Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41275 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Novi Ariyanto; Pembimbing: Rina A. Anggorodi; Penguji: Pandu Riono, Anwar Hassan, Penta Sukmawati, Rahmawati
Abstrak:

Abstrak

Hasil penelusuran dokumen Jumlah anak jalanan di Depok mengalami peningkatan pada tahun 2010 sebesar 80 %, jumlah tersebut dikarenakan perpindahan secara besar-besaran (eksodus) dari daerah lain yang berada di sekitar kota Depok. (Dinaskersos Kota Depok, 2009). Penelitian yang berjumlah 112 halaman ini bertujuan untuk Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik anak jalanan dengan perilaku seksual berisiko pada anak jalanan di Kota Depok dan latar belakang yang mendasarinya.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional dan kualitatif dengan jenis penelitian Rapid Assesment Procedures (RAP) yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2013 di Kota Depok dengan 240 orang anak jalanan (kuantitatif) dan 24 orang informan anak jalanan (kualitatif), yang menjadi sample penelitian.

Hasil penelitian didapatkan risiko anak untuk melakukan seks dengan satu atau lebih dari satu pasangan yang tinggal di jalanan 17,4 kali lebih tinggi dibandingkan risiko anak yang tinggal di rumah singgah setelah dikontrol usia, jenis kelamin, pendidikan ayah, pendidikan ibu, peran orang tua, peran teman.


The number of search results document in Depok street children has increased in 2010 by 80%, the amount of displacement due to the massive (exodus) from other areas around the city of Depok. (Dinaskersos Depok City, 2009). Which amounts to 112 pages of research aims to To determine the relationship between the characteristics of street children with risky sexual behavior of street children in the city of Depok and the underlying background.

This study uses quantitative methods to the type of cross-sectional research and qualitative research types Rapid Assessment Procedures (RAP) which was conducted in May-June 2013 in the city of Depok with 240 street children (quantitative) and 24 informants street children (qualitative), that a research sample.

Results, the risk of a child to engage in sex with one or more than one spouse living on the street 17.4 times higher than the risk of children living in a halfway house after controlling age, sex, father's education, mother's education, the role of parents, the role of friend.

Read More
T-3986
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Diyah Patni; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Hadi Pratomo, Evi Martha, Zakiah, Ika Permatasari
Abstrak: Salah satu akibat dari pandemi Covid-19 adalah meningkatnya angka kemiskinan dan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jakarta salah satunya adalah anak jalanan. Kondisi mereka yang bebas menyebabkan mereka lebih rentan terhadap perilaku seksual yang berisiko. Hal tersebut dapat meningkatkan jumlah angka penyebaran IMS, HIV kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi yang tidak aman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada anak jalanan di rumah singgah X wilayah Jakarta Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan di rumah singgah X wilayah Jakarta Utara. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner kepada 130 anak jalanan yang ada di rumah singgah X wilayah Jakarta Utara. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistic sederhana dan regeresi logistic ganda. Hasil penelitian menemukan 22.3% anak jalanan memiliki perilaku seksual berisiko yaitu pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Variabel keterpaparan media pornografi (p=0.040) dan peran teman sebaya (p=0.041) dengan p-value <0.05 dinyatakan berhubungan signifikan dengan perilaku seksual berisiko pada anak jalanan. Keterpaparan media pornografi menjadi variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi perilaku seksual berisiko pada anak jalanan. Kolaborasi antar berbagai Lembaga terkait dalam menjalankan atau mengembangkan program terkait kesehatan reproduksi pada anak jalanan dapat meningkatkan pengetahuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan meningkatkan kesadaran, sehingga dapat mengurangi perilaku seksual berisiko pada anak jalanan.
One of the consequences of the Covid-19 pandemic is the increasing number of poverty and the number of PMKS in Jakarta, one of which is street children. Their free condition makes them more susceptible to risky sexual behavior. This colud increase the number of spread of STIs, HIV, unwanted pregnancies and unsafe abortions. The purpose of this study was to determine the factors associated with risky sexual behavior in street children in the X halfway house in North Jakarta. This research is a quantitative study with a cross sectional design which was carried out at the X halfway house in North Jakarta. Data was collected by filling out questionnaires to 130 street children in the X shelter in North Jakarta. Data were analyzed using simple logistic regression and multiple logistic regression. The results of the study found that 22.3% of street children had risky sexual behavior, namely having had sexual relations before marriage. The variabels of pornographic media exposure (p=0.040) and the role of peers (p=0.041) with p-value <0.05 were stated to be significantly related to risky sexual behavior in street children. Exposure to pornographic media is the most dominant variabel in influencing risky sexual behavior in street children. Collaboration between various related institutions in running or developing programs related to reproductive health in street children can increase knowledge about the importance of maintaining reproductive health and increase awareness, so as to reduce risky sexual behavior in street children.
Read More
T-6582
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarino Trimansyah; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Henny Mulyati
S-5185
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luna Amalia; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Evi Martha, Tri Yunis Miko Wahyono, Dezi Syukrawati, Nadih Abidin
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencarian pengobatan anak jalanan di Kota Bekasi. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 130 responden. Hasil penelitian menunjukkan persepsi hambatan, persepsi efikasi diri, dan ketersediaan jaminan kesehatan berhubungan signifikan dengan perilaku pencarian pengobatan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa anak jalanan yang tidak memiliki hambatan mempunyai peluang 5,363 kali lebih besar untuk melakukan perilaku pencarian pengobatan yang baik dibandingkan anak jalanan yang memiliki hambatan setelah dikontrol oleh persepsi efikasi diri dan ketersediaan jaminan kesehatan. Disarankan perlunya sosialisasi pelayanan kesehatan dan swamedikasi yang aman kepada anak jalanan. Kata kunci : Perilaku pencarian pengobatan, anak jalanan, pelayanan kesehatan This study aims to determine the factors associated with health seeking behaviour of street children in Bekasi City. The study used the cross sectional design with 130 samples of respondent. Analysis results showed that perceived barrier, self-efficacy, and the availability of health insurance are significanly associated with health seeking behaviour of the street children. Multivariate results showed that the street children who has no perception of barrier are 5,363 times more likely to have the good health seeking behaviour compared to the street children with the perception of barrier after controlled by self-efficacy perception and availability of health insurance. It is suggested the necessity of health service socialization and safe self-medication to the street children. Keywords : health seeking behaviour, street children, health care
Read More
T-5066
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khairunnisa; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Tri Krianto, Eti Rohati
Abstrak: Menurut Riskesdas Jawa Barat tahun 2007, Kota Depok merupakan kota dengan proporsi Rumah Tangga yang memiliki PHBS baik paling rendah di Jawa Barat yaitu 35,0%, dibanding 8 kota lainnya yang sudah memiliki proporsi di atas 45%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan Rumah Tangga di kota Depok tahun 2014 dan faktor-faktor yang berhubungan, dengan sumber data Survey Cepat PHBS kota Depok tahun 2014. Desain studi cross-sectional digunakan pada 295 responden dari 11 kecamatan di Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan 63,4% responden tingkat pendidikannya tinggi, 51,5% responden pendapatannya sudah di atas UMR Kota Depok, dan 68,1% responden cukup mendapat dukungan sosial. Tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan dukungan sosial memiliki hubungan yang bermakna dengan PHBS, dimana responden yang tingkat pendidikannya tinggi, berpeluang melakukan PHBS baik hampir 4 kali dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah. Demikian juga dengan responden dengan pendapatan tinggi berpeluang melakukan PHBS baik hampir 2 kali daripada responden dengan pendapatan rendah, dan responden yang mendapat cukup dukungan sosial berpeluang memiliki PHBS baik 2,2 x dibandingkan responden dengan dukungan sosial kurang. Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Tingkat Pendidikan, Tingkat Pendapatan, Dukungan Sosial
Read More
S-8594
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naurah Assyifa Rilfi; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dian Ayubi, Harry Hikmat
Abstrak: Perilaku pencarian pengobatan pada waria lansia binaan rumah singah waria diketahui melalui pola pengobatan penyakit terakhir yang diderita, penyakit yang tergolong parah, dan penyakit menular seksual. Penelitian ini adalah penelitian studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan tujuan mendalami perilaku pencarian pengobatan pada waria lansia binaan melalui identifikasi hal-hal yang berperan dalam pembentukan persepsi kesehatan, deskripsi persepsi ancaman penyakit, deskripsi persepsi efektivitas pengobatan, penundaan perilaku pengobatan, dan akhirnya bermuara pada perilaku pengobatan yang dilakukan. Hasil penelitian menyarankan perlunya advokasi oleh rumah singgah terkait bantuan dari pemerintah setempat dalam pelaksanaan baik program kesejahteraan maupun kesehatan untuk binaannya. Selain itu perlu adanya peningkatan kesadaran dari pemerintah setempat untuk lebih sensitif dalam memenuhi hak kesehatan secara menyeluruh termasuk hak kesehatan populasi LGBT yaitu waria lansia.
Kata kunci: Perilaku pencarian pengobatan, rumah singgah, waria lansia

Health seeking behavior of transgender-waria elderly who are fostered by Rumah Singgah Waria is known through health seeking behavior pattern of illness suffered currently, diseases classified severe, and sexually transmitted diseases. This research is a qualitative study with a case study approach with the aim of knowing deeply about health seeking behavior from identify some aspect which affect formation of health perceptions, perceived threat of disease, perceived treatment effectiveness, treatment delay behavior and end up with treatment behavior. The result of the study suggest the need for advocacy from shelter about local government support in implementation whether welfare or health programs for their fostered. In addtion, there need of increasing awareness of local government to be more sensitive in fulfilling overall health rights including the LGBT population right, especially elderly transgender.
Key words: Health seeking behavior, shelter, transgender elderly
Read More
S-10352
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meigasari; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Anwar Hassan, Mona Sugianto
S-7810
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emilia Chrystin; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Wuryaningsih, Zakiah
Abstrak: Jumlah remaja yang terus bertambah mengharuskan kesehatan remaja untuk lebih diperhatikan. Hal ini termasuk kesehatan reproduksi remaja. Nyatanya, perkawinan di bawah umur, melahirkan di usia remaja, serta Infeksi Menular Seksual (IMS) masih banyak terjadi pada remaja yang disebabkan oleh perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko dalam berpacaran pada siswa/i di SMK Putra Bangsa Depok tahun 2020. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara primer dengan menggunakan kuesioner online yang bersifat self-administrated. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12,4% siswa/i pernah melakukan perilaku seksual berisiko dalam berpacaran baik berupa perilaku cium bibir (12,4%), meraba daerah sensitif (7,6%), seks oral (1,9%), petting (1,9%), dan/atau hubungan seks (1,9%). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko dalam berpacaran pada siswa/i di SMK Putra Bangsa Depok tahun 2020 adalah jenis kelamin, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, perilaku teman sebaya dalam berpacaran, dan kepemilikan pasangan. Berdasarkan penelitian, dibutuhkan penyuluhan dan kurikulum pendidikan seksual yang mencakup kesehatan reproduksi hingga perilaku seksual, serta mengaktifkan peran guru Bimbingan Konseling (BK) dan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-R) sebagai sarana konseling dan sumbeer informasi mengenai kesehatan reproduksi bagi siswa/i.
Read More
S-11477
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Utami Wijayanti; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Bonita Merlina
S-6956
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahyaningrum Kusumastuti Handayani; Pembimbing: Rina Artining Anggorodi; Penguji: Adhi Dharmawan Tato
S-7012
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive