Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30748 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ester Ismayanti; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Popy Yuniar, R. Sutiawan, Deviana
Abstrak: Abstrak

Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat perlu di dukung oleh sumber daya manusia kesehatan yang memadai. Pendidikan dan pelatihan merupakan bentuk kegiatan kompetensi sumber daya manusia untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Agar pelatihan dilaksanakan sesuai kebutuhan perlu dilakukan analisis kebutuhan diklat, merancang desain kurikulum sesuai tujuan, pelaksanaan akreditasi diklat guna mendapat sertifikat dan evaluasi diklat.

Tujuan studi ini untuk membangun model sistem informasi diklat untuk mempermudah proses pengolahan dan analisis data diklat di Bapelkes. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengembangan Sistem Development Life Cycle (SDLC). Penelitian dilakukan di Bapelkes Provinsi Jawa Barat.

Hasil penelitian dikatakan bahwa pengolahan dan analisis data hasil Analisis Kebutuhan Diklat (AKD), penilaian akreditasi diklat, penilaian hasil evaluasi penyelenggaraan dan evaluasi pasca diklat masih tidak tepat waktu, input data berulang-ulang sehingga mengakibatkan kegiatan pelaporan menjadi kurang efisien, pelaksanaan akreditasi masih belum optimal karena terlalu banyak variabel penilaian yang harus dinilai.

Kesimpulan penelitian terbangunnya model sistem informasi manajemen diklat untuk meningkatkan proses pengolahan dan analisa data serta tersedianya tambahan informasi yang tidak dihasilkan oleh sistem sebelumnya.


Health Services to the community needs to be supported by the human resources adequate healthcare. Education and training is a form of human resource competency activities to improve knowledge, attitudes and skills. For training to be implemented according to the needs necessary training needs analysis, designing the curriculum design goals, the implementation of training and education in order to get a certificate of accreditation and evaluation of training.

The purpose of this study to build a model of the system to facilitate the training of information processing and data analysis training in Bapelkes. The study used a qualitative approach to system development methods Development Life Cycle (SDLC). The study was conducted in Bapelkes West Java Province.

The results say that the processing and analysis of data from Training Needs Analysis (AKD), assessment and training accreditation, assessment and evaluation of the results of post-training evaluation was not timely, repetitive data input, resulting in a less efficient reporting activities, the implementation of accreditation is not yet optimal because too many variables to be assessed valuation.

Conclusion The establishment of research training model of management information system to improve the processing and analysis of data and the availability of additional information that is not generated by the previous system.

Read More
T-3830
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Donny Hermanto; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Artha Prabawa, Chairul Baihaqi
S-4898
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bahrinul Kabri; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Sutanto Priyo Hastono
T-1611
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imam Sjahbandi; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Toha Muhaimin
Abstrak:
Program penanggulangan TB dari tahun ke tahun selalu mengalami perkembangan. Dengan demikian beban tugas pengelola program semakin besar, ketersediaan data semakin diperlukan, dan hambatan pelaksanaan semakin komplek. Oleh karena itu untuk membantu menyediakan data diperlukan suatu sistem informasi untuk meringankan beban kerja pengelola program. Mengingat penderita TB pengobatannya perlu waktu, maka diperlukan sistem yang mampu menemukan kasus Baru dan mampu melakukan monitoring terhadap perkembangan pengobatan penderita. Sistem Informasi Evaluasi Program Penanggulangan TB Di Dinas Kesehatan Kota Tangerang dirancang secara otomasi, bertujuan untuk membantu program penanggulangan TB dalam usaha menemukan penderita agar pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin dan penderita tidak menjadi sumber penular penyakit TB, sehingga kasus TB dapat dicegah penularannya. Tujuan Penelitian ini adalah mengembangkan sistem informasi untuk evaluasi pelaksanaan program penanggulangan TB di Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Bentuk penelitian kualitatif dan data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola program di Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Data sekunder dikumpulkan melalui pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan dari puskesmas yang ada di Kota Tangerang. Proses pengembangan sistem dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu tahap analisis masalah kesehatan, tahap analisis masalah sistem informasi yang sudah berjalan, tahap kajian terhadap kemungkinan pengembangan sistem, tahap perancangan sistem, tahap analisis SWOT sistem yang baru, dan uji coba sistem. Dari hasil analisis masalah kesehatan dan sistem informasi yang sudah ada memungkinkan dilakukan pengembangan sistem agar arus data terstruktur, sehingga data dapat dikumpulkan dengan cepat, tepat, dan lengkap. Operasional sistem yang sudah dikembangkan dibantu dengan peralatan komputer yang diprogram secara otomasi. Untuk memanfaatkan program tersebut pengelola cukup memasukkan data yang berkaitan dengan program TB, dan bila sudah dimasukkan, komputer akan mengolah secara otomasi sampai menghasilkan laporan dalam bentuk tayangan data di layar monitor atau dicetak. Hasil cetak berupa label dan grafik. Mengingat Program TB selalu berkembang, maka untuk perkembangan sistem lebih lanjut diharapkan sistem ini dapat dipakai sebagai bahan acuan, terutama dalam hal perkembangan sistem dalam usaha penemuan kasus dan monitoring pengobatan bagi penderita.

The Development of Information System for Evaluation of TB Program at District Health Office in Tangerang CityThe program to overcome TB program for over the years have always been developing, so the responsibilities of the program organizers are also increasing, the data availability is more needed, the obstacles to realize the program become more complex. Therefore health data, a data base information system is needed to lighten the work of program organizers. Considering the length of time to treat the TB patients. We need a system that's able to find new cases and monitor the improvement of patient treatment. The information evaluation system of automatic data base TB program at District Health Office in Tangerang City is designed to health TB prevention program, in order to find the patients so the treatment can be done as soon as possible and the patients will not be the carrier of this infectious disease, so the cases of the TB infection can be prevented. The purpose of this research is the developed the data base information system to evaluate the realization of the TB prevention program in Tangerang City. The form of the research is qualitative. The data collected is primary and secondary data. The primary data is done through deepen interview with the program organizer of District Health Office of Tangerang City. The secondary data is collected through recording and reporting the activities of Puskesmas in Tangerang. The process of development system is done through several steps, they are the analysis of health problem, the analysis of information system used, the analysis development system possibility, designing system the analysis new SWOT system and testing the system. From the analysis of health problem result and information system that has already existed, it's possible to develop the system in order to organize current data, so that the data can be collected fast, precisely and completely. The operational system that has been developed and assisted by computer equipment that is program automatically. To exploit the program, the organizer, adequate put in the data that linked with the TB program, if it has entered, the computer will process automatically until it produce the report that presented on the computer screen of printed, the printing should be in the form of table and graph. Considering the TB program that always develop, so the development of further system is expected to be able to be used as a reference material, especially for system development in the effort of case finding and medicinal treatment monitoring for the patients.
Read More
T-1727
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirhansyah; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Sutanto Priyo Hastomo
Abstrak:
Salah satu penyebab tingginya angka Annual Malaria Incidence (AMI) di Kabupaten Tanah Laut karena kurang tersedianya informasi yang akurat dan tepat waktu. Karena itulah perlu diadakan penelitian pengembangan sistem informasi untuk mendukung program pemberantasan penyakit malaria tersebut. Sebagai metodenya, penelitian ini dilakukan melalui pendekatan sistem dengan tahapan : investigasi, analisis sistem, perancangan sistem lalu evaluasi sistem. Data dan informasi dikumpulkan melalui wawancara serta observasi terhadap komponen sistem informasi yaitu tenaga, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, dan basis data. Hasil pra analisis menunjukkan adanya masalah pada setiap komponen sistem informasi, terutama pada perangkat lunak dan basis datanya. Data di-entry ke dalam format di spead sheet program aplikasi LOTUS 1-2-3. Sistem seperti ini dapat menyebabkan kebenaran data menjadi kurang terjamin yang berakibat pengalokasian sumber daya program tidak tepat dan juga memerlukan banyak memori untuk penyimpanan file. Di samping itu dari hasil pranalisis tersebut juga diketahui peluang pengembangan sistem, baik dari segi dukungan pemerintah kabupaten, sumber daya manusianya maupun pembiayaan program pemberantasan penyakit malaria di Kabupaten Tanah Laut. Hasil analisis sistem menunjukkan adanya beberapa kebutuhan antara lain : kebutuhan pemakai (user), kebutuhan pengolahan data dan kebutuhan sistem itu sendiri. Disamping itu juga diketahui kelayakan pengembangan sistem, berupa kelayakan teknik, kelayakan operasi, kelayakan ekonomi dan kelayakan hukum. Perancangan sistem menggunakan alat pengembangan berupa Data Flow Diagram, algoritma pemrogaman, Entity Relationship Diagram, normalisasi, kamus data, rancangan input dan rancangan output. Ada berbagai keunggulan pada sistem informasi yang baru dibandingkan dengan sistem informsi yang lama dilihat dari proses maupun output yang dihasilkan. Kesimpulan pada tesis menyangkut beberapa hal. Pertama, permasalahan sistem informasi ditemukan pada setiap komponen sistem. Kedua, sistem informasi yang dikembangkan bertujuan untuk membantu penggarisan kebijakan, perencanaan kegiatan, pemantauan dan evaluasi serta penyiapan laporan. Ketiga, sistem informasi mempunyai peluang pengembangan berupa dukungan pemerintah, ketersediaan dana, tenaga, formulir dan sarana komputer. Keempat, prototype yang dibuat dapat diterapkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut. Kelima, indikator yang robust setelah dilakukan pengkajian adalah beda hasil pemeriksaan sediaan darah dan stratifikasi malaria puskesmas.

The Management Information System Development of Malaria Disease Control in Tanah Laut District, South Borneo 2003 One of causes of Annual Malaria Incidence high rate in Tanah Laut district is the lack of accurate and timely information availability. Therefore, there should be a research aimed at developing information system to support malaria disease control program. For the method, this research is conducted through system approach with the following steps: investigation, system analysis, system design and system evaluation. Data and information is collected through in-depth interview and observation to information system components, such as human resources, procedure, hardware, software and database. Pre-analysis result shows problems at every information system component, especially at software and database. Data is entered to the format in spreadsheet program application, namely LOTUS 1-2-3. Such a system causes the data validity uncertain which causes program resources inappropriate and needs more memories to save file. In addition, its results show system development opportunity in the perspective of local authority support, human resources and budgeting of malaria disease control program in Tanah Laut District. The analysis results show that there are several needs including user, data processing and the system itself In addition, it studies system development feasibilities, such as technique, operation, economic and law feasibility. System planning uses development tools, such as Data Flow Data, algorithm, Entity Relationship Diagram, normalization, data dictionary, input and output planning. There are several advantages in newly developed system compared with the old one in perspective of processes and produced outputs. The research summarizes several things as follows. First, information system problems are found at every system component. Second, the newly developed system is aimed at supporting governance decision, planning, monitoring and evaluation, as well as report preparing. Third, information system has developing opportunities, such as financial, human resources, form, computer availability, as well as government support. Fourth, the designed prototype is applicable to control malaria disease in Tanah Laut District. Fifth, after analysis the robust indicators are different result of blood slide check and malaria stratification in public health center.
Read More
T-1589
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Supriyono Pangribowo; Pembimbing: Martya Rahmaniati; Penguji: Besral, Popy Yuniar, Boga Hardhana, Endang Burni
Abstrak:

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kepmenkes RI No. 581/Menkes/SK/VII/1992, menyebutkan bahwa penyakit ini dapat menimbulkan kematian, dan termasuk salah satu penyakit yang dapat menimbulkan wabah. Kota Bogor merupakan salah satu wilayah endemis DBD di Provinsi Jawa Barat. Kasus DBD di Kota Bogor menunjukkan peningkatan dalam 3 tahun terakhir, pada tahun 2008 dilaporkan terdapat 1.193 kasus, meningkat menjadi 1.513 kasus pada tahun 2009, dan kembali naik menjadi 1.686 pada tahun 2010. Program pencegahan, pemberantasan, dan surveilans DBD membutuhkan dukungan sistem informasi yang baik sebagai landasan pengambilan keputusan. Sistem informasi yang berjalan saat ini belum memanfaatkan manajemen basis data yang terstruktur sehingga sering ditemui kendala dalam hal pengelolaan data. Selain itu juga belum terdapat aplikasi khusus pemetaan yang dapat menghasilkan informasi secara otomasi dalam memberikan analisis kewilayahan tentang potensi yang dimiliki tiap wilayah terhadap peningkatan kasus maupun KLB. Pengembangan sistem informasi DBD berbasis SIG bertujuan untuk mengatasi permasalahan pengelolaan data dan analisis kewilayahan. Sistem informasi tersebut dikembangkan oleh peneliti berdasarkan metode System Development Life Cycle (SDLC), dengan mengintegrasikan aplikasi basis data Postgresql dan aplikasi pemetaan Open Geo Suite 2.2. Sistem ini mengolah data program DBD menjadi indikator IR DBD, CFR DBD, kepadatan penduduk, dan ABJ. Aplikasi mengolah indikator tersebut melalui proses perhitungan skor sehingga dihasilkan output berupa laporan, peta, dan grafik. Dalam rangka pengembangan sistem informasi lebih lanjut, diperlukan penambahan variabel lingkungan dan indikator untuk monitoring dan evaluasi program pencegahan dan pemberantasan DBD. Kata kunci : DBD, pemetaan, basis data


 Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by Dengue virus transmitted through Aedes aegypti bite. The Minister’s of Health Decree (Kepmenkes RI Nr. 581/Menkes/SK/VII/1992) stated that this disease can cause death, and lead an outbreak. Bogor is one of DHF endemic area in West Java. DHF cases in Bogor have shown an escalation in the last three years. In 2008 it was reported 1,193 of cases, in 2009 the cases has risen to 1,513 and the trend were continued in 2010 with 1,686 of cases. DHF control significantly requires information system to generate an effective policy. Current information system has not been supported with database management. Hence, data and information management of DHF frequently meets bottleneck. Furthermore, the absence of mapping application lead to bottleneck on spatial analysis of outbreak and cases increase. The system information is developed to solve the bottlenecks on data information and spatial analysis using System Development Life Cycle (SDLC) methods. It combines Postgresql and Open Geo Suite 2.2. The system process several indicators i.e IR DBD, CFR DBD, population density and ABJ. The application manages those indicators through the process of scoring which result in report, map, and chart. Sustainability of this proposed system requires environment variables and monitoring and evaluation indicators of DHF control. Key words : DHF, mapping, database

Read More
T-3402
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
H Urip Suprihadi; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Tris Eryando
Abstrak:
Salah satu kegiatan pokok promosi kesehatan yaitu bina suasana. menggunakan media dan sarana pendukung sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan agar lebih meresap dalam tata nilai masyarakat untuk mewujudkan salah satu visi promosi kesehatan yaitu mensosialisasikan pesan-pesan kesehatan menuju tercapainya visi promosi kesehatan yaitu tumbuhnya gerakan-gerakan hidup sehat di masyarakat yang didasari oleh kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta kepedulian untuk berperan dalam upaya kesehatan (Dachroni, 2001) Dalam menjamin akuntabilitas dan ketersediaan media yang terkendali, media promosi kesehatan sebagai unsur logistik perlu diatur pengelolaannya. Pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan tingkat kabupaten merupakan sarana untuk mengetahui informasi logistik secara akurat, relevan dan tepat waktu. Pengembangan dilakukan di Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Social Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan waktu pengesnbangan pasca hujan Nopemher - Desember 2002. Pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam pengumpulan data, melalui metode wawancara mendalam, analisis dokumen dan observasi. Data yang didapat dianalisis untuk menentukan deskripsi sistem, permasalahan sistem, dan penetapan kehutuhan informasi. Penetapan strategis pengembangan dianalisis melalui metode analisis SWOT. Fakta-fakta dibedakan menjadi kekuatan (srrenghts), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) sistem. Prototipe perangkat lunak aplikasi yang dihasilkan dirancang berdasar kebutuhan infonmasi yang diletapkan dengan memperhatikan indikator informasi logistik yang ada. Keberadaan sistem informasi logistik media promosi kesehatan masih belum ada, hal ini menyebahkan informasi LogisLik media tidak dapat diketahui dengar akurat. Untuk itu pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan adalah jawaban alternatif tepat. Perancangan prototipe setelah diuji kelayakan operasionalnya dalam skala uji laboratorium diusulkan untuk diuji pada tingkat uji lapangan di masa mendatang. Pengujian keluaran indikator informasi dan indikator logistik yang dihasilkan diharapkan lebih berkembang dalam tingkat uji berikutnya (uji lapangan) Pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan dengan sistem konversi, otomasi, berbasis komputer dengan penggunaan manajemen basis data diharapkan dapat menghasilkan informasi logistik media promosi kesehatan yang akurat, relevan dan tepat waktu- Keluaran dari laporan, laporan analisa, laporan saring dan katalog media promosi dapat dimanfaatkan untuk identifikasi, pengambilan keputusan, perencanaan, monitoring, dan evaluasi. Keterbatasan kelayakan operasional dalam tingkat uji laboratorium dan indikator informasi logistik yang dihasilkan, diharapkan dapat lebih dikembangkan dalam uji lapangan yang diharapkan. Rekomendasi perangkat keras, perangkat lunak, sumber daya manusia, dan organisasi/manajemen sistem yang diusulkan dalam implemenlasi sistem diharapkan dapat terpenuhi untuk kesempurnaan pemanfaatan perangkat lunak aplikasi yang dibuat dan untuk kepentingan pengujian berikutnya (uji lapangan).

The one of main activity health promotion is milieu building . has applying media and media support as tool to extending some health messages so that more absorbed in the social order of society to concrete the one of health promotion mission that is socialization health messages to reach health promotion vision that is growing of the clean and healthy live activity and attention to participate in health effort (Dachroni, 2001 ). In guarantee of media accountability and availability that restrained, health promotion media as a part of the logistic element is needed to manage .Development of Health Promotion Media Logistic Information System in district level is a tool to know logistic information accurately, relevant, and timely. This is done in Health and Social Prosperity Department, on Central Ruin Sungai District, at November to December 2002. Development of Health Promotion Media Logistic Information System is viewed the qualitative approachment to collect data, through in depth interview method, documents analysis and observation. The result is analyzed to determine system description. The act of determining development strategy is analyzed through SWOT analysis method. The facts is separated to the strengths, weaknesses, opportunities, and system threats. The application software prototype result is designed based to the needs of the information that selected with the pay attention to the logistic information indicators. The existence of the Health Promotion Media Logistic Inti3rmation System isn't did yet, that is resulted media logistic information is not known accurately I n order, the development of Health Education Promotion Logistic information System is the right alternate answer. Design of prototype after tested in the laboratory level is proposed to tested in the field test level in the next time. The test of information indicators and logistic indicators output was resulted is hoped can growing up in the next level (field level test). The development of Health Promotion Media Logistic Information System with the convection system, automation, computer based, using database management is hoped can increase the quality of Health Promotion Media Logistic Information become accurately, relevant. and timely. The output of the report. analyzed report, filtered form, and catalogues can used for identification, decision making, planning, monitoring and evaluation. The limitation of the suitable operation in the laboratory test level and logistic information indicators that resulted, is hoped can more developed in the field level that proposed_ The recommendation of the hardware, software, brain ware and system management or system organization that proposed in the system implementation is hoped filled to the completeness using application software prototype that resulted and for the importance of next test (field test level).
Read More
T-1597
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meta Aprilia; Pembimbing: Besral; Penguji: Artha Prabawa, Arif Fahrozi
S-5445
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chaerunisa; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Popy Yuniar, Budi Wibowo
Abstrak: Penelitian yang dilakukan membahas mengenai analisis pengembangan sistem informasi rawat jalan di RSU Kelas D Johar Baru. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Dari hasil pengumpulan data tersebut dilakukan analisis sistem yang meliputi analisis kebutuhan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan belum adanya database pasien pada rekam medis sehingga pengolahan data belum dapat dilakukan. Penyajian data dilakukan secara manual dengan merekapitulasi laporan yang dikumpulkan dari poliklinik. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang digunakan saat ini belum mencakup bagian unit rekam medis. Hasil akhir dari penelitian ini adalah rancangan pengembangan unit rekam medis sebagai pengolah data dan penyajian data sehingga dapat dihasilkan informasi kegiatan rawat jalan yang cepat dan akurat. Kata Kunci : Rawat Jalan, Rekam Medis, Sistem Informasi The research was conducted about the analysis of the development of outpatient information system at RSU Class D at Johar Baru. The research was conducted by , using qualitative method of observation, in-depth interview and document review. Form the results of data collection, analysis system that includes the needs analysis. The result of requirement analysis shows that there is no patient database on medical record so that data processing can not be done yet. The presentation of data is done manually by recapitulating reports collected from the polyclinic. The Hospital Management Information System (SIMRS) currently used does not include the medical record unit section. The final result of this research is the development plan of medical record unit as data processing and data presentation so that it can produce information of outpatient activity which is fast and accurate. Keyword : Health Record, Information system, Outpatien
Read More
S-9588
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tety Setiawati Mulyaningsih; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji; Popy Yuniar, Regina Sidjabat
Abstrak: Rabies merupakan penyakit menular akut pada susunan saraf pusat yangdisebabkan virus rabies. Sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif dalammenyembuhkan rabies namun penyakit ini dapat dicegah melalui penanganankasus paparan hewan penular rabies (HPR) sedini mungkin. Rabies masih menjadimasalah kesehatan masyarakat yang cukup serius dan telah menyebar ke berbagaiwilayah yang semula merupakan wilayah bebas rabies. Bali merupakan salah satuwilayah bebas yang tertular rabies pada akhir tahun 2008.Indonesia telah mencanangkan bebas rabies pada tahun 2020 sesuaidengan kesepakatan yang dihasilkan pada pertemuan ASEAN. Dalam upayamewujudkan bebas rabies tahun 2020, maka kegiatan surveilans penyakit sangatpenting sehingga menghasilkan informasi yang akurat untuk monitoring danevaluasi kegiatan penanggulangan. Pengelolaan sumber daya informasi yangmendukung kegiatan surveilans dapat menunjang keberhasilan programpemberantasan rabies.Pengembangan sistem informasi dalam penelitian ini menggunakanmetode System Development Life Cycle (SDLC) dan bertujuan untukmengembangkan Prototype Sistem Informasi Surveilans Rabies. Prototype inimerupakan model Sistem Informasi Manajemen dan merupakan system informasiberbasis web yang dapat mengolah data secara otomatis dan menampilkan grafikdan peta yang dapat mendukung para pemangku kebijakan dalam mengambilkeputusan.Kata kunci:Rabies, surveilans, pengembangan sistem, prototype sistem informasi
Rabies is an acute infectious disease in the central nervous system causedby the rabies virus. Until now there is no effective treatment to cure rabies, but thedisease can be prevented through the handling of cases of exposure to rabidanimal as early as possible. Rabies is still a public health problem that is seriousenough and has spread to different areas of the original are rabies-free areas. Baliis one free area that is infected with a rabies by the end of 2008.Indonesia has declared rabies-free by 2020 in accordance with theagreement at the ASEAN meeting. In order to achieve rabies-free by 2020, thedisease surveillance is crucial to deliver accurate information for monitoring andevaluation of prevention activities. Supportive management of informationresources can support the success of rabies eradication program.The development of information systems in this study using the SystemDevelopment Life Cycle (SDLC) method and aims to develop RabiesSurveillance Information System Prototype. This prototype is a model ofManagement Information System and a web-based information system that canprocess data automatically and displays graphs and maps that can support policymakers in making decisions.Keywords :Rabies, surveillance, systems development, information system prototype
Read More
T-4242
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive