Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aroem Naroeni ... [et al.]
MSK Vol.13, No.1
Depok : DRPM UI, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aroem Naroeni, Aulia Ornella
HSJI Vol. 6, No. 1
Jakarta : Lembaga Penerbit Balitbangkes Depkes RI, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saraswati Andani Satyawardhani; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Budi Hartono, Amin Soebandrio, Aroem Naroeni
Abstrak:
Perguruan Tinggi X berkomitmen dalam pengimplementasian aspek keselamatan dan kesehatan dalam setiap kegiatannya, tidak terkecuali laboratorium. Dalam setiap kegiatan di laboratorium terdapat banyak potensi bahaya, salah satu di antaranya yaitu bahaya biologis yang memiliki dampak bagi kesehatan dan lingkungan serta menyebabkan terjadinya insiden laboratorium terkait biohazard. Sebagai usaha untuk meminimalisir dampak dan terjadinya insiden tersebut, maka dilakukan evaluasi implementasi sistem manajemen biorisiko di setiap laboratorium yang menggunakan agen biologi. Penelitian ini menggunakan disain studi deskriptif dan metode kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis implementasi serta mengevaluasi sistem manajemen biorisiko di laboratorium dengan menganalisa pencapaian yang diperoleh dari setiap laboratorium. Penelitian menggunakan data primer berupa formulir ceklis yang mengacu pada SNI 8340:2016 tentang Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium. Penilaian diisi berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan pihak laboratorium. Hasil dari penelitian ini yaitu dari 11 laboratorium yang diperiksa, 8 di antaranya sudah memenuhi 50% dari persyaratan dengan pencapaian terendah ada pada aspek penerapan dan operasional.

X Higher Education has committed to the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) in all aspects, including laboratory. There are many potential hazards in all activities in laboratory, one of them is biohazard which has an impact to our health and environment and led to the incident. As an effort to minimize those impacts and incident, this study will evaluate the implementation of biorisk in each laboratory that use bioagents. The study design is a quantitative descriptive study. The aim of the study is to analyse the implementation of biorisk management system in laboratories. The primary data will be collected using laboratory assessment tool checklist based on SNI 8340:2016 about Laboratory Biorisk Management. The result of this study is 8 out of 11 laboratories that examined have reached 50% of its requirements, and the lowest implementation is in implementation and operational aspect.

Read More
T-5896
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Liandra Putri; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Budi Hartono, Doni Hikmat Ramdhan, Tammy Nurhardini, Aroem Naroeni
Abstrak: Kegiatan yang dilakukan di dalam laboratorium rumah sakit memiliki risiko untuk terjadinya kecelakaan kerja yang dapat menimpa para personil laboratorium. Salah satu hazard yang terdapat di laboratorium yaitu hazard biologi, khususnya pada laboratorium yang dalam aktivitasnya menggunakan bahan agen biologis. Manajemen biorisiko dibutuhkan untuk mengendalikan hazard biologi. Biosafety untuk mencegah risiko paparan patogen terhadap personil laboratorium. Biosecurity untuk mencegah penyalahgunaan agen biologis. RS X memiliki laboratorium yang menggunakan bio agent dalam aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen biorisiko menggunakan gap analysis ISO 35001:2019. Penelitian dilakukan di Laboratorium RS X dengan populasi 6 laboratorium dan sampel sebanyak 4 laboratorium yang menggunakan bahan biologi dalam aktivitasnya. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan mix method. Hasil dari penelitian ini adalah RS X telah mengimplementasikan manajemen biorisiko dengan total nilai 74% , nilai yang didapatkan masuk kedalam kategori baik
Activities in the hospital laboratory have risk to occurrence of work accidents effects to laboratory personnel. One of the hazards in laboratory is biological hazard, especially in laboratory that have an activities using biological agents. Biorisk management is needed to control biological hazards. Biosafety is to prevent the risk of pathogen exposure to laboratory personnel. Biosecurity is to prevent misuse of biological agents. RS X has a laboratory that uses bio agents in its activities. This study aims to implement biorisk management using gap analysis ISO 35001: 2019. The study was conducted at the Hospital X laboratory with a population of 6 laboratories and a sample of 4 laboratories that use biological materials in their activities. This study used a descriptive study design with a mixed approach method. The result of this research is that RS X has implemented biorisk management with a total value of 74%, the value obtained is in the good category
Read More
T-6055
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Thariq Miswary; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Amin Soebandrio, Aroem Naroeni, Mila Tejamaya, Budi Hartono
Abstrak: Laboratorium pusat rujukan nasional PT. PX adalah sebuah perusaahan jasa kesehatan yang bergerak di laboratorium klinik yang bekerja 24 jam setiap hari. Laboratorium klinik adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik yang diambil dari tubuh manusia untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perorangan. Spesimen klinik tersebut memiliki bahaya biologis bagi kesehatan dan lingkungan kerja karyawan apabila tidak dikendalikan. Salah satu upaya menurunkan angka insiden maka dilakukan evaluasi penerapan sistem manajemen biorisiko di setiap laboratorium mulai dari kebijakan manajemen, perencanaan pengendalian, penerapan dan operasional, pemeriksaan dan tindakan perbaikan dan tinjauan dari manajemen untuk perbaikan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis penerapan sistem manajemen biorisiko dan menganalisis gambaran biosafety dan biosecurity. Penelitian ini menggunakan desain studi mix method yaitu kualitatif dan kuantitatif yang kemudian dideskripsikan untuk menggambarkan penerapan sistem manajemen biorisiko di laboratorium. Penelitian ini menggunakan data primer berupa interview menggunakan checklist yang mengacu pada SNI 8340:2016 tentang Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium. Hasil dari penelitian ini yaitu dari 8 laboratorium yang diperiksa, semua laboratorium sudah memenuhi 50% dari persyaratan yang diharuskan pada SNI 8340:2016. Hasil juga menunjukkan bahwa penerapan biosafety lebih banyak diterapkan dibandingkan dengan biosecurity
The national referral center laboratory of PT. PX is a health service company engaged in clinical laboratories that work 24 hours a day. Clinic laboratory is a lab which provides clinical specimen taken from human body to get information regarding individual health. Without a proper control, the clinical specimen is hazardous biologically for health and working-environmental of the employees. One way to reduce number of incidents is to evaluate the implementation of management system of bio-risk in every lab starting from managerial policy, control development, application and operational, inspection and corrective action, and evaluation from management for sustainability correction. The purpose of this research is to analyze implementation of management system of bio-risk and analyze the overview of biosafety and biosecurity. The research is performed using mixed-study design method, qualitative and quantitative, which described to get an overview of implementation of bio-risk management system in a lab. Primary data are collected from interview using checklist based on SNI 8340:2016 about Bio-risk Management System in Laboratory. The result shows that all of 8 investigated labs have fulfill 50% of the requirement based on SNI 8340:2016. Moreover, biosafety is implemented more than biosecurity
Read More
T-6085
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Sekar Dini; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramadhan, Aroem Naroeni
Abstrak: Penggunaan agen biologi di laboratorium selain memiliki dampak negatif juga memiliki dampak positif. Dampak negatif yang muncul dalam penggunaan agen biologi di laboratorium adalah timbulnya risiko infeksi pada pekerja akibat bahan-bahan biologi berbahaya. Selain itu, dampak negatif lainnya adalah munculnya risiko penyalahgunaan agen biologi oleh pihak-pihak tertentu. Universitas Indonesia yang memiliki tujuan untuk menjadi universitas riset, harus juga memperhatikan hal tersebut. Dampak-dampak negatif yang dapat muncul dari penggunaan bahan biologi tersebut dapat ditanggulangi dengan menerapkan biorisk management yang dapat melindungi pekerja maupun lingkungan sekitar.
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi dari biorisk management yang terdapat di laboratorium COE IBR-GS FMIPA UI yang dianalisis dengan menggunakan standar WHO, CDC, dan Laboratory Biosafety Guideline yang dikeluarkan pemerintah Kanada. Dalam laboratorium COE IBRGS, sudah terdapat beberapa sistem yang mendukung keselamatan dan kesehatan bagi pekerja. Namun, terdapat beberapa komponen dari biorisk management yang belum dilaksanakan, tidak sesuai, dan harus diperbaiki.
 

The use of biological agents in the laboratory in addition to having positive impact also has a a negative impact. Negative impact that arise in the use of biological agents in the laboratory is the emergence of an infection risk to workers due to hazardous biological materials. In addition, other negative impact is the emergence of the risk of misuse of biological agents by certain parties. University of Indonesia, which has a goal to become a research university, must also pay attention to it. Negative impacts that may arise from the use of biological materials can be overcome by applying biorisk management that can protect workers and the environment.
 
The purpose of this study is to know the implementation of the biorisk management in the laboratory COE IBR-GS FMIPA UI which analyzed using the standard WHO, CDC, and the Laboratory Biosafety Guidelines from Canadian government. In the laboratory COE IBR-GS, there have been some systems that support the safety and health for workers. However, there are several components of the biorisk management have not been implemented, not appropriate, and should be improved.
Read More
S-6628
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive