Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sandry Tri Sumarni; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Masyitoh Bashabih, Prastuti Soewondo, Mohammad Kurniawan, Achmad Harjadi
Abstrak:
Rumah Sakit (RS) Kramat 128 Jakarta Pusat merupakan salah satu rumah sakit tipe B yang telah lama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui fasilitas pelayanan rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan layanan rawat inap di RS Kramat 128. Masalah yang menjadi fokus penelitian ini adalah fluktuasi tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) setiap tahunnya yang masih jauh dari target Kementerian Kesehatan. Penelitian ini akan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan rawat inap di RS Kramat 128 untuk mengoptimalkan upaya peningkatan pemanfaatan layanan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung untuk data primer serta telaah dokumen untuk data sekunder. Data yang dikumpulkan meliputi angka BOR, data kunjungan rawat jalan dan inap, serta faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemanfaatan layanan rawat inap. Pada tahap input, analisis data dilakukan dengan menggunakan metode thematic content analysis untuk mengidentifikasi, menganalasis, dan menyajikan pola berdasarkan data yang telah terkumpul. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pemanfaatan layanan rawat inap di RS Kramat 128 serta memberikan sumbangan dalam pengembangan kebijakan dan manajemen pelayanan kesehatan yang lebih efektif di Rumah Sakit Kramat 128 dan RS lain.
Kramat 128 Hospital in Central Jakarta is type B hospital that has long provided healthcare services to the community, including through its inpatient care facilities. This study aims to analyze the utilization of inpatient services at Kramat 128 Hospital. The problem focused on in this research is the fluctuation in the Bed Occupancy Rate (BOR) each year, which is far from the target set by the Ministry of Health. This is a qualitative study where data collection is conducted through in-depth interviews and direct observations for primary data, as well as document review for secondary data. The collected data includes BOR figures, outpatient and inpatient visit data, as well as internal and external factors influencing the utilization of inpatient services. During the input phase, data analysis is carried out using the thematic content analysis method to identify, analyze, and present patterns based on the collected data. The results of this study are expected to provide a deeper understanding of the utilization of inpatient services at Kramat 128 Hospital. The findings of this research can also contribute to the development of more effective healthcare policies and management in Kramat 128 Hospital and potentially benefit other hospitals.
Read More
B-2336
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Adina Zuhdi; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Jaslis Ilyas, Puput Oktamianti, Enny Mulyatsih, Sandry Tri Sumarni
Abstrak:
Penyakit saraf adalah gangguan pada sistem saraf yang dapat menurunkan fungsi tubuh. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (2023), salah satu penyakit dengan prevalensi tertinggi adalah penyakit saraf, yaitu stroke yang memiliki biaya pengobatan tertinggi ketiga setelah penyakit jantung dan kanker. Akupunktur memiliki dampak yang signifikan pada pengobatan berbagai penyakit saraf. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional menangani kasus neurologi (kesehatan otak dan saraf) yang semakin meningkat dan kompleks. Akupunktur medik menjadi salah satu layanan perawatan penunjang di RS PON yang sudah tersedia sejak tahun 2021. Berdasarkan laporan capaian layanan 3 tahun terakhir, tren jumlah pasien tahun 2021-2023 berturut-turut adalah sebagai berikut: 496 pasien, 727 pasien, dan penurunan pada tahun 2023 dengan jumlah 575 pasien. Penurunan angka kunjugan ini berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan pasien secara total di RS PON pada periode 2020-2024 yang mengalami peningkatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keinginan pasien rawat jalan di RS PON terhadap layanan akupunktur medik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan uraian hasil penelitian deskriptif. Jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian cross sectional (potong lintang) yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Teori yang digunakan sebagai kerangka konsep pada penelitian ini adalah teori Capability, Opportunity, Motivation – Behavior (COM-B). Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian ini, sejumlah 130 responden (58% dari total responden) memiliki keinginan terhadap layanan akupunktur medik, sisanya, taitu sejumlah 94 responden (42%) tidak memiliki keinginan terhadap layanan akupuntur medik. Persepsi layanan menjadi faktor yang paling mempengaruhi keinginan terhadap layanan akupunktur medik.


Neurological diseases are disorders of the nervous system that can reduce body function. Based on data from the Indonesian Health Survey (2023), one of the diseases with the highest prevalence is neurological disease, namely stroke which has the third highest medical cost after heart disease and cancer. Acupuncture has a significant impact on the treatment of various neurological diseases. The National Brain Center Hospital handles increasingly complex neurology (brain and nerve health) cases. Medical acupuncture is one of the supporting care services at the PON Hospital which has been available since 2021. Based on the service achievement report for the last 3 years, the trend in the number of patients in 2021-2023 is as follows: 496 patients, 727 patients, and a decrease in 2023 with a total of 575 patients. This decrease in the number of visits is inversely proportional to the total number of patient visits at the PON Hospital in the 2020-2024 period which has increased. The purpose of this study was to determine the factors related to the desires of outpatients at the PON Hospital for medical acupuncture services. This study is an observational study with a description of the results of descriptive research. The type of research chosen is cross-sectional research conducted using a questionnaire as a data collection instrument. The theory used as a conceptual framework in this study is the Capability, Opportunity, Motivation – Behavior (COM-B) theory. Based on the results of data analysis in this study, a number of 130 respondents (58% of total respondents) have a desire for medical acupuncture services, the rest, namely 94 respondents (42%) do not have a desire for medical acupuncture services. Perception of service is the factor that most influences the desire for medical acupuncture services.
Read More
B-2550
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Tsany Saadi; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Adang Bachtiar, Masyitoh, Friana Asmely, Sandry Tri Sumarni
Abstrak:
Pertumbuhan rumah sakit yang pesat dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan semakin ketatnya persaingan antar rumah sakit. Oleh karena itu, rumah sakit perlu bertahan dan memiliki keunggulan kompetitif, salah satunya adalah dengan memenuhi ekspektasi pelanggan dengan menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga dapat mengarah pada terjadinya kunjungan berulang. Tesis ini membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RS Rawa Lumbu melalui pendekatan kuantitatif analitik observasional menggunakan uji statistik PLS-SEM, serta menggunakan consensus decision making group untuk memformulasikan strategi berbasis bukti untuk meningkatkan kunjungan ulang pasien rawat jalan. Hasil dari penilitian ini menunjukkan tingkat kepuasan pasien mencapai 98%, dengan dimensi SERVQUAL tangible dan reliability paling memengaruhi kepuasan. Analisis Theory of Planned Behavior (TPB) menunjukkan bahwa perceived behavioral control memiliki pengaruh terbesar terhadap minat kunjungan ulang, diikuti oleh attitude dan subjective norm. Kepuasan berkontribusi signifikan pada word of mouth positif dan skor Net Promoter Scale (NPS), meskipun tidak berhubungan langsung dengan minat kunjungan ulang. Akses menunjukkan pengaruh tidak langsung melalui perceived behavioral control. Penelitian ini merekomendasikan fokus pada peningkatan kepuasan di dimensi tangible dan reliability seperti modernisasi fasilitas rumah sakit, peningkatan kebersihan, serta reduksi waktu tunggu layanan dan waktu tunggu obat. Perbaikan layanan melalui konstruk TPB terutama pada penguatan konstruk perceived behavioral control seperti sistem penjadwalan pasien yang optimal, konstruk attitude melalui pemberian pelayanan yang berkualitas dan berkesan, dan subjective norm melalui peningkatan WOM positif untuk meningkatkan minat kunjungan ulang pasien. 

The rapid growth of hospitals in recent years has led to increasingly intense competition among healthcare facilities. Consequently, hospitals need to sustain themselves and achieve competitive advantages, one of which is by meeting customer expectations through the provision of high-quality healthcare services, thereby increasing repeat visits. This thesis examines the factors associated with outpatient repeat visit intentions at RS Rawa Lumbu using a quantitative, observational-analytic approach with PLS-SEM statistical testing, complemented by a consensus decision-making group to formulate evidence-based strategies to increase outpatient repeat visits. The study's findings reveal a patient satisfaction level of 98%, with the SERVQUAL dimensions of tangible and reliability having the most significant impact on satisfaction. The Theory of Planned Behavior (TPB) analysis indicates that perceived behavioral control exerts the greatest influence on repeat visit intentions, followed by attitude and subjective norm. Satisfaction contributes significantly to positive word of mouth and the Net Promoter Score (NPS) but is not directly related to repeat visit intentions. Access demonstrates an indirect effect through perceived behavioral control. This research recommends focusing on improving satisfaction in the tangible and reliability dimensions, such as modernizing hospital facilities, increasing cleanliness, and reducing service and medication waiting times. Service improvements through TPB constructs should prioritize strengthening perceived behavioral control, such as implementing an optimal patient scheduling system; enhancing attitude through the provision of high-quality and memorable services; and improving subjective norm through increased positive word of mouth to boost outpatient repeat visit intentions.
Read More
B-2499
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive