Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Erly Ermawati; Pembimbing: Syafri G.
S-292
Jakarta : FKM UI, 1986
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Ermawati; Pembimbing: Hapsari, Indri
M-1406
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erlyn Ermawati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Kusdinar Achmad
T-1871
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Putu Wibawa; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Peter A.W. Pattinama, Ermawati
S-4789
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Ermawati; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Popy Yuniar, Sulaiman Metere
S-5826
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Ermawati; Anferi Devitra
Abstrak: Pengulangan radiografi konvensional merupak salah satu indikator mutu instalasi radiologi Rumah Sakit Otak DR Drs M Hatta Bukittinggi. Sampai saat ini hasil penilaian pengulangan radiografi konvensional sangat fluktuatif, walaupun sudah ada perbaikan. Hasil yang fluktuatif ini cukup mendapatkan perhatian. Hal ini terjadi karena menjadi faktor pengurang dalam indikator kinerja Unit, indicator kinerja individu yang berpengaruh terhadap poin remunerasi staf. Selain itu pengulangan radiografi konvensional juga berakibat terhadap manajemen resiko. Pengulangan radiografi konvensional meningkatkan angka paparan radiasi kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor yang memberikan pengaruh pada pengulangan radiografi konvensional. Penelitian menggunakan konsep mutu Donabedian. Metode penelitian kualitatif dengan analisis matriks dan konten. Informan penelitian berjumlah 19 orang mulai dari direksi hingga kepala ruangan terkait. Sedangkan data yang digunakan adalah data primer dengan wawancara langsung dan data sekunder menggunakan dokumen dan arsip. Dari komponen yang diteliti, maka maka dapat disimpulkan faktor penyebab pengulangan radiografi konvensional, yang sangat mungkin mempengaruhi satu sama lainnya antara lain kepatuhan SDM terhadap SOP, alat konvensional dan alat prosessing CR serta komponen administrasi pasien
Read More
B-2282
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ermawati; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Khafifah Any
Abstrak: Penyelenggaraan program kesehatan memerlukan pengembangan sistem pembiayaan yang bersumber dari pemerintah dan masyarakat termasuk swasta yang mampu menghasilkan tersedianya dana yang memadai. Pembiayaan dari sektor swasta utamanya pembelanjaan masyarakat merupakan porsi terbesar dari pembiayaan kesehatan. Konstribusi sektor swasta dan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan adalah sekitar 65 % dan sisanya sebesar 35 % dari sektor publik, Dari konstribusi sektor swasta dan masyarakat yang sekitar 65 % itu, sebagian besar masyarakat membiayai kesehatan mereka masih menggunakan cara membayar untuk tiap pelayanan (fee for service), hanya 14% masyarakat tercakup dalam program asuransi kesehatan. Sistem pembayaran dengan cara pra upaya (prepaid) pada pemberi pelayanan kesehatan baik rumah sakit maupun dokter dalam jumlah yang ditetapkan sebelum suatu pelayanan diberikan, salah satu caranya adalah dengan Diagnosis Related Group’s (DRG’s). Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mendapatkan gambaran variasi biaya dalam penyusunan DRG’s pada penyakit Diare/Gastro Enteritis di RSU Tangerang. Kasus yang diambil pada penelitian ini adalah penyakit diare, karena penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Diperkirakan angka kesakitan berkisar diantara 150-430 perseribu penduduk setahunnya. Dan menurut WHO (1999), setiap tahun 12 juta anak di dunia meninggal sebelum mencapai umur 5 tahun. Dari seluruh kematian tersebut, 70% meninggal karena ISPA (Inpeksi Saluran Pernafasan), diare, malaria, campak dan malnutrisi serta seringkali merupakan kombinasi dari penyakit diatas. Demikian pula di RSU Tangerang, kasus Diare/GE dari tahun 2000 hingga 2004 berada diposisi pertama dari sepuluh penyakit terbanyak di Instalasi Rawat Inap RSU Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi pada semua pasien yang mempunyai diagnosis utama Diare/GE dengan dan tanpa diagnosis penyerta dan diagnosis penyulit yang terjadi pada bulan Januari 2004 sampai dengan Desember 2004. Sedangkan sampelnya adalah pada kelompok umur anak-anak. Data didapat dari catatan medik pasien di Bagian Rekam Medik RSU Tangerang, sedangkan data untuk mencari unit cost pelayanan diare didapat dari bagian keuangan serta unit-unit terkait di RSU Tangerang. Dari penelitian didapat hasil rata-rata lama hari rawat Diare/GE tanpa penyerta dan penyulit (murni) adalah 2 hari dengan biaya sebesar Rp 454.401,-, rata-rata lama hari rawat Diare/GE dengan penyerta adalah 4 hari dengan biaya sebesar Rp 827.195,-, rata-rata lama hari rawat Diare/GE dengan penyulit adalah 6 hari dengan biaya sebesar Rp 1.310.088,- serta rata-rata lama hari rawat Diare/GE dengan penyerta dan penyulit adalah 9 hari dengan biaya sebesar Rp 1.727.192,-. Sehingga berdasarkan hasil tersebut, pengelompokkan penyakit Diare/Gastro Enteritis berdasarkan DRG’s di RSU Tangerang dapat dilakukan, yaitu dengan masuknya penyakit Diare/Gastro Enteritis ke dalam MDC 6 dengan DRG G68A dan DRG G68B. Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran yang dapat dijadikan masukan untuk rumah sakit jika ingin menyusun DRG’s yaitu penulisan diagnosis akhir harus jelas dan tepat, serta mempunyai standar operating prosedur penanganan Diare/GE yang lengkap. Kepustakaan : 35 ( 1986 – 2005)
Health program development needs support from government as well as society which includes a sufficient budget from private sector. The cost from private sector, mainly society’s budgeting has resulted in the biggest portion from the health expenses. The contribution from private sector and society is around 65 percent and the rest about 35 percent comes from public sector. From this 65 percentage, the majority of society is still using one mean of payment by paying for each service (fee for service), only 14 percent of the society is covered by health insurance. Prepaid payment sistem on the side of health provider either in hospitals and clinics (doctors) in the recommended state before certain treatment being given, one way is using Diagnosis Related Group’s (DRG’s). On the whole this study aims to get the descriptive picture as cost variation in making the DRG’s for Diarrhea/GastroEnteritis illness in Tangerang Public Hospital. The focus us on the diarrhea disease, since it is still one of the major disease for babbies and children in Indonesia. It is predicted that the number of these patients will be around 150-430 every 1000 people annually. According to WHO (1999), 12 millions children below the age of five all over the world died because of this disease. From the mortality rate, 70% died of ISPA (upper respiratory tract), diarrhea, malaria, measles, and malnutrition and oftentimes is the complication of all diseases. And also in Tangerang Public Hospital, diarrhea/GE cases between 2000 until 2004 ranked at number one of the the tenth most diseases in in-patient installation, Tangerang Public Hospital. The methode is quantitative, descriptive, using all patients as the population with the indication of diarrhea with or without difficulties and complications from January 2004 to December 2004. The sample is children. The data is taken from the medical record department and for the unit cost on dirrhea treatment is gathered from the accounting department and from other related departments in Tangerang Pubilc Hospital. The study reveals that LOS (length of stay) of diarrhea/GE with no complications is two days with the total cost Rp. 454.401, LOS (length of stay) of diarrhea/GE with complications is for days with the total cost Rp. 827.195. LOS (length of stay) of diarrhea/GE with difficulties is six days with the total cost Rp. 1.310.088, LOS (length of stay) of diarrhea/GE with complications and difficulties is for nine days with the total cost Rp. 1.727.192. So, the group of diarrhea disease/GastroEnteritis based on Tangerang Public Hospital’s DRG can be done, that is by grouping diarrhea disease, into MDC 6 with DRG G68A dan DRG G68B. Based on the results, it is recommended that the hospital should make a concise, clear diagnosis report before undergoing DRG’s and a complete DRG’s standard operating procedure. Indexing : 35 (1986 – 2005)
Read More
B-881
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ermawati; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Ronnie Rivany
Abstrak: Penetapan tarif Puskesmas Tanjung Paku selama ini belum mengacu pada suatu analisis biaya satuan pelayanan dan tingkat kemampuan membayar masyarakat. Apakah dengan tarif yang sekarang berlaku sudah mendekati biaya satuan pelayanan dan kemampuan membayar masyarakat dan bagaimana tarif yang rasional di Puskesmas Tanjung Paku, maka dilakukan suatu penelitian/analisis tentang tarif ini di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Paku kota Solok.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan rancangan cross sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder untuk pusat-pusat biaya dan untuk menentukan ATP (kemampauan membayar masyarakat) dipakai data Susenas 1999 dan data pengunjung Puskesmas. Data primer dilakukan dengan wawancara terpimpin dengan memakai kuesioner. Perhitungan biaya satuan pelayanan didapatkan dari analisis biaya dengan metode double distribution sedangkan analisis tarif dikembangkan melalui simulasi tarif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya satuan aktual tanpa Annualized Fixed Cost (AFC) dan gaji di Unit BP adalah Rp. 2.617,34 untuk KIA Rp. 3.630,14 dan untuk poli gigi Rp. 5.074,55. Biaya satuan normatif untuk unit BP adalah Rp. 4.603,96 untuk KIA Rp. 7.850,65 dan poli gigi Rp. 12335,55. Biaya satuan yang didapatkan ini lebih besar dari tarif yang berlaku sekarang yang hanya Rp. 1.500.
Dari simulasi tarif di unit pelayanan BP, KIA dan Poli Gigi maka tarif yang rasional, untuk unit BP adalah Rp. 3.000,-dengan jumlah pengunjung Puskesmas yang mampu membayar adalah 97% dan Cost Recovery Rate (CRR) 108,18% untuk unit KIA adalah Rp. 4.000,- dengan jumlah pengunjung yang mampu membayar adalah 97% dan CRR 103,88% dan untuk poli gigi (pengobatan) adalah Rp. 6.000,- dengan jumlah pengunjung Puskesmas yang mampu membayar 94% dan CRR 105,14%. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan oleh Pemerintah daerah Kota Solok dalam menetapkan tarif rawat jalan di Puskesmas.

The Analysis of the Pricing Policy Outpatient Service Based on Unit Cost and the People Ability to Pay in Community Health Center, Tanjung Paku, Solok at the Year 1999/2000Determination of health care fee in Tanjung Paku Community Health center has not referred unit cost analysis of service and the people ability to pay. In order to know whether the current rate have approached unit cost of service and the people ability to pay and how rational rate in the Community Health Center in Tanjung Paku has done it, a research/analysis regarding this rate has been done in work area of Community Health Center in Solok.
This research is a descriptive analysis with cross-sectional design. The data used is secondary data for cost centers and to determine ATP (the people Ability To Pay) National Census 1999 data is used and data of the Community Health Center. The primary data is obtained by service unit cost is obtained from cost analysis by using double distribution method, while the rate analysis is developed by using rate simulation.
The result of research indicates that the actual unit cost without Annualized Fixed Cost (AFC) and the salary in General Policlinic unit is Rp. 2.617,34 Mother and Children Welfare section is Rp. 3.630,14,- and Dentist Policlinic is Rp. 5.074,55. The normative unit cost for General Policlinic unit is Rp. 4.603,96, Mother and Children Welfare section is Rp. 7.850,65,- and Dentist Policlinic is Rp. 12.735,55. The unit cost obtained is larger than the present rate is only Rp. 1,500,-.
From simulation of rate determination in General Policlinic is Rp. 3.000,- the patient that is able to pay 97% with Cost Recovery Rate (CRR) 147,47%, Mother and Children Welfare section is Rp. 4.000.- the patient that is able to pay 97% with CRR 103,88% and for Dentist Policlinic is Rp. 6.000,- the patient that are able to pay is 94% with CRR 105,14%. The Government of Solok Municipality in determining outpatient service rate in the Community Health Center can use the result of this research as consideration.
Read More
T-943
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive