Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Alifah; Pembimbing Lapangan: Sudarti
L-480
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alifah; Pembimbing Akademik: Adang Bachtiar; Pembimbing Lapangan: Sudarti
L-554
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alifah; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mardiati Nadjib, Sudarti
S-5614
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alifah Syafriyani; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Makanan jajanan merupakan sumber pemenuhan gizi bagi anak-anak di sekolah. Akan tetapi, makanan jajanan khususnya yang dijual di Sekolah Dasar tidak selalu aman, dan juga rentan terkontaminasi Escherichia coli. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi makanan jajanan anak Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Medan Satria dan Jati Asih, Kota Bekasi dengan kontaminasi E.coli pada makanan jajanan. Subjek penelitian yaitu penjamah makanan jajanan di 15 SD Negeri dan Swasta Kecamatan Medan Satria dan Jati Asih, Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16,4% (10 sampel) makanan jajanan positif terkontaminasi E.coli. Berdasarkan pengujian chi square terdapat hubungan yang bermakna antara variabel higiene sanitasi bahan makanan (OR=6,150), higiene sanitasi peralatan (OR=10,571), higiene sanitasi makanan jajanan (OR= 19,688) dan kondisi sarana penjaja (OR=19,688) terhadap terjadinya kontaminasi E.coli pada makanan jajanan anak SD di Kec. Medan Satria dan Jati Asih, Kota Bekasi. Dari hasil uji regresi logistik, didapatkan bahwa variabel paling dominan terhadap kontaminasi E.coli adalah kondisi sarana penjaja bersama dengan higiene sanitasi peralatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mencegah terjadinya kontaminasi E.coli melalui penyuluhan, pelatihan, dan pembinaan higiene sanitasi makanan kepada penjamah makanan, penyediaan fasilitas sanitasi, dan program pemantauan kualitas makanan melalui inspeksi higiene sanitasi dan pengujian mikrobiologi makanan.
Kata kunci: Escherichia coli, makanan jajanan, sekolah dasar
Read More
Kata kunci: Escherichia coli, makanan jajanan, sekolah dasar
S-10005
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alifah Nur Fadhilah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adik Wibowo, Ali Syachrul Chairuman
Abstrak:
Needle Stick Injury (NSI) merupakan kecelakaan kerja yang sering dialami olehtenaga kesehatan di seluruh dunia. Setiap tahunnya, diperkirakan terdapat ratusan jutatenaga kesehatan terkena NSI yang mengarah pada penyakit blood borne pathogen, diantaranya HIV/AIDS, Hepatitis B dan Hepatitis C. Di negara berkembang, frekuensiNSI masih lebih tinggi dari pada di negara maju. Padahal kejadian NSI dapat dicegahdengan menggunakan serangkaian strategi pencegahan, seperti penggunaan SafetyNeedle Device (SND) bersama dengan pelatihan, pendidikan dan kontrol praktik kerja.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil analisis strategi pencegahankejadian needle stick injury pada negara lain dan menganalisis strategi yang palingrelevan untuk di implementasikan di Indonesia. Penelitian ini merupakan studiliterature review melalui delapan database, yaitu Pubmed, ProQuest, Ebsco, SpringerLink, Scopus, Science Direct, JSTOR dan Google Scholar. Terdapat 20 artikel terinklusidari 15.840 artikel yang diidentifikasi dari kedelapan database. Hasil dari penelitian inimenunjukkan bahwa strategi pencegahan NSI di berbagai negara sangat beragamdengan rekomendasi terbanyak adalah penggunaan SND. Kebijakan terkait pencegahanNSI sudah diterapkan di banyak negara maju dan beberapa negara berkembang, namundi Indonesia belum ada peraturan yang spesifik membahas pencegahan NSI. Maka dariitu diperlukan sebuah pedoman penyusunan pencegahan NSI di Indonesia, khususnya diarea rumah sakit.
Kata kunci:Cedera tertusuk jarum, kecelakaan kerja, literature review, pencegahan
Needle Stick Injury (NSI) is a work accident that is often experienced by healthworkers throughout the world. Every year, it is estimated there are hundreds of millionshealth workers affected by NSI that lead to blood borne pathogen diseases, includingHIV / AIDS, Hepatitis B and Hepatitis C. In developing countries, the frequency of NSIis still higher than in developed countries. Whereas NSI incidents can be prevented byusing a series of prevention strategies, such as the use of Safety Needle Device (SND)along with training, education and work practice control. The purpose of this study is toobtain an analysis strategy of preventing needle stick injuries in other countries and toanalyze the strategies that are most relevant for the implementation in Indonesia. Thisresearch is a literature review study through eight databases, namely Pubmed, ProQuest,Ebsco, Springer Link, Scopus, Science Direct, JSTOR and Google Scholar. There were20 articles included from the 15.840 articles identified from the eight databases. Theresults of this study indicate that NSI prevention strategies in various countries are verydiverse with the most recommendations being the use of SND. Policies related to NSIprevention have been implemented in many developed countries and some developingcountries, but in Indonesia there are no specific regulations discussing about NSIprevention. Therefore, we need a guideline for the preparation of NSI prevention inIndonesia, especially in the hospital setting.
Key words:Literature review, Needle Stick Injury (NSI), prevention, work accident.
Read More
Kata kunci:Cedera tertusuk jarum, kecelakaan kerja, literature review, pencegahan
Needle Stick Injury (NSI) is a work accident that is often experienced by healthworkers throughout the world. Every year, it is estimated there are hundreds of millionshealth workers affected by NSI that lead to blood borne pathogen diseases, includingHIV / AIDS, Hepatitis B and Hepatitis C. In developing countries, the frequency of NSIis still higher than in developed countries. Whereas NSI incidents can be prevented byusing a series of prevention strategies, such as the use of Safety Needle Device (SND)along with training, education and work practice control. The purpose of this study is toobtain an analysis strategy of preventing needle stick injuries in other countries and toanalyze the strategies that are most relevant for the implementation in Indonesia. Thisresearch is a literature review study through eight databases, namely Pubmed, ProQuest,Ebsco, Springer Link, Scopus, Science Direct, JSTOR and Google Scholar. There were20 articles included from the 15.840 articles identified from the eight databases. Theresults of this study indicate that NSI prevention strategies in various countries are verydiverse with the most recommendations being the use of SND. Policies related to NSIprevention have been implemented in many developed countries and some developingcountries, but in Indonesia there are no specific regulations discussing about NSIprevention. Therefore, we need a guideline for the preparation of NSI prevention inIndonesia, especially in the hospital setting.
Key words:Literature review, Needle Stick Injury (NSI), prevention, work accident.
S-10429
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alifah Komaraningsih Sutiadi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Gama Widyaputra, Suparni
Abstrak:
Read More
Peluang konstruksi kelautan semakin vital dalam pengembangan industri maritim. Industri konstruksi dikenal dengan risiko kematian dan cidera yang lebih tinggi dari industri-industri lainnya. Konstruksi kelautan seperti pengerukan, dilakukan selama dua puluh empat jam dan tujuh hari dalam seminggu karena faktor cuaca dan lingkungan. Industri ini mengombinasikan bahaya kerja pada konstruksi ditambah dengan bahaya bekerja di atas kapal, dimana cuaca menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatannya. Konsep Design for Safety (DfS) merupakan integrasi dari identifikasi bahaya dan penilaian risiko pada tahap konseptual dan perencanaan proyek. Integrasi DfS dalam siklus hidup proyek konstruksi kelautan diharapkan mampu berdampak positif terhadap Incident Rate. Design for Safety dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi empat dimensi yaitu metode kerja, peralatan kerja, tenaga kerja, dan lingkungan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis data menggunakan desain potong lintang, dilaksanakan mulai dari Juni 2023 sampai dengan November 2023. Populasi penelitian adalah seluruh staff di Direktorat Operasional di PT X, dengan total sebanyak 33 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah total sampling, yaitu sebanyak 33 sampel. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi Design for Safety (DfS) dalam dimensi Metode Kerja, Peralatan Kerja, Tenaga Kerja, dan Lingkungan Kerja memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Incident Rate, dengan tingkat korelasi yang kuat hingga sangat kuat. Terdapat beberapa faktor-faktor dominan DfS di PT X yang berpengaruh terhadap keselamatan konstruksi yaitu analisis bahaya, penilaian risiko, dan rencana mitigasi (MK4), kondisi/kesiapan peralatan kerja (PK3), pengetahuan kontraktor mengenai Design for Safety (TK9), ketersediaan biaya keselamatan kesehatan kerja (K3) dalam anggaran biaya proyek (LK13), dan komitmen klien terhadap Design for Safety (LK2).
Marine-construction opportunities are becoming increasingly vital in the development of the maritime industry. The construction industry is known for having a higher risk of fatalities and injuries compared to other industries. Marine construction, such as dredging, is conducted twenty-four-hour a day and seven days a week due to weather and environmental factors. The industry combines the hazards of construction coupled with the challenges of working on ships, where weather is an integral part of the construction activities. The concept of Design for Safety (DFS) involves integrating hazard identification and risk assessment in the conceptual and project planning stages. The integration of DfS in the lifecycle of marine construction project is expected to have a positive impact on the Incident Rate. In this research, Design for Safety is categorized into four dimensions : Work Methods, Equipment, Manpower, and Environment. This research of quantitative study with cross-sectional design, conducted from June 2023 to November 2023. Research population consist of all staff in the Operational Directorate at PT X, totaling 33 individuals as total samples. Based on the research findings, the implementation of Design for Safety in the dimensions of Work Methods, Equipment, Manpower, and Environment has a positive and significant relationship to Incident Rates, with correlation levels ranging from strong to very strong. There are several dominant factors of Design for Safety at PT X that affect the construction safety include hazard analysis, risk assessment, and mitigation plans (MK4), equipment condition/readiness (PK3), contractror knowledge on Design for Safety (TK9), availability of occupational safety and health (OHS) costs in project budget (LK13), and client commitment to Design for Safety (LK2).
T-7258
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alifah Komaraningsih; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Alve Yunus Marpaung
S-8533
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
