Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19738 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Djoko Rahardian Santo; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Indra Maryunif
B-1558
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Sulistiani; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Budi Hartono
Abstrak:
Balanced scorecard : alat evaluasi kinerja komprehensif dengan 4 perspektif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Hasil pene1itian periode tahun 2007-2009: 1) Kinerja perspektif pelanggan: rata-rata tingkat kepuasan pelanggan pada reliability sebesar 71,6%, responsiveness sebesar 74.7%, assurance sebesar 76 %, empathy sebesar 71 .5%, Tangibility sebesar 73.2%; retensi pelanggan mengalami tren peningkatan; akuisisi pelanggan mengalami tren penurunan (2009); 2) Kinerja perspektif keuangan: Tingkat pertumbuhan pendapatan mengalami tren peningkatan; Pengeluaran biaya mengalami tren peningkatan, realisasi dan anggaran pendapatan mengalami tren penurunan, realisasi dan anggaran pengeluaran tercapai lebih dari l00%, rasio keuangan masih dibawah nilai ideal yang ditetapkan Depkes; 3) Kinerja perspektif proses bisnis internal: rawat inap: BOR 2007 (71,3%), 2008 (67,7%), (hingga September 2009:53,3%); AvLOS (hari) 2007 (4,1), 2008 (4), 2009 (4,4); BTO 2007 (54,6), 2008 (54,7), 2009 (44,8); TOI 2007 (1,9), 2008 (2,2), 2009 (1,4); NDR dan GDR dibawah angka toleransi Depkes; Jumlah kunjungan rawat jalan terjadi penurunan (2009) 4) Kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan: rata- rata komitmen karyawan sebesar 79,7%, kapabilitas karyawan sebesar 74,5%, kepuasan karyawan sebesar 59,5%, kapabilitas sistem informasi sebesar 68,5%; akses pelatihan dan pendidikan jumlahnya sangat kecil, hanya 3,47% (2009). Saran : adanya program pendidikan berkelanjutan bagi karyawan, dilakukan survey kepuasan karyawan, mengadakan survey kepuasan pelanggan, mengembangkan jenis pelayanan.

Balanced scorecard: a comprehensive performance evaluation tool with four perspectives. This research is quantitative. Results of the study period 2007-2009: 1) The performance of the customer perspective: the average customer satisfaction level of 71.6% on reliability, responsiveness of 74.7%, 76% assurance, Empathy for 71.5%, amounting to 73.2% tangibility; customer retention experienced a trend of increasing; acquisition of customers experiencing the downward trend (2009); 2) The performance of the financial perspective: The rate experienced a trend of increasing revenue growth; expenditures experienced a trend of increasing costs, actual and budget revenues experienced a trend decline, the actual and budget expenditures reached more than 100%, financial ratios are still below the ideal value determined MOH; 3) The performance of internal business process perspective: hospitalization: BOR 2007 (71.3%), 2008 (67.7%), (until September 2009:53,3%); AvLOS (day) 2007 (4.1), 2008 (4), 2009 (4.4); BTO in 2007 (54.6), 2008 (54.7), 2009 (44.8); Toi 2007 (1.9 ), 2008 (2.2), 2009 (1.4); NDR and GDR under MOH figures tolerance; number of outpatient visits decreased (2009) 4) The performance of learning and growth perspective: the average employee commitments amounted to 79.7 %, the capabilities of employees amounted to 74.5%, 59.5% employee satisfaction, infomation system capabilities of 68.5%; access to training and education of very small amount, only 3.47% (2009). Suggestion: There should be continuing education programs for employees, employee satisfaction survey, customer satisfaction survey, develop the kind of service.
Read More
B-1222
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sariaman Sitanggang; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Hamonangan Sirait
Abstrak:
Rumah Sakit adalah suatu organisasi yang kompleks, menggunakan gabungan alat ilmiah khusus dan rumit, dan diiimgsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modem, yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. Instalasi farmasi rumah sakit adalah salah satu unit di rumah sakit, yang berfimgi sebagai tempat menyelenggarakan semua kegiatan pekeljaan kefarmasian yang ditujukan untuk kcperluan rumah sakit. Sebanyak 52% dari total pengeluaran rumah sakit dipergunakan untuk barang farmasi. Hal ini terlihat dari data keuangan rumah sakit Budhi Asih tahun 2007 di mana total belanja rumah sakit sebanyak Rp 28.?l78.580.633,- sedangkan untuk pengeluaran barang farmasi adalah sebesar Rp I5.060.666.858,-. Pengeluaran barang farmasi ini khusus untuk obat dan alat kesehatan habis pakai. Jumlah item obat di instalasi farmasi sebanyak 1500 item. Pengendalian obat adalah suatu kegiatan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan stmtegi dan program yang telah ditetapkan sehingga tidak teljadi kelebihan dan kekurangan atau kekosangan obat di unit-unit pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah rmtuk menganalisis jenis persediaan obat antibiotika yang ada di instalasi Farmasi dan melihat berapa besamya invwtasi serta indeks kritis agar tercapai persediaan yang optimum. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Budhi Asih Jakarta dcngan rancangan pcnclitian deskriptif kualitatif dan lcuantitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai proses pengendalian obat antibiotika dan analisis kebutuhan obat berdasarkan ABC indeks lcritis. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dengan kepala instalasi farmasi. Hasil analisis berdasarkan nilai pemakaian didapatkan Kelompok A terdapat I8 item obat antibiotika yang merupakan 8,33% dari keseluruhan item dengan pemakaian sebanyak 348.219 (70% dari pemakaian keseluruhan), kelompok B terdiri dari 34 item obat antibiotika yang merupakan l5,74% dari keseluruhan item dengan jumlah pemakaian sebanyak 100.992 ( 20% dari pemakaian keseluruhan), kelompok C terdiri dari 164 item obat antibiotika yang merupakan 75,93% dari keseluruhan item dengan jumlah pemakaian 49.360 (10% dari pemakaian keseluruhan). Sedangkan hasil Analisis ABC berdasarkan nilai investasi terhadap obat antibiolika didapatkan kelompok A dengan nilai investasi 70% dengan biaya Rp 2.081.l06.832,- (dua milyar delapan puluh satu juta seratus enam ribu delapan ratus tigapuluh dua Rupiah) dengan jumlah item 32 dan merupakan 14,8l% dari jumlah item, kelompok B dengan nilai investasi Rp 60l.738.539,~ (enam ratus satu juta tujuh ratus tigapuluh delapan ribu lima rams tiga puluh sembilan Rupiah) dengan jumlah item 32 dan mempakan l4,81% dari jumlah item, kelompok C dcngan nilai investasi 10% dengan biaya Rp 304.129.346,- (tiga ratus empat juta seratus duapuluh sembulan ribu tiga ratus empatpuluh enam Rupiah) dengan jumlah item 152 dan merupakan 70,38% darijumlah item. Hasil yang didapat berdasarkan nilai kritis adalah kelompok A adalah 8 item obat antibiotika atau 3,70 % dari total item antibiotika, sedangkan kelompok B sebanyak 164 item atau 75,93 % dari seluruh item dan kelompok C sebanyak 44 item atau 20,37% dari seluruh item obat antibiotika

Hospital is a complex organization, that apply the unification of special and complicated scientidc equipment, implemented by vary skilled and educated personal team to strive the solution for current medical issues, all together bounded in one goal to do health maintenance and recovery for the customers. Pharmacy Department is one unit ofthe Hospital that has limction to perform all pharmacy issues for hospital concern. As much 52% of total hospital spending budget has utilized for pharmacy goods. It described by Budhi Asih Hospital financial report year 2007 where the total spending budget is as much IDR. 28.778.580.633, - and for pharmacy goods they spend as much IDR. 15.060.666.858,-. The spending budget for pharmacy goods at the hospital was especially for drug and single use equipment. Total item of drugs at phannacy department as much 1500 items. Drugs controlling is an activity to ensure intended target achievement with established strategy and programme so that not affected to sufficiency and insufficiency of drugs supply at health services units. The objectives of the study are to analyses vary antibiotic drugs supply at pharmacy department and to observes how much invest and critical index that atiected to the optimum supply. The study conducted at Pharmacy Department of Budhi Asih General Hospital jakarta with study design descriptive qualitative and quantitative and case study approach that aim to obtain the description of antibiotic dmgs controlling process and analyses of drugs demand based on ABC critical index. Data collected by interview with head of pharmacy department. Analyses output based on usage value that obtain of Group A that has 18 items of antibiotic drugs is 8, 33 % of total item with utilize as much 348.219 (70% of total usage), Group B consist of 34 antibiotic drug items is 15, 74% of total item with utilize as much 100.992 (20% of total usage), Group C consist of 164 antibiotic drug items is 75, 93% of total item with utilize as much 49.360 (10% of total usage). Meanwhile analyses of ABC based on invest value regarding antibiotic drug that obtained by Group A with infestation value 70 % with cost IDR. 2.081.106.832, - (Two billion eighty one million and one hundred six thousand eight hundred and thirty two rupiahs) with total 32 items is 14, 81 % of total item, Group B with invest value IDR. 60l.738.539,- (Six hundred and one million seven hundred thirty eight thousand Eve hundred and thirty nine Rupiahs) with total 32 items is 14,81% of total items, Group C with invest value I0 % with cost lDR.304.l29.346,- (Three hundred four million one htmdred and twenty nine thousand three htmdred and forty six Rupiahs) with total 152 items is 70,38% of total items. The study output that obtained based on critical value is Group A with 8 antibiotic drug items or 3,70 % of total antibiotic item, meanwhile Group B as much 164 items or 75,93 % of total item and Group C as much 44 items or 20,37% of total antibiotic drug item.
Read More
B-1136
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lasma Frisca Yoselina Panjaitan; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Chairulsjah Sjahruddin, Nina Rosyina
Abstrak:
Confidential
Read More
B-2335
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nathania Andromeda; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianti, Amila Megraini, Budi Hartono
Abstrak:
Berdasarkan konsep WHO (1994): The Four Pillars of Safe Motherhood Departemen Kesehatan menerapkan pelayanan kebidanan dasar melalui pertolongan persalinan aman dan bersih. Rumah sakit sebagai organisasi pelayanan kesehatan diharapkan dapat menjadi agen perubah perilaku hidup sehat dengan menjaga higienitas diri melalui praktek higienitas tangan. Membudayakan keselamatan pasien dengan melakukan praktek higienitas tangan yang baik dan benar diharapkan dapat menurunkan angka infeksi nosokomial. Di Indonesia angka kematian ibu masih merupakan masalah utama dalam bidang kesehatan. Angka kematian ibu mengacu pada jumlah kematian ibu pada kehamilan, persalinan dan masa nifas. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan uji t test dan chi square serta regresi logistik berganda dengan analisis bootstrapping. Sampel adalah bidan di ruang bersalin RSB Asih Panglima Polim Jakarta dengan cara pengambilan data melalui observasi serta pengisian kuesioner. Cuci tangan responden yang sesuai standar “5 Kesempatan Higienitas Tangan” lebih banyak yang angka kepatuhannya (61.1%) masih di bawah ratarata, sedangkan pada standar “11 Langkah Cuci Tangan” didapatkan lebih banyak (55.6%) yang angka kepatuhannya di atas rata-rata. Faktor predisposisi yang secara statistik terbukti signifikan berhubungan dengan angka kepatuhan cuci tangan bidan adalah usia, masa kerja, pengetahuan, dan sensitifitas kulit, faktor pemungkin yang secara statistik terbukti signifikan berhubungan dengan angka kepatuhan cuci tangan bidan adalah pelatihan. Hasil uji multivariat menyatakan sarana prasarana dan kepatuhan terhadap standar “5 Kesempatan Higienitas Tangan” adalah faktor yang paling dominan mempengaruhi kepatuhan terhadap standar “11 Langkah Cuci Tangan”. Dibutuhkan perhatian lebih dari pihak manajemen dan dukungan pimpinan RS terhadap higienitas tangan agar dapat meningkatkan angka kepatuhan cuci tangan para petugas kesehatan di RSB Asih.

Based on the concept of the WHO (1994): The Four Pillars of Safe Motherhood Department of Health implements a basic obstetric care through safe and clean delivery assistance. Hospital as a health care organization is expected to be the agents of change of health behavior by maintaining hygiene of self through hand hygiene practices. Cultivating patient safety by implementing a correct hand hygiene practice is expected to reduce the number of healthcare associated infection. In Indonesia mother death rates remains a major problem in the health sector. Mother death rates refers to the number of maternal deaths in pregnancy, childbirth and the postpartum period. The study was conducted by quantitative methods using T-test, chi square test and multiple logistic regression with bootstrapping analyses. The sample was a midwife in the delivery room RSB Asih Panglima Polim Jakarta by collecting data through observation and questionnaires. Hand-wash respondents according to the standard "5 Hand Hygiene Opportunities" more of the compliance rate (61.1%) is still below average, while the standard "11 Steps of Hand Wash" earned more (55.6%) are above the compliance rate average. Predisposing factors that are statistically proven significantly associated with hand washing compliance rate of midwives are age, years of service, knowledge, and sensitivity of the skin, enabling factors that are statistically proven significantly associated with hand washing compliance rate of midwives is training. The results of the multivariate test state that the infrastructure and adherence to standards "5 Hand Hygiene Opportunities" is the most dominant factor affecting adherence to the standard "11 Steps Hand Wash". It takes more attention from management and leadership support of the hospital to hand hygiene in order to increase the compliance rate of hand washing among health workers in RSB Asih
Read More
B-1646
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eddy Suhardi Sarim; Pembimbing: Mardiati Nadjib
B-752
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuniarti; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Ati Nirwanawati
B-1112
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hotma Dumaris Lumbanraja; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Amila Megraini, Eko Budi Santoso
B-1708
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizma Adlia Syakurah; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Ronnie Rivany, Kurniasari, M. Zulkarnain
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai determinan pemilihan lokasi bersalin pada pasien obstetri di unit rawat jalan RSK Azzahra, yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin, faktor pendorong, dan faktor kebutuhan. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain penelitian survei cross sectional. Dari hasil penelitian terlihat bahwa determinan yang terbukti signifikan secara statistic dengan pemilihan lokasi bersalin pada pasien obstetri RSK Azzahra adalah waktu tempuh dari rumah ke RSK Azzahra (p=0,011), sumber biaya perawatan (p=0,023), persepsi responden terhadap tarif bersalin RSK Azzahra (p=0,000), persepsi responden terhadap pelayanan dokter (p=0,026), persepsi responden terhadap pelayanan perawat (p=0,02l), serta rekomendasi dari dokter untuk bersalin di RSK Azzahra (p=0,0i 1). Faktor yang secara statistik terbukti paling dominan adalah faktor persepsi terhadap tarif bersalin. Diharapkan pada pihak manajerial RSK Azzahra memberlakukan fasilitas ambulance on-call untuk menangkap pasien yang bertempat tinggal jauh, peninjauan terhadap strategi penetapan tarif pemberian reward dan evaluasi kinerja untuk meningkatkan kinerja dokter dan perawat, membuat kebijakan terkait rekomendasi bersalin dari dokter, membuat penelitian lebih lanjut mengenai analisis tarif dari RS dan RSK sekitar RSK Azzahra dan penelitian mengenai pilihan bersalin pada pasien yang telah bersalin di Azzahra dapat dilakukan untuk menambah dan mempertajam dari hasil yang telah dilaksanakan.

This thesis describes determinants of obstetric outpatient’s choice for delivery location in Azzahra Hospital, which is predisposing, enabling, reinforcing, and need factor. This study is an analytical quantitative study with cross sectional survey. Based on the result, there are 29,6% patients that choose not to give birth in Azzahra Hospital. Determinants which proven signiticant statistically affect the choice of delivery location are time needed to Azzahra Hospital (p=0,0ll), source of payment (p=0,023), perception to delivery tariff (p=0,000), perception to doctors service (p=0,026), perception to nurse service (p=0,021), and doctor’s recommendation (p=0,0l 1). Multivariate analysis result shows that the most influence factor is perception to delivery tariff It is recommended to Azzahra Hospital Management to initiate on-call ambulance service to serve farther patients, conducting evaluation on pricing strategy, applying reward system and performance evaluation to maintain and increase doctors and nurses performance, assembling hospital policy regarding doctors recommendation system, it is advised to later study to carry out pricing analysis and tirrther study regarding delivery location selection on inpatients to enhance, intensify, and to be compared with the result existed.
Read More
B-1202
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Effie Kartikarini; Pembimbing: Amila Megraini; Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Deni Setiawati, Wahjuda Rachim Saputra
Abstrak:

ABSTRAK Nama :  Effie Kartikarini Program Studi :  Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Rencana Bisnis Unit Medical Check Up Rumah Sakit Marinir  Cilandak Tahun 2016 s/d 2020 Rumah sakit merupakan salah satu usaha di bidang jasa adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelengarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, yang tidak bisa meninggalkan aspek komersial disamping peran sosialnya. Rumah Sakit Marinir Cilandak (RSMC) adalah salah satu rumah sakit pemerintah tipe B dibawah naungan        TNI AL, berdasarkan Perkasal/114/XII/2009 maka RSMC diberikan keleluasaan untuk menerima dan mengelola pasien umum. Saat ini RSMC akan mengembangkan unit Medical Check Up dengan memanfaatkan sarana dan prasarana, serta SDM yang ada. Tujuan dari penelitian adalah untuk merumuskan suatu rencana bisnis unit medical check up Rumah Sakit Marinir Cilandak tahun 2016 s/d 2020, sebagai produk layanan kesehatan yang akan dikembangkan di Rumah Sakit Marinir Cilandak. Ruang lingkup dari penelitian ini adalah Rumah Sakit Marinir Cilandak Jl. Raya Cilandak KKO Pasar Minggu Jakarta Selatan dengan menganalisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal dalam upaya pemasaran dan pengembangan produk unit medical check up. Pengambilan data dilaksanakan mulai bulan Mei sampai dengan Juni 2016. Hasil dari penelitian antara lain : faktor eksternal yang menjadi peluang adalah peraturan tentang Pola Pengelolaan Keuangan PNBP Yanmasum mendukung terhadap pelayanan pasien umum , letak RS yang strategis, banyaknya tenaga kerja dan perusahaan, peningkatan PDRB, teknologi yang canggih, pelanggan dari perusahaan, dan struktur organisasi RS cukup baik. Sedangkan ancaman bagi unit MCU RSMC : perilaku pemeriksaan kesehatan berkala masih rendah, fasilitas dan jenis pemeriksaan RS pesaing, dan SIM RS belum terintegrasi. Faktor internal yang menjadi kekuatan adalah : sarana dan prasarana cukup bagus, SDM cukup lengkap, dan jenis pemeriksaan bervariasi. Kelemahan bagi unit : Belum adanya manajemen yang baik untuk unit MCU, Administrasi Keuangan belum tertata baik, dan pemasaran belum terencana secara khusus. Rencana bisnis yang disusun untuk unit MCU adalah: rencana organisasi antara lain berupa pemeliharaan dan peningkatan fasilitas kesehatan, rencana administratif antara lain berupa manajemen dan pegawai yang profesional,  dan rencana pemasaran antara lain berupa penetapan harga sesuai dengan biaya yang dikeluarkan,  serta peningkatan promosi untuk produk layanan MCU. Kata kunci : Rencana Bisnis Unit Medical Check Up Rumah Sakit Marinir Cilandak   Tahun 2016 s/d 2020. Kepustakaan :  32 ( 2001 – 2016 )


ABSTRACK Name : Effie Kartikarini Study Program : Magister of Hospital Administration Title : Business plan for Medical check up Cilandak Marine Hospital for  2016-2020 Hospital as one of business on service is a medical service institution that implement individual medical service perfectly, that could not left the aspect of commercial besides of its social role. Cilandak marine Hospital is one of governmenthospital  accredited with B type under the shade of Indonesian Navy, in which based on Regulation of Chief of Naval /114/XII/2009 was extended a freedom to accept and organize public patient. . In the meantime Cilandak marine Hospital will develop Medical Unit Cheek up by utilize the existing facility and infrastructure and human resources. The aim of this research is to formulate a business plan for medical check up of Cilandak marine Hospital for 2016-2010 as medical service product that will be developed in Cilandak Marine Hospital. Scope of the research is Cilandak marine Hospital jl.Cilandak Raya KKO pasarMinggu South Jakarta by analyzing external and internal environment in the effort of marketing and developing unit product medical check up. The sample taking was conducted in may until June 2016. The result of the research among other : the external factor that become opportunities is regulation on Finance Organizing pattern PNBP Yanmasum( public community service) support to public patient services, strategic location of the hospital, the abundant of worker and company, the increasing of PDRB, the advance of technology, customer from corporate and the good structure of the hospital. Meanwhile, the threat to medical checkup unit of CMH: the habit of regular checkup still low, facilities and kind of checkup by competitor hospital, and SIM of the hospital that is not integrated yet. internal factor that become strength are : good condition of facilities and infrastructure , complete human resources,  and the vary of medical check up. Weakness for this unit are: still no managemen so good for every unit of medical check up, disorderly administration of financial and unplanned marketing system. Business planning of medical Check up: organizational plan, administration plan, and marketing planning. Key words : Business planning Medical Check up unit  Cilandak Marine Hospital for year of 2016-2020.

Read More
B-1803
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive