Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Diva Ramadhani; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Lingga Ocland Anggraini
Abstrak:
Perilaku menutup tempat penampungan air merupakan bagian dari upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD) yaitu tindakan pengendalian nyamuk vektor penyebab DBD di lingkungan melalui 3M Plus bersama dengan upaya menguras tempat penampungan air dan mendaur ulang barang bekas. Penerapan perilaku menutup tempat penampungan air sebagai upaya PSN-DBD masih menjadi masalah karena angka penerapannya yang tergolong rendah yaitu hanya sebesar 16, 9% warga di DKI Jakarta pada tahun 2018 yang menerapkan PSN pada kategori baik sementara lainnya pada kategori sedang dan buruk, hal ini diperparah dengan masih tingginya angka DBD di wilayah Jakarta Timur sebagai yang tertinggi di DKI Jakarta yaitu 689 kasus pada tahun 2023 dengan Kecamatan Pulogadung sebagai wilayah dengan angka kasus tertinggi di pada tahun 2022 yaitu 315 kasus. Incidence Rate kumulatif Kelurahan Cipinang pada tahun 2024 juga menjadi yang tertinggi ketiga di Kecamatan Pulogadung yaitu sebesar 0,25. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku menutup tempat penampungan air sebagai upaya PSN-DBD pada masyarakat RW 6 Kelurahan Cipinang Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data penelitian dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara daring oleh 121 ibu rumah tangga di wilayah RW 6. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian telah menunjukkan sebanyak 80 ibu rumah tangga (66,1%) telah melakukan perilaku menutup tempat penampungan air secara rutin. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p= 0,018; OR= 6,68; 95% CI 1,28 - 34,78), sikap (P= 0,006; OR= 0,20; 95% CI 0,06 - 0,62), dukungan keluarga (p= 0,023; OR= 2,62; 95% CI 1,21 - 5,67), dan ketersediaan alat penutup tempat penampungan air (p= 0,0005; OR= 26,0; 95% CI 8,60 - 78, 58) dengan perilaku menutup tempat penampungan air. Faktor yang diketahui paling berperan dalam mempengaruhi perilaku menutup tempat penampungan air di wilayah RW 6 adalah ketersediaan tutup tempat penampungan air sehingga saran yang dapat diberikan peneliti yaitu perlu dilakukannya upaya intervensi terkait komponen perilaku menutup tempat penampungan air dan advokasi kepada stakeholders terkait subsidi tempat penampungan air dengan tutup yang sesuai.

The initiative to close water reservoirs is a key component in the campaign against Dengue Hemorrhagic Fever Mosquito Nests (PSN-DBD). This involves controlling mosquito vectors responsible for dengue fever through the 3M Plus approach, along with water reservoir drainage and recycling efforts. Despite its importance, the implementation of this behavior faces challenges, with only 16.9% of DKI Jakarta residents in 2018 adopting PSN in the optimal category. This issue is worsened by the persistently high incidence of dengue fever in East Jakarta, reaching 689 cases in 2023, with Pulogadung District having the highest number at 315 cases in 2022. The cumulative incidence rate in Cipinang Subdistrict is expected to be the third-highest in Pulogadung Sub District in 2024 at 0.25. This study aims to identify factors influencing the adoption of water reservoir closure behavior in the community of RW 6, Cipinang Subdistrict, in 2024, utilizing a cross-sectional design. Data was gathered from 121 housewives through online questionnaires, and chi-square tests were employed for analysis. Findings indicate that 66.1% of surveyed housewives regularly practice closing water reservoirs. The research highlights significant correlations between knowledge (p= 0.018; OR= 6.68; 95% CI 1.28 - 34.78), attitude (p= 0.006; OR= 0.20; 95% CI 0.06 - 0.62), family support (p= 0.023; OR= 2.62; 95% CI 1.21 - 5.67), and the availability of water reservoir covers (p= 0.0005; OR= 26.0 ; 95% CI 8.60 - 78.58) with the behavior of closing water reservoirs. Notably, the most influential factor in RW 6 is the availability of water reservoir lids. As a recommendation, intervention efforts should focus on promoting the behavioral aspect of closing water reservoirs and advocating for subsidies to facilitate the provision of suitable lids.
Read More
S-11553
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fahmi Riyanto Hilmy; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Budi Hartono, Haryoto Kusnoputranto, Khayan, Betty Roosihermiati
Abstrak:
DBD adalah penyakit menular dengan virus dengue (DENV) melalui gigitan nyamuk Aedes (Ae.), dan merupakan permasalahan kesehatan serius di dunia. WHO menegaskan pentingnya pencegahan, dan pengendalian penyakit DBD, terutama saat pandemi COVID-19. Namun kenyataan penanganan DBD terabaikan karena fokus kasus COVID-19. Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kabupaten/kota dengan kasus DBD terbanyak di Provinsi Lampung dalam waktu 2018 hingga 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan pengendalian DBD dengan kejadian DBD sebelum dan selama pandemi COVID-19 di Kota Bandar Lampung dengan disain penelitian Kuantitatif dengan study ekologi. Populasi dan Sampel penelitian ini sebanyak 26 buah Puskesmas dan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan dengan analisis Pearson, Wilcoxon, dan regresi linear. Hasil analisis menunjukan penurunan setiap tahun pada kejadian DBD di Kota Bandar Lampung dari tahun 2018 hingga 2021. Selain itu, terdapat hubungan bermakna namun berbanding lurus antara PSN (p = 0,04, korelasi 0,394) dan fogging (p= 0,00, Korelasi 0,796) terhadap kejadian DBD di Kota Bandar Lampung tahun 2019, dan tidak ada hubungan antara jumantik dan ABJ terhadap DBD di Kota Bandar Lampung. Terdapat perbedaan signifikan pada setiap variabel di Kota Bandar Lampung antara tahun 2018,2020, dan 2021 dengan adanya penurunan data pada Dengue dan fogging, kenaikan data pada ABJ, dan tidak ada perubahan pada data PSN dan jumantik di Kota Bandar Lampung. Fogging menjadi variabel yang dominan berhubungan dengan DBD namun menunjukan 4/5 (0,851) kejadian DBD terjadi setiap penambahan 1 jumlah program fogging. Kesimpulannya adalah Terjadinya penurunan kejadian DBD sebelum dan selama masa pandemi COVID-19. Adanya hubungan program PSN dan fogging terhadap Dengue, namun berbanding lurus dengan DBD di Kota Bandar Lampung tahun 2019. Disarankan bagi Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk peningkatan sumber daya dan efektivitas program pengendalian DBD, dan penyuluhan edukasi terhadap masyarakat.

Dengue is a disease transmitted by the dengue virus (DENV) through the bite of the Aedes (Ae.) mosquito, and is a serious health problem in the world. WHO emphasizes the importance of preventing and controlling dengue fever, especially during the COVID-19 pandemic. However, the reality of handling dengue fever has been neglected because of the focus on the COVID-19 case. Bandar Lampung City is one of the districts/cities with the most dengue fever cases in Lampung Province from 2018 to 2021. This research aims to determine the description and relationship between dengue control and the incidence of dengue fever before and during the COVID-19 pandemic in Bandar Lampung City using a quantitative research design with ecological studies. The population and sample for this study were 26 community health centers and used secondary data obtained from the Health Service using Pearson, Wilcoxon and linear regression analysis. The analysis results indicate a consistent decrease in Dengue Fever (DBD) cases each year in Bandar Lampung City from 2018 to 2021. Furthermore, there is a significant positive correlation between PSN (p = 0.04, correlation 0.394) and fogging (p = 0.00, correlation 0.796) with DBD occurrences in Bandar Lampung City in 2019. However, there is no significant relationship between larval monitoring (jumantik) and ABJ (container index) with DBD in Bandar Lampung City. Significant differences were observed in each variable in Bandar Lampung City between 2018, 2020, and 2021, showing a decline in Dengue and fogging data, an increase in ABJ data, and no change in PSN and larval monitoring data. Fogging emerges as the dominant variable associated with DBD, indicating that 4/5 (0.851) DBD cases occur with every increase of 1 fogging program. In conclusion, there has been a decrease in DBD cases before and during the COVID-19 pandemic. There is a correlation between PSN and fogging programs with Dengue, positively correlating with DBD in Bandar Lampung City in 2019. Therefore, it is recommended for the Bandar Lampung City Health Service to enhance resources and the effectiveness of DBD control programs, along with public education and awareness campaigns.
 
Read More
T-7151
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronaldo; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Al Asyary, Ema Hermawati, Siti Nurhayati
Abstrak:
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di negara-negara tropis termasuk Indonesia. Provinsi Jawa Barat termasuk Kabupaten Bogor, sebagai salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk memiliki prevalensi DBD yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara perilaku 3M Plus dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Penelitian potong lintang dengan unit analisis rumah tangga ini mengikutsertakan sebagian rumah tangga yang tinggal dan menetap di wilayah kerja Puskesmas Kemang, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukan bahwa 46,6% responden memiliki perilaku 3M plus yang kurang baik. Didapati hubungan yang signifikan antara perilaku 3M Plus, perilaku pencegahan penggunaan kelambu antinyamuk, penggunaan kassa ventilasi, lokasi perkembang biakan, lokasi peristirahatan nyamuk dan keberadaan jentik dengan kejadian DBD di wilayah Kemang Kabupaten Bogor. Diperlukan program edukasi untuk meningkatkan pemahaman Masyarakat akan DBD sehingga timbul kesadaran diri untuk mau berperilaku 3M Plus dengan baik.

Dengue fever is a major issue in tropical countries like Indonesia, particularly in West Java Province, including Bogor Regency. This study focused on the relationship between 3M Plus behavior (Behavior that includes mosquito repellent practices such as keeping the environment clean, using mosquito nets, and using mosquito repellents) and the incidence of dengue fever in the Kemang Health Center's area in Bogor Regency. The research included households living in the Kemang area and found that 46.6% of the respondents had poor 3M Plus behavior. The study identified a significant relationship between 3M Plus behavior and the occurrence of dengue fever, particularly with respect to preventive habits such as using mosquito nets, using ventilation gauze, controlling breeding sites and mosquito resting places, and the presence of larvae. The findings emphasize the importance of educational programs to enhance public awareness of dengue fever and promote proper 3M Plus behavior.
Read More
T-6913
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eros Siti Suryati; Pembimbing: Soekidjo Notoadmojo; Penguji: Zarfiel Tafal, Sutanto Priyo Hastono, Endang Burni, S. Rini Utami
Abstrak:

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang secara endemis berada di Indonesia dan telah menimbulkan persoalan kesehatan masyarakat. Infeksi virus DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aesdes albovirus. Di DKI Jakarta tahun 2009 jumlah kasus DBD sebanyak 28.361 meninggal sebanyak 26 orang (CFR 0.09%). Salah satu upaya pencegahan penyakit DBD adalah dengan memutuskan rantai penularan dengan cara mengendalikan vector melalui kegiatan 3M plus dan menghindari gigitan nyamuk dewasa. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya determinan praktek pencegahan penyakit demam berdarah dengue pada masyarakat di Puskesmas Kecamatan Pulogadung tahun 2011. Desain penelitian non Eksperimen dengan pengumpulan data cross sektional, populasi adalah seluruh keluarga yang ada di wilayah kerja puskesmas kecamatan Pulogadung dengan sampel adalah orang tua yang dapat diwakilkan kepala keluarga atau pasangannya, anggota keluarga yang sudah dewasa sehat jasmani dan rohani, sebanyak 195 responden. Tehnik data menggunakan kuesioner yang diisi langsung oleh responden, kemudian dianalisa menggunakan chi square dan multivariate (regresi logistic ganda model prediksi), Hasil penelitian menunjukkan yang berhubungan dengan praktek pencegahan penyakit DBD adalah variabel pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap dan keterpaparan informasi sedangkan yang paling dominan adalah variabel sikap yaitu OR=6,213. Dengan penelitian ini maka disarankan melalui Dinas kesehatan Jakarta Timur untuk meningkatkan praktek pencegahan DBD pada masyarakat melalui berbagai jalur komunikasi yang ada. Kata kunci : Praktek, 3 M plus, Demam Berdarah Dengue Kepustakaan : 46 (Tahun 1979 -2010)


 

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is ar endemic viral infeevirus and public health problems in Indonesia disease . Dengue virus infection occurs through the bite of Aedes aegypti and Aesdes albovirus. In Jakarta the number of dengue cases in 2009 is 28,361 has died as many as 26 people (CFR 12:09%). One of the dengue prevention efforts is to break the chain of transmission by control the vector through the activities of 3M plus and avoid the mosquito bites. The purpose of this study is obtained determinant practice of dengue fever prevention in community health center in the region of Pulogadung on 2011. Design used non eksperimen collecting data cross sectional, the population is the entire family in the working area of district health center Pulogadung with sample are parents who can represented the family head or his spouse and adult family members who are physically and mentally healthy, by total of 195 respondents. Technics of collecting data using questionnaires completed directly by respondents, and then analyzed using chi square and multivariate (multiple logistic regression prediction model), results showed that practices related to dengue prevention is the variable of education, employment, knowledge, attitude and exposure of information while the most dominant is the variable that is the attitude OR = 6.213. This study it is suggested by the East Jakarta Health Office to improve dengue prevention practices in the community through various channels of communication exist. Keywords : Practice, 3M plus, Dengue Hemorrhagic Feve Bibliography : 46 (1979 -2010)

Read More
T-3376
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sely Anggraini; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Agus Handito, Depit Kurniawan
Abstrak:
Insiden demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia meningkat tajam dari 41,4 menjadi 91,9 per 100.000 penduduk pada tahun 2024 dan masih jauh dari target nasional ≤10 per 100.000 penduduk. Di Provinsi Sumatera Selatan, tren serupa juga terjadi dengan peningkatan IR lebih dari dua kali lipat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan praktik PSN 3M dan PSN 3M Plus dengan kejadian DBD. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional berbasis data SKI 2023 dengan sampel 11.444 rumah tangga. Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik untuk memperoleh Prevalence Odds Ratio (POR) dengan interval kepercayaan 95%. Hasil analisis interaksi menunjukkan bahwa rumah tangga yang tidak melaksanakan PSN 3M di wilayah perkotaan tidak meningkatkan risiko DBD (POR = 0,61; 95% CI: 0,18–1,99). Sedangkan di wilayah pedesaan, rumah tangga yang tidak melaksanakan PSN 3M memiliki risiko 7,77 kali lebih besar mengalami DBD dibandingkan dengan yang melaksanakan PSN 3M (POR = 7,77; 95% CI: 1,83–32,93). Berdasarkan variabel PSN 3M Plus, hasil analisis interaksi menunjukkan bahwa rumah tangga yang tidak melaksanakan PSN 3M Plus di wilayah perkotaan tidak meningkatan risiko DBD (POR = 0,75; 95% CI: 0,19–2,97). Sedangkan di wilayah pedesaan, rumah tangga yang tidak melaksanakan PSN 3M Plus memiliki risiko 6,75 kali lebih besar mengalami DBD dibandingkan dengan yang melaksanakan PSN 3M Plus (POR = 6,75; 95% CI: 1,60–28,45). Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi PSN 3M Plus dengan pendekatan berbasis wilayah, melalui pemberdayaan masyarakat di pedesaan serta optimalisasi intervensi proteksi dan sanitasi lingkungan di wilayah perkotaan guna menurunkan risiko kejadian DBD. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, PSN 3M, PSN 3M Plus, Sumatera Selatan, SKI 2023

The incidence of dengue fever (DF) in Indonesia sharply increased from 41.4 to 91.9 per 100,000 in 2024 and remains far above the national target of ≤10 per 100,000. A similar trend was observed in South Sumatra Province, where the incidence rate more than doubled. This study aimed to analyze the association between the implementation of 3M and 3M Plus mosquito nest eradication (PSN) practices and the incidence of dengue fever. This study employed a cross-sectional design using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) involving 11,444 households. Logistic regression analysis was performed to estimate the Prevalence Odds Ratio (POR) and 95% confidence intervals (CI). Interaction analysis showed that households not implementing 3M PSN in urban areas were not significantly associated with dengue fever incidence (POR = 0.61; 95% CI: 0.18–1.99). In contrast, in rural areas, households not implementing 3M PSN had a 7.77-fold higher risk of dengue fever compared with households implementing 3M PSN (POR = 7.77; 95% CI: 1.83–32.93). Similarly, households not implementing 3M Plus PSN in urban areas were not significantly associated with dengue fever incidence (POR = 0.75; 95% CI: 0.19–2.97). However, in rural areas, households not implementing 3M Plus PSN had a 6.75-fold higher risk of dengue fever compared with households implementing 3M Plus PSN (POR = 6.75; 95% CI: 1.60–28.45).Therefore, strengthening the implementation of PSN through an area-based approach is necessary, particularly through community empowerment in rural areas and optimization of personal protection and environmental sanitation interventions in urban areas to reduce the risk of dengue fever.
Read More
T-7503
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive