Ditemukan 20 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Mia Muthiasari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Giri Wurjandaru
Abstrak:
Sarapan penting dilakukan terutama bagi anak usia sekolah untuk meningkatkan produktivitas dan konsentrasi belajar di sekolah. Sarapan belum menjadi kebiasaan yang rutin dilakukan anak sebelum melakukan aktivitasnya disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor individu, sosial-ekonomi, dan lingkungan dengan kebiasaan sarapan pada siswa sekolah dasar negeri terpilih di Banten. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dengan jumlah responden sebanyak 345 siswa kelas 4 dan 5 di lima sekolah dasar negeri terpilih di Banten. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 52,8 siswa terbiasa melakukan sarapan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh orang tua dan ketersediaan sarapan dengan kebiasaan sarapan. Peneliti menyarankan kepada pihak sekolah untuk mengadakan program sarapan bersama, kantin sekolah dapat menyediakan sarapan untuk siswa, orangtua dapat menyediakan sarapan yang mudah dan sederhana, mengajak dan mengingatkan anak untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah serta dapat menyediakan bekal jika anak tidak sempat untuk sarapan di rumah.
Breakfast is important to do, especially for school aged children, to increase the productivity and study 39 s concentration at school. Breakfast is not yet a habit that children routinely do before doing their activities at school. This study aims to know the association between individual, social economy, and environment factors with breakfast habits among selected public elementary school students. This study used a cross sectional study design using secondary data with total respondents 345 students grade 4 and 5 in five selected public elementary schools in Banten. The results showed 52,8 of students accustomed to breakfast. The result of statistical analysis shows that there was significant association between the influence of parents and the availability of breakfast with breakfast habits. The researcher suggests to the schools to hold the breakfast program together, the school canteen can provide breakfast for students, parents can persuade and remind their children to do the breakfast before they are going to school, also can provide lunch box if children did not have time to breakfast at home.
Read More
Breakfast is important to do, especially for school aged children, to increase the productivity and study 39 s concentration at school. Breakfast is not yet a habit that children routinely do before doing their activities at school. This study aims to know the association between individual, social economy, and environment factors with breakfast habits among selected public elementary school students. This study used a cross sectional study design using secondary data with total respondents 345 students grade 4 and 5 in five selected public elementary schools in Banten. The results showed 52,8 of students accustomed to breakfast.
S-9478
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mohammad Imaduddin; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Salimar
Abstrak:
Read More
Siswa masih sering melewatkan sarapan, padahal sarapan memiliki fungsi yang penting dalam menunjang proses belajar. Manfaat yang didapatkan oleh siswa ketika sarapan adalah dapat memberikan energi untuk otak sehingga dapat berkonsentrasi dan memperbaiki daya ingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian buklet digital sarapan terhadap pengetahuan dan perilaku sarapan siswa SMAN 3 Cibinong tahun 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan ini menggunakan rancangan kuasi eksperimental, dimana terdapat kelompok perlakuan dan kontrol yang tidak dilakukan randomisasi. Total sampel yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 62 orang yang terdiri atas 31 siswa SMAN 3 Cibinong sebagai kelompok perlakuan dan 31 siswa SMAN 1 Tajur Halang sebagai kelompok kontrol. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner secara daring, form food record, dan media untuk masing-masih kelompok yaitu buklet digital untuk kelompok perlakuan dan leaflet digital untuk kelompok kontrol. Kemudian hasilnya akan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji T Dependen dan Uji T Independen. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sarapan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yang signifikan setelah diberikan intervensi. Sementara itu perilaku sarapan berupa asupan pada kelompok perlakuan dan kontrol sama-sama mengalami peningkatan setelah diberikan intervensi walaupun tidak signifikan.
Students still often skip breakfast, even though breakfast has an important function in supporting the learning process. The benefits that students get at breakfast is that it can provide energy for the brain so that it can concentrate and improve memory. This study aims to determine the effect of giving breakfast digital booklets on knowledge and breakfast behavior of SMAN 3 Cibinong students in 2023. This research uses a quasi-experimental design, where there are treatment and control groups that are not randomized. The total sample involved in this study was 62 people consisting of 31 students of SMAN 3 Cibinong as the treatment group and 31 students of SMAN 1 Tajur Halang as the control group. Research data were obtained through online questionnaires, food record forms, and media for each group, namely digital booklets for the treatment group and digital leaflets for the control group. Then the results will be analyzed univariately and bivariately using the Dependent T Test and Independent T Test. The results of the study found that there was a significant increase in the average breakfast knowledge score in the treatment group and the control group after being given the intervention. Meanwhile, breakfast behavior in the form of intake in the treatment and control groups both experienced an increase after being given the intervention, although not significantly.
S-11438
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Raisya Azhar Fairuz; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Khoirul Anwar
Abstrak:
Sarapan merupakan kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi hingga pukul 9 pagi untuk mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Sarapan merupakan waktu makan paling penting dalam sehari karena menyediakan energi untuk beraktivitas. Penelitian serupa sebelumnya di SMAN 3 Depok didapatkan sebanyak 77,1% siswa memiliki kebiasaan sarapan tidak baik. Kebiasaan melewatkan sarapan dapat menimbulkan dampak lapar dan lemas pada siswa sekolah sehingga mengganggu performa akademiknya selama kegiatan pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan sarapan pada siswa/i SMA Negeri 14 Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Jumlah responden yang terkumpul adalah 129 responden yang berasal dari siswa/i kelas 10 dan 11 tahun ajaran 2023/2024. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dalam bentuk google form dan formulir FFQ yang diisi secara mandiri oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 78,3% responden memiliki kebiasaan sarapan tidak baik. Terdapat hubungan antara pengetahuan sarapan (p-value = 0,004; OR=4,380; 95% CI 1,683 – 11,396), sikap terhadap sarapan (p-value = 0,001; OR=6,625; 95% CI 2,144 – 20,473), ketersediaan sarapan (p-value = 0,001; OR=4,714; 95% CI 1,885 – 11,790), dan pengaruh orang tua (p-value = 0,007; OR=4,049; 95% CI 1,514 – 10,826) dengan kebiasaan sarapan. Siswa/i dengan pengetahuan sarapan rendah, sikap negatif terhadap sarapan, ketersediaan sarapan tidak selalu, dan orang tua yang tidak berpengaruh lebih berisiko memiliki kebiasaan sarapan tidak baik. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kebiasaan sarapan siswa/i SMAN 14 Depok adalah jenis kelamin, uang saku, citra tubuh, kualitas tidur, makan larut malam, dan waktu masuk sekolah.
Breakfast is an eating and drinking activity carried out between waking up to 9 am to achieve a healthy, active, and productive life. Breakfast is the most important meal to provides energy for activities. Previous research at SMAN 3 Depok found that about 77,1% of students had bad breakfast habits. Skipping breakfast can cause feelings of hunger and weakness in school students, thus disrupting ther academic performance during learning activities at school. This study aims to determine the overview and factors related to breakfast habits among students at SMA Negeri 14 Depok. The research design used was cross-sectional with purposive sampling technique. The number of respondents collected was 129 who came from student in grades 10 and 11 for the 2023/2024 academic year. Data collection was carried out using google form questionnaire and FFQ forms which were filled out independently by respondents. The research results showed that 78,3% of respondents had a bad breakfast habits. There is a relationship between breakfast knowledge (p-value = 0.004; OR=4.380; 95% CI 1.683 – 11.396), attitude towards breakfast (p-value = 0.001; OR=6.625; 95% CI 2.144 – 20.473), breakfast availability (p-value = 0.001; OR=4.714; 95% CI 1.885 – 11.790), and parental influence (p-value = 0.007; OR=4.049; 95% CI 1.514 – 10.826) with breakfast habits. Students with low breakfast knowledge, negative attitudes towards breakfast, occasional availability of breakfast, and parents who are not influential are more at risk of having bad breakfast habits. Meanwhile, variables that are not related to breakfast habits of SMAN 14 Depok students are gender, pocket money, body image, sleep quality, late-night eating, and school start time.
Read More
Breakfast is an eating and drinking activity carried out between waking up to 9 am to achieve a healthy, active, and productive life. Breakfast is the most important meal to provides energy for activities. Previous research at SMAN 3 Depok found that about 77,1% of students had bad breakfast habits. Skipping breakfast can cause feelings of hunger and weakness in school students, thus disrupting ther academic performance during learning activities at school. This study aims to determine the overview and factors related to breakfast habits among students at SMA Negeri 14 Depok. The research design used was cross-sectional with purposive sampling technique. The number of respondents collected was 129 who came from student in grades 10 and 11 for the 2023/2024 academic year. Data collection was carried out using google form questionnaire and FFQ forms which were filled out independently by respondents. The research results showed that 78,3% of respondents had a bad breakfast habits. There is a relationship between breakfast knowledge (p-value = 0.004; OR=4.380; 95% CI 1.683 – 11.396), attitude towards breakfast (p-value = 0.001; OR=6.625; 95% CI 2.144 – 20.473), breakfast availability (p-value = 0.001; OR=4.714; 95% CI 1.885 – 11.790), and parental influence (p-value = 0.007; OR=4.049; 95% CI 1.514 – 10.826) with breakfast habits. Students with low breakfast knowledge, negative attitudes towards breakfast, occasional availability of breakfast, and parents who are not influential are more at risk of having bad breakfast habits. Meanwhile, variables that are not related to breakfast habits of SMAN 14 Depok students are gender, pocket money, body image, sleep quality, late-night eating, and school start time.
S-11755
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indriya Laras Pramesthi; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Pudjo Hartono
S-6739
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Imas Arumsari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji : Widjaja Lukito, Wahyu Kurnia Yusrin Putra
Abstrak:
Kebiasaan melewatkan sarapan memperbesar risiko terjadinya obesitas, pola hidup sehat, dan penurunan kecerdasan, khususnya pada pelajar. Terlebih, remaja sedang mengalami proses growth spurt dimana terjadi peningkatan kebutuhan gizi. Kabupaten Tangerang memiliki tingkat kelulusan UN SMA terrendah di provinsi Banten pada tahun ajaran 2013 lalu, sehingga perlu diteliti lebih lanjut mengenai pola sarapan remaja di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan sarapan dan faktor lainnya dengan pola sarapan siswa/i SMA terpilih di Kabupaten Tangerang tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi crosss sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner isian mandiri yang diisi 160 siswa. Asupan sarapan dinilai menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan, sebanyak 71,8% responden memiliki pola sarapan buruk. Terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarapan (P= 0,014) dengan pola sarapan responden.
Skipping breakfast habit increase the risk of obesity, unhealthy lifestyle, and lack of intelligence, especially the students. Moreover, adolescent growth spurt is undergoing a process whereby an increase in nutritional requirements. Tangerang has lowest high school graduation rate in Banten Province for the academic year 2013 so it is important to develop research on adolescent breakfast pattern in this region. This study aims to determine the relationship between the availability of breakfast and other factors with student breakfast pattern in selected high school in Tangerang on 2014. Research method is a quantitative research with crosss sectional design study. Data were collected using self-completed questionnaires for 160 students. Breakfast intake was assessed using a 2x24 hour food recall questionnaire. The results showed, 71,8% of respondents had a bad breakfast pattern. There is a significant association between the availability of breakfast (P=0.014) with respondents’ breakfast pattern
Read More
S-8346
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Apriyan Pratama; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Ida Ruslita
Abstrak:
Skripsi ini merupakan penelitian cross sectional yang bertujuan hubungan antara status gizi, sarapan, asupan gizi sarapan kualitas dan kuantitas tidur malam dengan konsentrasi pada siswa kelas 7 SMP Negeri 239 Jakarta tahun 2013. Penelitian ini melibatkan 51 siswa kelas 7 SMP Negeri 239 Jakarta dan menggunakan dua tes untuk menguji konsentrasi, yaitu Tes Digit Simbol dan Tes Bourdon Wiersma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal (62,7%), dinyatakan sarapan (51%), asupan energi sarapan yang cukup (60,8%), asupan protein sarapannya cukup (54,9%),asupan fe sarapannya kurang (80,4%), asupan zn sarapannya kurang (70,6%),kualitas tidur malam cukup baik (56,9%) dan kuantitas tidur malam cukup (51%). Konsentrasi siswa sebagian besar rendah (52,9%) berdasarkan Tes Digit Simbol dan (51%) berdasarkan Tes Bourdon Wiersma. Hasil uji hubungan menunjukan terdapat hubungan antara sarapan, asupan energi sarapan, asupan protein sarapan dan asupan fe sarapan dengan konsentrasi serta tidak terdapat hubungan antara status gizi (indeks IMT/U), asupan zn sarapan, kualitas dan kuantitas tidur malam dengan konsentrasi.
