Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Supena; Pemb. Anhari Achadi
A-148
Jakarta : FKM UI, 1978
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eny Kusmiran; Promotor: Hadi Pratomo; Kopromotor: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Anna Keliat; Anggota: Sabarinah B Prasetyo, Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Asep Supena, Fitri Haryanti
D-353
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Amin Bakri; Promotor: Tris Eryando; Kopromotor: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Rita Damayanti, Tris Eryando, Wahyu Septiono, Asep Supine, Fidiansjah Mursyid Ahmad, Rahmadya Trias Handayanto
Abstrak:
Read More
Kompleksitas gejala depresi remaja diakui sebagai tantangan kesehatan masyarakat dunia. Jika tidak terdeteksi dan tertangani, gejala depresi dapat secara signifikan mengurangi kualitas hidup dan berpotensi menjadi depresi berat pada masa selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model machine learning untuk memprediksi perkembangan gejala depresi dari remaja, serta mengungkap prediktor yang memiliki hubungan signifikan dengannya. Penelitian didesain dengan menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS). Dataset dibangun dari hasil survey tiga gelombang, yaitu tahun 2000, 2007, dan 2014. Hasil analisis menunjukkan sejumlah variabel terkait faktor sosio-demografi, kesehatan, ekonomi, psikososial, kehidupan anggota rumah tangga, dan lingkungan rumah, memiliki hubungan signifikan terhadap perkembangan gejala depresi remaja. Model machine leaerning yang dikembangkan adalah gabungan dua model; Model-1 memprediksi perkembangan gejala depresi selama 7 tahun dan Model-2 memprediksi perkembangan gejala depresi selama 14 tahun. Pada Model-1, kinerja prediksi terbaik dicapai oleh Random Forest dengan akurasi 0,93, AUC 0,72, precision 0,93, recall 1,00, dan F1-Score 0,97. Sedangkan pada Model-2, kinerja prediksi terbaik dicapai oleh Regresi Logistik dengan akurasi 0,77, AUC 0,65, precision 0,78, recall 0,97, dan F1-Score 0,87. Model ini telah berhasil di-deploy ke dalam aplikasi mobile bernama D’Symptomata yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung skrining potensi risiko perkembangan gejala depresi di kalangan remaja Indonesia.
The complexity of adolescent depressive symptoms is one of the public health challenges. If left untreated, depressive symptoms can significantly reduce quality of life and potentially lead to major depression in the future. This study aims to develop a machine learning model to predict the development of depressive symptoms in adolescence and their predictors. The dataset is built from three wave IFLS surveys, 2000, 2007, and 2014. The results showed several variables socio-demography, health, economic, psychosocial, household members, and house environment factors, had a significant relationship with the development of adolescent depressive symptoms. The machine learning model developed is a combination of two models; Model-1 which predicted the development of depressive symptoms over 7 years and Model-2 for 14 years. On Model-1, the best prediction performance was achieved by Random Forest with an accuracy of 0.93, AUC 0.72, precision of 0.93, recall of 1.00, and F1-Score 0.97. In Model 2, the best prediction performance was achieved by Logistic Regression with an accuracy of 0.77, AUC of 0.65, precision of 0.78, recall of 0.97, and F1-Score 0.87. This model has been successfully deployed into a mobile application D'Symptomata to support screening for the development of depressive symptoms among Indonesian adolescents.
D-527
Depok : FKM-UI, 2024
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diana Hartaty Anggraini; Promotor: Evi Martha; Kopromotor: Besral, Farida Kurniawati; Penguji: Agustin Kusumayati, Sutanto Priyo Hastono, Asep Supena, R. Harry Hikmat, Nasyith Forefry, Nana Mulyana
Abstrak:
Read More
Remaja dengan disabilitas intelektual ringan memiliki kerentanan tinggi terhadap risiko kesehatan reproduksi dan kekerasan seksual, sementara kapasitas orang tua sebagai pendidik utama masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Edukasi Parent as Teacher (PAT) dan menilai efeknya dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan efikasi diri orang tua dalam memberikan pendidikan seksual kepada remaja dengan disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential exploratory yang terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama adalah eksplorasi pemahaman, hambatan, dan kebutuhan orang tua melalui studi kualitatif dengan wawancara mendalam. Tahap kedua adalah pengembangan model PAT berbasis kebutuhan dengan mengacu pada kerangka ADDIE. Tahap ketiga adalah pengujian efek model melalui desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest pada 50 orang tua, dengan tiga kali pengukuran dan analisis menggunakan General Linear Model Repeated Measures. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kapasitas orang tua yang bermakna pada seluruh variabel (p<0,05). Skor pengetahuan meningkat dari 48,00 menjadi 78,10; skor sikap meningkat dari 64,07 menjadi 91,17; dan skor efikasi diri meningkat dari 58,54 menjadi 91,81 Ukuran efek berada pada kategori besar dengan rentang Partial η² = 0,173–0,365, dan peningkatan bertahan hingga pengukuran tindak lanjut. Model PAT menunjukkan efek positif dalam meningkatkan kapasitas orang tua dan berpotensi menjadi pendekatan pendidikan seksual berbasis keluarga yang terstruktur, kontekstual, dan berkelanjutan bagi remaja dengan disabilitas intelektual ringan.
Adolescents with mild intellectual disabilities are highly vulnerable to reproductive health risks and sexual violence, while the capacity of parents as primary educators remains limited. This study aimed to develop the Parent as Teacher (PAT) Educational Model and evaluate its effect on improving parents’ knowledge, attitudes, and self-efficacy. A mixed-methods approach with a sequential exploratory design was employed, consisting of three stages: exploration of parents’ understanding, barriers, and needs through a qualitative study involving in-depth interviews with informants; development of a needs-based educational model guided by the ADDIE framework; and evaluation of the model’s effect. The quantitative phase used a one-group pretest–posttest quasi-experimental design involving 50 parents, with three measurement points and analysis using General Linear Model Repeated Measures. The results showed a significant improvement in parental capacity across all variables (p<0.05). Knowledge scores increased from 48.00 to 78.10, attitude scores from 64,07 to 91,17, and self-efficacy scores from 58,54 to 91,81. The effect sizes were in the large category, with Partial η² ranging from 0.173 to 0.365, and the improvements were sustained at follow-up. The PAT Educational Model was proven effective in improving parental capacity and has the potential to serve as a structured, contextual, and sustainable family-based approach to sexual education for adolescents with mild intellectual disabilities.
D-624
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
