Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dae Hyun Kim, Anne B. Newman, Lewis A. Lipsitz
AJE Vol.178, No.7
Oxford : Oxford University Press, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafyanka Cinta Arizaputri; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Prastuti Soewondo, Anwar Fachry
Abstrak:

Latar Belakang: Pertumbuhan populasi lansia di Indonesia diiringi oleh peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, kanker, dan stroke, yang dapat memengaruhi kemampuan lansia dalam menjalankan Activities of Daily Living (ADL). Status ADL yang rendah berdampak pada kualitas hidup individu dan meningkatkan beban kesehatan nasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara PTM (jantung, kanker, stroke) dan status ADL pada lansia di Indonesia, serta mengevaluasi pengaruh faktor sosiodemografi (umur, jenis kelamin, pendidikan, status ekonomi, lokasi tempat tinggal) terhadap hubungan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analisis data sekunder dengan pendekatan cross-sectional, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik multinomial untuk mengeksplorasi hubungan antara PTM dan status ADL, dengan mempertimbangkan variabel sosiodemografi. Hasil: Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara PTM dengan ketergantungan ADL pada lansia. Stroke memiliki pengaruh terbesar terhadap ketergantungan ADL (OR = 35,9; CI 35,520–36,199; p < 0,000), diikuti oleh kanker dan penyakit jantung. Faktor sosiodemografi seperti usia lanjut, pendidikan rendah, dan status ekonomi rendah juga meningkatkan risiko ketergantungan ADL secara signifikan. Kesimpulan: PTM, terutama stroke, merupakan faktor risiko utama ketergantungan ADL pada lansia di Indonesia. Diperlukan intervensi kesehatan yang terfokus pada pencegahan dan pengelolaan PTM, serta kebijakan yang memperhatikan faktor sosiodemografi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

Kata kunci: Penyakit Tidak Menular, Activities of Daily Living, Lansia.


Background: The growing elderly population in Indonesia is accompanied by an increasing prevalence of non-communicable diseases (NCDs) such as heart disease, cancer, and stroke, which can impact the ability of older adults to perform Activities of Daily Living (ADL). Low ADL status adversely affects individuals' quality of life and places a significant burden on the national healthcare system. Objective: This study aims to analyze the relationship between NCDs (heart disease, cancer, stroke) and ADL status among the elderly in Indonesia, while also evaluating the influence of sociodemographic factors (age, gender, education, economic status, and place of residence) on this relationship. Methods: This study employs a secondary data analysis design with a cross-sectional approach, utilizing data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). Logistic regression analysis was conducted to explore the relationship between NCDs and ADL status, considering sociodemographic variables. Results: The analysis revealed a significant relationship between NCDs and ADL dependence among the elderly. Stroke was identified as having the strongest impact on ADL dependence (OR = 35.9; CI 35.520–36.199; p < 0.000), followed by cancer and heart disease. Sociodemographic factors, such as advanced age, low educational attainment, and low economic status, were also significantly associated with higher risks of ADL dependence. Conclusion: NCDs, particularly stroke, are major risk factors for ADL dependence among the elderly in Indonesia. Focused health interventions targeting the prevention and management of NCDs, along with policies that address sociodemographic disparities, are essential to improving the quality of life for the elderly.   Keywords: Non-communicable diseases, Activities of Daily Living, Elderly.

Read More
S-11840
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Thomas M. Gill ... [et al.]
AJE Vol.178, No.3
Oxford : Oxford University Press, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfa, Laila; Pembimbing: Kusharisupeni; Ratu Ayu Dewi S; Tri Budi W Rahardjo/ Penguji: Hatma, Ratna Djuwita; Soedijanto Kamso; Diah Mulyawati Utari; Purwita Wijaya Laksmi; Sudibyo Alimoeso
Abstrak:
Menurunnya kemampuan fungsional merupakan salah satu masalah utama pada lansia dan menjadi problem kesehatan masyarakat yang serius. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perubahan status gizi terhadap status fungsional pada lansia di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi kohort menggunakan data IFLS 2007-2014. Populasi target adalah individu usia ≥60 tahun (baseline) dengan jumlah sampel 511 orang yang memenuhi kriteria mandiri dan status gizi normal pada baseline dan diikuti sampai tahun 2014. Cox Regeression analysis digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menemukan 6,1 % lansia dengan status fungsional yang menurun setelah tujuh tahun follow-up, dan lebih banyak ditemukan pada perempuan dan usia ≥ 70 tahun. Hasil studi ini membuktikan bahwa proporsi perubahan lansia dengan perubahan status gizi dari normal menjadi underweight dan overweight dengan status fungsional menurun lebih besar dibandingkan dengan status gizi yang tetap normal. Perubahan status gizi dari normal menjadi overweight berisiko 2,5 kali terhadap status fungsional yang menurun setelah dikendalikan oleh usia, penyakit arthritis dan riwayat jatuh. Mempertahankan status gizi tetap normal pada lansia dapat mencegah risiko menurunnya kemampuan dalam melakukan aktifitas dasar sehari-hari

A decrease in functional ability is one of major problems in the elderly and becomes a serious public health problem. The ability in activities of daily living is an important behavior that proves one's ability to live independently. This study aimed to analyze changes in nutritional status on functional status in the elderly in Indonesia. This study was a cohort study using 2007-2014 IFLS data. The target population was individuals aged ≥60 years (baseline) with a total sample of 511 people who met the independent criteria and normal nutritional status at the baseline and were followed until 2014. Cox regression analysis was used in this study. The results found that 6.1% of the elderly had decreased functional status after seven years of follow-up, and were more common in women and those aged ≥ 70 years. The results of this study proved that the proportion of the elderly with changes in nutritional status to underweight and overweight with functional status decreased was greater than the normal nutritional status. Changes in nutritional status from normal to overweight had 2.5 times the risk of decreased functional status after being controlled by age, arthritis and history of falls. Maintaining normal nutritional status in the elderly can prevent the risk of decreased ability to perform basic daily activities
Read More
D-421
Depok : FKM-UI, 2020
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive