Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33780 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yusna HI. DJ. Lebelo; Pembimbing: Dewi Susanna, Ririn Arminsih; Penguji: Zakianis, Helena Ulyartha, Casuli
T-3932
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jumiati; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Renti Mahkota, Helena Ullyartha
S-8043
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Magdalena Killis; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih, Laila Fitria, Diah Wati Soetojo, Didik Supriyono
Abstrak: Latar Belakang : Scistosomiasis termasuk dalam Penyakit Tropis yang Terabaikan (NTD-Neglected Tropical Diseases). disebabkan oleh cacing pipih trematoda darah dari genus Schistosoma. Schistosoma pada manusia yang dikenal ada 3 (tiga) jenis yaitu: Schistosoma japonicum, Schistosoma mansoni dan Schistosoma haematobium. Berdasarkan tempat hidupnya dalam tubuh manusia, terbagi menjadi dua jenis yaitu dalam pembuluh darah vena usus (Schistosoma japonicum dan Schistosoma mansoni), sedangkan dalam pembuluh darah vena vesica urinari (Schistosoma haematobium). Schistosomiasis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di 77 negara berkembang di daerah tropis maupun subtropis. Diperkirakan 240 juta orang yang terinfeksi Schistosomiasis, dengan sekitar 700 juta orang di seluruh dunia berisiko terinfeksi Schistosomiasis, di Indonesia prevalensi Schistosomiasis tahun 2015 sebesar (1,7%), sama dengan prevalensi di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar (1,7%).
Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara Sarana Air Bersih (SAB) dan jamban terhadap kejadian Schistosomiasis di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan analisis desain studi ekologi, desa sebagai unit analisis.
Hasil : Hasil analisis hubungan antara SAB dengan Kejadian Schistosomiasis dan Jamban di Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi selama tahun pengamatan 2014-2016, secara statistik tidak terdapat hubungan. Hasil analisis yang berhubungan adalah pelaksanaan Program STBM dengan p-value = 0,010 (Poso) dan p-value = 0,0005 (Sigi) serta keberadaan kader kesehatan lingkungan Kabupaten Poso p-value=0,001, pekerjaan p-value = 0,000 (Sigi).
Kesimpulan : Variabel pelaksanaan program STBM dan ketersediaan kader kesehatan lingkungan, Penyuluhan Kesehatan lingkungan, pekerjaan dan kepadatan penduduk merupakan variabel yang berhubungan signifikan dari pada variabel lainnya.
Kata Kunci : Schistosomiasis japonicum, SAB, Jamban dan Program STBM

Introduction: Scistosomiasis is included in the Neglected Tropical Diseases (NTD), caused by flatworms of blood trematoda from the genus Schistosoma. There are three known Schistosoma in human, which are: Schistosoma japonicum, Schistosoma mansoni and Schistosoma haematobium. Based on the place of its life in the human body, is divided into two types, that is in the veins of intestinal veins (Schistosoma japonicum and Schistosoma mansoni), and in the veins of venous vesica urinary (Schistosoma haematobium). Schistosomiasis is still a public health problem, especially in 77 developing countries in the tropics and subtropics. Estimated, 240 million people infected with Schistosomiasis and about 700 million people worldwide at risk of being infected with Schistosomiasis. In Indonesia the prevalence of Schistosomiasis by 2015 was 1.7%, is similar to the prevalence in Central Sulawesi.
Objective: This study was to analyze the relationship between the clean water facility and latrines against the incidence of Schistosomiasis in Sigi and Poso districts of Central Sulawesi Province.
Method: This research is a descriptive quantitative research using ecological study design analysis, and the village as unit of analysis.
Result: Result of analysis of relationship between SAB with insidence of Schistosomiasis and Jamban in Poso and Sigi District during observation year 2014-2016 showed statistically there was no relationship. The result of related analysis is the implementation of Total Sanitation Based on Community Program with p-value = 0,010 (Poso) and p- value = 0.0005 (Sigi) and presence of health cadre of Kabupaten Poso p-value = 0,001, job p-value = 0,000 (Sigi).
Conclusion: The implementation of Total Sanitation Based on Community Program, the availability of environmental health cadres, environmental health counseling, occupation and population density were variables which are significantly related to other variables.
Keywords : Schistosomiasis japonicum, water facility, latrine and Total Sanitation Based on Community Program.
Read More
T-4899
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Made Agus Nurjana; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, I Made Djaja, Saktiyono, Sahat Ompusunggu
T-3339
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kesmas (Jurkesmasnas), Vol.1, No.5, April 2007, hal: 219-225, ( Cat ada di bendel 2006-2007 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Fatma Kader; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Laila Fitria, Ririn Arminsih Wulandari, Bamabang Siswanto, Achmad Naufa Azhari
Abstrak: Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia bagian tengah yangmasih endemis malaria baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Prevalensikejadian malaria cenderung meningkat dari 2,12% pada tahun 2010 menjadi 10%di tahun 2013 dengan angka API di tahun 2013 adalah 6,4% lebih tinggi dari angkaAPI nasional 1,38%. Prevalensi tertinggi terjadi di wilayah pedesaandibandingkan perkotaan dan terbanyak di usia dewasa. Penelitian ini bertujuanuntuk mendeterminasi faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria diwilayah perkotan dan pedesaan menggunakan desain cross sectional, sumber dataadalah data sekunder Riskesdas 2013 yang dianalisis menggunakan uji statistikregresi logistik terhadap sampel masyarakat usia produktif sebanyak 7381 sampeldiwilayah perkotaan dan 8489 sampel di wilayah pedesaan. Penelitianmenemukan bahwa prevalensi malaria di perkotan sebesar 2,4% dan di pedesaansebesar 5,8%. Ditemukan adanya hubungan antara plafon rumah serta jeniskelamin di wilayah perkotaan dan pedesaan, sementara di wilayah pedesaantingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan penggunaan obat semprot insektisidaberhubungan terhadap kejadian malaria. Faktor yang paling dominan memilikihubungan dengan kejadian malaria adalah plafon rumah di wilayah perkotaan(nilai p=0,005; OR 2,6 95% CI 1,28-5,26) dan penggunaan insektisida di wilayahpedesaan (nilai p=0,019; OR 2,77 95% CI 1,19-6,47)Kata kunci : Malaria, usia produktif, perkotaan, pedesaan
North Sulawesi is one of the provinces in the central part of which is still endemicmalaria in urban and rural areas. The prevalence of malaria incidence is increasefrom 2,12% in 2010 to 10% in 2013 with the Annual Paracite Index (API) in 2013were 6,4% higher than the national API about 1,38%. Prevalence was highest inrural areas rather than urban areas and highest in adulthood. This study aims todeterminant associated incidence of in the region of urban and rural areas withcross-sectional design, the data source is a secondary data of Riskesdas 2013 wereanalyzed using statistical test of logistic regression on samples of reproductive ageas many as 7381 samples in urban area and about 8489 samples in rural area. Theresult of study showed that prevalence of malaria in urban is about 2,4% andabout 5.8% in rural areas. There were association between the ceiling of the houseand sex in urban and rural areas, level of education, type of work and the behaviorof insecticide sprays in rural areas were related to malaria incidence. The mostdominant factor has a relationship with the incidence of malaria is the ceiling ofthe house in urban areas (0,05; OR 2,6 95% CI 1,26-5,26) and the use ofinsecticides in rural areas (p = 0,019; OR 2,77 95% CI 1,19-6,47)Keywords: Malaria, productive age, urban, rural
Read More
T-4673
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deni Abdul Rahman; Pembimbing: Zakianis; Penguji: laila Fitria, Bambang Wispriyono, Diah Wati Soetojo, Aria Kusuma
T-4374
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mufidatul Husna; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Dewi Susanna, Iwan Nefawan, Betyanti Djaelani
Abstrak: Latar Belakang Pestisida biasanya menjadi sarana utama bagi petani untuk melindungi lahan pertaniannya dari serangan hama dan penyakit. Penggunaan pestisida yang tidak sesuai aturan akan menyebabkan berbagai masalah baik dari segi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Tingginya penggunaan pestisida pada produk-produk pertanian dan holtikultura sebagai bahan pokok untuk masyarakat meningkatkan resiko pajanan pada masyarakat yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.pertanian dan holtikultura sebagai bahan pokok untuk masyarakat meningkatkan resiko pajanan pada masyarakat yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Metode Penelitian ini merupakan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) yang melibatkan 160 responden Hasil Berdasarkan hasil analisis di laboratorium dari 4 (empat) jenis sampel yaitu beras, bayam, kangkung dan kacang panjang residu pestisida yang terdeteksi hanya pada sampel sayur kangkung saja yaitu 0.0082 mg/kg Kesimpulan konsentrasi residu pestisida pada sampel masih berada dibawah batas minimum residu yang telah ditetapkan oleh SNI 2008 yaitu 1 mg/kg sehingga masih aman untuk dikonsumsi. Tingkat risiko (RQ) terhadap populasi masih menunjukan RQ<1 sehingga dapat dikatakan bahwa populasi aman terhadap risiko kesehatan baik penyakit non-karsinogen maupun penyakit karsinogen
Read More
T-6166
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Rahayu Balebu; Pembimbing: Zakianis; Penguji: I Made Djaja, Laila Fitria, Didik Supriyono
T-4152
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajaria Nurcandra; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Didik Supriyono
Abstrak: Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup seriusdi Kabupaten Karawang. Angka kejadian diare di wilayah ini termasuk tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2012, kasus diare di Kabupaten Karawang pada tahun 2012 sebanyak 75.892 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko diare di DesaSedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Disain penelitian adalah kasuskontrol. Kasus merupakan ibu dari anak usia di bawah 12 tahun yang menderitadiare selama sebulan terakhir dan kontrol merupakan ibu dari anak usia di bawah12 tahun di Desa Sedari yang tidak menderita diare selama sebulan terakhir.Jumlah sampel kasus yaitu 29 responden dan kontrol 116 responden. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari kegiatan assessment Program DesaBinaan CSR Pertamina dan FKM UI. Variabel pada penelitian ini ialah jumlah anggota keluarga, umur ibu, pendidikan ibu, sarana air bersih, jamban, dan pengelolaan sampah keluarga. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kejadian diare (nilai p<0,1) danOdds Ratio1,435 (CI 95% 0,248-2,980) untuk kategori tidak sekolah / tidak lulusSD serta Odds Ratio 0,552 (CI 95% 0,102-2,980) untuk kategori lulus SD / lulus SMP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor risiko yang paling dominan adalah pendidikan ibu.
Kata kunci : diare, kasus kontrol, anak-anak, faktor risiko
Diarrhea is still a public health problem that is serious enough inKarawang district. The incidence of diarrhea in this region is high in recent years.In 2012 , cases of diarrhea in Karawangdistrict in 2012 as many as 75 892 cases.This study aims to analyze the risk factors for diarrhea in Sedari Village ,District Cibuaya , Karawangdistrict . The design was a case-control study . Thecase is a mother of a child under 12 years of age suffering from diarrhea for thepast month and control the mother of children aged under 12 years in the villageof Sedari that does not suffer from diarrhea during the past month . The number ofsample cases are 29 respondents and controls are 116 respondents . The data usedare secondary data from assessment activities CSR Pertamina Village ProgramPatronage and FKM UI . Variable in this study is the number of family members ,maternal age , maternal education , clean water , latrines , and waste managementfamily. The results of the bivariate analysis showed a significant associationbetween maternal education with incidence of diarrhea ( p < 0.1 ) and Odds Ratio1.435 ( 95% CI 0.248 to 2.980 ) for the category of no school / no pass elementaryand Odds Ratio 0.552 ( 95 % CI 0.102 to 2.980 ) for the category of graduatingelementary / junior high school graduation. The conclusion of this study is themost dominant risk factor is maternal education.
Keywords : diarrhea, case-control, children, risk factors
Read More
S-8106
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive