Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Retno Palupi; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Mulyadi Muchtar, Sarah Zaidan
Abstrak: Abstrak

Persaingan antar rumah sakit memberikan pengaruh dalam manajemen rumah sakit baik milik pemerintah, swasta dan asing dengan tujuan akhir adalah untuk meningkatkan pelayanan Sarana pelayanan kesehatan di era globalisasi ini, berupaya meningkatkan kualitas jasa yang ditawarkan kepada masyarakat. Hal ini disebabkan karena kualitas jasa dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai keunggulan kompetitif.

Pelayanan farmasi di rumah sakit merupakan suatu bagian atau fasilitas di rumah sakit. Unit farmasi adalah salah satu revenue center di rumah sakit dimana mempunyai pengaruh besar terhadap pendapatan rumah sakit. Kinerja layanan unit farmasi dapat diukur dari lamanya waktu tunggu pelayanan dalam proses penyiapan obat sesuai resep dokter.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab ketidak berhasilan pencapaian Key Performance Indikator (KPI) unit farmasi rawat jalan,melakukan pengembangan standar yang dibutuhkan, mengidentifikasi gap analysis yang ada dan membuat action plan guna peningkatan kualitas pelayanan.

Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara pengamatan (observasional), telaah dokumen dan wawancara mendalam. Teknik penelitian ini adalah teknik triangulasi data, guna penguatan informasi-informasi dengan beberapa cara untuk mengurangi bias yang ada.

asil penelitian ini menunjukkan tren jumlah resep yang masuk pada hari, shift dan jam tertentu, dimana berguna untuk pengaturan komposisi staf yang ada. Selain itu penelitian ini menunjukkan adanya ketidak efisen an waktu proses pada tahap penerimaan resep dan penyerahan resep. Dan penelitian ini menyarankan adanya pengitungan ulang terhadap pola ketenaan unit farmasi rawat jalan.


Competition among hospitals provide hospital management influence in both government-owned, private and foreign with the ultimate goal is to improve health care facilities in this era of globalization, working to improve the quality of services offered to the public. This is because the quality of service can be used as a tool to achieve competitive advantage.

Pharmacy services in hospitals is a part of the hospital or facility. Pharmaceutical unit is one revenue center at the hospital, which had a major impact on hospital revenue. Pharmaceutical unit service performance can be measured by the length of the waiting time in the service of the process of preparing the drug as prescribed.

This study aims to determine the cause of the unsuccessful achievement of Key Performance Indicators (KPI) outpatient pharmacy unit, to develop the required standards, identifying a gap analysis of existing and create action plan to improve the quality of care.

This is a descriptive study, with quantitative and qualitative approaches in the observations (observational), document review and in-depth interviews. This research technique is the technique of triangulation of data, in order to strengthen the information in several ways to reduce the bias that exists.

Results of this study show a trend in the number of prescriptions coming days, shifts and hours specified, which is useful for setting the composition of existing staff. Moreover this study showed a lack of time efisen an admission process at the stage of recipes and recipe submission. And this study suggests a re-calculation of the pattern ketenaan outpatient pharmacy unit.

Read More
T-3963
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardian Adam Nur Fajari; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Retno Palupi
Abstrak:
Imunisasi PCV sebagai pencegahan pneumonia merupakan salah satu imunisasi dasar di Indonesia yang dicanangkan pada September 2022. Cakupan imunisasi PCV pada saat pelaksanaan uji coba mencapai angka 80%. Pada Desember 2022 di Kelurahan Mekarjaya Kota Depok cakupan imunisasi PCV1 baru mencapai angka 3,69%. Hal ini menunjukkan cakupan imunisasi PCV di Kelurahan Mekarjaya Kota Depok masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi PCV di Kelurahan Mekarjaya Kota Depok Tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data primer yang dikumpulkan dari 102 responden ibu yang memiliki anak baduta. Pada penelitian ini ditemukan bahwa 62,7% ibu sudah melakukan pemberian imunisasi PCV pada anaknya yang baduta. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi PCV adalah pendidkan ayah, sikap ibu, pengetahuan ibu, kemudahan akses informasi, serta dukungan kader dan petugas kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemberian informasi tentang imunisasi PCV dengan cakupan wilayah dan sasaran yang lebih luas. Informasi juga bisa disebarkan menggunakan media lain selain melalui kegiatan penyuluhan.

PCV immunization as a prevention of pneumonia is one of the basic immunizations in Indonesia which was launched in September 2022. PCV immunization coverage at the time of the trial reached 80%. In December 2022, in Mekarjaya Village Depok City, PCV1 immunization coverage had only reached 3.69%. This shows that the coverage of PCV immunization in Mekarjaya Village Depok City is still very low. This study aims to determine the factors associated with the behavior of giving PCV immunization in the Mekarjaya Village Depok City in 2023. The method used in this research is a quantitative method with a cross-sectional approach using primary data collected from 102 mother respondents who have an infant under two years old. In this study it was found that 62.7% of mothers had given PCV immunization to their children under two years old. Factors related to giving PCV immunization were father's education, mother's attitude, mother's knowledge, ease of access to information, and support from cadres and health workers. Therefore it is necessary to provide information about PCV immunization with a wider coverage area and targets. Information can also be disseminated using media other than through outreach activities.
Read More
S-11383
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Candra Kurniawati; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Zakiah, Retno Palupi
Abstrak:
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan ibu dan generasi berikutnya. Salah satu upaya penanggulangan anemia adalah dengan meningkatkan kepatuhan minum Tablet Tambah Darah (TTD). Pengetahuan tentang anemia merupakan faktor predisposisi penting yang mempengaruhi perilaku kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan anemia dengan kepatuhan minum TTD pada remaja putri di SMAN Kecamatan Sukmajaya, Depok, tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas XI di SMAN Kecamatan Sukmajaya Depook, dengan jumlah sampel sebanyak 190 responden melalui proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Paling banyak responden memiliki pengetahuan tinggi tentang anemia dan patuh minum TTD sebesar 70,0%. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan anemia (p = 0047), efikasi diri (p = <0,001), dukungan keluarga (p = <0,001), dukungan guru (p = <0,001), dukungan teman sebaya (p = 0,013), serta sumber informasi kesehatan (p = 0,012) dengan kepatuhan minum TTD. Analisis multivariat menunjukkan ada interaksi antara pengetahuan dengan dukungan guru terhadap kepatuhan minum TTD (OR = 0,288), responden yang memperoleh dukungan guru tinggi berpeluang 0,288 kali untuk patuh dibanding dukungan guru rendah, setelah dikontrol oleh variabel lain. Kesimpulannya Pengetahuan anemia berhubungan signifikan terhadap kepatuhan remaja putri minum TTD. Intervensi promotif preventif melalui edukasi terstruktur di sekolah, pelibatan guru, keluarga serta dukungan lintas sektor sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan konsumsi TTD.


Anemia among adolescent girls remains a public health problem with long-term impacts on maternal health and the health of future generations. One of the efforts to overcome anemia is by improving adherence to iron and folic acid supplementation (TTD). Knowledge about anemia is an important predisposing factor that influences adherence behavior. This study aims to determine the relationship between knowledge of anemia and adherence to TTD consumption among adolescent girls at a senior high school (SMAN) in Sukmajaya District, Depok, in 2024. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of all grade XI female students at SMAN in Sukmajaya District, Depok. A total of 190 respondents were selected using proportional random sampling. The research instrument was a questionnaire tested for validity and reliability. Data were analyzed using chi-square tests for bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. Most respondents had high knowledge about anemia and were adherent to TTD consumption (70.0%). Bivariate analysis showed a significant relationship between anemia knowledge (p = 0.047), self-efficacy (p < 0.001), family support (p < 0.001), teacher support (p < 0.001), peer support (p = 0.013), and health information sources (p = 0.012) with TTD adherence. Multivariate analysis showed an interaction between knowledge and teacher support in relation to TTD adherence (OR = 0.288) respondents who received high teacher support were 0.288 times more likely to be adherent compared to those with low teacher support, after controlling for other variables. Knowledge Knowledge of anemia is significantly associated with adherence to TTD consumption. Preventive and promotive interventions through structured education in schools, involving teachers, families, and cross-sectoral collaboration, are crucial to improving adolescents’ understanding and adherence to TTD consumption.
Read More
T-7418
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive