Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Qanita Fauzia; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Sjahrul M. Nasri, Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti, Ike Pujiriani
Abstrak: Pandemi COVID-19 berdampak pada seluruh aktivitas kehidupan termasuk bidang pendidikan. Seluruh praktik di perguruan tinggi termasuk pembelajaran ditiadakan diganti dengan pembelajaran jarak jauh atau daring. Pegawai perguruan tinggi juga merasakan adanya peningkatan beban kerja dan perubahan kondisi kerja. Pandemi ini mengubah mekanisme kerja seperti implementasi kebijakan baru, aturan pembatasan kontak fisik yang kemudian memungkinkan adanya konflik antara pekerjaan dengan gaya hidup yang dijalankan. Salah satu gaya hidup baru yang perlu diadopsi yaitu perilaku pencegahan COVID-19. Selama pandemi COVID-19, perguruan tinggi tetap memberlakukan work from office bagi pegawai sehingga risiko terjadinya penularan COVID-19 di lingkungan kerja tetap ada. Tentunya perilaku pencegahan COVID-19 menjadi aspek penting yang perlu menjadi perhatian karena merupakan cara terbaik berperang melawan COVID-19. Dalam teori health belief model disebutkan bahwa praktik perilaku kesehatan bergantung pada keyakinan yang dianut individu yaitu perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barrier, selfefficacy dan cues to action. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis hubungan faktor perilaku pencegahan dengan perilaku personal higiene pegawai perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan penyebaran kuesioner pada 179 pegawai perguruan tinggi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived barrier, self-efficacy, dan cues to action merupakan tiga komponen prediktor perilaku personal higiene pegawai. Beberapa rekomendasi dari hasil penelitian di antaranya menggencarkan sosialisasi kebijakan serta protokol kesehatan dengan konten yang dapat memotivasi self-efficacy serta menurunkan persepsi hambatan pegawai terhadap perilaku personal higiene positif, menyebarkan infografis dan media promosi yang menarik, memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung (fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, masker, sarung tangan, cairan disinfektan maupun APD lainnya), serta menunjuk duta prokes di kalangan pegawai untuk kemudian memberlakukan mekanisme pemberian apresiasi bagi pegawai yang telah rajin mempraktikkan perilaku personal higiene positif.
Read More
T-6367
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qanita Fauzia; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowat; Penguji: L Meily Kurniawidjaja, Eko Sapto Priyono
Abstrak: Industri pertambangan merupakan area kerja dengan risiko tinggi. Pekerja tamban underground berisiko terhadap bahaya ergonomi karena proses kerja yang melibatkan postur janggal, posisi kerja statis, gerakan berulang, serta beban kerja berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja pada proses kerja di tambang underground menggunakan metode rapid entire body assessment (REBA) serta mengetahui keluhan musculoskeletal disorders (MSD) pada pekerja tambang di PT. Cibaliung Sumberdaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan semi-kuantitatif deskriptif dengan desain studi cross sectional. Dilakukan observasi pada seluruh proses kerja di underground, kemudian postur kerja yang kritis dianalisis menggunakan metode REBA serta membagikan kuesioner nordic body map untuk mengetahui keluhan MSD yang dialami pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu postur kerja berisiko sangat tinggi (11+) yaitu penggunaan bor jackleg serta enam postur kerja berisiko tinggi (8-10) yaitu postur saat scaling, pemasangan rockbolt dan wiremesh, penanganan chocking, pemasangan ventbag, dan pengoperasian scissor lift. Bagian tubuh yang paling banyak dikeluhkan oleh pekerja underground yaitu area pinggang 64.15%, punggung 47.17%, leher bagian atas 45.28%, serta bahu kanan 36.79%. Hasil penelitian menyarankan agar pekerja diberikan edukasi dan informasi terkait bahaya ergonomi dan faktor risiko penyebab musculoskeletal disorders. Kata kunci: Ergonomi, postur kerja, REBA, musculoskeletal disorders, tambang underground
Read More
S-10150
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadiq Nur Wahid Arrifqi; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Qanita Fauzia
Abstrak:
Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan yang menyatakan bahwa setiap tempat kerja merupakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Hal tersebut merupakan pemenuhan dari amanat UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang sehat. Sayangnya, sejak ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah pada 2012, beberapa penelitian menunjukkan KTR tidak terlaksana dengan optimal. Penelitian ini disusun untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan KTR pada tempat kerja di Indonesia. Penelitian dilaksanakan menggunakan teknik kajian literatur sistematis dengan mengumpulkan literatur yang diterbitkan dalam periode sepuluh tahun terakhir terkait pelaksanaan KTR pada tempat kerja di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KTR mampu dilaksanakan dengan baik oleh 28% tempat kerja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pelaksanaan KTR di tempat kerja cukup rendah. Indikator dengan pemenuhan tertinggi ditunjukkan oleh keberadaan rambu larangan merokok. Sedangkan indikator terendah ditunjukkan oleh keberadaan ruang merokok dan indikator perilaku. Dari hasil tersebut, pengelola kebijakan mulai dari pimpinan hingga pengawas perlu menyatakan komitmen yang kuat dalam menjamin pelaksanaan KTR sebagai indikator input sehingga indikator lain dapat terpenuhi dengan baik. Pimpinan dan pengawas seharusnya menjadi teladan bagi pekerja untuk tidak merokok di lingkungan KTR.

The Indonesian government has established a policy stating that every workplace is a Smoke Free Area (KTR). This is the fulfillment of the mandate of the 1945 Constitution which states that everyone has the right to a healthy environment. Unfortunately, since it was enacted through a Government Regulation in 2012, several studies have shown that KTR has not been implemented optimally. This research was conducted to get an overview of the implementation of KTR in workplaces in Indonesia. The research was carried out using a systematic literature review technique by collecting published literature in the last ten years regarding the implementation of KTR in workplaces in Indonesia. The results of the study show that 28% of workplaces can implement KTR well. These results indicate that the level of compliance with KTR implementation in the workplace is quite low. The indicator with the highest compliance is shown by the presence of no smoking signs. While the lowest indicator is shown by the presence of a smoking room and behavioral indicators. From these results, policy managers ranging from leaders to supervisors need to state a strong commitment in ensuring the implementation of KTR as an input indicator so that other indicators can be fulfilled properly. Leaders and supervisors should be role models for workers not to smoke in the KTR environment.
Read More
S-11487
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Sephia Arisanti; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Qanita Fauzia
Abstrak:
Penelitian ini untuk mengetahui penerapan aspek higiene dan sanitasi serta K3 pada kantin fakultas di Lingkungan Universitas X sesuai standar yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096 Tahun 2011 dan Work Safe BC “Health Safety for Hospitality Small Bussiness”. Penelitian ini merupakan penelitian semi kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian ini ditujukan kepada seluruh penjamah makanan di kantin fakultas di Universitas X. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan higiene, sanitasi, dan aspek K3 di kantin Universitas X perlu dimaksimalkan. Berdasarkan teori segitiga epidemiologi, hasil tersebut dapat menimbulkan ketidakseimbangan antara 3 faktor pendukung terjadinya penyakit dan kecelakaan di kantin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penjamah makanan harus meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan perilaku aman terkait penerapan pengelolaan makanan di kantin, selain itu perlu diberikan pendidikan dan pelatihan serta perbaikan konstruksi kantin yang memenuhi persyaratan.

This research is to find out the implementation of hygiene and sanitation as well as K3 aspects in canteens at the University of X according to the standards set by the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 1096 of 2011 and Work Safe BC "Health Safety for Hospitality Small Business. This research is semi-quantitative research with a descriptive design. This research aims to at all food handlers in the faculty canteen at the University of X. The results obtained from this research showed that the application of hygiene, sanitation, and K3 aspects in the University of X’es canteen needs to be maximal. Based on the epidemiological triangle theory, Those results can impact conflict between 3 factors supporting disease occurrence and accidents in the canteen. Those results suggest that food handlers must increase awareness of clean and safe behavior regarding implementing food management in the canteen. In addition, it is necessary to provide education and training and repair canteen construction that meets the requirements.
Read More
S-11325
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Turmuzi Nur; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Qanita Fauzia
Abstrak:
Pelayanan kesehatan adalah sektor yang paling terdampak oleh situasi pandemi COVID-19 dan tenaga kesehatan merupakan salah satu populasi yang berisiko tinggi tertular COVID-19. Pengendalian bahaya COVID-19 di Rumah Sakit merupakan upaya penting dalam melindungi tenaga kesehatan dari risiko infeksi COVID-19. RSUP Dr Kariadi merupakan Rumah Sakit Rujukan lini 1 (satu) penanganan COVID-19 yang ada di Jawa Tengah. Kejadian pandemi COVID-19 telah memberikan banyak pembelajaran berharga bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pengendalian bahaya COVID-19 untuk tenaga kesehatan di RSUP Dr Kariadi Semarang tahun 2021. Sasaran penelitian ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam program pencegahan dan pengendalian COVID-19 di RSUP Dr Kariadi. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif ini menggunakan data primer yang berasal dari wawancara mendalam dan data sekunder yang berasal dari telaah dokumen, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan upaya pengendalian yang dilakukan di RSUP Dr Kariadi berupa upaya pengendalian teknik, pengendalian administrasi, pengendalian alat pelindung diri dan vaksinasi COVID-19 pada tenaga kesehatan. Dari upaya pengendalian teknik dan pengendalian administrasi didapat bahwa belum tercapainya efektivitas penerapan beberapa program. Serta telah tercapainya efektivitas pengendalian APD dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada tenaga kesehatan. Dukungan manajemen dan respon dalam menangangi kejadian pandemi COVID-19 menjadi hal yang utama. Lalu ketaatan dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi upaya penting dalam mencegah dan mengendalikan COVID-19 diantar tenaga kesehatan dan pasien.

Health care is the sector most affected by the COVID-19 pandemic situation and health workers are one of the populations at high risk of contracting COVID-19. Controlling the dangers of COVID-19 in hospitals is an important effort in protecting health workers from the risk of COVID-19 infection. Dr. Kariadi General Hospital is a line 1 (one) referral hospital for handling COVID-19 in Central Java. The COVID-19 pandemic has provided many valuable lessons for hospitals. This study aims to analyze the control of COVID-19 hazards for health workers at Dr Kariadi Hospital Semarang in 2021. The targets of this study are the parties involved in the COVID-19 prevention and control program at Dr Kariadi General Hospital. This qualitative research with a descriptive case study design uses primary data derived from in-depth interviews and secondary data derived from document review, observation and literature study. The results showed that the control efforts carried out at Dr. Kariadi Hospital were in the form of technical control, administrative control, control of personal protective equipment and COVID-19 vaccination for health workers. From the efforts of technical control and administrative control, it is found that the effectiveness of implementing several programs has not been achieved. As well as achieving the effectiveness of PPE control and the implementation of COVID-19 vaccination for health workers. Management support and response in handling the COVID-19 pandemic event are the main things. Then obedience in carrying out health protocols is an important effort in preventing and controlling COVID-19 among health workers and patients.
Read More
T-6788
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive