Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 22 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tubagus Lucky Surya; Pemb. Helda; Penguji: Yovsyah; Eulis Wulantari
S-5009
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Bambang Somantri; Pembimbing: Peter A.W. Pattinama; Penguji: Mieke Savitri, Eulis Wulantari
S-4874
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Listiono; Pembimbing: Nurhayati Prihartono; Penguji: Renti Mahkota, Eulis Wulantari
T-3278
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Widyaningrum; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Renti Mahkota, Eulis Wulantari
S-6960
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwiek Widiyanti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Lukman Hakim Tarigan, Eulis Wulantari
S-5499
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gertrudis T; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Ririn Arminsih Wulandari, Eulis Wulantari, Calvin S. Wattimena
T-3218
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Junaedi; Pemb. Ratna Djuwita; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Yovsyah, Eulis Wulantari, M. Sugeng Hidayat
T-3921
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Aswal Liambo; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Yovsyah, Soewarta Kosen, Eulis Wulantari
Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian dini pada masyarakat, WHOmelaporkan hampir satu milyar orang di dunia menderita hipertensi dan diprediksimeningkat menjadi 1,5 milyar pada tahun 2025 nanti. Kurang aktivitas fisik merupakansalah satu faktor risiko hipertensi yang dapat dimodifikasi dengan usaha dan biaya yangtidak terlalu besar. Pada tahun 2013, prevalensi hipertensi pada penduduk dewasa diIndonesia sebesar 25,8% dan proporsi kurang aktivitas fisik sebesar 26,1%. Tujuanpenelitian ini adalah mengetahui prevalensi hipertensi, proporsi kurang aktivitas fisik danhubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada penduduk dewasa di Indonesiaberdasarkan data IFLS 5 tahun 2014. Desain yang digunakan adalah cross sectional,populasi penelitian yakni seluruh penduduk dewasa (≥18 tahun) yang menjadi respondenIFLS 5 tahun 2014 dengan sampel sebanyak 26.043 responden. Kriteria hipertensimenggunakan pedoman JNC-7 (140/90 mmHg), penilaian aktivitas fisik berdasarkankebiasaan melakukan kegiatan fisik minimal selama 10 menit dalam seminggu, terdiridari aktif dan kurang aktif. Uji statistik pada analisis bivariat dan multivariatmenggunakan cox regression. Hasil analisis menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar24,09%, proporsi kurang aktivitas fisik sebesar 35,68%, serta terdapat hubungan yangsignifikan antara aktivitas fisik dengan hipertensi (P value 0,000). Penduduk yang kurangaktivitas fisik berisiko 1,15 kali mengalami hipertensi dibandingkan penduduk yangmemiliki aktivitas fisik aktif (PR: 1,15; 95% CI: 1,09-1,21). Disarankan kepadamasyarakat untuk melakukan kegiatan fisik ringan berupa jalan kaki minimal selama 30menit setiap harinya dan kepada Dinas Kesehatan untuk berinovasi dalam memberikanedukasi kepada masyarakat terkait pentingnya aktivitas fisik dengan menggunakan sosialmedia (Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya).
Kata kunci :Hipertensi, aktivitas fisik, cross sectional, cox regression, IFLS 5.
Hypertension is the leading causes for prematur death worldwide. Globally, WHOreported about nearly one billion people living with hypertension and it is estimated thatthis number will escalate to more than 1,5 billion by the year 2025. Insufficient physicalactivity is one of the modifiable risk factors for hypertension, which is not required greateffort and cost. In 2013, the prevalence of hypertension among Indonesian adults was25,8% and the proportion of insufficient physical activity was 26,1%. This study aims toknow the prevalence of hypertension, the proportion of insufficient physical activity andalso its relationship among the Indonesian adults based on IFLS 5 data in 2014. A cross-sectional study was conducted among 26.043 respondents in IFLS 5 aged 18 years andabove. The JNC-7 guidelines used to defined hypertension (if systolic blood pressure≥140 mmHg and/or diastolic ≥90 mmHg), whereas physical activity measured by thehabit of performing physical activity for at least 10 minutes a week. Statistical test onbivariate and multivariate analysis using cox regression. The prevalence of hypertensionwas 24,09% and the proportion of insufficient physical activity was 35,68%. Statisticaltest shown there was a significant relationship between physical activity and hypertension(P value 0,000), people with insufficient physical activity at risk 1,15 times havinghypertension than those with active physical activity (PR: 1,15; 95 % CI: 1,09-1,21).Adults should do at least 30 minutes walking everyday, province/district health officeneeds to use social media such as Facebook, Instagram, Twitter, etc, in order to promotingthe benefit of physical activity.
Keywords :Hypertension, physical activity, cross sectional, cox regression, IFLS 5.
Read More
T-5133
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Kurnia Rabbani; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Mondastri Korin Sudaryo, Eulis Wulantari, Dewi Dwinurwati Wahyuni
T-4760
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Totok Sutianto; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Renti Mahkota, Eulis Wulandari, Yessi Desputri
Abstrak: Ibadah haji adalah ibadah dengan aktifitas fisik tinggi yang membutuhkan kebugaran fisik. Komponen penting kebugaran fisik yaitu kebugaran jantung-paru. Faktor risiko yang berpengaruh adalah usia, pendidikan, penyakit yang diderita, perilaku kesehatan, lingkungan sosial, sosial ekonomi dan psikologis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kebugaran jantungparu calon jemaah haji usia Desain penelitian adalah cross sectional dengan sumber data sekunder rekapitulasi Kabupaten Bogor Tahun 2017. Data diambil pada bulan Juli 2017, sebanyak 2.474 sampel terpilih dengan cara total population sample. Identifikasi variabel independen dan variabel dependen dilakukan berdasarkan data tersebut dan kemudian dilakukan analisis. Analisis yang digunakan yaitu Cox Regression. Pada penelitian ini prevalensi kebugaran jantung-paru kurang sebesar 27,2%. Prevalensi kebugaran jantung-paru kurang sebagian besar pada (43,8%), berjenis kelamin laki-laki (27,8%), berpendidikan rendah (31,6%), tidak bekerja (29,8%), status gizi normal (28,4%), hipertensi (46,7%) dan ada penyakit jantung-paru (43,1%). Kesimpulannya, faktor-faktor yang berhubungan bermakna terhadap kebugaran jantung-paru kurang adalah umur hipertensi, ada penyakit jantung-paru dan adanya variabel interaksi antara umur dengan tekanan darah. Calon jemaah haji, pada usia jika hipertensi memiliki risiko 1,54 kali mempunyai kebugaran jantung paru kurang dan jika tidak hipertensi memiliki risiko 2,52 kali mempunyai kebugaran jantung paru kurang. Kata kunci: kebugaran jantung-paru, umur, tekanan darah, penyakit jantung-paru Hajj is worship with high physical activity that requires physical fitness. An important component of physical fitness is cardiorespiratory fitness. Influential risk factors are age, education, illness, health behavior, social environment, socioeconomic and psychological. This study was conducted to determine the risk The research design is cross sectional with secondary data source of recapitulation result of first stage examination of pilgrims Regency 2017. Data taken in July 2017, as many as 2,474 selected samples by total population sample. Identification of independent variables and dependent variables is done based on the data and then analyzed. The analysis used is Cox Regression. In this study the prevalence of cardiorespiratory fitness was less than 27,2%. The prevalence of cardiorespiratory fitness was le ,8%), male sex (27,8%), low-educated (31,6%), non-employment (29,8%), normal nutritional status (28,4%), hypertension (46,7%) and cardiorespiratory disease (43,1%). In conclusion, factors related significantly to cardiorespiratory fitness are 60 years, hypertension, cardiorespiratory disease and the presence of variable interactions between age and blood pressure. Pilgrims candidate, at the age ension has a risk of 1,54 times have cardiorespiratory fitness less and if not hypertension has a risk of 2,52 times have less cardiorespiratory fitness. Keywords: cardiorespiratory fitness, age, blood pressure, cardiorespiratory disease
Read More
T-5076
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive