhadap implementasi aspek K3L di seluruh lingkungan universitas melalui Peraturan Rektor No.1 Tahun 2016 tentang Implementasi K3L di UI. Namun, insiden yang terjadi di fakultas masih ada setiap tahunnya. Pendekatan sistem manajemen terhadap implementasi aspek K3L, telah ditentukan baik di tingkat universitas maupun fakultas melalui BSC. Lahirnya ISO45001:2018 memicu agar universitas dan fakultas dapat tersertifikasi sehingga dapat mendukung salah satu visi misi UI, yaitu meningkatkan rangking universitas di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi setiap klausul SMK3L berdasarkan ISO45001:2018 dan ISO14001:2015 di seluruh fakultas UI, melalui metode studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dimana dilakukan wawancara dan telaah dokumen kepada 17 fakultas di UI pada bulan April hingga September 2020. Hasil dari penelitian ini adalah nilai rata-rata implementasi di semua fakultas masih cukup rendah (34%). Hanya ada 2 fakultas yang sudah mulai mengimplementasikan aspek K3L berdasarkan ISO, sedangkan fakultas lainnya hanya berdasarkan BSC K3L cascade fakultas. Klausul yang paling tinggi dicapai adalah Klausul 5 Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja (55%), karena sudah semua fakultas memiliki Kebijakan K3L. Kesimpulan lainnya yaitu untuk meningkatkan implementasi K3L di fakultas diperlukan komitmen yang tinggi dari pimpinan puncak dan second layernya, didukung oleh personil tim yang handal dan sumber daya yang cukup. Kata kunci: Sistem Manajemen; Keselamatan Kerja; Kesehatan Kerja; Lingkungan; SMK3L; Fakultas; Universitas Indonesia, ISO45001, ISO14001
Universitas Indonesia is highly committed to implementing OSHE aspects throughout the university through Rector Regulation No. 1 of 2016 concerning the Implementation the OSHE of UI. However, incidents that occur at the faculty are still there every year. The management system approaches to the implementation of OSHE aspects has been determined at both the university and faculty levels through the BSC. The birth of ISO45001: 2018 triggered universities and faculties to be certified so that they could support one of UI's visions and missions, namely increasing the ranking of universities in the world. This study aims to analyze the implementation of each OSHEMS clause based on ISO45001: 2018 and ISO14001: 2015 in all UI faculties, through a descriptive study method with a quantitative approach, in which interviews and document reviews are conducted with 17 faculties of UI from April to September 2020. Results of This research show that the average value of implementation in all faculties are still quite low (34%). There are only 2 faculties that have started implementing OSHE aspects based on ISO, while the other faculties are only based on the BSC K3L faculty cascade. The clause that was achieved the highest was Clause 5 of Leadership and Worker Participation (55%), because all faculties had an OSHE Policy. Another conclusion is that to improve the implementation of OSHE in the faculty requires a high commitment from the top and second layer leaders, supported by reliable team personnel and sufficient resources. Key words: Occupational Safety, Health and Environment; Management System, OSHEMS, ISO45001; ISO14001,
T-7515
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maya Rachmawati; Pembimbing: Kusminanti, Yuni; Sumarna; Setiadi, Dadi
M-2437
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