This cross-sectional study aimed at the association between nutritional status, breakfast, breakfast intake nutrition, quality and quantity night sleep with a concentration in class 7 SMP Negeri 239 Jakarta in 2013. The study included 51 7th grade students of SMP Negeri 239 Jakarta and use two tests to examine the concentration, the Digit Symbol Test and Bourdon Wiersma Test. The results showed that most respondents had normal nutritional status (62.7%), stated breakfast (51%), adequate breakfast energy intake (60.8%), breakfast sufficient protein intake (54.9%), the intake of fe breakfast less (80.4%), the intake of breakfast zn less (70.6%), quality of sleep a night is quite good (56.9%) and sufficient quantity of sleep a night (51%). Low concentrations of most of the students (52.9%) based on Digit Symbol Test (51%) based on Bourdon Wiersma Test. The test results showed an association relationship between breakfast, breakfast energy intake, protein intake and intake fe breakfast breakfast with concentration and there was no correlation between nutritional status (BMI / U index), zn intake of breakfast, the quality and quantity of sleep a night with concentration.
Read More
This cross-sectional study aimed at the association between nutritional status, breakfast, breakfast intake nutrition, quality and quantity night sleep with a concentration in class 7 SMP Negeri 239 Jakarta in 2013. The study included 51 7th grade students of SMP Negeri 239 Jakarta and use two tests to examine the concentration, the Digit Symbol Test and Bourdon Wiersma Test. The results showed that most respondents had normal nutritional status (62.7%), stated breakfast (51%), adequate breakfast energy intake (60.8%), breakfast sufficient protein intake (54.9%), the intake of fe breakfast less (80.4%), the intake of breakfast zn less (70.6%), quality of sleep a night is quite good (56.9%) and sufficient quantity of sleep a night (51%). Low concentrations of most of the students (52.9%) based on Digit Symbol Test (51%) based on Bourdon Wiersma Test. The test results showed an association relationship between breakfast, breakfast energy intake, protein intake and intake fe breakfast breakfast with concentration and there was no correlation between nutritional status (BMI / U index), zn intake of breakfast, the quality and quantity of sleep a night with concentration.
S-7970
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anggi Farida Novanti; Pambimbing: Triyanti; Penguji: Diah M. Utari, Ahmad Sanusi
S-7816
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tiurma Sinaga ... [et al.]
JGP Vol.7, No.1
Bogor : Fakultas Ekologi Manusia IPB, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratu Tatya Rachman; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah M. Utari, Yunita
S-7953
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Iftita Rakhma Ikrima; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Asih Setiarini, Rahmawati
Abstrak:
Kalsium merupakan zat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan kalsium berdasarkan kebiasaan sarapan, kebiasaan konsumsi susu, kebiasaan konsumsi softdrink, aktivitas fisik, jenis kelamin, pengetahuan tentang kalsium, uang saku, pendidikan ibu dan ayah serta konsumsi suplemen kalsium. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang dilakukan pada 161 siswa SMA Negeri 2 Kota Depok selama bulan April 2015. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner umum, kuesioner pengetahuan, kuesioner aktivitas fisik, dan asupan kalsium diukur dengan wawancara food recall 2x24 jam. Data dianalisis dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan 69,6% memiliki asupan kalsium kurang dengan ratarata asupan kalsium 785,7 mg ± 295,82. Analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan asupan kalsium yang signifikan berdasarkan kebiasaan sarapan, kebiasaan konsumsi susu, dan jenis kelamin. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan pihak sekolah dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya asupan kalsium, konsumsi susu, dan kebiasaan sarapan kepada siswanya.
Kata Kunci: asupan kalsium, jenis kelamin, kebiasaan sarapan, konsumsi susu
Read More
Kata Kunci: asupan kalsium, jenis kelamin, kebiasaan sarapan, konsumsi susu
S-8642
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
