Ditemukan 32434 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Silvi Octen; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Wahyu kurnia Yusrin Putra, Trisari Anggondowati
S-7827
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nibras Azeenshia Winarno; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Triyanti, Anies Irawati
Abstrak:
Read More
Menurut hipotesis thrifty phenotype, individu yang memiliki BBL kurang dari 3000 gram berisiko menderita sindrom metabolik dan diabetes mellitus (DM) tipe 2 di masa dewasanya. PTM bertanggung jawab atas 73% kematian di Indonesia serta risiko kematian dini lebih dari 20%. Pada tahun 2023, data Survei Kesehatan Indonesia menunjukkan persentase BBL kurang dari 3000 gram di Indonesia mencapai 35,3% dan pada Kalimantan Selatan 41,7%. Angka ini mengindikasikan adanya peningkatan persentase BBL kurang dari 3000 gram di Kalimantan Selatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data Riskesdas 2018 mencatatkan persentase BBL kurang dari 3000 gram di Kalimantan Selatan sebesar 37,5%. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian potong lintang serta menggunakan data sekunder SKI tahun 2023. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan complex samples dan uji chi square. Hasil penelitian menemukan adanya hubungan secara signifikan antara BBL dan KEK (p-value = 0,001) dimana ibu dengan riwayat KEK berisiko 5 kali lebih tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan BBL di Kalimantan Selatan yaitu riwayat KEK sehingga faktor tersebut menjadi penting untuk salah satu pencegahan PTM di Kalimantan Selatan.
According to the thrifty phenotype hypothesis, individuals who have a BW less than 3000 grams are at risk of suffering from metabolic syndrome and type 2 DM in adulthood. NCDs are responsible for 73% of deaths in Indonesia and the risk of premature death is more than 20%. In 2023, the SKI data showed that the percentage of BW less than 3000 grams in Indonesia reached 35.3% and in South Kalimantan 41.7%. This indicates an increase in the percentage of BW less than 3000 grams in South Kalimantan when compared to the 2018 Riskesdas data, the percentage of BW less than 3000 grams in South Kalimantan was 37.5%. This is a quantitative study using a cross-sectional research design and using secondary data from the SKI 2023. Data were analyzed univariately and bivariately with complex samples and chi square tests. The results of the study found a significant association between BW and CED (p-value = 0.001) where mothers with a history of CED had a 5 times higher risk. The conclusion is that the factors associated with BW in South Kalimantan is the history of CED so that this factor becomes important for one of the prevention of NCDs in South Kalimantan.
S-11965
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adiba Fajrina; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Triyati, Anies Irawati
S-6972
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fadilla Ajani; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Trisari Anggondowati
S-8012
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sami Asuti; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Kusharisupeni, Anies Irawati, Euis Saadah Hernawati
T-4147
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maulia Sari; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Sandra Fikawati, S.R. Tri Handari
S-7145
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tita Ristiani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Ade Saprudin, Cecep Heriana
Abstrak:
Berat lahir merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering dijadikan indikator ukuran pertumbuhan bayi. Bayi yang memiliki berat lahir kurang dari 2500 gram, mengindikasikan adanya gangguan kesehatan dan gizi ibu ketika hamil, yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas bayi dan berkaitan dengan risiko terjadinya penyakit degeneratif ketika usia dewasa. Penelitian ini memakai desain cross sectional, menggunakan data rekam medis ibu hamil yang melahirkan di UPTD Puskesmas Mandirancan periode Januari sampai dengan Desember 2016 yang berjumlah 397 rekam medis. Hasil uji statistik regresi linier ganda menyatakan bahwa IMT awal kehamilan, pertambahan BB ibu hamil, kadar Hb, dan Lila berhubungan signifikan dengan berat lahir bayi. Faktor yang paling dominan mempengaruhi berat lahir adalah faktor IMT awal kehamilan (β=0,573) setelah dikontrol oleh variabel pertambahan BB ibu hamil, kadar Hb, dan Lila. Disarankan agar puskesmas memberikan informasi kepada ibu hamil dan ibu yang akan merencanakan kehamilan, mengenai pentingnya IMT awal kehamilan, pertambahan BB ibu hamil, kadar Hb, dan Lila yang sesuai rekomendasi untuk mencapai berat lahir yang normal.
Kata Kunci : IMT awal kehamilan; pertambahan berat badan ibu hamil;berat lahir
Birth weight is the most important anthropometric measure and is most often used as an indicator of infant growth. Babies with a birth weight of less than 2500 grams indicate a maternal health and nutritional disorder when pregnant, which may increase the risk of infant morbidity and mortality and are associated with the risk of degenerative diseases in adulthood. This study used cross sectional design, using maternity medical record data that gave birth at UPTD Puskesmas Mandirancan from January to December 2016 which amounted to 397 medical records. The result of double linear regression statistic test stated that early pregnancy BMI, maternal weight of pregnant mother, Hb, and Lila were significantly correlated with infant birth weight. The most dominant factor influencing birth weight was early pregnancy IMT factor (β = 0,573) after controlled by weight variable of pregnant mother, Hb level, and Lila. It is recommended that the puskesmas provide information to pregnant women and mothers who will plan for pregnancy, on the importance of early pregnancy IMT, maternal fatigue, Hb, and Lila levels as recommended to achieve normal birth weight.
Key words : Body Mass Index of early pregnancy; Maternal weight gain, birth weight
Read More
Kata Kunci : IMT awal kehamilan; pertambahan berat badan ibu hamil;berat lahir
Birth weight is the most important anthropometric measure and is most often used as an indicator of infant growth. Babies with a birth weight of less than 2500 grams indicate a maternal health and nutritional disorder when pregnant, which may increase the risk of infant morbidity and mortality and are associated with the risk of degenerative diseases in adulthood. This study used cross sectional design, using maternity medical record data that gave birth at UPTD Puskesmas Mandirancan from January to December 2016 which amounted to 397 medical records. The result of double linear regression statistic test stated that early pregnancy BMI, maternal weight of pregnant mother, Hb, and Lila were significantly correlated with infant birth weight. The most dominant factor influencing birth weight was early pregnancy IMT factor (β = 0,573) after controlled by weight variable of pregnant mother, Hb level, and Lila. It is recommended that the puskesmas provide information to pregnant women and mothers who will plan for pregnancy, on the importance of early pregnancy IMT, maternal fatigue, Hb, and Lila levels as recommended to achieve normal birth weight.
Key words : Body Mass Index of early pregnancy; Maternal weight gain, birth weight
T-4993
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Elmy Rindang Turhayati; Pembimbing: Fatmah, Anies Irawati; Penguji: Sandra Fikawati, Itje Aisah Ranida, Trina Astuti
T-2318
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anisah Meidina; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Kurharisuopeni Djokosudjono, Atmarita, Eni Gustina
T-4837
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amiyella Endista; Pembimbing: Trini Sudiarti, Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Kusharisupeni, Ramchan Rauf, Iip Syaiful
T-2201
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
