Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Novi S. Hardiany, Wawan Mulyawan, Septelia I. Wanandi
MJI-Vol.21/No.3
Jakarta : Faculty of Medicine Universitas Indonesia, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
RM Tjahja Nurrobi; Promotor: Sudarto Ronoatmodjo; Kopromotor: Mondastri Korib Sudaryo, Besral; Penguji: Hadi Pratomo, Ratna Djuwita, Syahrizal Syarif, Syamsul Maarif, Wawan Mulyawan
Abstrak:
DKI Jakarta menempati peringkat pertama jumlah kasus COVID-19 di Indonesia, dengan 416.747 kasus kumulatif (15 kasus per 10.000 penduduk) dan 6.866 kematian kumulatif (CFR 1,64% atau 16 kematian per 1.000 kasus COVID-19) per tanggal 15 Mei 2021. Tingginya angka morbiditas dan mortalitas COVID-19 ini disebabkan oleh faktor pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap COVID-19 yang rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku tersebut adalah dengan pelatihan. Dan pelatihan yang dianggap efektif pada masa pandemi COVID-19 ini adalah dengan menggunakan metode pelatihan e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan metode e-learning terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku kesiapsiagaan bencana pandemi COVID-19 level individu, keluarga dan komunitas pada kader Dasa Wisma di DKI Jakarta. Desain penelitian yang akan dilakukan adalah Mixed Method. Pada pendekatan kuantitatif, peneliti menggunakan desain Interventional Pre Post Study pada 505 sampel kader Dasa Wisma dari 20 kelurahan di DKI Jakarta yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok intervensi mendapatkan pemberian e-modul dan pemaparan modul secara virtual. Sedangkan kelompok kontrol hanya pemberian e-modul saja. Kedua kelompok dibandingkan nilai pre-tes serta post-tes pada minggu ke 2 dan ke 4. Sementara studi kualitatif digunakan sebagai formative research serta untuk menganalisis kendala pada saat pelatihan dengan metode FGD, Wawancara Mendalam dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 1 bulan follow up, bila dibandingkan antara sebelum dan sesudah pelatihan, maka pelatihan metode e-learning baik yang tanpa pemaparan maupun yang dengan pemaparan e-modul kesiapsiagaan bencana pandemi COVID-19 pada umumnya dapat meningkatkan secara bermakna semua variabel kecuali variabel komunitas (COM) dan kebijakan (POL). Sedangkan bila dibandingkan antara kelompok kontrol dan intervensi, maka pelatihan metode elearning dengan pemaparan dapat meningkatkan secara bermakna variabel kesiapsiagaan individu (INCOV), kesiapsiagaan keluarga (FAMCOV), pengetahuan individu (KIN), pengetahuan keluarga (KFAM), perilaku individu (PIN), perilaku keluarga (PFAM) dan perilaku organisasi (PORG). Namun tidak berpengaruh bermakna pada variabel kesiapsiagaan komunitas (COMCOV), sikap individu (AIN), sikap keluarga (AFAM), komunitas (COM) dan kebijakan (POL)
Read More
D-458
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fitriana Mahawati Nuryadi; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Prastuti Soewondoa, Wawan Mulyawan dan I Wayan Sumandyasa
Abstrak:
Read More
Seksio Sesaria merupakan prosedur rutin yang sering dilakukan di bidang obstetri. Tingginya angka seksio sesaria di RSAU dr. Esnawan Antariksa (80%) dibandingkan dengan tandar WHO (15%), dapat berdampak terhadap luaran pasien, khususnya meningkatkan peluang terjadinya infeksi dan lama rawat. Tujuan penelitian ini adalah mencari hubungan kelengkapan pengisian Surical Safety Checklist (SSC) pada seksio sesaria terhadap Infeksi Luka Operasi (ILO) pasca seksio sesaria. Karakterisik demografis dan klinik diperoleh dari rekam medis. Pasien yang dilakukan seksio sesaria diikuti sampai 30 hari dan ditelusuri terjadinya ILO. Desain penelitian ini berupa kuantitatif kohort retrospektif, hubungan dianalisis dengan regresi logistik. Ditemukan bahwa kejadian ILO pasca SC sebesar 3,2% (31 pasien). Kelengkapan pengisian SSC mayoritas sudah lengkap (n=978). Kelengkapan pengisian SSC fase sign in, time out dan sign out yaitu 92,1%, 82,2% dan 92,4%. Tidak terdapat hubungan antara kelengkapan pengisian SSC fase sign in dan time out dengan ILO pasca seksio sesaria serta terdapat hubungan berlawanan arah yang signifikan secara statistik antara kelengkapan SSC fase sign out, dengan ILO (P=0,026). Kesimpulannya mayoritas kelengkapan pengisian SSC di RSAU dr. Esnawan Antariksa sudah lengkap, ada hubungan berlawanan arah antara kelengkapan pengisian SSC fase sign out pada seksio sesaria dengan ILO di RSAU dr. Esnawan Antariksa.
Caesarean section is an routine obstetrics procedure. Number of cesarean sections at RSAU dr. Esnawan Antariksa (80%) was higher than WHO standard (15%).That phenomena impact to patient outcomes, particularly increasing the probability of infection and length of stay. The purpose of This study purposes to find correlation between the completeness of the Surical Safety Checklist (SSC) and surgical site infection (SSI) after cesarean section. Patients who underwent cesarean section were followed up for 30 days and traced SSI. This was retrospective quantitative cohort study. We found SSI prevalence was 3.2% (31 patients). The majority of SSC completion were complete (n=978). The completeness of filling in SSC phases of sign in, time out and sign out are 92.1%, 82.2% and 92.4%. There was no association between the completeness of the SSC filling in the sign-in and time-out phases with SSI following cesarean section and there was a statistically significant opposite correlation between the completeness of the SSC in the sign-out phase and SSI (P=0.026). In conclusion, although the majority of the completeness of SSC filling in RSAU dr. Esnawan Antariksa was complete, and there was opposite association between the completeness of filling out the SSC in the sign out phase, SSC recommended used as maintenance patient safety quality standar.
B-2589
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuli Subiakto; Promotor: Ratna Djuwita; Kopromotor: Nurhayati A. Prihartono, Mohamad Sadikin; Penguji: Purwantyastuti, Sabarinah B. Prasetya, Meily Kurniawidjaja, Carmen M. Siagian, Wawan Mulyawan
Abstrak:
Dengan Vitamin E 200 mg Terhadap Penurunan Stres Oksidatif Dan Peningkatan Antioksidan Pada Teknisi Awaak Pesawat Terbang Militer. Stres oksidatif merupakan kondisi patologis tubuh yang disebabkan oleh terjadinya ketidakseimbangan antara oksidan dengan antioksidan tubuh, yang menghasilkan radikal bebas yang dapat mengakibatkan kerusakan sel secara dini. Radikal bebas akan berikatan bahan penyusun sel meliputi lemak, protein dan DNA akibatnya sel mengalami kerusakan, sehingga sel tidak dapat beregenerasi yang berdampak timbulnya penyakit degeneratif. Teknisi awak pesawat terbang militer sebagai personel khusus dalam melakukan pekerjaan bersinggungan langsung dengan bahan-bahan oksidan, sehingga berisiko tinggi mengalami stres oksidatif. Vitamin C dan vitamin E merupakan antioksidan non enzim dari luar luar tubuh yang memiliki peran menghambat stres oksidatif, sehingga stres oksidatif tidak terjadi. Desain penelitian studi eksperimental dengan intervensi (intervention study) dengan randomized double blind controled trial. Besar sampel 206 orang terbagi dua kelompok yaitu kelompok intervensi besar sampel 103 orang diberikan suplemen kombinasi vitamin C 500 mg dengan vitamin E 200 mg dan kelompok kontrol besar sampel 103 orang diberikan placebo selama 40 hari tanpa putus. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden, pola dan jumlah konsumsi vitamin C, vitamin E dan nutrien makanan, yang diperoleh dari food frequecy questionnaire (FFQ) dan 24 jam recall, pemeriksaan stres oksidatif berdasarkan pemeriksaan kadar malondialdehyde (MDA) dan antioksidan berdasarkan pemeriksaan kadar glutathione (GSH) dalam serum darah pada pre dan post intervensi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan stres oksidatif pada kelompok yang mendapatkan suplemen kombinasi vitamin C 500 mg dengan vitamin E 200 mg dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapatkan placebo, secara bermakna dengan p value 0,04 dengan besar efek - 0,089 nmol/mL, selang kepercayaan 95% (-0,17875 – 0,00095). Tidak terjadi peningkatan antioksidan pada kelompok yang mendapatkan suplemen kombinasi vitamin C 500 mg dengan vitamin E 200 mg dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapatkan placebo, secara tidak bermakna dengan p value 0,81 dengan besar efek -0,019 ug/mL, selang kepercayaan 95% (-0,140 – 0,180). Kata kunci : Suplemen Kombinasi Vitamin C dan Vitamin E, Stres Oksidatif, Antioksidan, Teknisi Awak Pesawat Terbang Milite
500 mg with Vitamin E 200 mg to Decrease Oxidative Stress and Increase Antioxidant on Technician Crew Military Aircraft. Oxidative stress is pathological condition body that is caused by imbalance between oxidants with antioxidants body, which produces free radicals that can lead cell damage early. Free radical will bind building blocks cell covering of fat, protein and DNA will result damage cell, so cell can not regenerate that affect onset of degenerative diseases. Technicians crew military aircraft as specialized personnel with activity job direct contact with material oxidant, thus high risk of oxidative stress. Vitamin C and vitamin E are antioxidant enzyme exogen outside body which has role inhibiting oxidative stress, so oxidative stress does not occur. The design study experimental studies with intervention randomized double blind controled trial. Sample size 206 people divided into two groups are intervention group with sample size 103 people are given supplements combination vitamin C 500 mg with vitamin E 200 mg and control group with sample size 103 people are given placebo for 40 days without break. Data collected include are characteristics of respondent, pattern and amount of consumption of vitamin C, vitamin E and nutrient food, derived from food frequecy questionnaire (FFQ) and 24-hour recall, examination of oxidative stress by checking levels malondialdehyde (MDA) and examination of antioxidant by checking levels glutathione (GSH) in blood serum in pre and post intervention. The results showed decrease oxidative stress in group intervention who are received suplement combination vitamin C 500 mg with vitamin E 200 mg compared with control group who are received placebo, are significant with p value 0.04 with effects size -0.089 nmol/mL, confidence interval 95 % (-0.17875 - 0.00095). No increase antioxidants in group intervention who are received supplement combination vitamin C 500 mg with vitamin E 200 mg compared with control group who are received placebo, are not significant with p value 0.81 with effects size -0.019 ug/mL, 95% confidence interval ( -0.140 - 0.180).
Read More
500 mg with Vitamin E 200 mg to Decrease Oxidative Stress and Increase Antioxidant on Technician Crew Military Aircraft. Oxidative stress is pathological condition body that is caused by imbalance between oxidants with antioxidants body, which produces free radicals that can lead cell damage early. Free radical will bind building blocks cell covering of fat, protein and DNA will result damage cell, so cell can not regenerate that affect onset of degenerative diseases. Technicians crew military aircraft as specialized personnel with activity job direct contact with material oxidant, thus high risk of oxidative stress. Vitamin C and vitamin E are antioxidant enzyme exogen outside body which has role inhibiting oxidative stress, so oxidative stress does not occur. The design study experimental studies with intervention randomized double blind controled trial. Sample size 206 people divided into two groups are intervention group with sample size 103 people are given supplements combination vitamin C 500 mg with vitamin E 200 mg and control group with sample size 103 people are given placebo for 40 days without break. Data collected include are characteristics of respondent, pattern and amount of consumption of vitamin C, vitamin E and nutrient food, derived from food frequecy questionnaire (FFQ) and 24-hour recall, examination of oxidative stress by checking levels malondialdehyde (MDA) and examination of antioxidant by checking levels glutathione (GSH) in blood serum in pre and post intervention. The results showed decrease oxidative stress in group intervention who are received suplement combination vitamin C 500 mg with vitamin E 200 mg compared with control group who are received placebo, are significant with p value 0.04 with effects size -0.089 nmol/mL, confidence interval 95 % (-0.17875 - 0.00095). No increase antioxidants in group intervention who are received supplement combination vitamin C 500 mg with vitamin E 200 mg compared with control group who are received placebo, are not significant with p value 0.81 with effects size -0.019 ug/mL, 95% confidence interval ( -0.140 - 0.180).
D-350
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
