Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rahmi Ariyani; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi
S-2621
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahmi Ariyani; Pembimbing: Endang Laksminingsih; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Besral, Tiara Lutfie, Asril
Abstrak:
abstrak
Stunting merupakan salah satu permasalahan status gizi di Indonesia. 1 dari 3 anak di.
Indonesia mengalami stunting. Indonesia masuk 5 besar negara yang memiliki
prevalensi stunting tertinggi (37,2%) di dunia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia
12-59 bulan. Metoda Desain penelitian adalah cross-sectional. Sampel penelitian ini
pada Indonesia Family Life Survey (1FLS) yaitu anak yang berusia 12-59 bulan tahun
2014 sebesar 1442 orang. Data dianalisis dengan regresi logistik. Hasil: Hubungan yang
signifikan antara stunting dengan berat lahir, jenis kelamin, riwayat penyakit infeksi,
usia ibu saat hamil, pendidikan ibu, pendidikan ayah, tinggi badan ibu, tinggi badan
ayah, wilayah tempat tinggal, sanitasi dasar dan fasilitas air bersih. Balita yang memiliki
berat lahir <2500 gram kemungkinan mengalami stunting 2,58 setelah dikontrol dengan
faktor-faktor lainnya. Kesimpulan: Berat lahir menjadi salah satu faktor risiko penting
dalam stunting. Untuk mencegah peningkatan stunting memerlukan program intervensi
yang spesifik dan sensitif. Penanganan sejak dini khususnya 1000 Hari Pertama
Kehidupan melalui kualitas pemeriksaan ibu hamil, pemantauan penambahan berat
badan ibu selama hamil,serta pemberian minimal 90 tablet tambah darah.
Kata Kunci :Stunting, Berat Lahir, 1000 Hari Pertama Kehidupan
Stunting is one of nutritional problems in Indonesia. 1 of 3 children in Indonesia has stunting.
Indonesia entered the top 5 countries that have the highest stunting prevalence (37.2%) in the
world.
Objectives: This study aims to find out the risk faktors stunting in children aged 12-59months.
Methods: The study design was cross-sectional. This study took samples on Indonesia Family
Life Survey (1FLS) that were 1442 children aged 12-59 months in 2014. Data analysis applied
logistic regression. Results: Significant association between stunting and birth weight, sex,
history of infectious diseases, maternal age during pregnancy, maternal education, father's
education, maternal height, father's height, residence area, basic sanitation and clean water
facilities. Children who have birth weight <2500 grams are likely to have stunting 2.58 after
controlled with other factors.Conclusion: Birth weight is an important risk factor in stunting. To
prevent stunting increases requires a specific and sensitive intervention program. Early
handling, especially the First 1000 Days of Life through the quality of pregnant women's
examination, monitoring of maternal weight gain during pregnancy, and giving at least 90
tablets plus blood.
Keywords: Stunting, Birth Weight, 1000 Days of Life
Read More
T-5179
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adhika Paramasatya; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, R. Budi Haryanto, Ade Irwan Afandi, Rahmi Ariyani
Abstrak:
Read More
Stunting adalah menurunnya laju pertumbuhan panjang/tinggi badan dibawah minus 2 standar deviasi. Desa Cijeruk Kecamatan Kibin merupakan desa dengan angka kejadian stunting tertinggi di Kab. Serang dimana 233 (77,66%) balita menderita stunting. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran kejadian stunting pada balita di Desa Cijeruk Kecamatan Kibin Kabupaten Serang Banten tahun 2023 dan menganalisis hubungannya dengan Riwayat Penyakit Infeksi. Desain penelitian adalah potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting (p<0,01). Balita dengan riwayat penyakit infeksi berisiko 21,23 kali mengalami stunting (OR=21,23,95% CI 7,15-62,01). Variabel kovariat faktor balita yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah jenis kelamin (p=0,038) dan riwayat penyakit infeksi (p=<0,001); faktor keluarga yaitu pendapatan keluarga (p=0,040) dan pola asuh otoriter (p= 0,004); dan faktor lingkungan yaitu stop buang air besar sembarangan (p=0,038) dan pengamanan sampah rumah tangga (p=<0,001). Variabel MP-ASI dan stop buang air besar sembarangan merupakan variabel perancu terhadap hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting. Balita yang memiliki riwayat penyakit infeksi berisiko 31,30 kali lebih tinggi mengalami stunting dibanding balita yang tidak memiliki riwayat penyakit infeksi setelah dikontrol oleh variabel perancu (OR=21,28 95% CI 6,088-74,379).
Stunting is a decrease in the growth rate of length/height below minus 2 standard deviations. Cijeruk Village, Kibin District, is the village with the highest stunting rate in Kab. Serang where 233 (77.66%) toddlers suffer from stunting. The purpose of this study was to identify the description of the incidence of stunting in toddlers in Cijeruk Village, Kibin District, Serang Banten Regency in 2023 and analyze its relationship with a History of Infectious Diseases. The research design is cross-sectional with a quantitative approach. The results of the study found that there was a relationship between a history of infectious diseases and the incidence of stunting (p <0.01). Toddlers with a history of infectious diseases are at risk of 21.23 times experiencing stunting (OR=21.23.95% CI 7.15-62.01). The covariate variables associated with stunting were gender (p=0.038) and history of infectious diseases (p=<0.001); family factors, namely family income (p=0.040) and authoritarian parenting (p=0.004); and environmental factors, namely stopping open defecation (p=0.038) and safeguarding household waste (p=<0.001). The MP-ASI variable and stopping open defecation are confounding variables for the relationship between a history of infectious diseases and the incidence of stunting. Toddlers who have a history of infectious diseases have a 21.28 times higher risk of experiencing stunting than toddlers who do not have a history of infectious diseases after controlling for confounding variables (OR=21.28 95% CI 6.088-74.379).
T-6721
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
