Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35245 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anis Fitriyani; Pemb. Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Sri Tjahjani Budi Utami, Rina Hasriana, Jajat Nugraha
T-3972
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafiah Maharani; Pemb. Laila Fitria, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Ema Hermawati, Rina Hasriana, Didik Supriyono
Abstrak:

ABSTRAK Gangguan pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi/balita. Pembakaran batu kapur yang terletak di Desa Tamansari Kabupaten Karawang gangguan pernapasan masih menempati urutan teratas dari data 10 besar penyakit yang diderita oleh bayi/balita. Partikel debu dari proses pembakaran batu kapur merupakan salah satu pencemar terhadap udara lingkungan yang mempengaruhi konsentrasi PM10 dalam rumah yang berdampak buruk pada masalah gangguan pernapasan penghuni rumah termasuk bayi dan balita yang sangat rentan terhadap bahan pencemar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara konsentrasi PM10 dalam rumah dengan gangguan pernapasan pada bayi dan balita. Penelitian ini menggunakan rancangan studi crosssectional dengan besar sampel 130 bayi/balita. Data PM10 dan variabel lainnya dikumpulkan melalui pengukuran, interview dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan bermakna dengan gangguan pernapasan pada bayi/balita adalah PM10 dalam rumah (4,92; 2,25-10,74), ventilasi (2,62; 1,18-5,79), jenis dinding (2,33; 1,10-4,95), kelembaban (2,35; 1,10-5,04), suhu (2,44; 1,15-5,18), asap rokok (5,40; 1,74-16,75), dan pendidikan ibu (2,86; 1,16-7,07) dengan kejadian gangguan pernapasan. Disimpulkan bahwa Kelompok yang berisiko ( konsentrasi PM10 > 70 μg/m3) 13,42 kali berpeluang untuk mengalami gangguan pernapasan dibandingkan pada kelompok yang tidak berisiko (konsentrasi PM10 ≤ 70 μg/m3).


 

ABSTRACT Respiratory disease is a health problem that often occur on infants/young children. Limestone combustion located around the village of Tamansari, Karawang District and respiratory disease still tops the list of 10 diseases suffered by infants/young children. Dust particles from the process of limestone combustion is one of the environmental air pollutants that affect indoor PM10 concentration. This can adversely affect the respiratory disease inside the household, including infants/young children who are vulnerable to pollutants. The purpose of this study was to analyze the relationship between the indoor PM10 concentration and respiratory diseases in infants/young children. Study design was cross-sectional, conducted on 130 infants/young children. PM10 and data of other variables collected through measurement, interviews and observation. The results showed that the variables significantly associated with respiratory diseases in infants/young children are indoor PM10 (4.92; 2.25-10.74), ventilation (2.62; 1.18-5.79), type of wall (2.33; 1.10-4.95), humidity (2.35; 1.10-5.04), temperature (2.44; 1.15-5.18), smoking family members (5.40 ; 1.74-16.75), maternal education (2.86; 1.16-7.07) with the occurrence of respiratory disease. Risk analysis shows that at-risk group (PM10 concentrations>70 μg/m3) are 13,42 times have the risk experiencing respiratory disorders than the non-risk group (PM10 concentrations ≤ 70 μg/m3).

Read More
T-3859
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mega Utami Basra; Pembimbing: R. Budi Haryanto, Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Didik Supriyono
Abstrak: Pencemaran udara yang berasal dari sektor transportasi, industri, dan aktivitas domestikmenjadi masalah bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengolahan semen banyakmelepaskan partikulat di udara, ditambah dengan kegiatan transportasi untukdistribusinya. Menurut data yang diperoleh dari laporan tahunan PuskesmasKlapanunggal dari tahun 2016-2018, penyakit gangguan pernapasan terbanyak berada didesa sekitar industri semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungankonsentrasi PM2,5 di dalam rumah dengan gangguan fungsi paru pada ibu rumah tanggadi sekitar industri semen, Kecamatan Klapanunggal. Penelitian ini menggunakan studicross-sectional yang dilaksanakan pada Bulan April-Mei 2018. Jumlah sampelsebanyak 97 orang ibu rumah tangga usia 20-55 tahun. Pengukuran konsentrasi PM2,5dilakukan dengan menggunakan alat Haz-Dust EPAM 5000 dan pengukuran fungsi parudilakukan dengan uji spirometri menggunakan alat spirometer. Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata konsentrasi PM2,5 di udara rumah adalah 70,51 μg/m3. Semuasampel mengalami gangguan fungsi paru restriktif dan 8,2% diantaranya mengalamigangguan fungsi paru obstruktif. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak adahubungan signifikan antara konsentrasi PM2,5 dengan gangguan fungsi paru restriktifpada ibu rumah tangga di Kecamatan Klapanunggal dengan nilai p=0,199. Perludilakukan monitoring dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai cara menjagakualitas udara rumah sekaligus bekerja sama dengan perguruan tinggi atau lembagakesehatan lingkungan daerah setempat serta mengupayakan pemeriksaan fungsi parusecara berkala bagi masyarakat.
Kata kunci: PM2,5; gangguan fungsi paru, ibu rumah tangga
Air pollution from the transportation, industrial and domestic activities are problems forpublic health in Indonesia. Cement processing releases many particulates in the air, evenwith transport activities for its distribution. According to data obtained from the annualreport of Klapanunggal Puskesmas from 2016-2018, most respiratory diseases are in thevillages around the cement industry. This study aims to analyze the correlation of PM2.5concentration in household with impaired lung function among housewife aroundcement industry area, Klapanunggal sub-district. This study used a cross-sectional studyconducted in April-May 2018. The sample size is 97 housewives aged 20-55 years.Measurement of PM2.5 concentration was done by using Haz-Dust EPAM 5000 andpulmonary function measurement was done by spirometry test using spirometer tool.The results showed that the average concentration of PM2.5 in the house air was 70.51μg/m3. All samples had impaired restrictive lung function and 8.2% of them hadimpaired obstructive lung function. The result of bivariate analysis showed that therewas no significant correlation between PM2.5 concentration with restrictive lungfunction disorder in housewife in Kecamatan Klapanunggal with p value = 0,199.Monitoring and counseling needs to be done to the public about how to maintain thequality of house air as well as working with local universities or environmental healthagencies and seek fo regular lung function checks for the community.
Key words: PM2.5, impaired lung function, housewive.
Read More
T-5242
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devina Lenggo Putri; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih, Laila Fitria, Satria Pratama, Diah Wati
Abstrak: Gangguan fungsi paru merupakan penyakit tidak menular yang diperkirakan menjadi penyebab ketiga kematian di dunia pada Tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjanan partikulat (PM2,5) terhadap gangguan fungsi paru pada ibu rumah tangga di sekitar kawasan pabrik semen Desa Citeuruep, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 100 orang ibu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57 orang ibu rumah tangga memiliki gangguan fungsi paru, 55% berumur lebih dari 40 tahun, 58% memiliki status gizi tidak normal, 59% memiliki ventilasi rumah tidak memenuhi syarat, 70% anggota keluarga merupakan perokok aktif, 67% menetap dirumah dengan jarak dari pabrik semen memiliki risko akan paparan debu, 100% Kelembaban rumah ibu rumah tangga tidak memenuhi syarat. Ibu rumah tangga yang terpajanan partikulat (PM2,5) tidak memenuhi syarat sebanyak 56,4% mengalami gangguan fungsi paru. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa semua varibel yang diteliti pada penelitian ini tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap gangguan fungsi paru pada ibu rumah tangga. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melakukan sosialisasi kepada ibu rumah tangga untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, pihak puskesmas dapat melakukan penyuluhan terkait rumah sehat, pola konsumsi gizi seimbang serta inspeksi snaitasi rumah secara berkala.
Read More
T-5837
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Fitria Ningrum; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami, Ema Hermawati; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Pa Kodrat Pramudho, Carolina Rusdy Akib
Abstrak: PM2,5 dapat masuk ke alveoli dan menjadi pemicu terjadinya inflamasi sehingga menyebabkan penurunan fungsi paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara spasial hubungan antara konsentrasi PM2,5 udara dalam rumah dengan penurunan fungsi paru pada ibu rumah tangga sekitar industri Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi tahun 2015. Desain penelitian cross sectional modifikasi geographical epidemiology pada 125 ibu rumah tangga berusia 20-45 tahun yang akan diperiksa fungsi parunya menggunakan spirometri serta 125 sampel PM2,5 udara dalam rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 58,4% ibu rumah tangga yang mengalami penurunan fungsi paru. Hasil analisis multivariat dapat disimpulkan bahwa ibu rumah tangga berusia 20-45 tahun yang tinggal di rumah dengan konsentrasi PM2,5 tidak memenuhi syarat berisiko 2,4 kali lebih besar mengalami penurunan fungsi paru dibandingkan ibu rumah tangga yang tinggal di dalam rumah dengan konsentrasi PM2,5 memenuhi syarat setelah dikontrol variabel ventilasi dan pajanan asap rokok. Analisis spasial menunjukkan RW 5 dan RW 8 Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat merupakan wilayah RW dengan zona prioritas untuk dilakukan intervensi kesehatan.
Kata Kunci: Analisis spasial, PM2,5 dalam rumah, penurunan fungsi paru
Read More
T-4417
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haeranah Ahmad; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Zakianis, Didik Supriyono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Konsentrasi PM2,5 di udara dapat mempengaruhi kesehatan apabila terhirup olehmanusia karena akan terdeposit ke dalam alveoli yang akan menimbulkan reaksiradang yang mengakibatkan daya kembang paru menjadi terbatas danmenurunkan fungsi paru pada manusia. Pekerja yang bekerja di industri kerajinanbatu ukir mempunyai risiko tinggi terpajan oleh PM2,5 yang dihasilkan dari prosespemotongan, pembentukan dan penghalusan menggunakan gerinda. Penelitian inibertujuan mengetahui hubungan pajanan debu PM2,5 terhadap gangguan fungsiparu pada pekerja dengan desain studi cross sectional yang dilakukan padaseluruh pekerja industri kerajinan batu ukir yang memenuhi kriteria inklusi daneksklusi di desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrapsebanyak 100 orang. Pemeriksaan faal paru menggunakan spirometri sedangkanpengukuran konsentrasi PM2,5 di ruang kerja menggunakan Haz dust EPAM 5000.Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistik. Hasil analisismenunjukkan hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM2,5 dengangangguan fungsi paru (4,17 ;1,68- 10,38). Faktor lain yang mempengaruhi adalahmasa kerja (2,41; 1,05-5,52) dan kecepatan angin (4,77 ;1,93-11,77). Pada analisismultivariat menunjukkan bahwa pekerja yang bekerja pada lingkungan kerjadengan konsentrasi PM2,5 yang tidak memenuhi syarat memiliki risiko 6,86 kalimenderita gangguan fungsi paru setelah dikontrol dengan variabel kecepatanangin, kelembaban, suhu, masa kerja dan penggunaan APD. Penelitian inimenyimpulkan didapatkan hubungan bermakna antara tingkat pajanan debu batudengan gangguan fungsi paru. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalianterhadap pajanan debu batu dan hasil penelitian ini diharapkan dapatdipergunakan sebagai acuan pelaksanaan program kesehatan dan keselamatanpada pekerja serta pelaksanaan monitoring lingkungan kerja serta surveilanskesehatan kerja.
Kata kunci : Gangguan fungsi paru, Industri pemotongan batu, PM2,5
PM2,5 concentration on the air can affect health when inhaled by human. It will bedeposited in the alveoli that could inflict an inflammatory reaction that causereduce lung volume and decreasing the lung function in human. Workers whowork in stone carving craft industry had a high risk of PM2,5 exposure that resultedfrom the process of cutting, forming and refining by using grinder. This crosssectional study purposed to assess the relationship between exposure of PM2,5 dustand impaired lung function among 100 workers who had fulfilled the inclusionand exclusion criteria in the Allakuang village, Maritengngae subdistrict, SidrapDistrict, South Sulawesi Province. Lung function was assessed by spirometry.PM2,5 concentration in the workspace was assessed by Haz dust EPAM 5000.Logistic regression analysis was carried out and showed a significant correlationbetween the PM2,5 concentration with impaired lung function (4,2; 1,68- 10.38).Another determinant factor was the work duration (2.4; 1,05-5,52) and wind speed(4,8; 1.93-11.77). Multivariate analysis showed that worker who work on thework space with high concentration of PM2,5 tend to have 6.86 times higher risk ofsuffering from impaired lung function after adjusted by wind speed, humidity,temperature, work duration and using PPE (Personal protective equipment). Therewas significant association between the level of dust exposure with impaired lungfunction. Hence, it is necessary to control the dust exposure.The finding of thisstudy could be used as a consideration of health and safety programsimplementation among workers and monitoring the implementation of work spaceand also the surveillance of occupational health.
Key words: impaired lung function, Stone cutting industry, PM2,5
Read More
T-4713
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Rahmaningsih; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Ema Rahmawati, Laila Fitria, Slamet Isworo, Didi Purnama
Abstrak: Permasalahan yang terjadi dilingkungan yang tidak dapat dihindari di berbagai negara adalah polusi udara. Terdapat banyak penyebab terjadinya pencemaran udara, salah satunya yaitu yang disebabkan oleh partikel debu, terutama pada PM2,5. PM2,5 yang didefinisikan sebagai partikel udara ambien yang berukuran hingga 2,5 mikron. Polusi udara tidak hanya terjadi di udara ambien, tapi juga dapat terjadi di udara dalam ruang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pajanan konsentrasi PM2,5 dalam ruang terhadap gangguan fungsi paru pada orang dewasa yang tinggal di sekitar kawasan indsutri Kelurahan Tegalratu Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Jenis penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2022. Pemilihan sampel penelitian ini dilakukan secara acak berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang sudah ditetapkan. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 200 orang dewasa. Dari hasil analisis didapatkan sebanyak 124 orang dewasa (87.3%) memiliki konsentrasi PM2,5 dalam rumahnya tidak memenuhi syarat menderita gangguan fungsi paru, sedangkan terdapat 34 orang dewasa (58.6%) yang konsentrasi PM2,5 dalam rumahnya memenuhi syarat menderita gangguan fungsi paru. Hasil penelitian ini ditemukannya hubungan yang signifikan antara pajanan konsentrasi PM2,5 terhadap gangguan fungsi paru pada orang dewasa yang tinggal kawasan industri. Variabel confounding yang mempengaruhi terhadap pajanan konsentrasi PM2,5 diantaranya yaitu penggunaan obat nyamuk bakar, status gizi, umur, riwayat penyakit, bahan bakar masak, jenis lantai rumah dan status merokok. Kesimpulan dari penelitian ini ditemukannya hubungan yang signifikan antara Konsentrasi PM2,5, umur, status gizi, dan jenis lantai rumah dengan kejadian gangguan fungsi paru.
Environmental problems that can not be avoided in various countries is air pollution. There are many causes of air pollution, one of which is caused by dust particles, especially in PM2,5. PM2,5 is defined as ambient air particles that are up to 2.5 microns in size. Air pollution occurs not only in the ambient air, but also in the indoor air. This study aim to determine the relationship of indoor PM2,5 concentration exposure against lung function impairment of adults living around Industrial Area Tegalratu Village, Ciwandan District, Cilegon. This research uses a cross-sectional study design. Data collection was conducted on April to May 2022. The participants were identified using random sampling method based on inclusion and exclusion criteria that have been set. The number of samples in this study were 200 adults. The analytical results obtained of 124 adults (87.3%) had PM2,5 concentrations in their homes were not qualified to suffer from lung function impairment, while there were 34 adults (58.6%) whose PM2,5 concentrations in their homes were qualified to suffer from lung function impairment. The results of this study found a significant associated between exposure to PM2,5 concentrations of lung function impairment in adults living in industrial areas. Confounding variables that affect exposure to PM2,5 concentrations include the use of mosquito coils, nutritional status, age, disease history, cooking fuels, type of house floor and smoking status. The conclusion of this study found a significant relationship between PM2,5 concentration, age, nutritional status, and type of house floor with the incidence of lung function impairment.
Read More
T-6472
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mifta Rahmiza; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Budi Hartono, Didik Supriyono
Abstrak: Asma merupakan penyakit inflamasi (peradangan) kronik saluran napas. Asma termasuk penyakit dengan fatalitas yang rendah namun kasusnya cukup banyak dijumpai di masyarakat. WHO memperkirakan 100-150 juta penduduk dunia menderita asma dan akan terus bertambah sebesar 180.000 orang setiap tahunnya. Asma pada usia dewasa dapat disebabkan oleh polusi udara. Ibu rumah tangga yang tinggal di pemukiman sekitar industri semen serta menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam rumah dengan berbagai aktivitas rumah tangga berisiko terpapar polutan partikulat (PM2,5). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan konsentrasi PM2,5dalam rumah dan asma pada ibu rumah tangga di pemukiman sekitar industri semen Kecamatan Klapanunggal. Penelitian menggunakan studi cross-sectionalyang dilaksanakan pada April-Mei 2018. Jumlah sampel sebanyak 110 ibu rumah tangga dengan metode simple random sampling. Rata-rata konsentrasi PM2,5dalam rumah sebesar 50,5 μg/m3. Ditemukan sebanyak 30% ibu rumah tangga menderita asma. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM2,5dalam rumah dan asma pada ibu rumah tangga di pemukiman sekitar industri semen Kecamatan Klapanunggal, namun terdapat satu variabel konfounding, yaitu lubang asap dapur dimana p=0,013; OR= 3,52(1,38-8,93). Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa terdapat hubungan antara konsentrasi PM2,5dalam rumah dan asma pada ibu rumah tangga yang dipengaruhi oleh lingkungan fisik rumah, sumber polutan dalam rumah, serta faktor individu tertentu. Perlu dilakukan pengendalian risiko dengan pengaturan ventilasi untuk pertukaran udara, tidak merokok di dalam rumah, tidak menggunakan bahan bakar berisiko, tidak menggunakan obat nyamuk bakar, serta pengendalian status obesitas.
Kata kunci:Polusi udara dalam ruang, PM2,5, Asma

Asthma is a chronic airway inflammatory disease (inflammation). Asthma is adisease with low fatalities yet the case is quite common in the society. WHO estimates 100-150 million people of the world suffer from asthma and will continue to grow by 180,000 people every year. Asthma in adulthood can be caused by air pollution. Housewives who live in settlements around the cement industry and spend most of their time in the home with various household activities is at risk of exposure to particulate pollutants (PM2.5). This study aims to identify the relationship between PM2.5 concentrations in the home with asthma on housewives at settlement around cement industry Klapanunggal sub-District. The study used a cross-sectional study conducted in April-May 2018. The sample size is 110 housewives with simple random sampling method. The average concentration of PM2.5 in the house is 50.5 μg / m3. Found as many as 30% of housewives suffered from asthma. The result showed no significant correlation between PM2.5 concentration in house with asthma on housewife at settlement around cement industry Klapanunggal sub district, but there is still one confounding variable, that is kitchen smoke hole where p = 0.013; OR = 3.52 (1.38-8.93). This study confirms that there is a relationship between PM2.5 concentrations in the home and asthma on housewives who are affected by the physical environment of the home, the source of home pollutants, as well as certain individual factors. Risk control is required with ventilation arrangements for air exchange, non-smoking within the home, no use of risky fuels, no use of mosquito coils, and controlling the obesity status.
Keywords: Indoor air pollution, PM2.5, Asthma
Read More
T-5247
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Saputra Agus; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Al Asyary, Rizki Sabri
Abstrak: Pajanan debu PM2.5 di tempat kerja pada umumnya akan menyebabkan obstruksi pada saluran pernapasan yang ditunjukkan dengan penurunan fungsi paru. Pekerja industri batu kapur mempunyai risiko yang sangat besar untuk penimbunan debu terhirup pada saluran pernapasan. Absorbsi dari partikel-partikel pajanan debu terjadi melalui mekanisme pernapasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pajanan debu PM2.5 dengan gangguan fungsi paru pada pekerja industri pengolahan batu kapur di Nagari Tanjung Gadang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional dengan total sampel sebanyak 60 orang. Analisis data untuk mengetahui hubungan pajanan debu PM2.5 dengan fungsi paru pekerja berupa faktor-faktor risiko yang mempengaruhi yaitu jenis kelamin, umur, masa kerja, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, status gizi, penggunaan APD dan lama pajanan, menggunakan uji chi square dan stratifikasi. Analisis multivariat dengan uji regresi logistik metode backward stepwise. Hasil dari penelitian menemukan pajanan debu PM2.5 mempunyai hubungan yang kuat dengan terjadinya gangguan fungsi paru (nilai p = 0,02 dan OR = 5,833 serta probabilitas terjadinya gangguan fungsi paru bagi pekerja yang bekerja di tempat kerja dengan konsentrasi debu di atas adalah 68,6 %. Kedepannya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah atau instansi terkait pada umumnya dan dinas kesehatan sebagai acuan pelaksanaan program yang berkaitan dengan efek merugikan dari pekerjaan terhadap kesehatan pekerja dan monitoring lingkungan kerja serta surveilans kesehatan kerja. Agar program tersebut berjalan secara optimal perlu dilakukan promosi perilaku kesehatan kerja di tempat kerja
PM2.5 dust exposure in the workplace will generally cause obstruction of the respiratory tract which is indicated by decreased lung function. Limestone industry workers are at great risk for the accumulation of inhaled dust in the respiratory tract. The absorption of dust exposed particles occurs through the respiratory mechanism. The purpose of this study was to determine the relationship between PM2.5 dust exposure and impaired lung function in limestone processing industry workers in Nagari Tanjung Gadang, Lareh Sago Halaban District, Lima Puluh Kota Regency. This research is an observational study with a cross sectional design with a total sample of 60 people. Data analysis to determine the relationship of PM2.5 dust exposure with workers' lung function in the form of risk factors that influence, namely gender, age, years of service, smoking habits, exercise habits, nutritional status, use of PPE and length of exposure, using the chi square test and stratification. Multivariate analysis with logistic regression test backward stepwise method. The results of the study found that PM2.5 dust exposure had a strong relationship with the occurrence of pulmonary function disorders (p value = 0.02 and OR = 5.833 and the probability of pulmonary function disorders for workers working in workplaces with dust concentrations above was 68, 6%. In the future, this research is expected to be a material consideration for the government or related agencies in general and the health office as a reference for implementing programs related to the detrimental effects of work on workers' health and monitoring the work environment and surveillance of occupational health. So that the program runs optimally. it is necessary to promote occupational health behavior in the workplace.
Read More
S-10948
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfahtun Ni`mah; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Budi Hartono, Esti Tusminarti
Abstrak: Debu kapur merupakan debu yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan batu kapur, salah satunya adalah PM2,5. Pajanan PM2,5 dapat menyebabkan penurunan fungsi paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pajanan PM2,5 dengan penurunan fungsi paru pada pekerja. Penelitian ini menggunakan studi Cross-sectional dengan sampel menggunakan total sampling sebanyak 30 pekerja. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisioner untuk wawancara, Dusttrak II TSI untuk mengukur konsentrasi PM2,5 dan spirometri untuk mengukur fungsi paru, Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai konsentrasi PM2,5 tertinggi 987 μg/m3 dan terendah 14 μg/m3. Hasil analisis menggunakan Chi-square diperoleh ada hubungan antara pengguaan alat pelindung diri (APD) dengan penurunan fungsi paru (p=0,000), selain itu menggunakan uji fisher's exact diperoleh ada hubungan antara konsentrasi PM2,5 dengan penurunan fungsi paru (p=0,002) dan masa kerja dengan penurunan fungsi paru (p=0,000). Perlu adanya penelitian lanjutan menggunakan analisis risiko kesehatan lingkungan untuk melihat estimasi risiko berdasarkan asupan. Kata Kunci: Debu Kapur, Pekerja, PM2,5, Penurunan Fungsi Paru
Read More
S-10046
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive