Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Scheila Askhim Sira; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ascobat Gani, Nuniek Ria Sundari, Theryoto
Abstrak:

Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) merupakan salah satu kebijakan pemerintah Indonesia dalam bidang kesehatan. Permenkes Nomor 26 Tahun 2021 Pasal 1 menyatakan bahwa Pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBG) digunakan sebagai acuan Rumah Sakit, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan pihak lainnya dalam pelaksanaan klaim jaminan kesehatan. Permenkes Nomor 3 Tahun 2023 menyatakan di rumah sakit khusus tarif pelayanan untuk pasien kekhususan berlaku tarif sesuai kelasnya, sedangkan untuk pelayanan non kekhususan berlaku tarif INA-CBG satu tingkat lebih rendah. Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit adalah satu-satunya Rumah Sakit Khusus Kelas A milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melayani pasien di luar kekhususannya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi kebijakan klaim penggantian biaya rawat inap pasien jiwa dengan penyakit fisik pada tahun 2003. Penelitian dilakukan dengan desain studi kasus dan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data primer adalah wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data sekunder melalui telaah dokumen. Teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn digunakan dengan menganalisis implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan standar dan tujuan kebijakan masih belum tersosialisasikan dengan baik, pelatihan sumber daya manusia terbatas, belum terdapat Standar Prosedur Operasional dan clinical pathway khusus mengenai pasien jiwa dengan penyakit fisik, dan belum ada komunikasi khusus antar rumah sakit dan BPJS. Karakteristik instansi pelaksana dan sikap para pelaksana sudah baik. Penelitian ini merekomendasikan sosialisasi dan advokasi yang menyeluruh, peningkatan pelatihan, pembuatan SPO dan clinical pathway, peningkatan komunikasi rumah sakit dan BPJS, serta penelitian lebih lanjut mengenai potensi loss of income rumah sakit. Kata kunci: Implementasi kebijakan, Klaim Biaya Rawat Inap, Pasien Jiwa Dengan Penyakit Fisik, Van Meter dan Van Horn


Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) is Indonesian government's policies in the health sector. Permenkes Number 26 of 2021 Article 1 stated that Indonesian Case Base Groups (INA-CBG) is used as payment guidance for hospital and BPJS Kesehatan. According to Permenkes Number 3 of 2023 Article 29, in special hospital the service tariff for patients with specificity applies to the hospital rate according to their class, while for non-specific services, the rate applies one level lower. Duren Sawit Hospital is the only Class A Special Hospital in DKI Jakarta that serves patients outside of its specialties. This study was conducted to analyze the implementation of claim policy for hospitalization of mental patients with physical illness. This research was carried out with a case study design and qualitative approach. The primary data was collected through in-depth interviews and observation, whilst secondary data was obtained from document reviews. The theory used is of Van Meter and Van Horn. The results showed that the standards and objectives of the claim policy for hospitalization of mental patients with physical illnesss are still not properly socialized, human resource training are limited, there are no special SOP regarding mental patients with physical illnesss, there are no special communication between hospitals and BPJS regarding mental patients with physical illnesss. The characteristics and attitude of the implementing agencies and implementers are good. This study recommends to give comprehensive socialization and advocacy, to improve training, to make SOPs and clinical pathways, to improve communication between hospitals and BPJS, and further research regarding potential loss of income.   Key words:  Policy Implementation, Hospitalization Claims, Mental Patients With Physical Illnesses, Van Meter and Van Horn

Read More
B-2479
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Claudia Shafira Dewi; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Yoslien Sopamena, Scheila Askhim Sira
Abstrak:

Latar belakang: Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut tidak hanya dipengaruhi oleh keyakinan dan sikap yang terbentuk dalam diri individu. Pemeriksaan gigi pada mahasiswa/I PTDI-STTD didapatkan hasil rata-rata DMF-T adalah 2,7 termasuk dalam kategori sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku kesehatan gigi dan mulut pada mahasiswa/i PTDI-STTD ditinjau dari teori Health Belief Model (HBM). Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan potong lintang (cross-sectional). Terdapat 245 sampel penelitian mahasiswa /i PTDI-STTD yang dipilih secara acak dengan teknik stratified random sampling. Analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Skor rata-rata perilaku kesehatan gigi dan mulut sebesar 74,7 dari skala 100. Penelitian menunjukkan terdapat hubungan persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri dengan perilaku kesehatan gigi dan mulut (p-value = 0,001), tidak terdapat hubungan yang signifikan persepsi keparahan (p = 0,580 ) dan persepsi kerentanan p = 0,685) dengan perilaku kesehatan gigi dan mulut. Pekerjaan ibu (p = 0,019) memiliki hubungan dengan perilaku kesehatan gigi dan mulut, jenis kelamin (p = 0,264), pendidikan ibu (p = 0,174), pendidikan ayah (p = 0,998), dan pekerjaan ayah (p = 0,369) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan perilaku kesehatan gigi dan mulut. Kesimpulan: Persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri merupakan determinan utama perilaku kesehatan gigi dan mulut. Upaya yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan dan edukasi terkait pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.


Background: Oral health maintenance behaviour is not only influenced by beliefs and attitudes formed within individuals. Dental examinations of PTDI-STTD students showed an average DMF-T score of 2.7, which is classified as moderate. This study aims to determine the determinants of dental and oral health behaviour among PTDI-STTD students based on the Health Belief Model (HBM) theory. Methods: This study used a quantitative cross-sectional design. There were 245 PTDI-STTD student samples selected randomly using stratified random sampling. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. Results: The average oral health behaviour score was 74.7 out of 100. The study showed that there was a relationship between perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy with oral health behaviour (p-value = 0.001). There was no significant relationship between perceived severity (p = 0.580) and perceived susceptibility (p = 0.685) with oral health behaviour. The mother's occupation (p = 0.019) was associated with oral health behaviour, while gender (p = 0.264), the mother's education (p = 0.174), the father's education (p = 0.998), and the father's occupation (p = 0.369) were not significantly associated with oral health behaviour. Conclusion: Perceived barriers, cues to action, and self-efficacy are the main determinants of oral health behaviour. Efforts that can be made include examinations and education related to oral health maintenance.

Read More
S-12213
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive