Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Refi Hanna Amelinda; Pembimbing: Sandra Fikawati, Asih Setiarini; Penguji: Ahmad Syafiq, Marudut, Ivonne Kusumaningtias
Abstrak: Kesehatan adalah kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia dan merupakan faktorpenentu untuk menentukan kualitas sumber daya manusia. Kecukupan gizi dapatberpengaruh penting untuk meningkatkan sumber daya manusia salah satu faktornyaadalah pemberian ASI sampai dengan dua tahun yang dapat berpengaruh besar terhadapsumber daya manusia tersebut. Pemberian ASI yang maximal adalah pemberian ASIsampai dengan dua tahun, Pemberian ASI sampai dengan dua tahun dapatmeningkatkan IQ anak dan meningkatkan kualitas anak bangsa, olehkarena itupemberian ASI sampai dengan dua tahun adalah hal yang sangat penting untukdiberikan kepada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yangpaling dominan dalam pemberian ASI sampai dua tahun di kecamatan CimalakaKabupaten Sumedang. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitiancross sectional dengan sampel 310 ibu yang mempunyai anak 24-59 bulan. Penelitianini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2018, cara pengambilan sampel menggunakanpurposive sampling, dari sebanyak 14 Desa dipilih 7 Desa lalu memilih kembali sampeldengan menggunakan metode random sampling. Hasil penelitian ini terdapat tiga faktoryang berpengaruh terhadap pemberian ASI sampai dua tahun yaitu pendidikan dengannilai p value 0,05, sosial ekonomi dengan nilai p value 0,043 dan riwayat pemberianASI eksklusif sampai enam bulan dengan nilai p value 0,023.Kata kunci:ASI, Pemberian ASI sampai dua tahun, Anak 24-59 bulan
Health is a basic need for human life and a decisive factor for determining thequality of human resources. Adequacy of nutrition can have an important effect toincrease human resources. One of the factors is breastfeeding up to two years which canhave big influence to the human resource. Maximal breastfeeding is breastfeeding up totwo years. Breastfeeding up to two years can increase the intelligence quotient (IQ) ofthe children and improve the quality of the children, therefore breastfeeding up to twoyears is important to the children. The aim of this study was to determine the mostdominant factor in breastfeeding up to two years in Cimalaka sub-district, SumedangDistrict. The study design was cross sectional. The study sample consisted of motherswho have children 24-59 months (N = 310). This research was conducted in February-March 2018. The method sampling was purposive sampling, from 14 villages selected 7villages and then select the sample by using random sampling method. The resultsshowed that there were three factors that affect breastfeeding up to two years, i.e.education (p value 0.05), socioeconomic (p value 0.043), and history of exclusivebreastfeeding until six months (p value 0.023).Keywords:Breastfeeding, Breastfeeding up to two years, Children 24-59 months.
Read More
T-5409
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Sari Wardani; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Diah Mulyawati Utari; Basuni Jahari Abas, Tiska Yumeiza
Abstrak:
Stunting merupakan salah satu kekurangan gizi yang disebabkan oleh kekurangan zat gizi dimana balita dengan tinggi badan lebih rendah dari usianya. Stunting memiliki dampak dalam berbagai lini kehidupan, mulai dari bayi, balita, anak-anak hingga lansia. Tesis ini membahas determinan stunting pada balita usia 24-59 bulan di Nagari Unggan Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Tahun 2019. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel penelitian adalah 107 orang balita. Pengambilan data primer dilakukan melalui kuesioner hasil wawancara dan pengukuran antropometri pada bulan Maret hingga Mei 2019. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 42,1% balita stunting. Berdasarkan analisis chi square terdapat hubungan signifikan asupan protein, keanekaragaman makanan, riwayat penyakit infeksi dan kebersihan diri. Kebersihan diri adalah faktor dominan stunting pada balita usia 24-59 bulan. Diperlukan kerjasama lintas sektor dan lintas program melalui gerakan 1000 HPK dalam mengatasi permasalahan stunting. Kata kunci: Stunting, anak 24-59 bulan, kebersihan diri, keanekragaman makanan Stunting is one of the malnutrition caused by lack of nutrients where toddlers with height are lower than their age. Stunting has an impact on various lines of life, ranging from babies, toddlers, children to the elderly. This thesis discusses stunting determinants in infants aged 24-59 months in Unggan Nagari, Sumpur Kudus District, Sijunjung Regency in 2019. This research is a quantitative study with a cross sectional study design with a total sample of 107 children under five. Primary data collection is done through interview questionnaires and anthropometric measurements from March to May 2019. The analysis used is univariate, bivariate analysis with chi-square and multivariate with multiple logistic regression analysis. The results showed 42.1% stunting toddlers. Based on the chi square analysis there was a significant relationship between protein intake, food diversity, history of infectious diseases and personal hygiene. Personal hygiene is the dominant stunting factor in infants aged 24-59 months. Cross-sector and cross-program collaboration is needed through the 1000 days of life movement in overcoming the problem of stunting. Key words: Stunting, 24-59 month, personal hygiene, dietry diversity
Read More
T-5749
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marlina Indah Susanti; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko, Helda, Nuning Kurniasi
Abstrak:

Gizi adalah bagian penting dari kesehatan dan perkembangan manusia. Indonesia, belum mencapai target MDG’s kekurangan gizi <15,5% yaitu 17,9% pada tahun 2010. Sedangkan BBLR merupakan salah satu variabel pokok penyebab kekurangan gizi pada balita yang prevalensinya 11,5%. Penelitian dilakukan terhadap anak usia 24-59 bulan dengan menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar 2010 dan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 10.122 responden. Analisis data menggunakan metode cox regression (complex sample). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa jenis kelamin, pendidikan ibu, tingkat sosial ekonomi, dan tipe daerah, bukan faktor counfounding maupun interaksi sehingga nilai PR balita dengan riwayat BBLR memiliki prevalensi mengalami kekurangan gizi 1,77 kali dibandingkan anak yang lahir normal pada balita dengan asupan energi cukup (PRadj  = 1,77, 95% CI: 1,32-2,37) dan pada balita dengan asupan energi kurang, protein cukup, dan protein kurang masing-masing sebesar 1,55 (95% CI: 1,27-1,89), 1,51 (95% CI: 1,22-1,86), dan 1,85 (95% CI: 1,40-2,43). Kata Kunci: BBLR, Status gizi, Balita, Anak 24-59 bulan.


 Nutrition is an essential part of health and human development. Indonesia, not to achieve the MDG's targets malnutrition <15.5% ie 17.9% in 2010. While LBW is one of the main variables in infants causes of malnutrition prevalence of 11.5%. Research conducted on children aged 24-59 months with the use of secondary data and the Health Research Association 2010 cross-sectional study design. The number of samples in this study were 10122 respondents. Data analysis using Cox regression method (complex sample). The results showed that after controlling sex, maternal education, socioeconomic level, and type of area, with a history of LBW children had a prevalence of 1.77 times the malnourished than children of normal birth in infants with adequate energy intake (PRadj = 1.77, 95% CI: 1.32 to 2.37) and in children with less energy intake, adequate protein, and less protein each 1.55 (95% CI: 1,27 to 1,89), 1.51 (95% CI: 1.22 to 1.86), and 1.85 (95% CI: 1.40-2.43). Keywords: Low birth weight, nutritional status, toddlers, children 24-59 months

Read More
T-3600
[s.l.] : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive