Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Iche Andriyani Liberty; Promotor: Nasrin Kodim; Kopromotor: Ratu Ayu Dewi Sartika, Soewondo Pradana; Penguji: Indang Trihandini, R. M. Suryadi Tjekyan, H. M. Zulkarnain, Masdalina Pane
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Triglyceride Glucose Index Merupakan Prediktor MarkerDiagnostik Konversi Prediabetes Yang Akurat Pada Wanita Urban Usia ReproduktifAbstrakPertimbangan epidemiologis memberi bukti bahwa banyak wanita usia reproduktif menderitaprediabetes atau diabetes, yang mengakibatkan lebih banyak kehamilan dengan ibu dan janinyang berisiko tinggi mengalami komplikasi. Penilaian resistensi insulin merupakan fundamentalgoal yang mempunyai nilai prevensi besar. Triglyceride Glucose Index TyG Index merupakanmarker surrogate resistensi insulin yang dapat diaplikasikan pada komunitas sebagai metodeskrining praktis dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insiden, nilai prediksi,ukuran dampak potensial, serta pengaruh perubahan TyG Index yang dinamis terhadap konversistatus glukosa darah yang terjadi pada wanita urban usia reproduktif. Desain penelitian ini adalahPrevalence Longitudinal Study. Data dianalisis dengan deskriptif, Receiver OperatingCharacteristic, Cox Regression dan Multi-State Survival Model. Hasil penelitian menunjukkanbahwa setelah 5 tahun follow up pada 371 subjek prediabetes, insiden konversi progresivitasdiabetes sebesar 21 , 36,9 tidak konversi, dan 42 regresivitas menjadi normoglikemik.Sedangkan pada 1300 subjek normoglikemik, insiden progresivitas diabetes 2,4 , 21,6 progresivitas prediabetes, dan 76 tidak konversi. Cut off point TyG Index dalam memprediksikonversi pada subjek prediabetes dalam 5 tahun adalah 4,54 subjek progresivitasmenjadi diabetes. Sedangkan, pada subjek normoglikemik, cut off point TyG Index le;4,43 subjektetap normoglikemik; 4,44 - 4,47 subjek progresivitas menjadi prediabetes; dan >4,47 subjekprogresivitas menjadi diabetes. Hazard ratio TyG Index terhadap regresivitas normoglikemikadalah 0,242 95 CI = 0,135 ndash; 0,433 setelah diadjusted lingkar perut. Sedangkan hazard ratioTyG Index terhadap konversi progresivitas diabetes pada subjek normoglikemik adalah 2,169 95 CI = 1,006 ndash; 4,678 setelah diadjusted lingkar perut, HDL, dan sistolik. Ukuran dampakpotensial AR TyG Index pada subjek prediabetes adalah 80,67 , sedangkan pada subjeknormoglikemik 70,17 . Analisis Multi-State Survival Model menunjukan peningkatan TyGindex, kolesterol total, LDL, lingkar perut, dan diastolik yang dinamis berpengaruh positifterhadap konversi progresivitas menjadi diabetes.Kata kunci: Konversi, Prediabetes, TyG Index
 

 
ABSTRACT
 
 
Triglyceride Glucose Index is an Accurate Diagnostics Predictor Markerof Prediabetes Conversion in Urban Reproductive WomenAbstractEpidemiological considerations provide evidence that many women of reproductive age sufferfrom prediabetes or diabetes, which leads to more pregnancies with mothers and fetuses at highrisk of complications. Assessment of insulin resistance is a fundamental goal that has a greatvalue for prevention. Triglyceride Glucose Index TyG Index is a surrogate insulin resistancethat can be applied to the community as a screening method to predict the conversion of bloodglucose status practically and efficiently. This study aims to determine the incidence, predictionvalue, the attributable risk, and the effect of dynamic TyG Index changes on the statusconversion that occurs in urban reproductive women. The design of this study was PrevalenceLongitudinal Study, in which all cases that occurred at the beginning of the study were included.Data were analyzed by descriptive, Receiver Operating Characteristic, Cox Regression andMulti-State Survival Model. The results showed, after 5 years of follow-up on the prediabetes371 subject, the incidence of diabetes progression was 21 , 36.9 was not conversion, and 42 regressive to normoglycemic. Whereas in 1,300 normoglycemic subjects, the incidence ofdiabetes progression 2.4 , prediabetes progression 21.6 , and 76 was not conversion. The cutoff point of TyG Index in predicting the conversion in the prediabetes subject within 5 years was4.54 subjects were diabetes progression. Whereas, in the normoglycemic subject, the cut offpoint of TyG Index le;4.43 remains normoglycemic; 4.44 - 4.47 the subject rsquo;s progression toprediabetes; and> 4.47 the subjects of progression to diabetes. The hazard ratio of TyG Index tonormoglycemic regression is 0.242 95 CI = 0.135 - 0.433 adjusted by abdominalcircumference. While the hazard ratio of TyG Index to diabetes progression in normoglycemicsubjects was 2,169 95 CI = 1.006 - 4,678 adjusted by abdominal circumference, HDL, andsystolic. The attributable risk of the TyG Index on the prediabetes subject was 80.67 , whilein the normoglycemic subjects 70.17 . Analysis of Multi-State Survival Model showed increaseof TyG index, total cholesterol, LDL, abdominal circumference, and diastolic which is positivetoward progress to diabetes.Keywords: Conversion, Prediabetes, TyG Index
Read More
D-384
Depok : FKM-UI, 2018
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Arinda; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Iche Andriyani Liberty, Jimmy Tiarlina
Abstrak:
Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak yang sangat luas tidak hanya pada sektor kesehatan tetapi juga pada sektor industri, salah satunya yakni di PT X. Berbagai dampak negatif telah dialami oleh PT X baik dari sisi kesehatan, produktifitas hingga finansial. Meskipun saat ini kasus COVID-19 telah mengalami penurunan namun kewaspadaan tetap harus dilakukan. Selain itu, bencana merupakan suatu hal yang tidak dapat diprediksi dengan pasti di masa yang akan datang sehingga pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini dapat menjadi kesempatan bagi suatu organisasi untuk meninjau kembali penerapan manajemen bencana yang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan siklus manajemen bencana yang telah diterapkan di PT X, yang terdiri dari upaya prabencana, saat terjadi bencana dan pascabencana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan pada Bulan Agustus - Desember 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan telaah dokumen menggunakan pedoman analisis penerapan manajemen bencana yang disusun berdasarkan UU No. 24 Tahun 2007, berdasarkan pedoman penerapan manajemen bencana dalam menghadapi pandemi menurut World Health Organiziation (WHO) dan Pan American Health Organization (PAHO) serta berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07-MENKES/328/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT X belum menerapkan siklus manajemen bencana secara keseluruhan. Diketahui bahwa pada tahap prabencana, perusahaan belum menyusun perencanaan, serta belum melakukan program pendidikan dan pelatihan, penilaian risiko dan latihan keadaan darurat. Selain itu, pada tahap pascabencana diketahui bahwa perusahaan belum melakukan upaya pemulihan mental meskipun pada saat terjadinya pandemi COVID-19 perusahaan telah melakukan berbagai upaya pencegahan penularan, tatalaksana kasus dan deteksi dini serta pemulihan fisik, aktifitas, sarana dan prasarana. Disarankan kepada PT X untuk mengoptimalkan penerapan manajemen bencana di tempat kerja melalui adanya upaya mitigasi dan kesiapsiagaan pada tahap prabencana serta adanya upaya pemulihan pada tahap pascabencana guna meningkatkan resiliensi dalam menghadapi bencana akibat wabah penyakit di masa yang akan datang

The COVID-19 pandemic has severely affected not only the health sector but also the industrial sector, including PT X. This pandemic has affected PT X in terms of health, productivity, and finances. Recently, the numbers of new COVID-19 cases and fatalities worldwide have continued to decline. Staying vigilant against covid-19 in the workplace is an option since the disasters cannot be predicted. This COVID-19 pandemic can be an opportunity for organizations to review the implementation of their disaster management cycle. This study aims to analyze the implementation of the disaster management cycle at PT X covering pre-disaster, during disaster, and post-disaster. This analytic descriptive study used a qualitative approach. It was conducted in August - December 2022. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document reviews using guidelines for analyzing the implementation of disaster management based on Law No. 24 of 2007, disaster management guidelines in dealing with a pandemic by the World Health Organization (WHO) and the Pan American Health Organization (PAHO) as well as the Minister of Health Decree No. HK.01.07-MENKES/328/2020. The results of the study showed that PT X had not implemented the entire disaster management cycle yet. At the pre-disaster stage, the company had not prepared a plan and had not provided the education and training programs, risk assessment and emergency drills. Besides, at the post-disaster stage, the company had not made any mental recovery efforts even though the company had made various efforts to prevent transmission, case management and early detection as well as physical, activities, facilities, and infrastructure recoveries during the COVID-19 pandemic. PT X is suggested to optimize the implementation of disaster management in the workplace through mitigation and preparedness efforts at the pre-disaster stage and recovery efforts at the post-disaster stage to increase resilience in dealing with the pandemic in the future
Read More
T-6522
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive