Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nina Herlina; Komisi Pembimbing: Nur Indrawati Lipoeto; Ko-Promotor I: Sutoto; Ko-Promotor II: Hardisman; Ketua Program Studi: Delmi Sulastri
D-367
Padang : Andalas, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessy Fitriani; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Ahmad Syafiq, Defriman Djafri, Kamal Kasra
Abstrak:
Literasi kesehatan adalah kemampuan individu untuk memperoleh, memahami dan memanfaatkan informasi kesehatan dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi kesehatan mahasiswa program sarjana reguler di Universitas Andalas dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian yang menggunakan data sekunder dari Studi Literasi Kesehatan 2019 ini berfokus pada sampel mahasiswa angkatan 2018 dari 15 fakultas di Universitas Andalas (n=363). Pengukuran literasi kesehatan dilakukan menggunakan instrumen European Health Literacy Survey Question 16 (HLS-EU-Q16) yang telah diadaptasi ke dalam konteks dan Bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata skor tingkat literasi kesehatan sebesar 2,90 (SD=0,49) dari skala 4. Terdapat hubungan yang bermakna antara akses informasi kesehatan, identitas suku, dan akses pelayanan kesehatan dengan tingkat literasi kesehatan. Diperlukan intervensi untuk meningkatkan literasi kesehatan terutama pada mahasiswa non kesehatan melalui melalui sharing informasi media sosial, intervensi yang bersifat edukatif dalam meningkatkan kemampuan literasi kesehatan.

Factors associated with health literacy among first year students of Universitas Andalas in West Sumatra Health literacy is the capacity to obtain, process, and understand basic health information services needed to improve and maintain health; however, study around health literacy is limited among Indonesian population, including among those with higher educational status. This research aimed to assess factors associated with health literacy among first year students of Universitas Andalas. Data came from the Indonesian Health Literacy Study 2019, focusing on samples of first year students from 15 faculties of the Universitas Andalas (n=363). Health literacy was measured using the European Health Literacy Survey Question 16 (HLS-EU-Q16), tat had been adapted into Indonesian context. Among all respondents, the average score of health literacy was 2,90 (SD=0,49). Factors associated with health literacy were access to health information, ethnic identity, and access to health services. Required for increasing individual health through social media for sharing information, educative intervention in improving health literacy skill.

Read More
T-5835
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resmiati; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Dyah Santi Puspitasari, Yuni Zahraini
Abstrak: Dismenore merupakan gejala utama yang dikeluhkan wanita usia subur ketika mengalami menstruasi. Mahasiswi merupakan kelompok yang rentan menderita dismenore karena prevalensi tertinggi kejadian dismenore ditemukan pada usia 20-24 tahun. Dismenore akan berdampak pada performa akademik mahasiswa dan rutinitas hariannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan dismenore. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional dengan jumlah sampel 148 orang dengan metode sistematik random sampling pada mahasisiwi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas usia 17-25 tahun. Hasil analisis memperlihatkan ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik, status gizi, asupan magnesium, dan riwayat alergi dengan dismenore pada derajat kemaknaan 5%. Terjadi interaksi antara asupan magnesium dan B6. Aktivitas fisik merupakan faktor dominan yang mempengaruhi dismenore setelah dikontrol variabel asupan omega 3, asupan B6, asupan vitamin E, asupan Zn, asupan Cu, stress, riwayat dismenore ibu, siklus menstruasi, lama menstruasi, dan laju menstruasi. Mahasiswi yang beraktivitas fisik rendah berisiko mengalami dismenore 8,8 kali dibanding yang beraktivitas fisik sedang atau tinggi (95% CI : 2,0-38,4). Aktivitas fisik khususnya olahraga merupakan salah satu alternatif yang direkomendasikan dalam mengurangi nyeri haid. Kata kunci : Dismenore, Aktivitas fisik, Zat Gizi Mikro
Read More
T-4416
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yudhia Fratidhina; Komisi Pembimbing; Rizanda Machmud, Artha Budhi Duarsa; Ketua Program Studi: Delmi Sulastri
D-368
Padang : Andalas, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sitti Ashari; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Jaslis Ilyas, Mardiati Nadjib, Murniwati, Suci Rahmasari
Abstrak:
Saat ini masalah yang sering dihadapi rumah sakit pada umumnya yaitu belum mampu memberikan apa yang sebenarnya yang diharapkan pasien. Kurangnya kepedulian dan lambatnya penanganan dari pelaku kesehatan juga menjadi kendala mengapa pelayanan rumah sakit. Pasien menuntut sikap terhadap kepuasan pasien terhadap kualitas dan kepercayaan kepada pemberi jasa layanan. RSGM UNAND merupakan rumah sakit kesehatan gigi dan mulut dibawah naungan Fakultas Kedokteran Gigi UNAND yang memiliki mahasiswa profesi atau dokter gigi muda. Setiap tindakan dokter gigi muda masih berada dibawah supervisi dokter pembimbingnya. Dokter gigi muda yang menjalani pendidikan harus tetap memberikan perawatan sesuai keluhan dan diagnosis pasien tetapi juga harus menyelesaikan treatment kasus yang telah ditetapkan dalam menyelesaikan pendidikan. Dalam studi pre klinik tentunya ini menjadi tantangan bagi dokter gigi muda maupun pihak RSGM UNAND untuk memberikan layanan yang berkualitas sehingga pasien dapat percaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kepuasan dan kepercayaan pasien pada dokter gigi muda di RSGM Universitas Andalas. Penelitian kuantitatif menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan 228 sampel yang ditentukan dengan teknik accidental sampling. Dari hasil data analisis secara univariat dan path analysis ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan kualitas layanan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=47,7%), hubungan kualitas layanan yang signifikan terhadap kepuasan pasien (p value= <0,001, B=37,4%), hubungan kepuasan layanan yang signifikan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=32,2%), dan hubungan kepuasaan pasien signifikan sebagai mediator pengaruh kualitas layanan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=12%).

Currently, the problem that hospitals often face in general is that they have not been able to provide what patients actually expect. The lack of concern and slow handling of health actors is also an obstacle to why hospital services. Patients demand an attitude towards patient satisfaction with quality and trust in service providers. RSGM UNAND is a dental and oral health hospital under the auspices of the Faculty of Dentistry UNAND which has dental preclinical students. Every action of dental preclinical students is still under the supervision of his supervising doctor. Dental preclinical students undergoing education must continue to provide treatment according to the patient's complaints and diagnosis but also must complete the case treatment that has been determined in completing education. In pre-clinical studies, of course, this is a challenge for dental preclinical students and the RSGM UNAND to provide quality services so that patients can trust. This study aimed to determine the effect of the quality of oral health services on patient satisfaction and trust in dental preclinical students at RSGM Universitas Andalas. Quantitative research using descriptive research with a cross sectional approach using 228 samples determined by accidental sampling technique. From the results of univariate data analysis and path analysis, it was found that there is a significant relationship between service quality and patient trust (p value = <0.001, B = 47.7%), a significant relationship between service quality and patient satisfaction (p value = <0.001, B = 37.4%), a significant relationship between service satisfaction and patient trust (p value = <0.001, B = 32.2%), and a significant relationship between patient satisfaction as a mediator of the effect of service quality on patient trust (p value = <0.001, B = 12%).
Read More
T-6806
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Ayumaruti; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Dian Ayubi, Evi Martha, Yaslinda Yaunin, Eunice Margarini
Abstrak:
Literasi kesehatan mental merupakan pengetahuan serta keyakinan individu tentang masalah atau gangguan jiwa yang membantu proses pengenalan, pengelolaan, atau cara pencegahannya yang kemudian dapat digunakan untuk melakukan suatu tindakan yang bermanfaat khususnya bagi kesehatan mental individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat literasi kesehatan mental mahasiswa program S1 reguler di Universitas Andalas dan faktor - faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan data Studi Literasi Kesehatan 2019 dengan menggunakan sampel dari mahasiswa angkatan 2018 di 15 fakultas di Universitas Andalas (n=363). Instrumen yang digunakan untuk pengukuran literasi kesehatan mental adalah kuesioner Mental Health Literacy Scale (MHLS) yang telah diadaptasi kedalam konteks budaya dan Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor tingkat literasi kesehatan mental yang relatif rendah yaitu 59,96 dalam skala 1-100. Hasil analisis bivariat adalah determinan yang berasosiasi signifikan dengan literasi kesehatan mental yaitu jenis kelamin, suku, status tempat tinggal, status pacaran, rumpun ilmu, dan kepemilikan asuransi kesehatan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan tingkat literasi kesehatan mental adalah rumpun ilmu, kepemilikan asuransi kesehatan, dan status pasangan/pacaran. Yang merupakan variabel dominan adalah rumpun ilmu kesehatan. Diperlukan intervensi untuk meningkatkan literasi kesehatan mental yang berfokus pada topik yang terkait dengan mahasiswa laki – laki dan mahasiswa non kesehatan melalui peningkatan edukasi serta pengembangan dan pemanfaatan pusat informasi kesehatan mental di Universitas Andalas.

Mental health literacy is individual knowledge and beliefs about mental problems or disorders that help the process of recognizing, managing or preventing them which can then be used to take action that is especially beneficial for individual mental health. The purpose of this study was to describe the level of mental health literacy of regular undergraduate students at Andalas University and the influencing factors. This study used data from the 2019 Health Literacy Study using samples from class 2018 students in 15 faculties at Andalas University (n=363). The instrument used for measuring mental health literacy is the Mental Health Literacy Scale (MHLS) questionnaire which has been adapted to the cultural context and the Indonesian language. The results showed that the average score for mental health literacy was relatively low, namely 59.96 on a scale of 1-100. The results of the bivariate analysis show that there are determinants that are significantly associated with mental health literacy, namely gender, ethnicity, residence status, dating status, academic background, and health insurance ownership. The results of the multivariate analysis show that the variables associated with the level of mental health literacy are knowledge cluster/major, ownership of health insurance, and partner/dating status. Which is the dominant variable is the health science cluster/major. Interventions are needed to increase mental health literacy that focuses on topics related to male students and non-health students through increased education and the development and utilization of mental health information centers at Andalas University.
Read More
T-6779
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Friadita; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Ahmad Syafiq, Evi Martha, Nenden Solihatul Zannah, Susmiati
Abstrak:
Literasi gizi telah didefinisikan sebagai kapasitas untuk memperoleh, mengolah, dan memahami informasi gizi dan keterampilan yang diperlukan untuk membuat keputusan gizi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi gizi fungsional pada mahasiswa program sarjana Angkatan 2018 Universitas Andalas di Sumatera Barat serta faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Studi Literasi Kesehatan 2019 dengan sampel penelitian mahasiswa angkatan 2018 dari 15 fakultas di Universitas Andalas (n=363). Pengukuran literasi gizi fungsional pada mahasiswa ini menggunakan alat instrumen yakni The Newest Vital Sign (NVS). Hasil Penelitian ini menunjukkan rata-rata skor tingkat literasi gizi fungsional mahasiswa sebesar 2,65 yakni termasuk kurang memadai. Terdapat hubungan yang signifkan antara suku, bidang keilmuan dan kepemilikan asuransi dengan tingkat literasi gizi fungsional mahasiswa. Diperlukan program edukasi untuk meningkatkan pemahaman literasi gizi fungsional pada mahasiswa seperti seminar tahunan atau diskusi publik bersama professional

Nutritional literacy has been defined as the capacity to acquire, process and understand information and the skills needed to make appropriate nutritional decisions. This study aims to determine the level of functional nutrition literacy in students Batch 2018 Andalas University undergraduate program in West Sumatra and the factors related to it. This study used secondary data from the 2019 Health Literacy Study with a sample of 2018 batch students from 15 faculties at Andalas University (n=363). The instrument that been used in this research is The Newest Vital Sign (NVS). The results of this study show that the average score for thefungctional nutrition literacy level of students is 2.65 out of a scale of 4, limited literacy. There is a significant relationship between ethnicity, academic background and insurance ownership with the level of student nutritional literacy. Educational programs are needed to increase understanding of nutritional literacy in students such as annual seminars or public discussions with professionals
Read More
T-6645
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive