Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Eka Syarifah Dewi; Pembimbing: Endah Wuryaningsih, C.; Penguji: Zarfiel Tafal, Anwar Hassan, Heni Setyowati, Prayetni
Abstrak:

ABSTRAK Latar Belakang: Perawat mempunyai risiko terinfeksi virus yang ditularkan melalui darah seperti virus HIV/AIDS, Hepatitis B dan Hepatitis C. Penularan dapat dicegah dengan penerapan prinsip kewaspadaan universal.Tujuan : Diketahuinya gambaran praktik kewaspadaan universal oleh perawat di RSUD Karawang dan hubungannya dengan faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan metode potong lintang yang dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2013. Data diperoleh dari 77 responden melalui self administered questionnaires dan observasi. Hasil : Penelitian menunjukkan hanya 44,2% responden yang melakukan praktik kewaspadaan universal dengan baik. Dari hasil uji chi square, variabel yang secara signifikan berhubungan dengan praktik kewaspadaan universal adalah pengetahuan (p = 0,045) dan pengawasan atasan (p = 0,011) serta dukungan teman sekerja (p = 0,037). Variabel yang tidak berhubungan adalah adalah pendidikan, lama masa kerja, sikap, ketersediaan SOP, ketersediaan fasilitas dan pelatihan. Kesimpulan : Faktor yang paling berhubungan dengan praktik kewaspadaan universal adalah pengawasan atasan. Responden yang mendapatkan pengawasan atasan mempunyai peluang lebih dari 3 kali untuk melakukan praktik kewaspadaan universal dibandingkan yang tidak mendapatkan pengawasan atasan.


 ABSTRACT Background : The nurse has a risk to be invected by the virus that is infected blood borne pathogens through the blood such as the virus of HIV/AIDS, Hepatitis B and Hepatitis C. The infection can be prevented by the principle of Universal Precautions. Objective: Knowledgeable overview of the practice of universal precautions by nurses in RSUD Karawang and the associated with predisposition factor, enabling factors and reinforcing factors. Methods: The research uses the analytic descriptive with a crosssectional method which is held on June-July 2013. The data is obtained from 77 respondents through self administered questionnaires and observation. Results: Result of research shows only 44.2% of respondents who practice universal precautions as well. From the results of the chi square test, the variables that were significantly associated with the practice of universal precautions is knowledge (p = 0.045) and control superiors (p = 0.011) as well as the support of co-workers (p = 0.037). Variables are unrelated is education, length of service, attitude, availability of SOP, availability of facilities and training. Conclusions: Factors most associated with the practice of universal precautions is superior supervision. Respondents who have a chance of getting control superiors more than 3 times to practice universal precautions than not getting control superiors.

Read More
T-3745
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imas Latifah; Pembimbing: Izhar M Fihir; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Dadan Erwandi, Atna Permana, Syarifah Miftahul
Abstrak:

ABSTRAK Penularan penyakit infeksi HIV/AIDS, hepatitis B dan hepatitis C, dari pasien ke petugas kesehatan dapat terjadi melalui kecelakaan kerja. Perilaku petugas laboratoriun sebagai bagian dari petugas kesehatan dalam menerapkan kewaspadaan universal merupakan salah satu faktor penting terjadinya penularan infeksi. Petugas laboratorium yang tidak menerapkan kewaspadaan universal berisiko lebih tinggi terpajan penyakit infeksi tersebut di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku kepatuhan petugas laboratorium dalam penerapan kewaspadaan universal dan menjelaskan faktor-faktor yang berkaitan dengan kepatuhan petugas laboratorium klinik dalam menerapkannya. Perilaku kepatuhan ini dapat dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor eksrinsik (Social Cognitive Theory). Penelitiani nimerupakan studi kasus yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasi sebagai metoda pengumpulan data yang dilakukan sejak bulan Mei-Juni 2013 di rumah sakit “XY”. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepatuhan penerapan kewaspadaan universal pada petugas laboratorium di Rumah Sakit “XY” sebagian besar masih kurang. Faktor yang berkaitan dengan kurangnya kepatuhan petugas laboratorium terhadap kewaspadaan universal dari faktor intrinsik adalah pengetahuan, sedangkan dari faktor ekstrinsik adalah pelatihan dan dukungan atasan (pengawasan, penghargaan dan sanksi).


 ABSTRACT The transmission of infectious diseases HIV/AIDS, hepatitis B and hepatitis C from patient to health care workers can occur through accidents. Behavior of laboratory workers as part of health workers in implementing universal precautions as one of important factors is the infection transmission. Laboratory workers who are not at high risk of implementing universal precautions are more exposed to suffer infectious disease in their workplace. This study aims to explain the compliance behavior of laboratory workers in the application of universal precautions as well as factors associated with compliance in the clinical laboratory workers apply. Compliance behavior can be influenced by internal factors and eksternal factors (Social Cognitive Theory). This research is a case study using a qualitative approachment by conducting interviews and observations as data collection method since May-June 2013 at “XY” Hospital. The results indicate that the application of universal precautions compliance in laboratory workers at “XY” Hospital are still largely lacking. The factors associated with lack of this compliance on universal precautions of laboratory workers is knowledge (internal factor) whereas training and supervisor support (supevision, rewards and funishment) are related to the external factors.

Read More
T-3763
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Damayanti; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Toha Muhaimin, Hana Johan, Ratih Purnamasari
Abstrak:

Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang mempunyai resiko tinggi terhadap kemungkinan terpapar oleh berbagai kuman penyakit, seperti HIV/AIDS, Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HBC) dan penyakit-penyakit lain. Salah satu upaya perlindungan diri adalah dengan menerapkan kewaspadaan universal melalui tindakan cuci tangan secara benar, penggunaan alat pelindung diri, mencagah tusukan alat/benda tajam dan memprosesan alat bekas pakai. Adapun konsep yang dianut adalah, bahwa semua darah dan cairan tubuh tertentu harus dikelola sebagai sumber yang dapat menularkan HIV, Hepatitis dan berbagai penyakit melalui darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan bidan dalam menerapkan kewaspadaan universal dan factor-faktor yang berhubungan dan untuk mengetahui mengetahui seberapa jauh factor predisposisi, factor pemungkin dan factor penguat berpengaruh penerapan kewaspadaan universal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang, data diperoleh melalui observasi langsung di ruang bersalin dan pengisisan kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan 33.3% responden yang menerapkan kewaspadaan universal dengan benar yaitu menerapkan seluruh komponen kewaspadaan universal dengan baik dan 66.7% responden yang tidak menerapkan kewaspadaan universal dengan benar. Dari hasil penelitian diperoleh dari berbagai factor baik predisposisi, pemungkin dan penguat, tidak ada yang berhubungan dengan penerapan kewaspadaan universal. Berdasarkan hasil penelitian kemungkinan masih ada faktor lain yang belum ada didalam penelitian ini dan kemungkinan Rumah Sakit menjadi tempat rujukan, sehingga kasus yang masuk tergolong gawat darurat dan pada pasien dalam kondisi persalinana masuk dalam tahapan fase aktif yang membutuhkan waktu yang cepat dalam setiap penanganan. Secara keseluruhan terlihat bahwa hasil studi ini kurang mendukung hipotesis penelitian. Untuk itu disarankan dilakukannya penelitian lain dengan tambahan variabel, misalnya kebijakan pimpinan, pemantauan ketat, dan  kualitas pelatihan yang diberikan. Kata Kunci: Kewaspadaan universal, bidan dan Pertolongan persalinan.


 The midwife is one of the health workers who have a high risk of possible exposure to the various germs, such as HIV / AIDS, Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HBC) and other diseases. One safeguard yourself is to implement universal precautions through the action of washing hands properly, use of personal protective equipment, prevent malicious stab tools / sharps and processing more tools used. The concept adopted is that all blood and certain body fluids should be managed as a source that can transmit HIV, hepatitis and other blood-borne diseases. The purpose of this study to know the description of midwives compliance in applying universal precautions and related factors and to find out find out how far the predisposing factors, enabling factors and reinforcing factors affect the application of universal precautions. This study is a descriptive study with cross-sectional design, the data obtained through direct observation in the delivery room and filling the questionnaire by respondents. The results showed that 33.3% of respondents correctly apply the universal precautions that apply all the components of universal precautions with good and 66.7% of respondents who did not correctly apply the universal precautions. From the results obtained from a variety of factors either predisposing, enabling and reinforcing, no one associated with the implementation of universal precautions. Based on the results of research are likely to still another factor that does not exist in this study and possibly become a referral hospital, so that the incoming cases classified as emergency and in patients in persalinana conditions included in the active phase of stages that require fast time in each treatment. Overall seen that the results of this study do not support the hypothesis of the study. It is recommended to do another study with additional variables, such as policy management, close monitoring, and quality of training provided. Keyword: Universal precautions, midwives and childbirth Relief.

Read More
T-3337
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aditya Toga Sumondang Saragih; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayunigtyas, M Ihsan Ramdani
Abstrak: Tesis ini membahas hubungan budaya keselamatan pasien terhadap kepatuhanpenerapan kewaspadaan universal/kewaspadaan standar oleh perawat dan bidan dirawat inap RS Budhi Asih Jakarta Tahun 2015. Penelitian ini adalah penelitiandeskriptif analitis untuk melihat hubungan antara budaya keterbukaan, budayakeadilan, budaya pelaporan, budaya belajar dan budaya informasi dengankepatuhan akan penerapan kewaspadaan universal/standar menggunakan desainpotong lintang dengan self administered questionnaire. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kepatuhan akan penerapan kewaspadaan universal olehperawat dan bidan di rawat inap RS Budhi Asih sudah baik. Ditemukan adanyahubungan antara budaya keterbukaan dan budaya pelaporan dengan kepatuhanakan penerapan kewaspadaan universal/standar. Manajemen rumah sakit harusmengintegrasikan unsur keselamatan petugas dan pasien dalam setiap kebijakandan menciptakan iklim yang mendukung keterbukaan dan pelaporan insiden yangterjadi sebagai masukan bagi kemajuan rumah sakit di masa mendatang.
This thesis describes relationship between Patient Safety Culture and compliance inimplementation of Universal Precautions/Standard Precautions by Nurses and Midwivesat inpatient unit in Budhi Asih Hospital Jakarta 2015. The study was a descriptiveanalytical research on the relationship between open culture, just culture, reportingculture, learning culture and information culture with the compliance in implementationof universal precaution /standards precautions using cross sectional study design withself administered questionnaires. The results showed that compliance to theimplementation of universal precautions by nurses and midwives in Budhi Asih Hospitalinpatient is good. Found an association between open culture and reporting culture withcompliance in the implementation of universal precautions or standards precautions.Hospital management must integrate patient and officers safety aspects in every policyand create a favorable climate of openness and reporting incidents that occurred as inputfor the improvement of the hospital safety culture in the future.
Read More
B-1710
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
T-3382
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ervon Veriza; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Zarfiel Tafal, Dadan Erwandi, Dewi Kartini Sari, Yulia Sri Bono Widyastuti
T-3370
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive