Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37413 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ratu Intang; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Vetty Yulianty, Amila Megraini
B-1515
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marlenita Br Ginting; Pembimbing: Ronnie Rivany, Wahyu Sulistiadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Andi Leny Susyanty
Abstrak:

Tesis ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas hidup terkait kesehatan pada orang dengan HIV/AIDS. Metode yang digunakan adalah konfirmatif eksploratif terhadap empat Gold Standard yaitu WHOQOL-HIV BREF, MOS HIV, EQ-5D-5L dan Ina-HRQoL. Dilakukan suatu studi literature dan uji validitas dan reliabilitas untuk memilih atribut yang sesuai untuk digunakan sebagai alat ukur. Ke-empat goldstandar diujikan pada masing-masing 30 responden. Dari 81 item pertanyaan diperoleh 70 item yang valid, dilakukan reduksi item dengan mengeliminasi item yang tidak sesuai dengan dimensi yang ditetapkan yaitu dimensi FISIK, MANDIRI, SOSIAL, MENTAL dan SPIRITUAL, sehingga diperoleh 40 item yang sesuai. Setelah itu dilakukan pengelompokan pada item yang sama atau menanyakan hal yang sama sehingga diperoleh 17 atribut. Ditambah satu atribut Bekerja yang dipandang penting maka keseluruhan atribut menjadi 18 yaitu Vitalitas, Rasa Sakit, Tidur, Mobilitas, Akyifitas Pribadi, Bepergian, Bekerja, Hubungan Personal, Dukungan Teman, Seksual,Aktifitas Sosial, Konsentrasi, Citra Diri, Menikmati Hidup, Perasaan Negatif, Hidup Berarti, Khawatir Masa Depan, Takut Kematian. Kedelapanbelas atribut kemudian dikembangkan menjadi kuesioner dan diujikan pada 30 responden dengan nilai alpha Cronbach 0,905, sehingga alat ukur ini dinilai valid dan reliable. Alat ukur yang baru dinamakan D-HIV HRQOL kemudian di aplikasikan pada 119 responden pada Yayasan Layak dengan nilai alpha Cronbach sebesar 0,895. Dari 119 responden ternyata 73,11% laki-laki dan 26,89% perempuan; kelompok umur terbanyak adalah 30-39tahun yaitu sebanyak 65,55% dan kedua terbanyak pada umur 20-29 tahun yaitu 23,53%. Tingkat pendidikan responden cukup baik yaitu 68,91% tingkat menengah atas, dan pekerjaan terbanyak adalah swasta 52,94%. Dari riwayat penggunaan narkotika diperoleh 52,10% pernah, dan 17,65% masih aktif, demikian juga riwayat penggunaan alkohol 42,86% pernah dan 3,36% masih aktif. Faktor penularan terbanyak adalah melalui pemakaian narkotika suntikan sebanyak 63,87% dan seksual sebanyak 35,29%. Untuk nilai CD4 hanya 103 responden yang melengkapi data 44,66% pada 200-500 cells/ml dan 38,83% pada kurang dari 200 cells/ml. Hanya 19 responden yang sudah pernah diperiksa viral load, 10 undetected dan 9 detected. Menurut stadium 52,10% pada stadium II, dan 29,41 pada stadium II. Sebanyak 26,89% belum menerima pengobatan ARV dan 22,69% sudah menjalani ARV selama lebih dari 2 tahun. Nilai utility rata-rata pada 50,61 (0,7) dengan nilai minimum pada 22 (0.30) dan maksimum pada 69 (0.96), time preference rata-rata adalah 17,06. Sehingga nilai QALY?s adalah 11,94.


The objective of this thesis is to develop an instrument that could be used in examining health related quality of life on people living with HIV/AIDS. The method used in this case is confirmative explorative to the four gold standards which is WHOQOL-HIV BREF, MOS HIV, EQ-5D-5L and Ina-HRQoL. Literature, validity, and reliability tests are conducted to choose the appropriate attributes to be used in the measuring instrument. These four gold standards were each tested on 30 respondents. Out of 81 items, 70 were found valid. An item reduction was carried by eliminating items that does not fit the dimensions, which is Physical, Social, Independence, Mental, and Spiritual dimensions, so that 40 suitable items was obtained. After that, classification on the same items, or items that was asking the same questions was done so that 17 attributes is obtained. And the ?Working? attribute was added because it was deemed important for the instrument. The result was 18 attributes which is Vitality, Pain, Sleep, Mobility, Personal Activity, Traveling, Working, Personal Relationship, Friend Support, Sexual, Social Activity, Concentration, Self-Image, Enjoying Life, Negative Feeling, Meaningful Life, Worries about the Future, and Fear of Death. These 18 attributes was then developed into a questionnaire and tested on 30 respondents with the Cronbach alpha values of 0.905, so that this instrument was deemed valid and reliable. The new instrument named D-HIV HRQOL was then applied to 119 respondents at ?Yayasan Layak? with the Cronbach alpha value of 0.895. Out of 119 respondents 73.11% were male and 26.59% were female; the largest age group was 30-39 years old as much as 65.55%, the second largest was 20-29 years old as much as 23.53%. The education level of the respondents was high enough, as much as 68.91% was middle class up. As much as 52.94% of the respondents were working in private sectors. As much as 52.10% of the respondents was using drugs in the past, with 17.65% is still actively using drugs, as much as 42.86% of the respondents was drinking alcohol in the past, with 3.36% is still actively drinking it. The largest factor of transmission was injection drugs as much as 63.87% and trough sexual as much as 35.29%. only 103 respondents fills in the CD4 value, of which 44.66% is at 200-250 cells/ml and 38.83% is at less than 200 cells/ml. Only 19 respondents were tested on viral load, 10 of which is proven undetected, and 9 detected. Stadium wise, as much as 52.10% of the respondents were at the second stadium, and 29.41% were at the third stadium. As much as 26.89% have yet to receive ARV treatment and 22.69% has received ARV treatment for the past 2 years. The average utility value is at 50.61 (0.7) with the lowest value being 22 (0.30) and the highest is 69 (0.96). The average time preference is 17.06, so the resulting QALY value is 11.94.

Read More
T-3839
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rohayati Rahafat; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Vetty Yulianty Permanasari, Nur Ratih Purnama
T-4264
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alifianti Lestari; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Masyitoh, Dewi Satiasari S., Dwi Oktavia TL Handayani
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Alifianti Lestari Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : EVALUASI PENGEMBANGAN PUSKESMAS KECAMATAN MENJADI RSUD KELAS D DENGAN STUDI KASUS DI   4 RSUD   JAKARTA PUSAT TAHUN 2017 Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang secara umum bertujuan untuk mendapatkan hasil evaluasi pengembangan Puskesmas Kecamatan menjadi  Rumah Sakit Kelas D di Jakarta Pusat tahun 2017. Penelitian dilakukan selama dua bulan ( April – Mei 2017 ) dengan mengambil lokasi di 4 RSUD Jakarta Pusat yaitu : RSUD Kemayoran, RSUD Cempaka Putih, RSUD Johar Baru dan RSUD Sawah Besar. Pengumpulan data melalui data primer berupa wawancara mendalam, yang dilengkapi dengan telaah dokumen dan observasi lapangan, kemudian data sekunder yang berasal dari 4 RSUD di Jakarta Pusat. Hasil penelitian menunjukkan banyak penyebab yang sangat mempengaruhi layanan kesehatan yang dberikan di 4 RSUD Jakarta Pusat. Seperti ketersediaan Dokter Spesialis yang tidak mudah mau bekerjasama dengan RSUD Kelas D di Jakarta Pusat. Salah satunya dikarenakan belum adanya kesepakatan pendapatan dokter spesialis. Selain itu kelengkapan sarana prasarana juga berpengaruh dalam pemberian layanan kepada masyarakat, lokasi Rumah sakit yang kurang strategis berpengaruh juga terhadap pemasaran layanan, serta kebijakan pengembangan Rumah sakit dengan layanan unggulan sesuai kebutuhan masyarakat sekitarnya. Sehingga pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 4 RSUD di Jakarta Pusat  cukup berhasil menjadi RSUD Kelas D  di tahun 2017 dengan terus memperbaiki dan melengkapi sumber daya manusia termasuk Dokter Spesialis dan melengkapi sarana prasarana kesehatan rumah sakit yang belum terpenuhi secara optimal. Kata Kunci  :  RSUD KELAS D ,  Evaluasi


ABSTRACT Name : Alifianti Lestari Study Program : Magister of Hospital Administration Title : EVALUATION OF PUSKESMAS KECAMATAN DEVELOPMENT BECOMING CLASS D HOSPITAL WITH CASE STUDY IN 4 HOSPITALS IN CENTRAL JAKARTA 2017. This research was conducted with qualitative approach which generally aimed to get the evaluation result of development of Puskesmas Kecamatan into Class D Hospital in Central Jakarta in 2017. The research was conducted for two months (April - May 2017) by taking the location in 4 Central Jakarta Public Hospital namely: Kemayoran Hospital, Cempaka Putih Public Hospital, Johar Baru Hospital and RSUD Sawah Besar. Data collection through primary data is in-depth interview, completed with document review and field observation, then secondary data coming from 4 hospitals in Central Jakarta. The results showed many causes that greatly affect the health services provided in 4 Central Jakarta hospitals. As the availability of Specialist Doctors who are not easy to cooperate with RSUD Class D in Central Jakarta. One of them is because there is no specialist doctor's income agreement. In addition, the completeness of infrastructure facilities also affect the provision of services to the public, the location of hospitals that are less strategic also affect the marketing of services, as well as development policies of hospitals with excellent service according to the needs of the surrounding community. So in this study it can be concluded that 4 hospitals in Central Jakarta succeeded in becoming RSUD Class D in 2017 by continuously improving and completing human resources including Specialist Doctor and equipping hospital health infrastructure facilities that have not been fulfilled optimally. Keywords: RSUD CLASS D, Evaluation

Read More
B-1878
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Umi Fikria Arif; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Mardiati Nadjib, Dumilah Ayuningtyas, Jusuf Kristianto, Fauzy Masjhur
Abstrak: LATAR BELAKANG: Meskipun dengan penambahan mesin, peningkatan utilisasi dan kunjungan unit hemodialisis Rumah Sakit Baiturrahim Jambi, namun masih banyak masalah terkait fasilitas, dana, pelayanan dan keluhan pasien hemodialisis. TUJUAN: Mengetahui mutu pelayanan unit hemodialisis Rumah Sakit Baiturrahim Jambi dan memperoleh gambaran kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Baiturrahim Jambi Tahun 2019. METODE: Penelitian kualitatif dan kuantitatif deskriptif analitik potong lintang dengan menggambarkan mutu pelayanan unit hemodialisis dari segi struktur, proses dan outcome. Dilakukan dengan wawancara mendalam dengan 8 informan terpilih, observasi dan Focus Group Discussion. Kualitas hidup pasien dari 96 pasien HD dilakukan menggunakan kuesioner EQ-5D-5L. HASIL: RS Baiturrahim kekurangan 1 orang dokter spesialis penyakit dalam dan 11 perawat terlatih, 2 dari 5 SPO yang diobservasi belum dilaksanakan dengan optimal, (58,3% dan 72,2%), konseling dan monitoring juga belum optimal. Dari 96 pasien HD yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 62 pasien (64.58%), sedangkan pasien yang memiliki kualitas hidup kurang baik sebanyak 34 pasien (35,41) %. Domain dengan nilai 1 (tidak ada masalah) paling banyak adalah merawat diri (51 pasien, 53%), Sedangkan domain dengan nilai 5 (amat sangat bermasalah) terdapat pada domain kegiatan harian dan rasa cemas (7 pasien, 7%). KESIMPULAN: Mutu Pelayanan unit hemodialisis belum optimal, dan kualitas hidup pasien hemodialisis mayoritas baik.
Read More
B-2138
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Rizki Alrianti; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Masyitoh, Dwi Satrio, Mardiana Hayati Solehah
Abstrak:
Hemodialisis adalah terapi pengganti fungsi ginjal yang harus dijalani secara teratur dan jangka panjang, sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kualitas hidup pasien hemodialisis yaitu faktor personal pasien (usia, jenis kelamin, pekerjaan, lama menjalani hemodialisis, tekanan darah, kadang Hb, akses vaskular), dan mutu pelayanan keperawatan. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien hemodialisis dan mutu pelayanan keperawatan unit hemodialisis di RSU "X" Kota Depok tahun 2022. Penelitian ini adalah mix methode kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan melalui metode cross sectional dengan pemberian kuisioner kepada 34 responden yang termasuk ke dalam kriteria inklusi, guna menilai kualitas hidup (kuisioner WHOQoL-BREF), mutu pelayanan keperawatan, dan dukungan keluarga responden. Penelitian kualitatif menggunakan wawancara kepada pihak manajemen, perawat pelaksana hemodialisis, pasien hemodialisis, dan keluarga, lalu dilakukan telaah dokumen dan observasi. Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden memiliki kualitas hidup baik (61,8%). Hasil statistik menunjukan hanya usia yang merupakan faktor personal yang memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup. Mutu pelayanan keperawatan menunjukan belum optimal, dan tidak ada hubungan yang siginifikan antara mutu pelayanan keperawatan dengan kualitas hidup responden berdasarkan statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup responden sudah baik, namun mutu pelayanan keperawatan unit hemodialisis belum optimal.

Hemodialysis is a replacement therapy for kidney function that must be undertaken regularly and long term, so it can be affect quality of life. Various factors are thought to be related to the hemodialysis patient quality of life, namely patients personal factors (age, gender, occupation, length of time undergoing if hemodialysis, blood pressure, Hb, vascular access), and quality of nursing service. The purpose of this research is to describe the hemodialysis patients quality of life at the "X" Hospital, Depok City in 2022. This study used mix quantitative and qualitative method by administering quitionnares to 34 respondents (WHOQoL-Bref Quitionnares), quality of nursing service, and the respondents family support. Qualitative research used interviews with management, hemodialysis nurses, hemodialysis patients and families, then document review and observation were carried out. The result showed that the majority of respondents had good quality of life (61,8%). The statiscal result show that only age is a personal factor that has significant relationship with quality of life. The quality of nursing service is not optimal, and there is no significant relationship between the quality of nursing service and the reapondent quality of life based on statistics. This study concluded that the respondents quality of life was good, but the quality of nursing service in hemodialysis unit was not optimal.
Read More
B-2301
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bimo Kusumo; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Kurnia Sari, Mardiati Nadjib, Dwi Satrio, Putri Nadia
Abstrak:
Prevalensi penyakit gagal ginjal kronik di Indonesia sebesar 0,38 % atau 3,8 orang per 1000 penduduk, dan sekitar 60% penderita gagal ginjal tersebut harus menjalani dialysis. Penyakit tersebut masih menjadi salah satu penyakit dengan insidensi tinggi di Indonesia dan hampir semua Rumah Sakit memiliki unit hemodialisa untuk melayani pasien tersebut. Kualitas hidup pasien berhubungan dengan minat pasien untuk menjalani terapi hemodialisa di rumah sakit. Semakin rendah kualitas hidup pasien, keinginan untuk sembuh dan menjalani terapi hemodialisa akan semakin turun sehingga dapat memperburuk derajat Kesehatan pasien tersebut. Sampai saat ini di Indonesia belum ada penelitian yang menghubungkan respon penilaian kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan sistem manajemen Rumah Sakit. Sistem manajemen rumah sakit seharusnya memiliki peran besar dalam memfasilitasi kebutuhan unit hemodialisa baik dari segi pelayanan, fasilitas, kemudahan berobat, sistem biaya, sistem informasi dan edukasi, serta pelayanan pendampingan baik dari tenaga Kesehatan atau non Kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan instrumen kuesioner WHOQOL-BREF, SERVQUAL dan kualitatif dengan wawancara mendalam terkait layanan rumah sakit baik dari pemberi layanan (tenaga kesehatan) dan penerima layanan (pasien). Hasil dari penelitian ini akan menggambarkan kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik, layanan manajemen rumah sakit, dan rekomendasi lanjutan untuk rumah sakit.

The prevalence of chronic kidney disease (CKD) in Indonesia is 0.38%, or 3.8 people per 1,000 population, and approximately 60% of these patients require dialysis. This disease remains a high-incidence condition in Indonesia, and nearly all hospitals have hemodialysis units to serve these patients. A patient's quality of life is related to their willingness to undergo hemodialysis therapy at the hospital. The lower the patient's quality of life, the lower their desire to recover and undergo hemodialysis therapy, which can worsen their health. To date, no research in Indonesia has linked the response to quality-of-life assessments of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis to hospital management systems. The hospital management system should play a significant role in facilitating the needs of hemodialysis units in terms of services, facilities, ease of treatment, cost systems, information and education systems, and support services from both healthcare and non-healthcare professionals. This study is a quantitative study using the WHOQOL-BREF, SERVQUAL questionnaire and a qualitative study with in-depth interviews related to hospital services from both service providers (healthcare professionals) and service recipients (patients). The results of this study will describe the quality of life of chronic kidney failure patients, hospital management services, and further recommendations for the hospital.
Read More
B-2564
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Fauzia Rachim; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Anhari Achadi, Wachyu Sulistiadi, Ahmad Fauzi, Rakhmawati Caesaria
Abstrak:
Latar belakang: Infeksi yang bersinggungan terkait pelayanan kesehatan di Rumah Sakit adalah Health Care Associated Infection (HAIs) atau disebut dengan istilah Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan, telah menjadi salah satu masalah tinggi yang harus diselesaikan rumah sakit karena dapat meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian. Adanya program pelaksanaan dan pengendalian infeksi yang berjalan tentunya akan menurunkan angka kejadian infeksi, namun kegiatan PPI juga membutuhkan dukungan sumber daya, sarana prasarana, anggaran, dan kebijakan. Tujuan penelitian: menganalisis pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi di RS Kartika Husada Jatiasih. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data primer melalui observasi, wawancara mendalam, dengan informan penelitian yaitu IPCLN, IPCN, Ketua Komite PPI, dan pihak Manajamen RS di RS Kartika Husada. Sementara itu, data sekunder berasal dari dokumen-dokumen di rumah sakit yang berkaitan dan mendukung penelitian ini. Hasil: penelitian disimpulkan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di RS Kartika Husada Jatiasih sudah sesuai dengan pedoman yang ada, namun kurangnya sumber daya manusia sejalan dengan kurang terlaksananya monitoring serta kurangnya pengetahuan pada pelaksanaan seperti kebersihan tangan Sebagian petugas belum melakukan sesuai standar dan capaian indikator yang ditargetkan.Saran yang dapat diberikan adalah melakukan Analisa beban kerja, mengadakan reward and punishment, serta membuat anggaran khusus pada program pencegahan dan pengendalian infeksi, sehingga dapat menghasilkan output dengan peningkatan mutu yang baik

An infection associated with hospital health care infection, called a health care associated infection, has been one of the high problems that hospitals have to deal with because it increases the number of pain and death. With existing program for administering and controlling infections, however, ppi activities also require resource support, infrastructure, budgets, and policies. The aim of the study to analyze the implementation of preventive and infectious programs at the husada husada hospital. Primary data retrieval by observation, in-depth interview, with research informants IPCLN, IPCN, the chairman of the ppi committee, and the hospital manager at kartika husada hospital. Meanwhile, secondary data came from documents at the hospital that linked and supported the study. Based on studies the implementation of prevention and infection control at the kartika husada was still followed by guidelines, but the lack of human resources was consistent with the lack of monitoring and lack of knowledge on practices such as the cleanliness of the hands of some officers had not done according to the standard and the aim of the indicators. The advice might be given is to analyze workload, execute reward and punishment, and set a specific budget on prevention and infection management programs, so that it can produce output with good improvement
Read More
B-2345
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni luh Komang Anik Susiana Oktavia; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Arief Mulyono
S-6382
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive