Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anna Deliana ... [et al.]
JRI Vol.33, No.4
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deliana Attasya Widyasari; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Evi Martha, Ilham Rahmadi
Abstrak: Penelitian ini adalah mengenai hubungan antara pengetahuan, sikap, dan penerimaan informasi dengan tindakan pencegahan Computer Vision Syndrome (CVS) pada pegawai PT. Nutricell Pacific Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi observasional deskriptif dan analitik dengan jenis potong lintang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini merupakan jumlah keseluruhan populasi. 68 responden yang berpartisipasi pada penelitian ini mengisi kuesioner secara daring menggunakan google form. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar pengetahuan responden tentang CVS masih kurang. Sebagian responden memiliki sikap yang negatif terhadap faktor risiko dan pencegahan CVS. Responden lebih banyak menerima informasi tentang CVS dari internet dibandingkan dengan sumber informasi lainnya. Sebagian besar responden menerapkan tindakan pencegahan CVS yang kurang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan penerimaan informasi dengan tindakan pencegahan CVS. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa perlu adanya pendidikan kesehatan melalui kegiatan edukasi kesehatan. Kegiatan edukasi kesehatan dapat ditunjang dengan penggunaan media poster di area kerja.
This research is about the relationship between knowledge, attitude, and information acceptance with Computer Vision Syndrome (CVS) prevention on employees of PT. Nutricell Pacific Year 2022. This research is a quantitative research with descriptive and analytical observational study design with cross sectional type. The sample used in this study is the total number of the research population. 68 respondents who participated in this study filled out online questionnaires using google forms. The results of this study found that most of the respondents' knowledge about CVS was still lacking. Some respondents have negative attitudes towards CVS risk factors and prevention. Respondents get more information about CVS from the internet compared to other sources of information. Most of the respondents are not good at implementing CVS prevention measures. The results showed that there was no significant relationship between knowledge, attitude, and acceptance of information with CVS prevention measures. Based on the results of the study, it is suggested that there is a need for health education through health education activities. Health education activities can be supported by the use of poster media in the work area.
Read More
S-11148
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sakina Makatita; Pembimbing: Ratna Djuwita, Nurhayati Adnanl Penguji: Anies Irawati, Juzi Deliana
Abstrak:
Tesis ini membahas hubungan pola asuh dan pendidikan ibu dengan stunting pada batita usia 12 – 36 bulan di Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor Tahun 2019. Stunting merupakan suatu keadaan dimana anak dibawah lima tahun mengalami gagal tumbuh yang di akibatkan karena kekurangan asupan gizi kronis yang disebabkan oleh malnutrisi jangka panjang sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan umur anak tersebut atau bisa dikatakan anak terlalu pendek jika dibandingkan dengan usianya. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi stunting turun menjadi 30,8% dari yang sebelumnya adalah 37,2% (2013). Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional dari menganlisis 500 batita berusia 12 – 36 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi stunting pada batita dengan pola asuh ibu buruk dan pendidikan ibu rendah sebesar 2,65 lebih tinggi dibandingkan proporsi stunting pada batita dengan pola asuh ibu baik dan pendidikan ibu tinggi yaitu 1. Analisis multivariat dengan uji cox regression menunjukkan hubungan yang signifikan antara pola asuh dan pendidikan ibu dengan stunting memiliki PR= 2,36 (95% CI : 1,46-4,81) p-value 0,005 , artinya peluang kejadian stunting pada batita dengan pola asuh ibu buruk dan pendidikan rendah sebesar 2,36 kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan batita yang memiliki pola asuh ibu baik dan pendidikan ibu tinggi setelah dikontrol pendapatan keluarga dan usia ibu saat hamil. Kata kunci: pola asuh dan pendidikan ibu, stunting, 12–36 bulan, Tamansari, Bogor

Stunting is a public health problem that needs to be addressed both in Indonesia and the World. The real impact of this problem is hampered motor development, mental growth and increased risk of morbidity  and death. One of the risk factors for stunting in children is the lack of nutritional intake of infants, especially exclusive breastfeeding. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding with stunting in toddlers aged 12-36 months in Tamansari sub-district, Bogor district, 2019. The research design used was cross-sectional using primary data. The sample in this study amounted to 500 toddlers obtained by Proportional Random Sampling. This research was conducted in July 2019. Data collection was carried out by measuring height, body length, interviews with questionnaires and food recall. Stunting status was assessed based on the TB / U indicator

Read More
T-5957
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deliana Attasya Widyasari; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Stevan Deby Anbiya Muhammad Sunarno, Wira Wisnu Wardani, Arif Hening Mustikaningrum
Abstrak:
Pendahuluan. Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian dan salah satu masalah kesehatan utama pada kelompok usia produktif. Tingginya faktor risiko yang dapat dimodifikasi, seperti merokok, kurang aktivitas fisik, obesitas, hipertensi, dan dislipidemia menunjukkan pentingnya perilaku pencegahan penyakit kardiovaskular pada pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan perilaku pencegahan penyakit kardiovaskular berdasarkan model Capability, Opportunity, Motivation of Behaviour (COM-B) sebagai dasar pengembangan promosi kesehatan di tempat kerja. Metode. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) pada 116 pekerja PT NP Group. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner COM-B dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil. Sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan penyakit kardiovaskular yang rendah (55,2%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa psychological capability yang terdiri dari action planning, action control, dan decision making (p <0,001), reflective motivation (p = 0,009), serta automatic motivation (p<0,001) berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, physical capability (p = 0,442), knowledge (p = 0,947), physical opportunity (p = 0,615), dan social opportunity (p = 0,589) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa automatic motivation (OR = 1,249; p = 0,033) dan psychological capability (OR = 1,172; p = 0,020) merupakan determinan yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku pencegahan penyakit kardiovaskular, sedangkan reflective motivation tidak lagi signifikan setelah dikontrol bersama variabel lain (p = 0,146). Variabel sosiodemografi berupa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status pernikahan juga tidak berpengaruh signifikan. Model akhir memiliki nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,323 dan tingkat ketepatan klasifikasi sebesar 71,6%. Kesimpulan. automatic motivation dan psychological capability merupakan determinan utama perilaku pencegahan penyakit kardiovaskular pada pekerja. Oleh karena itu, program promosi kesehatan di tempat kerja perlu difokuskan pada pembentukan kebiasaan sehat, penguatan regulasi diri, action planning, action control, dan decision making untuk meningkatkan efektivitas pencegahan penyakit kardiovaskular pada pekerja.

Introduction. Cardiovascular disease (CVD) remains the leading cause of mortality worldwide and is a major health concern among the productive working-age population. The high prevalence of modifiable risk factors, including smoking, physical inactivity, obesity, hypertension, and dyslipidemia, highlights the importance of preventive health behaviours among workers. This study aimed to analyze the determinants of cardiovascular disease prevention behaviour based on the Capability, Opportunity, Motivation–Behaviour (COM-B) model as a foundation for developing workplace health promotion programs. Method. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted among 116 employees of PT NP Group. Data were collected using a COM-B-based questionnaire and analyzed through univariate, bivariate (Chi-square), and multivariate (logistic regression) analyses. Result. The results showed that the majority of respondents demonstrated low cardiovascular disease prevention behaviour (55.2%). Bivariate analysis revealed significant associations between psychological capability, particularly action planning, action control, and decision making (p<0.001), reflective motivation (p = 0.009), and automatic motivation (p <0.001) with cardiovascular disease prevention behaviour. In contrast, physical capability (p = 0.442), knowledge (p = 0.947), physical opportunity (p = 0.615), and social opportunity (p = 0.589) were not significantly associated with preventive behaviour. Multivariate analysis indicated that automatic motivation (OR =1.249; p = 0.033) and psychological capability (OR = 1.172; p = 0.020) were significant determinants of cardiovascular disease prevention behaviour, whereas reflective motivation was no longer significant after adjustment for other variables (p = 0.146). Sociodemographic factors, including age, sex, educational level, and marital status, were also not significantly associated with preventive behaviour. The final model demonstrated a Nagelkerke R Square of 0.323 and an overall classification accuracy of 71.6%. Conclusion. This study concludes that automatic motivation and psychological capability are the primary determinants of cardiovascular disease prevention behaviour among workers. Therefore, workplace health promotion programs should focus on strengthening healthy habits, self-regulation skills, action planning, action control, and decision-making abilities to enhance the effectiveness of cardiovascular disease prevention efforts in the workplace. Keywords: cardiovascular disease, preventive behaviour, workplace health promotion, COM-B, psychological capability, opportunity, reflective motivation, automatic motivation.
Read More
T-7635
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naskah lengkap kongres nasional VII perinasia dan simposium internasional: Adolescence reproductive and perinatal health toward 3rd millenium (daftar isi): 1. Kesehatan reproduksi dari usia harapan hidup sampai hidup sesuai harapan; 2. Perinatal HIV transmission and prevention; 3. Strategies to prevent mother to child tramsmission of HIV: from research to large scale implementation; 4. Kontroversi dalam pengelolaan persalinan kurang bulan; 5. Re-Fmerging infection diseases pada ibu hamil dan bayinya; 6. Kesehatan remaja: kebijakan, kendala dan tantangan; 7. Pengembangan program kesehatan reproduksi remaja di tingkat puskesmas: studi di puskesmas Kec. Pasar Minggu Jaksel; 8. Malaysia's experience in capacity building in adolescent health (Including reproductive health); 9. Nepal's experience on adolescent health and development strategy; 10. Congenital toxoplasmosis: fetal antibodies production in amniotic fluid; 11. Torch Vaccines; 12. Infeksi HIV/ AIDS pada wanita hamil; 13. Dampak penggunaan Zapza pada ibu terhadap bayinya; 14. Transmisi perinatal HIV pengetahuan dan sikap petugas kesehatan; 15. Pertumbuhan dan perkembangan susunan saraf pusat (Otak) pada janin bayi; 16. Peranan Lcpufas khususnya DHA dan AA pada janin dan bayi; 17. Penambahan DHA dan AA pada makanan bayi: peran dan manfaatnya; 18. Vaginal douche: preventive and /or adjunctive management of vaginal infection; 19. Penggunaan lactacyd liquid sebagai terapi ajuvan pada dermatosis bayi dan anak; 20. Project proposal reproductive health indicators for global monitoring: A world database for assessing quality assurance; 21. The use of mifeperistone as emergency contraception; 22. Tubal infertility; 23. Malaria dalam kehamilan; 24. Development of roll back malaria model in Indonesia (Gebrak malaria) malaria in pregnancy; 25. Safety of new antimalarial drugs in pregnancy; 26. Peran PPTI dalam meningkatkan penyuluhan TB kepada remaja dan ibu hamil; 27. Presentation - prevention of TB in the perinatal period
P 618.32 NAS
[s.l.] : Semarang Perinasia Jawa Tengah 2001, s.a.]
Prosiding   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive