Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33131 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lini Anisfatus Sholinah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Susi Desminarti, Wahyu Kurnia
S-7828
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurrahmi ika aminy Putri; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Fatmah, Ruri Harini
S-8821
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deva Agustina; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Sandra Fikawati, Triyanti, Sugiatmi, Trini Sudiarti
Abstrak:
Kabupaten Gunungkidul menunjukkan prevalensi anemia ibu hamil yang relatif tinggi meskipun cakupan program suplementasi zat besi telah mencapai 100%. Kondisi tersebut menunjukkan adanya faktor lain yang memengaruhi kejadian anemia salah satunya kemungkinan faktor sosial-budaya berupa praktik food taboo selama kehamilan. Daerah ini dikenal memiliki budaya dan kepercayaan lokal yang masih kuat, termasuk mengenai larangan mengonsumsi jenis makanan tertentu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor perilaku food taboo dan hubungannya dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data perilaku food taboo diperoleh melalui wawancara sedangkan data anemia diperoleh dari hasil pemeriksaan antenatal care (ANC). Responden penelitian adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku food taboo berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Faktor yang berhubungan dengan perilaku food taboo adalah pengetahuan sebagai faktor predisposisi dan dukungan keluarga sebagai faktor penguat. Hasil analisis multivariat menunjukkan dukungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan. Praktik food taboo pada ibu hamil berupa pantangan terhadap beberapa jenis makanan sumber protein hewani berpotensi menurunkan asupan zat gizi sehingga meningkatkan risiko anemia. Dukungan keluarga menyebabkan kecenderungan ibu hamil untuk melakukan perilaku food taboo karena adanya anjuran atau kepercayaan yang dianut keluarga serta keinginan ibu untuk menjaga keharmonisan dan menghindari konflik dalam keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku food taboo berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Pengetahuan dan dukungan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku food taboo, dengan dukungan keluarga sebagai faktor yang paling dominan. Oleh karena itu, pencegahan anemia pada ibu hamil tidak hanya melalui intervensi gizi, tetapi juga edukasi yang melibatkan keluarga.

Gunungkidul Regency has a relatively high prevalence of anemia among pregnant women despite achieving 100% coverage of iron supplementation programs. This condition indicates the presence of other factors influencing the occurrence of anemia, one of which may be socio-cultural factors in the form of food taboo practices during pregnancy. The region is known for its strong cultural values and local beliefs, including restrictions on the consumption of certain foods during pregnancy. This study aimed to analyze the factors associated with food taboo behavior and its relationship with anemia among pregnant women in Gunungkidul Regency. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. Data on food taboo behavior were collected through interviews, while anemia data were obtained from antenatal care (ANC) records. The respondents were pregnant women who attended antenatal care services at community health centers (Puskesmas) in Gunungkidul Regency. The samples were selected using a multistage random sampling technique. The results showed that food taboo behavior was significantly associated with anemia among pregnant women. Factors associated with food taboo behavior included knowledge as a predisposing factor and family support as a reinforcing factor. Multivariate analysis revealed that family support was the most dominant factor associated with food taboo behavior. Food taboo practices among pregnant women commonly involved avoiding certain animal-source protein foods, which may reduce nutrient intake and increase the risk of anemia. Family support was found to encourage pregnant women to practice food taboo due to family recommendations or beliefs, as well as the desire to maintain family harmony and avoid conflict within the household. In conclusion, food taboo behavior is associated with anemia among pregnant women. Knowledge and family support are factors associated with food taboo behavior, with family support being the most dominant factor. Therefore, efforts to prevent anemia among pregnant women should not rely solely on nutritional interventions but should also include educational programs that actively involve family members.
Read More
T-7645
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lini Anisfatus Sholihah, Ratu Ayu Dewi Sartika
KJKMN Vol.8, No.7
Depok : FKM UI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Widiati; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Engkus Kusdinar Ahmad, Anies Irawati
S-6751
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurulaidha Marlyana Dekatia; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Avep Disasmita
Abstrak: Literasi gizi adalah kapasitas individu untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi gizi dasar yang diperlukan untuk membuat keputusan gizi yang tepat. Literasi gizi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu literasi gizi fungsional, interaktif, dan kritikal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat literasi gizi dan perbedaan proporsi tingkat literasi gizi berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, paritas, dukungan petugas kesehatan dan keterpaparan informasi pada ibu hamil di Kecamatan Racaekek Kabupaten Bandung Jawa Barat Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis desain studi cross-sectional. Data diambil menggunakan kuesioner mandiri pada 100 ibu hamil yang sehat dan bisa membaca serta menulis di Desa Jelegong dan Desa Bojongloa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi gizi fungsional, interaktif, maupun kritikal pada responden secara umum tergolong masih kurang. Terdapat perbedaan proporsi antara pendidikan dan pendapatan dengan tingkat literasi gizi total dan tidak terdapat perbedaan bermakna antara variabel independen dengan tingkat literasi gizi fungsional, interaktif, dan kritikal.
Nutritional literacy is an individual's capacity to acquire, process, and understand the basic nutritional information needed to make informed nutritional decisions. Nutritional literacy is divided into three groups, namely functional, interactive, and critical nutritional literacy. This study aims to describe the level of nutritional literacy and the difference in the proportion of nutritional literacy based on age, education, occupation, income, parity, support from health workers and information exposure to pregnant women in Racaekek District, Bandung Regency, West Java in 2022. This study uses a quantitative approach with type of cross-sectional study design. Data were taken using an independent questionnaire on 100 healthy pregnant women who could read and write in Jelegong Village and Bojongloa Village. The results showed that the level of functional, interactive, and critical nutritional literacy of the respondents in general was still low. There is a difference in the proportion between education and income with the level of total nutritional literacy and there is no significant difference between the independent variables and the level of functional, interactive, and critical nutrition literacy.
Read More
S-11079
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Ane Istamayu; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Fathimah Sulistyowati Sigit, Suparno, Kusharisupeni Djokosujono
Abstrak:
Anemia pada masa kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak tidak hanya pada ibu namun juga pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status anemia ibu hamil di Puskesmas Terpilih di Wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional dan data sekunder dengan sampel adalah ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 124 ibu hamil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Analisis data terdiri dari analisis univariat, bivariat dan juga multivariat, dimana masing-masing wilayah dilakukan analisis untuk melihat kecenderungan dari masing-masing wilayah. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa rata-rata kadar Hb ibu hamil di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor adalah 11,46 g/dL dimana ibu hamil di wilayah Kota Bogor mengalami anemia sebesar 17,2% dan 28,3% di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil analisis bivariat secara keseluruhan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil mengenai anemia dan TTD (p value = 0,03; OR = 2,95; 95% CI: 1,18-7,36) dan juga status KEK (p value = 0,01; OR = 4,23; 95% CI: 1,34-13,39) dengan status anemia ibu hamil. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan status anemia ibu hamil adalah status KEK yaitu ibu hamil yang mengalami KEK di Kota Bogor berisiko 10,828 kali lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan  ibu hamil yang status KEK normal sedangkan ibu hamil yang mengalami KEK di Kabupaten Bogor berisiko 8,743 kali lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan ibu hamil yang status KEK normal. Oleh karena itu diperlukan skrining status gizi ibu hamil yang dimulai sejak ANC K1, mengintegrasikan edukasi konsumsi makanan yang bergizi, pencegahan anemia dan bahaya KEK terhadap ibu dan anak dalam penyuluhan rutin sehingga ibu hamil dapat memastikan asupan makanan yang bergizi dan asupan zat besi, vitamin C dan folat terpenuhi setiap hari.

Anemia during pregnancy is one of the public health problems that can affect not only the mother but also the child. This study aims to determine the factors associated with anemia status of pregnant women in Selected Puskesmas in Bogor City and Regency, West Java 2025. This study is a quantitative research using cross sectional design and secondary data with the sample is pregnant women. Sampling using total sampling which amounted to 124 pregnant women based on inclusion and exclusion criteria. Data analysis consists of univariate, bivariate and multivariate analysis, where each region is analyzed to see the tendency of each region. The results of univariate analysis showed that the average Hb level of pregnant women in Bogor City and Regency was 11.46 g/dL where pregnant women in Bogor City experienced anemia by 17,2% and 28,3% in Bogor Regency. The results of the overall bivariate analysis in Bogor City and Regency showed that there was a significant association between pregnant women's knowledge about anemia and TTD (p value = 0.03; OR = 2.95; 95% CI: 1.18-7.36) and also Chronic Energy Deficiency (CHD) status (p value = 0.01; OR = 4.23; 95% CI: 1.34-13.39) with anemia status of pregnant women. The results of multivariate analysis showed that the most dominant variable associated with anemia status of pregnant women was CHD status, pregnant women who experienced CHD in Bogor City had a 10,828 times higher risk of anemia compared to pregnant women with normal CHD status, while pregnant women who experienced CHD in Bogor Regency had a 8.743 times higher risk of anemia compared to pregnant women with normal CHD status. Therefore, it is necessary to screening the nutritional status of pregnant women starting from ANC K1, integrating education on nutritious food intake, prevention of anemia and the dangers of CHD for mothers and children in routine counseling so that pregnant women can ensure nutritious food intake and daily intake of iron, vitamin C and folate.
Read More
T-7263
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahaya Mahatma Sembahen; Pembimbing: Fathimah Sulistyowati Sigit, Daden Setiawan
Abstrak:
Pertambahan berat badan selama kehamilan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai status gizi ibu dan janin. Namun, masih banyak ibu hamil yang mengalami pertambahan berat badan tidak sesuai rekomendasi, yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu dan bayi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, sebanyak 17,3% ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Di Kabupaten Bogor, 22,7% ibu hamil memiliki berat badan kurang, sedangkan di Kota Bogor sebanyak 50% mengalami defisit energi berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor ibu, asupan zat gizi, serta faktor keluarga dengan pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan di Kabupaten dan Kota Bogor tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang menggunakan data sekunder dari penelitian Prof. Dr. Ratu Ayu D. S., Apt., M.Sc., berjudul “Pengaruh Suplementasi Red Palm Oil pada Diet Ibu Hamil terhadap Kualitas ASI dan Status Gizi Bayi.” Penelitian ini melibatkan responden ibu hamil dari wilayah kerja puskesmas terpilih Kabupaten dan Kota Bogor. Analisis data dilakukan dengan metode uji chi-square dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 63,93% responden mengalami pertambahan berat badan yang tidak sesuai rekomendasi, dengan proporsi 42,31% di Kabupaten Bogor dan 57,69% di Kota Bogor. Uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT prahamil, asupan energi, karbohidrat, lemak, pengetahuan ibu tentang kehamilan, serta dukungan suami dengan pertambahan berat badan ibu hamil (p-value < 0,05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, persepsi, pendidikan, status pekerjaan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan keluarga (p-value > 0,05) dengan pertambahan berat badan ibu hamil. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya asupan energi dan zat gizi makro, serta pelibatan keluarga khususnya suami dalam mendukung kehamilan, sebagai upaya perbaikan status gizi ibu hamil di Kabupaten dan Kota Bogor.

Weight gain during pregnancy is one of the important indicators in assessing the nutritional status of the mother and baby. However, there are still many pregnant women who experience weight gain that is not as recommended, which can increase the risk of health problems in mothers and babies. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2018, 17.3% of pregnant women experienced Chronic Energy Deficiency (CHD). In Bogor Regency, 22.7% of pregnant women were underweight, while in Bogor City as many as 50% experienced severe energy deficit. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal factors, nutrient intake, and family factors with maternal weight gain during pregnancy in Bogor City and District in 2025. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design that uses secondary data from the research of Prof. Dr. Ratu Ayu D. S., Apt., M.Sc., entitled “The Effect of Red Palm Oil Supplementation in Pregnant Women's Diet on Breast Milk Quality and Infant Nutritional Status.” This study involved pregnant women respondents from selected health centers in Bogor City and District. Data were analyzed using chi- square and independent t-test methods. The results showed that 63.93% of respondents experienced weight gain that was not as recommended, with a proportion of 42.31% in Bogor Regency and 57.69% in Bogor City. Bivariate tests showed that there was a significant relationship between pre-pregnancy BMI, energy intake, carbohydrates, fat, protein, maternal knowledge about pregnancy, and husband and family support with gestational weight gain (p-value < 0.05). However, there was no significant relationship between age, perception, education, employment status, number of family members, and family income (p-value > 0.05) with gestational weight gain. Therefore, it is recommended to increase education on the importance of energy and macronutrient intake, as well as family involvement, especially husbands in supporting pregnancy, as an effort to improve the nutritional status of pregnant women in Bogor City and District.
Read More
S-11913
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
RR Hertisa Kusuma Putri; Pembimbing: Yvonne M. Indrawani; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Ida Ruslita
S-7004
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lu'ai Hana' Adilah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Ratu Ayu Dewi Sartika, Triyanti, Dodik Briawan ; Annis Catur Adi
Abstrak:
Anemia merupakan keadaan dimana kadar hemoglobin lebih rendah dari normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi tablet zat besi (fe) dan kombinasi tablet zat besi (fe) dengan kapsul serbuk daun kelor (Moringa oleifera) terhadap perubahan kadar hemoglobin ibu hamil anemia di Puskesmas Sisir, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest dan post test design. Terdapat 34 orang partisipan yang mengikuti penelitian ini, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 17 responden. Kelompok eksperimen menerima Tablet zat besi (Fe) dan kapsul serbuk daun kelor dan kelompok kontrol menerima tablet zat besi (Fe). Analisis data perubahan kadar hemoglobin menggunakan uji T-Test berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata kadar Hb pada kelompok kontrol sebelum perlakuan adalah 9.93 g/dl dan kadar Hb sesudah perlakuan adalah 12,79 g/dl. Rata—rata kadar Hb pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan adalah 10,01 g/dL dan kadar Hb setelah diberikan perlakuan adalah  13,15 g/dL. Terdapat pengaruh konsumsi kapsul serbuk daun kelor pada ibu hamil terhadap perubahan kadar hemoglobin di Puskesmas Sisir, Kota Batu, Jawa Timur (p-value < 0,05).

Anemia is a condition where hemoglobin levels are lower than normal. This study aims to determine the effect of consumption of iron (Fe) tablets and a combination of iron (Fe) tablets with Moringa leaf powder capsules on increasing hemoglobin levels of anemic pregnant women at the Sisir Health Center, Batu City, East Java. This research is quantitative research with quasi-experimental design with pretest and post test design approaches. There were 34 participants who participated in this study, then divided into 2 groups of 17 respondents each. The experimental group received iron tablets (Fe) and moringa leaf powder capsules and the control group received iron (Fe) tablets. Analysis using the T-Test. Based on the results of the study, the average Hb level before being given Fe tablets and Moringa leaf powder capsules was 10.01 g/dl and Hb levels after being given Fe tablets and Moringa leaf powder capsules were 13.15 g/dl. The average Hb level before Fe tablets was 9.93 g/dl and Hb levels after Fe tablets were 12.79 g/dl. There is an influence in the consumption of Moringa leaf powder capsules in pregnant women on increasing hemoglobin levels at the Sisir Health Center, Batu City, East Java (p-value < 0.05).
Read More
T-7468
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive