Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34978 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Astri Syativa; Pembimbing: Suyud Wano Utomo, Agustin Kusumayati; Pemguji: Budi Hartono, Cucu Cakrawati Kosim
Abstrak:

ABSTRAK

Dua puluh tahun terakhir ini kondisi lingkungan dan kualitas air disepanjang Sungai Citarum semakin menurun. Akses penduduk di sekitar Citarumterhadap air bersih dan sarana sanitasi dasar pun masih rendah, dengan angkakesakitan diare yang tinggi. Integrated Citarum Water Resources ManagementInvestment Program (ICWRMIP) merupakan upaya yang dilakukan olehpemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di DAS SungaiCitarum dan Saluran Tarum Barat. Kementerian Kesehatan berperan dalamICWRMIP Sub Komponen 2.3 yang bertujuan untuk meningkatkan penyediaanair bersih, sanitasi, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis pengaruh ICWRMIP Sub Komponen 2.3 terhadapakses air bersih, akses jamban sehat dan kejadian diare serta menganalisispengaruh akses air bersih dan jamban sehat terhadap kejadian diare. Penelitian inimenggunakan rancangan studi cross-sectional berulang. Data dikumpulkansebelum dan sesudah program, di lokasi program dan non program, dengan besarsampel 300 responden pada tiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwakegiatan ICWRMIP Sub Komponen 2.3 berpengaruh meningkatkan akses airbersih dan akses jamban sehat serta menurunkan kejadian diare. Semua variabelberhubungan dengan kejadian diare: akses air bersih (OR=1,74; 1,33-2,28), aksesjamban sehat (OR=2,48; 1,88-3,28), program (OR=7,17; 4,68-10,99), dan waktu(OR=5,10; 3,33-7,80). Disimpulkan bahwa rumah tangga di lokasi non programtanpa akses jamban sehat pada saat sebelum ada program berisiko 7,75 kali lebihbesar mengalami kejadian diare dibandingkan dengan rumah tangga di lokasiprogram yang akses jamban sehat setelah program.

ABSTRACT

The condition of the environment and water quality along the Citarum Riverhas declined in the last twenty years. Access people around Citarum to cleanwater and basic sanitation facilities is low, with high diarrhea morbidity. IntegratedCitarum Water Resources Management Investment Program (ICWRMIP) is an effort bythe government to solve the problems that exist in Citarum and West TarumCanal. Ministry of Health is involve on Sub Component 2.3, that aims to improvewater supply, sanitation, and improving public health. This study aims to analyzethe effects of ICWRMIP Sub Component 2.3 to clean water access, healthy latrineaccess and diarrhea, and also to analyze the effect of access to clean water andhealthy latrines on the incidence of diarrhea. This study uses repeated crosssectionalstudy design. Data were collected before and after the program, on-siteprogram and non-program, with sample size 300 respondents in each group. Theresults showed that ICWRMIP Sub Component 2.3 affects to improve clean waterand healthy latrines access, and also reduce the incidence of diarrhea. Allvariables associated with the incidence of diarrhea: clean water access (OR=1,74;1,33-2,28), healthy latrines access (OR=2,48; 1,88-3,28), program (OR=7,17;4,68-10,99), and time (OR=5,10; 3,33-7,80). Concluded that households in nonprogramlocations without access to healthy latrines at the time before program7.75 times greater risk of experiencing diarrhea compared with on-site householdlatrine access program healthy after the program.

Read More
T-3983
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marceline Ferto Tanaya; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Al Asyary, Nurusysyarifah Aliyyah
Abstrak:
Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara proporsi rumah sehat, akses air minum layak, dan penggunaan jamban sehat dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Sukadiri, Pakuhaji, dan Sukawali pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan unit analisis desa/kelurahan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan masing-masing puskesmas. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman sesuai dengan hasil uji normalitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah dan berarah positif antara proporsi rumah sehat dengan kejadian diare (ρ = 0,387; p = 0,075), serta hubungan yang lemah dan berarah negatif antara akses air minum layak (r = -0,276; p = 0,214) dan penggunaan jamban sehat (ρ = -0,334; p = 0,128) dengan kejadian diare. Ketiga hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun arah hubungan sebagian besar sejalan dengan teori, hubungan antara indikator lingkungan dan kejadian diare belum dapat dibuktikan secara signifikan di wilayah penelitian ini.


Diarrhea remains a significant public health issue in Indonesia, including in Tangerang Regency. This study aims to analyze the relationship between the proportion of healthy homes, access to safe drinking water, and the use of proper sanitation facilities with the incidence of diarrhea in the working areas of Sukadiri, Pakuhaji, and Sukawali Community Health Centers in 2023. This study employed an ecological study design with the unit of analysis being villages/sub-districts. The data used were secondary data obtained from the Tangerang District Health Office and respective health centers. Bivariate analysis was conducted using Pearson and Spearman correlation tests, based on the results of the normality test. The findings show a weak positive correlation between the proportion of healthy homes and the incidence of diarrhea (r = 0.387; p = 0.075), a weak negative correlation between access to safe drinking water (r = -0.276; p = 0.214), and a weak negative correlation between the use of proper sanitation facilities (r = -0.334; p = 0.128) with the incidence of diarrhea. All three correlations were found to be statistically insignificant. Although the direction of the relationship aligns with theoretical expectations, the relationship between environmental health indicators and the incidence of diarrhea could not be statistically confirmed in the study area.
Read More
S-12056
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mila Camelia; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ema Hermawati, Didik Supriyono
Abstrak: Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan antara perilaku mencuci tangan, akses terhadap air bersih, dan rumah sehat dengan prevalensi COVID-19 di Kabupaten Bogor pada tahun 2020. Metode: Desain studi ekologi dengan unit analisis kecamatan di Kabupaten Bogor yang berjumlah 40. Data didapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan data terbuka BOGA PETA (Bogor Geodatabase untuk Satu Data Pemetaan). Data tersebut kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Uji korelasi menunjukkan nilai p=0,045 dan r=0,318 untuk cakupan rumah tangga yang mencuci tangan pakai sabun dengan prevalensi COVID-19, nilai p=0,091 dan r=0,271 untuk cakupan akses terhadap air bersih dengan prevalensi COVID-19, nilai p=0,137 dan r=0,239 untuk cakupan rumah sehat dengan prevalensi COVID-19. Kesimpulan: Variabel cakupan rumah tangga yang mencuci tangan pakai sabun memiliki hubungan signifikan yang berpola positif dengan prevalensi COVID-19, sedangkan variabel lain tidak menunjukkan hubungan signifikan.
Read More
S-10809
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galang Rambu Mustaqim; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Budi Hartono, Sukanda
Abstrak: Latar belakang. Cijantung merupakan Kelurahan dengan kepadatan penduduk yang tinggi sehingga berisiko mencemari air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko penggunaan air tanah sebagai sumber air bersih bersama dengan faktor risiko lainnya terhadap kejadian diare pada balita di Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur.
 
Metode. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2018 menggunakan desain studi cross sectional pada 124 sampel rumah tangga Kelurahan Cijantung.
 
Hasil. Terdapat hubungan yang bermakna pada variabel kondisi sarana pembuangan tinja p=0,019; OR=3,487 dan kondisi sarana pembuangan sampah p=0,037; OR=3,346 terhadap kejadian diare pada balita. Tidak terdapat hubungan yang bermakna pada variabel jenis sumber air bersih p=0,084 dan perilaku mencuci tangan orang tua/pengasuh p=0,191 terhadap kejadian diare pada balita. Sebanyak 90 sampel air tanah dan 40 sampel air perpipaan/PAM tidak memenuhi syarat bakteriologis Permenkes No.32 Tahun 2017.
 
Kesimpulan. Penggunaan air tanah sebagai sumber air bersih tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kejadian diare pada balita di Kelurahan Cijantung tahun 2018.
 

Background. Kelurahan Cijantung has a high population density, making it's at risk for having polluted groundwater. This study aims to know the risk of diarrhoea among toddler by the use of groundwater and other related risk factors in Kelurahan Cijantung, East Jakarta.
 
Method. Study was conducted from May until June 2018 using cross sectional study design of 124 household samples of Kelurahan Cijantung.
 
Results. Fecal disposal facilities condition p 0,019 OR 3,487 and waste disposal facilities condition p 0,037, OR 3,346 variables have a significant correlation with the incidence of diarrhea among toddler. Meanwhile types of water sources p 0,084 and parent's handwashing behavior p 0,191 has no significant correlation with the incidence of diarrhea among toddler. As much as 90 of all groundwater samples and 40 of all piped water PAM samples do not qualify the bacteriological standard stated on Permenkes No.32 Tahun 2017.
 
Conclusion. The use of groundwater as the household's main source of water has no significant risk effect on diarrhea among toddler in Kelurahan Cijantung 2018.
Read More
S-9774
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reza Ginanjar; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Laila Fitria, Bety Setyorini
S-5473
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Magdalena Killis; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih, Laila Fitria, Diah Wati Soetojo, Didik Supriyono
Abstrak: Latar Belakang : Scistosomiasis termasuk dalam Penyakit Tropis yang Terabaikan (NTD-Neglected Tropical Diseases). disebabkan oleh cacing pipih trematoda darah dari genus Schistosoma. Schistosoma pada manusia yang dikenal ada 3 (tiga) jenis yaitu: Schistosoma japonicum, Schistosoma mansoni dan Schistosoma haematobium. Berdasarkan tempat hidupnya dalam tubuh manusia, terbagi menjadi dua jenis yaitu dalam pembuluh darah vena usus (Schistosoma japonicum dan Schistosoma mansoni), sedangkan dalam pembuluh darah vena vesica urinari (Schistosoma haematobium). Schistosomiasis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di 77 negara berkembang di daerah tropis maupun subtropis. Diperkirakan 240 juta orang yang terinfeksi Schistosomiasis, dengan sekitar 700 juta orang di seluruh dunia berisiko terinfeksi Schistosomiasis, di Indonesia prevalensi Schistosomiasis tahun 2015 sebesar (1,7%), sama dengan prevalensi di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar (1,7%).
Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara Sarana Air Bersih (SAB) dan jamban terhadap kejadian Schistosomiasis di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan analisis desain studi ekologi, desa sebagai unit analisis.
Hasil : Hasil analisis hubungan antara SAB dengan Kejadian Schistosomiasis dan Jamban di Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi selama tahun pengamatan 2014-2016, secara statistik tidak terdapat hubungan. Hasil analisis yang berhubungan adalah pelaksanaan Program STBM dengan p-value = 0,010 (Poso) dan p-value = 0,0005 (Sigi) serta keberadaan kader kesehatan lingkungan Kabupaten Poso p-value=0,001, pekerjaan p-value = 0,000 (Sigi).
Kesimpulan : Variabel pelaksanaan program STBM dan ketersediaan kader kesehatan lingkungan, Penyuluhan Kesehatan lingkungan, pekerjaan dan kepadatan penduduk merupakan variabel yang berhubungan signifikan dari pada variabel lainnya.
Kata Kunci : Schistosomiasis japonicum, SAB, Jamban dan Program STBM

Introduction: Scistosomiasis is included in the Neglected Tropical Diseases (NTD), caused by flatworms of blood trematoda from the genus Schistosoma. There are three known Schistosoma in human, which are: Schistosoma japonicum, Schistosoma mansoni and Schistosoma haematobium. Based on the place of its life in the human body, is divided into two types, that is in the veins of intestinal veins (Schistosoma japonicum and Schistosoma mansoni), and in the veins of venous vesica urinary (Schistosoma haematobium). Schistosomiasis is still a public health problem, especially in 77 developing countries in the tropics and subtropics. Estimated, 240 million people infected with Schistosomiasis and about 700 million people worldwide at risk of being infected with Schistosomiasis. In Indonesia the prevalence of Schistosomiasis by 2015 was 1.7%, is similar to the prevalence in Central Sulawesi.
Objective: This study was to analyze the relationship between the clean water facility and latrines against the incidence of Schistosomiasis in Sigi and Poso districts of Central Sulawesi Province.
Method: This research is a descriptive quantitative research using ecological study design analysis, and the village as unit of analysis.
Result: Result of analysis of relationship between SAB with insidence of Schistosomiasis and Jamban in Poso and Sigi District during observation year 2014-2016 showed statistically there was no relationship. The result of related analysis is the implementation of Total Sanitation Based on Community Program with p-value = 0,010 (Poso) and p- value = 0.0005 (Sigi) and presence of health cadre of Kabupaten Poso p-value = 0,001, job p-value = 0,000 (Sigi).
Conclusion: The implementation of Total Sanitation Based on Community Program, the availability of environmental health cadres, environmental health counseling, occupation and population density were variables which are significantly related to other variables.
Keywords : Schistosomiasis japonicum, water facility, latrine and Total Sanitation Based on Community Program.
Read More
T-4899
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khusnul Fariqa; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Ema Hermawati, Amrul Munif
Abstrak: Pendahuluan: Diare merupakan penyebab kematian pada balita terbanyak di Indonesia dengan proporsi 25,2%. Kasus diare pada balita di Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan Tahun 2012 sebesar 34,09% dari seluruh kasus diare yang ada. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara jenis sumber air bersih dan faktor risiko lainnya dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
 
Metode dan desain studi: Dengan menggunakan desain studi cross sectional, dilakukan survey berbasis populasi pada 153 balita berusia 0—59 bulan di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pada bulan Mei 2013. Data mengenai kejadian diare balita, jenis sumber air bersih yang digunakan, dan faktor risiko lainnya diukur dalam waktu bersamaan melalui wawancara dengan kuesioner.
 
Hasil: Prevalensi diare balita sebesar 32,70%. Melalui analisis bivariat chi square,diperoleh beberapa variabel berhubungan signifikan secara statistik dengan kejadian diare pada balita, yaitu jenis sumber air bersih berupa sumur pompa (SPT/SPM) (95% CI 1,30—5,04) PR= 2,56; sarana pembuangan sampah (95% CI1,10—2,70) PR= 1,73; dan risiko pencemaran sumber air bersih (95% CI 1,11—2,84) PR= 1,78.
 
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana sanitasi, pengetahuan ibu/pengasuh, dan hygiene perorangan yang cukup baik saja kurang efektif mencegah terjadinya daire pada balita tanpa diimbangi dengan tersedianya air bersih dari sumber yang berisiko kecil mengalami pencemaran.
 

Introduction: Diarrhea is the main leading causes responsible for under-fives death in Indonesia with a proportion 25,2%. Under-fives diarrhea cases in Kelurahan Manggarai, South Jakarta in 2012 is 34,09% from all diarrhea cases. This study assessed the correlation between types of water sources used and other related risk factors and the incidence of diarrhea among under-fives in Kelurahan Manggarai, Tebet, South Jakarta.
 
Methods and study design: By using a cross sectional study, a population based survey conducted among 153 children aged 0 to 59 months in Kelurahan Manggarai, Tebet, South Jakarta during May 2013. Data about the incidence of diarrhea among under-fives, types of water sources used, and other related risk factors were assessed in one time interview by a questionnaire.
 
Result: Diarrhea prevalence among under-fives was 32,70%. By using chi square analysis, variable statistically significant related to the incidence of diarrhea among under-fives were types of water sources in the form of pump well (handpump well/machine-pump well) (95% CI 1,30—5,04) PR= 2,56; solid waste treatment and facilities (95% CI 1,10—2,70) PR= 1,73; and the risk of contamination of water sources (95% CI 1,11—2,84) PR= 1,78.
 
Conclusion: The results show that adequate sanitation facilities, caregiver knowledge, and personal hygiene only are not enough to prevent diarrhea incidence among under-fives without adequate water supply from the minimum risk of contamination of water sources.
Read More
S-7973
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febriani; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Laila Fitria, Waris Supaidah
S-5894
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yosi Purnama Sari; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Desy Mery Dorsanti
Abstrak: Pada tahun 2018, KLB diare di DKI Jakarta sebanyak 124 kasus yang tersebar di beberapa Kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan menganalisis secara statistik faktor lingkungan, permukiman kumuh dan bantaran sungai, kepadatan penduduk dengan kasus KLB diare di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan yakni studi ekologi dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari data Potensi Desa Tahun 2018 dan data Kependudukan yang berasal dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta dan menampilkan hasil dengan analisis spasial, meliputi variabel-variabel kasus KLB diare, pembuangan sampah, tempat pembuangan sampah sementara (TPS), jamban keluarga, tempat pembuangan akhir tinja, pembuangan limbah cair, sumber air bersih, sumber air minum, permukiman kumuh, permukiman bantaran sungai, dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian ini ditemukan hubungan signifikan antara permukiman kumuh dengan kasus KLB diare tahun 2018 di DKI Jakarta. Secara spasial mengindikasikan adanya hubungan antara keberadaan TPS, sumber air minum, permukiman kumuh, permukiman bantaran sungai dan kepadatan penduduk dengan kejadian KLB diare. Kesimpulan dari penelitian ini yakni kondisi sanitasi secara umum di DKI Jakarta memiliki kondisi yang lebih baik dari angka nasional, namun tingkat kepadatan peduduk di DKI Jakarta melebihi tingkat kepadatan nasional. Daerah tingkat kerawanan terjadi KLB diare yang tinggi terdapat pada 5 kecamatan. Upaya pencegahan peningkatan jumlah kasus KLB diare yang memiliki hubungan dengan sanitasi lingkungan sebaiknya dilakukan kerjasama dengan lintas sektor guna memenuhi cakupan sarana sumber air minum, pengelolaan tinja, pengelolaan limbah cair, relokasi permukiman, dan persebaran penduduk. Kata kunci: KLB diare, sanitasi, permukiman kumuh, kepadatan penduduk In 2018, outbreaks of diarrhea in DKI Jakarta were 124 cases spread across several districts. This research aims to provide an overview and statistically analyze environmental factors, slums and riverbanks, population density with the case of diarrhea outbreaks in DKI Jakarta in 2018. The design of the study uses an ecological study using secondary data from Potensi Desa 2018 data and Population data and presented the result with spatial analysis, including case variables Outbreaks of diarrhea, waste management, temporary landfills (TPS), family latrines, fecal landfills, disposal waste water, clean water, drinking water, slums, riverbank settlements, and population density. The results from this research found a significant association between slums and diarrhea outbreaks in 2018 in DKI Jakarta. Spatially indicate a relationship between the existence of temporary landfills, drinking water sources, slums, riverbank settlements and population density with the occurrence of diarrhea outbreaks. The conclusion from this research is that sanitation conditions in DKI Jakarta have better conditions than the national rate, but the population density in DKI Jakarta exceeds the national density level. Areas with high levels of vulnerability occur outbreaks of diarrhea that are high in 5 districts. To prevent the increasing number of cases of diarrhea outbreaks associated with environmental sanitation should be cooperation across the sector to meet the scope of drinking water, family latrines, disposal wastewater, settlement relocation, and population distribution. Keywords: diarrhea outbreak, sanitation, slums, population density
Read More
S-10499
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dilivia Nur Baiduri; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Dewi Susanna, Chandra Rudi Parulian Situmorang
Abstrak:
Akses terhadap air seharusnya dijamin bagi setiap individu, namun penyediaan akses air minum layak yang mencakup semua lapisan masyarakat merupakan salah satu isu yang paling kompleks untuk diselesaikan. Kebutuhan akan air minum di DKI Jakarta yang terus meningkat dikarenakan pertumbuhan penduduk tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber daya air perpipaan yang memadai sebagai akses air minum layak sehingga menyebabkan terbatasnya akses air minum layak di Kampung Muka, Jakarta Utara. Desain studi penelitian adalah deskriptif dan cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 91 penduduk yang mewakili populasi penduduk Kampung Muka. Hasil analisis univariat akses air minum pada penduduk Kampung Muka sebagian besar masih tidak layak (72,5%), berbeda dengan capaian akses air minum layak di DKI Jakarta secara umum menurut Badan Pusat Statistik tahun 2024 (99,96%). Rata-rata kebutuhan air penduduk Kampung Muka telah memenuhi standar, yaitu sebesar 208 liter/orang/hari. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p=0,004) dan pengeluaran (p=0,000) memiliki hubungan signifikan terhadap akses air minum. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel usia (p=0,022; 95% CI: 0,097–0,834) dan pengeluaran (p=0,001; 95% CI: 0,049–0,472) berpengaruh secara simultan terhadap akses air minum pada penduduk Kampung Muka Jakarta Utara tahun 2025.


Access to water should be guaranteed for every individual; however, providing safe drinking water access that reaches all levels of society remains one of the most complex issues to address. In DKI Jakarta, the increasing demand for drinking water due to population growth is not matched by the availability of adequate piped water resources as a source of safe drinking water, leading to limited access to safe drinking water in Kampung Muka, DKI Jakarta. This study employed a descriptive cross-sectional design with 91 respondents representing the residents of Kampung Muka. Univariate analysis showed that most residents in Kampung Muka still lack access to safe drinking water (72.5%), which contrasts with the overall safe drinking water access coverage in DKI Jakarta reported by BPS in 2024 (99.96%). Meanwhile, the average water consumption for domestic purposes met the standard, reaching 208 liters per person per day. Bivariate analysis indicated that age (p=0.004; OR=0.237; 95% CI: 0.087–0.648) and expenditure (p=0.000; OR=0.134; 95% CI: 0.044–0.403) were significantly associated with drinking water access. Multivariate analysis confirmed that age (p=0.022; 95% CI: 0.097–0.834) and expenditure (p=0.001; 95% CI: 0.049–0.472) simultaneously influenced access to drinking water among the residents of Kampung Muka, North Jakarta, in 2025.
Read More
S-12119
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive