Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gita Aprilicia; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Nurhayati Adnan, Juferdy Kurniawan, Kemal Fariz Kalista
Abstrak: Latar Belakang. COVID-19 mempunyai manifestasi klinis utama di saluran pernapasan. Selain pernapasan, manifestasi COVID-19 juga ditemukan di hati. Gangguan fungsi hati pada pasien COVID-19 ditandai dengan peningkatan enzim alanine aminotransferase (ALT), aspartate aminotransferase (AST), dan bilirubin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan gangguan fungsi hati terhadap kesintasan pasien COVID-19 di RS Cipto Mangunkusumo. Metode. Desain penelitian ini kohort retrospektif. Populasi adalah pasien rawat inap dewasa dengan konfirmasi COVID-19 periode Oktober 2020 hingga Januari 2021. Analisis survival dengan Kaplan Meier digunakan untuk mengetahui kesintasan. Analisis Regresi Cox Extended digunakan untuk mengetahui hubungan kausal gangguan fungsi hati terhadap kesintasan pasien COVID-19 Kesimpulan. Adanya gangguan fungsi hati pada 14 hari masa awal pengamatan berkontribusi terhadap kesintasan pasien COVID-19.
Read More
T-6240
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Aprilicia; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yovsyah, Felly Philipus Senewe
Abstrak: Asma merupakan penyakit inflamasi saluran pernapasan yang sering dijumpai pada anak-anak dengan insiden kejadian yang lebih tinggi dibanding kelompok umur lainnya. Diperkirakan, sekitar 300 juta penduduk dunia saat ini menderita asma dan akan meningkat menjadi 400 kasus pada tahun 2025. Selain dari faktor pejamu yang tidak dapat dimodifikasi, peningkatan prevalens asma diduga juga berhubungan dengan adanya peran dari faktor lingkungan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asma dan pencetus serangan asma anak usia 0-11 tahun di Indonesia pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskedas tahun 2013 dengan desain cross sectional deskriptif. Responden terdiri dari 237.992 anak usia 0-11 tahun di Indonesia. Analisis data dilakukan dengan analisis chi square.

Hasil analisis univariat diperoleh prevalensi asma pada anak usia 0-11 tahun di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 3,6% dengan faktor pencetus yang paling sering adalah flu atau infeksi sebesar 56,2%. Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa kejadian asma pada anak usia 0-11 tahun berhubungan dengan umur, jenis kelamin, wilayah tinggal, keadaan sosioekonomi, asap dapur, paparan pestisida dalam rumah, jenis lantai rumah, jenis dinding rumah, jenis plafon rumah, kebersihan ruang tidur, kebersihan ruang masak, dan kebersihan ruang keluarga.

Penelitian ini menemukan bahwa peluang mendapatkan asma lebih tinggi ditemukan pada anak laki-laki, berumur 2 tahun, tinggal di wilayah pedesaan, mempunyai keadaan sosioekonomi rendah, terdapat asap dapur dalam rumah, terdapat paparan pestisida dalam rumah, mempunyai lantai rumah berjenis tanah, dinding berjenis bambu, plafon berjenis bambu, serta kebersihan ruang tidur, ruang masak, dan ruang keluarga yang tidak bersih.

Kata Kunci: Asma pada Anak, Pencetus Serangan Asma, Lingkungan Rumah
Read More
S-9043
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive