Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dinar Pritasari; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo
M-492
Depok : FKM UI, 2000
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bul. Pen. Sis. Kes. (Bulitsiskes), Vol.9, No.2, April. 2006: hal. 82-92, (cat. ada di bendel 2006-2007
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwan Haryanto; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Diah M. Utari, Pritasari
S-4213
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pritasari; Pembimbing: Rita Damayanti
S-636
Depok : FKM UI, 1992
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Mulyani; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji; Fatmah, Pritasari
Abstrak: Skripsi ini membahas gambaran konsumsi kalsium dan faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi kalsium pada remaja di SMP Negeri 201 Jakarta Barat Tahun 2009. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional study.
 
 
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsumsi kalsium pada remaja masih kurang dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan, yaitu hanya 76% AKG, variabel yang menunjukkan hubungan yang signifikan yaitu pengetahuan tentang kalsium dan pendapatan orangtua.
 
 
Saran untuk Instansi Pendidikan agar meningkatkan pengetahuan gizi khususnya kalsium dengan menyisipkan materi tentang zat-zat gizi dalam mata pelajaran yang berhubungan atau melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS); bagi Instansi Kesehatan dengan mengadakan penyuluhan gizi dan kesehatan ke sekolah-sekolah; bagi remaja dengan meningkatkan pengetahuan gizi dan mengkonsumsi kalsium terutama yang berasal dari produk non susu dan hasil olahnya.
Read More
S-5733
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nina Mardiana; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Luknis Sabri, Sujana Jatiputra, Harni, Kirana Pritasari
Abstrak:
Sebagian besar (99%) wanita di Indonesia telah menyusui bayinya akan tetapi hal tersebut belum dilaksanakan dengan baik dan benar, masalah utama adalah bahwa ibu-ibu membutnhlkan bantuan dan informasi yang mendukung sehingga menambah keyakinan bahwa mereka akan dapat menyu§ui bayinya dengan baik dan benar. Pemberian ASI di kota Balikpapan cukup tinggi yaitu 95,7% tetepi hanya sebesar 28,77% dari angka tersebut yang rnenyusui sampai umur 24 bulan dan sisanya ada yang menyusukan hanya sampai umur kurang dari nol (0) bulan sebesar I,44%, umur I-S bulan sebesar l0,l2% dan yang sampai umur 6-11 bulan sebesar 2I,3l%. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti tertarik untuk memperoleh informasi tentang gambaran pemberian ASI di kota Balikpapan yang dilihat dari faktor-faktor Prediposisi dan faktor pendorong Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan di kota Balikpapan dengan jumlah sampel 312 responden dafi 26 Rukun Warga yang dilaksanakan mulai bulan Juli tahun 2001 dengan cara pengambilan sampel Multi Stage Random Sampling. Untuk mengetahui distribusi frekuensi dilakukan analisis univariat, proporsi pemberian ASI yang bailc 57,l% dan perkiraan dipopulasi dengan CI 95% adalah antara 42,1%~72,l%. Untuk mengetahui hubungan antara variabcl dilakukan analisis bivariet dengan menggunakan uji Chi-square dengan P = 0,05. Hasil menunjukkan ada hubungan bermakna antara lain pengetahuan, sikap, bentuk puting susu, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI dengan masing-masing nilai P = 0,000, P = 0,001 , P = 0,001, P = 0,050, P = 0,005. Kemudian dilaukan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik, yang masuk dalam kandidat model yailu nilai P = < 0,25 yaitu pengetahuan, sikap, bentuk puting susu, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga_ Hasil akhir uji Regresi Logistik didapat tiga variabel sebagai determinant yaitu pengetahuan, sikap, dan bentuk puting susu, pengetahuan merupakan vaxiabel yang dominan dalam pemberian ASI dengan OR = 3,37. Memperhatikan hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyarankan agar membuat rencana untuk perbaikan dan peningkatan pemberian ASI sampai umur 24 bulan melalui upaya-upaya khusus terhadap ibu menyusui.

Breastfeeding is a common activity in general tradition and babies life are depend on breastmilk. Breastfeeding is able to increase the quality of nutrition and decreased the mother prevalence I0 - 20 times and the mortality 7 times (Health Department of Republic of Indonesia, 1994). The most Indonesian Women (99%) have done breastfeed, but this activity haven't done in the right way and successfiilly The main problem is mothers need help and infomation that will support them to breastfeed in the right way and successfully. Breastfeeding at Balikpapan city is slightly high (95,7 %) but it?s only 59,46 % of this numbers who gives their breastmilk to their babies until 24 months and the others do the breastfeed only one month less ( l,44 % ), l - 5 months (lO,l2 %) and until 6 - 11 months (2l,3l %). ln related with this, we desire to find information about the description of breastfeed at Balikpapan City that studied the predisposition factors and the supporting factors. This research is description study with study design is cross sectional. The location of this study is Balikpapan City, the numbers of respondent are 312 and they come fiom 26 community and they taken by multi stage random sampling. This study was run on Juli 2000. Statistical to know the distribution of some factors , we use univariate analysis and we End the proportion of good breastfeed is 57, l % and estimation in population is CI 95 % is 42,l% until 72,l%. Bivariate analysis is to find the correlation among factors we use chy square test witl1 p= 0,05. There is correlation among knowledge (p=0,000), attitude (p=0,00l), figure of nipples (p=0,00l), health workers (p=0,050) and family support (p=0,005) with breastfeed. Multivariate analysis with logistic regression can find the candidate in model has p < 0,25 there are knowledge, attitude, figure of nipples. support from health workers and family. The tina! result of this analysis found 2 variables as determinant, there are knowledge and figure of nipples, The knowledge is dominant variable in breastfeed (OR=3,3 7). The research also recommends that hopeliully to create the initiative to develop breasfeed action until babies age?s 24 months. This action is able to run through special activity to mothers who nursery their babies.
Read More
T-1134
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devi Desianti Pritasari; Pembimbing: Hendrik M. Taurany
B-744
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Purnamawati; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Kirana Pritasari, Bambang Dwiyatmoko, Ratu Ayu Dewi Sartika
Abstrak:

Jamu merupakan obat tradisional yang dibuat dengan cara mengolah bahan alamiah yaitu yang mempunyai khasiat obat dengan beberapa bahan campuran. Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pemanfaatan pengobatan tradisional menunjukan peningkatan yang cukup signifikan, yaitu mulai dari 19.9% pada tahun 1980, menjadi 23.2% pada tahun 1986 dan kemudian meningkat menjadi 31.4% pada tahun 1992. Berdasarkan data susenas 2001 terjadi peningkatan pemanfaatan obat tradisional mulai tahun 2000 sebesar 15.6% menjadi 30.2% pada tahun 2001. Walaupun demikian keberhasilan pengobatan tradisional sebagai upaya pelayanan kesehatan masih perlu dibuktikan efektivitasnya dan diperhatikan efek sampingnya, khususnya jika pemafaatannya digunakan oleh ibu yang sedang hamil. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi jamu pada ibu hamil terhadap kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di bekasi tahun 2008. Metode Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain kasus kontrol. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang bersalin di Rumah Sakit Umum Kota Bekasi, Rumah Bersalin dan Bidan praktek swasta di wilayah Bekasi. Sampel penelitian adalah kasus Asfiksia yang terjadi pada bayi baru lahir dan kontrolnya adalah bayi baru lahir yang tidak mengalami asfiksia. Jumlah kasus yang diperlukan adalah sebanyak 103 kasus dan 309 kontrol. Penelitian ini kemudian dilanjutkan dengan metode kualitatif untuk melihat persepsi tenaga kesehatan, ibu hamil dan penjual obat tradisional secara mendalam mengenai pengaruh konsumsi jamu selama kehamilan dan pengaruhnya untuk bayi baru lahir di bekasi tahun 2008. Dari hasil penelitian secara kuantitatif diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsumsi jamu terhadap kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. (p = 0.000, OR 7.1 dan 95%CI 4.23 - 11.9). AFE 0.85 dan AFP 0.43 ). Terdapat hubungan antara jumlah anc dengan asfiksia pada bayi baru Jahir (jumlah anc 4-8 kali p = 0.052, OR 1.68 dan CI 0.99 - 2.83. jumlah anc kurang dari 4 kali (p = 0.019, OR 3.02 dan 95%CI 1.2 - 7.58). Dari hasil wawancara mendalam kepada ibu kasus, diketahui bahwa mayoritas dari ibu hamil belum paham mengenai perilaku sehat selama hamil dan tidak mendapatkan penjelasan yang cukup dari petugas kesehatan. selain itu ibu hamil biasanya mengkonsumsi jamu atas anjuran keluarga atau tetangga tanpa mengetahui manfaat atau efek samping yang ditimbulkan. Asfiksia pada bayi baru lahir (bbl) menipakan kasus yang jarang, walaupun demikian asfiksia menjadi faktor terbesar yang menyebabkan angka kematian bayi di bekasi, oleh karena itulah perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan baik pada saat kehamiian maupun persalinan. Selain itu perlu adanya standarisasi penggunaan jamu untuk ibu hamil, khususnya jamu gendong yang dalam penelitian ini lebih dari 90% dimanfaatkan oleh ibu hamil.


Jamu are traditional medicine which is made by natural ingredience which has good effect by using several ingrediences. Recording to Household Health Survey (SKRT) shows significant percentage of Indonesian people who used traditional medicine as medication has been increase from 19.9% in year 1980, become 23.2% in year 1986 and 31.4% in year 1992. National Socio-Economic Survey (SUSENAS) 2001 shows significant percentage too from 15.6% in year 2000 become 30.2% in year 2001.The succesful of traditional medicine as self medication in health care still need to prove for efectiveness and the side effect especially if it used by pregnant women. The goal of this study is to know how the effect of consuming jamu for pregnant women with birth asphyxia in Bekasi in 2008. Quantitative and qualitative study designs are used in this study. We use case control design to see how the odds ratio of the mothers who have experience to take jamu during pregnancy. The population are the pregnant women who delivery in Bekasi General Hospital, Delivery Home Services and Midwife Private Practice. The sample are birth asphyxia cases and the control are the healthy baby without asphyxia. Determination sum of sample obtained by 416 baby. Divisible become 104 cases and 312 control. Qualitative study design is used to get in depth information of the mother, thehandlers of jamm and the providers about the effect of consume jamu during pregnancy for newborn baby in Bekasi in 2008. The result shows that there are relation and risk of consume jamu with birth asphyxia. (p = 0,000, OR = 7,1 95%CI 4.23 - 11.9) and Frequencies of ANC with birth asphyxia (4 - 8 times during pregnancy, p = 0,052, OR = 1,68 and less than 4 times during pregnancy are p = 0,019, OR 3.02). the result of indepth tell us that majority of mother’s cases do not know about the health attitude during pregnancy and do not have enough information from providers about it. Beside that the pregnant women ussually get advise to consume jamu from their family or neighbour without knowing the benefit or the side effect of it. Birth asphyxia is a relatively rare case, but asphyxia is become the biggest factor to cause of neontal death in Bekasi, therefore we suggest to increase the quality of health services during pregnancy and delivery and need a standart for using of jamu for pregnant women, consider to the result that the jamu gendong is the most used by pregnant women more than 90%.

Read More
T-2830
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Zuliani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Fatmah, Pritasari
Abstrak: Kebugaran menjadi sangat penting karena kebugaran berhubungan dengan kesehatan kardiovaskular. Remaja yang memiliki kebugaran yang rendah dapat berisiko mengalami penyakit kardiovaskular saat dewasa kelak jika terus menerus dibiarkan. Kebugaran kardiovaskular biasa dinilai dengan VO2max (konsumsi maksimal oksigen). Salah satu cara untuk meningkatkan VO2max ialah dengan memberikan suplemen yang mengandung zat besi (Fe) dan multivitamin dan mineral (MVM).
 
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan kuasi eksperimen pre-test and post-test design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplemen kombinasi Fe dan MVM yang diberikan selama enam hari terhadap nilai estimasi VO2max pada siswi SMP di Jakarta. Nilai estimasi VO2max diukur menggunakan tes kebugaran 20-m shuttle run.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perubahan nilai estimasi VO2max pada kelompok Fe&MVM adalah 0,20 ml/kg/min sedangkan kelompok kontrol adalah 0,13 ml/kg/min serta terdapat perbedaan yang signifikan pada perubahan total lintasan tes 20-m shuttle run diantara kedua kelompok (p=0,001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sekalipun tidak ada perbedaan bermakna pada rata-rata nilai estimasi VO2max kedua kelompok, pemberian suplemen dapat meningkatkan nilai estimasi meningkatkan VO2max dan total lintasan pada tes kebugaran 20-m shuttle run.
 

 
Cardiovascular fitness is very important especially for teenage. Teenage with low fitness have risk of cardiovascular disease later. Cardiovascular fitness was usually scored by VO2max (maximal consumption oxygen). One of solutions to increase VO2max is administration of iron (Fe) and multivitamins and mineral (MVM) supplement.
 
This Research was a quasi experiment pre-test and post-test design with purpose of study is to discover the effect of six days administration of iron combination supplement with multivitamins & mineral (MVM) toward the predicted of VO2max of Girl Student in Junior High School. The predicted of VO2max score was calculated by 20-m shuttle run test.
 
The result showed delta of VO2max score in Fe&MVM’s group was 0,20 ml/kg/min and placebo’s group was 0,13 ml/kg/min; and there was significant differences in delta of total lap of 20-m shuttle run between two groups after intervention (p=0.001). Although there was no significant differences of VO2max, administration of supplement can increased VO2max score and increased total lap of 20-m shuttle run.
Read More
S-7959
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sintha Anggoro Putri; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Trini Sudiarti, Pritasari
S-7960
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive