Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
editor, James Chin; penterjemah, I Nyoman Kandun
R 616.9 CHI m
Jakarta : Infomedika, 2000
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bulletin of the WHO, Vol.88, No. 3, March. 2010, hal. 211-215
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Nyoman Kandun
PMIAMPL Oktober 2008
Jakarta : Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tubianto Anang Zulfikar; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, I Nyoman Kandun
T-3297
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Charles Edward Bobby Pontoh; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Syahrizal Syarif, I Nyoman Kandun, Yovsyah
T-3305
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marfin; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, I Nyoman Kandun
Abstrak: Latar belakang: Difteri merupakan penyakit menular akut yang disebabkan oleh corynebacterium Diphteriae yang dapat menyebabkan kematian. Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melaporkan kasus difteri sebanyak 33 kasus dalam periode Desember 2017 Januari 2018. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 1501 Tahun 2010, 1 kasus difteri merupakan Kejadian Luar Biasa. Riset ini bertujuan menggambarkan kasus difteri secara epidemiologi, melihat model fit untuk prediksi faktor yang berhubungan dengan kejadian difteri dan melihat efikasi Vaksin.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 121 responden dengan jumlah kasus 31 responden dan kontrol 90 responden. Penelitian ini dilakukan oleh Tim dari mahasiswa FETP FKM UI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut yang dilaksanakan tanggal 6 9 Februari 2018 di 13 Puskesmas yang dilaporkan adanya kasus. Analisis data dilakukan dengan uji resgresi logistic untuk melihat nilai odds ratio menggunakan stata versi 14,2 di Laboratorium Komputer FKM UI.
Hasil: Pola KLB merupakan propagated epidemic yang terjadi pada umur 1 Tahun 71 Tahun. Kasus Primer terjadi pada minggu 48 Tahun 2017. Analisis multivariat fit model menunjukan status imunisasi berhubungan dengan kejadian difteri (Pvalue = 0,036; OR=3,5; 95% CI = 1,08-11,10) dan riwayat perjalanan berhubungan dengan kejadian difteri (Pvalue = 0,000; OR = 5,4; 95% CI = 2,08-13,93). Efikasi vaksin DPT, DT, Td sebesar 71,4%.
Kesimpulan dan saran: Telah terjadi penularan penyakit dari orang ke orang. Indeks case dan sumber penularan tidak diketahui karena mobilitas penduduk yang tinggi. Ada hubungan bermakna antara status imunisasi dan riwayat perjalanan dengan kejadian difteri. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut agar dapat Meningkatkan Kwalitas dan cakupan imunisasi DPT, DT, Td, Meningkatkan perbaikan pencatatan imunisasi dengan tertib, dan Meningkatkan koordinasi pelaporan dalam penemuan kasus baru dan karier
Read More
T-5470
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suyanti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Yovsyah, I Nyoman Kandun, Maftuhah
Abstrak: atar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia tetap tinggi, yaitu sekitar 305 per 100.000 kelahiran hidup (SUPAS 2015). AKI adalah indikator kesehatan ibu, terutama risiko kematian ibu saat hamil dan melahirkan. McCarthy dan Maine menunjukkan tiga faktor yang memengaruhi kematian ibu, yaitu determinan dekat, determinan antara dan determinan jauh. Kabupaten Serang adalah salah satu kabupaten di Provinsi Banten yang memiliki angka kematian ibu masih tinggi, sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian ibu di kabupaten tersebut
Read More
T-5729
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Darmawali Handoko; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Renti Mahkota, I Nyoman Kandun
Abstrak:

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sementara penegakkan diagnosis sering sulit, apalagi dalam menilai apakah pada akhimya akan menjadi syok (Sindrom Syok Dengue) atau tidak. Penurunan angka trombosit dan peningkatan nilai hematokrlt biasanya terjadi sebelum demam turun dan sebelum terjadinya syok. Hal ini merupakan diagnostik yang penting dan prognosis yang berharga dalam mendeteksi Sindrom Syok Dengue. Berdasarkan permasalahan di atas maka dipandang perlu untuk 20% dan penurunan angka trombosit meneliti peningkatan nilai hematocrit >- 20% dan penurunan angka trombosit sebagai deteksi awal dalam mencegah atau mengurangi resiko Sindrom Syok Dengue (SSD). Sehingga pemeriksaan hcmatokrit secara berkala ini dapat mencegah/mengurangi kematian diantara penderita Demam Berdarah Dengue. Metode: Penelltian bersifat observasional dengan disain kasus kontrol. Kasus ada1ah penderita yang didiagnosis SSD berdasarkan kriteria WHO atau berdasarkan diagnosis dokter yang merawat. Sedangkan kontrol adalah penderita yang di diagnosis sebagai tersangka DBD oleh dokter yang merawat Data penelitian diperoleh dari data rekam medis dan formulir Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KD·RS) dari penderita infeksi Dengue yang dirawat di Rumah Sakit di Kota Bekasi da1am periode bulan Januari sampai Desember 2010. Rancangan analisis ditujukan untuk memperoleh nilai Odds Ratio (OR) dilanjutkan dengan melakukan multivariat anaiisis untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mendeteksi sindrom syok dengue sejak awal. Hasil penelitian: Variabel yang signiftkan seeara statistik dan di masukkan ke dalam prediksi model akhir adalah peningkatan Hematokrit >- 20% (OR16,21 95% Cl5,73-45,87) dan umur (OR4,3 95% Cl J,21·15,1).


 Introductiont: Dengue Haemorrhagic Fever remains public health problem in Indonesia. meanwhile there is still an obstacle in diagnosing, moreover in considering whether it will develop to shock (Dengue Shock Syndrome) or not. Decreasing platelet count (Trombocytopenia) and Increasing Haematocryt >- 20% usually presence before afebrile phase and before shock developed. These are important diagnostic and value prognostic in detecting Syndrome Shock Dengue. Considering problems above it is necessary to investigate Increasing Haematocryt 20% and Trombocytopenia as an early diagnosis in order to prevent or to reduce the risk of DSS. So that a seria1 baematocryt as an early diagnosis could reduce the mortality of dengue haemorrhagic fever. Methods: This study design is case control. cases are those who hospitalized and diagnosed as DSS by clinicians using WHO creiteria Control are those who hospitalized and diagosed as suspect Dengue Haemorrhagic Fever by clinicians. Data were collected from medical record and KD-RS fonn during Januari 2010 until December 20 I 0 in Bekasi HospitaL Analysis design is done to obtain Odds Ratio (OR) and followed by using multivariate logistic regression to achieved the factors that could detect Dengue Shock Syndrome from early pbase. Conclusion: The significant variables in statistic manner and put into the finalprediction model are increasing Haematocry2t00/o (OR= 16,21 95% CI= 5,73-45,87) and age (OR4,3 95% CI I,21-15

Read More
T-3272
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masaruddin; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, I Nyoman Kandun, Ridho Ichsan Syaini
Abstrak: Hypertension or high blood pressure is a global health problem, including in Indonesia because of its high prevalence. Hypertension does not provide typical complaints and symptoms so many sufferers do not realize it. Therefore hypertension is called the silent killer, the prevalence of hypertension in Indonesia in 2013 is 25.8%, in 2015 23.8%, in 2016 30.9%. Prevalence in women is 32.9%, men 28.7%, in urban areas 31.7%, rural areas 30.2% and the number 3 cause of death in Indonesia. This study aims to determine the relationship between consumption patterns of fast food, soft drinks and meat with the incidence of hypertension in the adult population in Indonesia in 2014 using IFLS-5 data. The design of the study in this study was analytic observational with a cross-sectional study design, this study was conducted in October-November 2018 in Depok City. The results of the study were the prevalence of hypertension in the adult population (≥ 18 yrs - 101 yrs) of 18.91%, people who consumed fast food, age> 30 years, with female gender, low education and suffering from diabetes mellitus were at risk for hypertension by 1 , 47 times to experience hypertension compared to people who do not consume fast food, PRadj 1.47 (95% CI: 1.16 - 1.86) P-value 0.001. People who consume soft drinks, age> 30 years, are female, with low education and suffer from diabetes mellitus at a risk of 1.63 times compared to people who do not consume PRadj soft drinks; 1.63 (95% CI; 1.37 - 1.95) P-value 0,000. People who consume meat, age> 30 years in female sex, low education, smoke and suffer from diabetes mellitus are not associated with the incidence of hypertension PRadj 1.00 (95% CI: 0.92 - 1.09) P-value 0.885. It is recommended to the public to consume foods that contain balanced nutrition, take measurements of blood pressure at least 1 time / month, to the Health Office to conduct counseling or healthy food campaigns that contain balanced nutrition, to the Ministry of Health, promote the consumption pattern of 4 perfectly healthy 5.
Keywords: Hypertension, Fast Food, Soft Drink, Meat and IFLS-5.
Read More
T-5475
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfridaningrum; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: I Nyoman Kandun
S-9731
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive