Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
PMeilissa Ayu Pratiwi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yulianto Sulistyo Nugroho, Wachyu Sulistiadi, Hardianto Wardjaman
Abstrak: Tesis ini dilatarbelakangi pada masih minimnya organisasi atau perusahaan yang memiliki perencanaan keberlangsungan bisnis yang terarah pasca bencana/insiden. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemenuhan aspek business continuity plan dalam upaya pengembangan program pencegahan, mitigasi, dan pemulihan saat dan pasca bencana/insiden di Industri Manufaktur PT. XYZ berdasarkan Standar National Fire Protection Association 1600 : 2013. Penelitian yang bersifat analitik dengan desain studi deskriptif ini menggunakan dua jenis data, yaitu pata primer yang didapatkan melalui wawancara dan observasi, serta data skunder melalui telaah dokumen. Penelitian ini akan menghasilkan gambaran pemenuhan aspek business continuity plan melalui hasil penilaian potensi risiko dan analisis dampak bisnis yang akan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan program-program untuk mencegah dan mengurangi dampak serta pemulihan pasca bencana. Kata kunci : Business Continuity Plan, NFPA 1600, Bencana/insiden, Risiko, Dampak Bisnis
Read More
T-4461
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adi Gadang Wiratmoko; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dadan Erwandi, Devie Fitri Octaviani, Gunawan Pujiyanto
Abstrak: PT X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan danpelayanan air bersih, dalam menjalankan operasional bisnisnya PT X sangatberisiko mengalami kerugian finansial maupun non finansial jika terjadi interupsikhususnya bencana alam, dalam studi kasus tesis ini adalah bencana banjir, untukitu PT X telah menyusun rencana keberlangsungan bisnis untuk menghadapibencana banjir.Analisis dilakukan dengan metode kualitatif, dengan melakukan diskusi kelompokorganisasi dan observasi dokumen untuk mengkaji penerapan analisis risiko danbusiness continuty plan, studi kasus : Banjir di PT X. Pemenuhan rencanakeberlangsungan bisnis (business continuity plan) dilakukan simplifikasi hanyapada tahapan Planning dan Do (Implementation) berdasarkan standar ISO 22301:2014 (business continuity management system).Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek penilaian risiko, PT X telahmelakukan identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko dan pengendalianrisiko dengan baik, namun belum dilakukan monitor, review dan update secaraberkala terhadap risk register dan analisis dampak bisnis. Hirarki pengendalianberupa rekayasa engineering belum maksimal dan frame of thingking futures riskpada proses identifikasi risiko belum dilakukan. PT. X telah merencanakan sumberdaya yang dibutuhkan pada saat terjadi bencana dengan baik dicerminkan daripemenuhan semua klausul ISO 22301 : 2014 pada tahapan planning danimplementation, namun masih adanya inkonsistensi pada beberapa klausul,penilaian sumber daya belum disesuaikan dengan perubahan kondisi risiko sertakondisi lingkungan terbaru pada implementasi business continuity plan.Kata kunci: analisis risiko, business continuity plan, ISO 22301 : 2014
PT X is a company in the sector supply and service of clean water, in operatingbusiness, PT X very risky financial and non financial loss if the occurrence ofinterruptions, In the study of the thesis case it was a disaster of flood. For whichPT X have been drawing up and developed a business continuity plan to facedisasters flood.The analysis was conducted by qualitative method, by conducting organizationalgroup discussions and document observation to assess the application of an analysisof risks and business continuty plan, case study: flood in PT X. The fulfillment ofsustainability plan business, business continuity plan done simplification only onstage planning and implementation ) based on the iso standard 22301: 2014 (business continuity management system ).The research results show that of the aspect of risk assessment, PT X haveidentified risk, an analysis of risks, evaluation risks and control risk well, but hasnot done monitoring, review and updating periodically to risk register and BusinessImpact Analysis. Control hierarchy of engineering has and frame of thingkingfutures risk in process of risk identification has not been done yet. PT. X hasplanned the required resources in the event of a disaster well reflected from thefulfillment of all clauses of ISO 22301: 2014 at the planning and implementationstage, but inconsistencies in some clauses and resource appraisals have not beenadjusted to changes in risk conditions, and the latest environmental aspects on theimplementation of business continuity plan ..Keywords: risk analysis, business continuity plan, ISO 22301 : 2014.
Read More
T-5219
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Halimatussa'diah; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Sandi Iljanto, Johny Sulitio
Abstrak:

Kekhawatran global tentang terjadinya pandemi influenza menempatkan Asia, termasuk Asia Teggara menjadi wilayah yang harus dicermati. Beberapa upaya pengendaliannya telah banyak dilakukan oleh pemerintah Indonesia, melalui koordinasi Komite Nasional Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI). Beberapa kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah diantaranya adalah Rencana Penyiapan dan Kontingensi Nasional Pandemi Influenza (Indonesia National Pandemi Preparedness and Contigency Plan) serta Respon Nasional Menghadapi Pandemi Influenza di Indonesia. Sehubungan dengan dampak pandemi influenza terhadap bisnis/usaha, maka pemerintah mendorong perusahaan untuk memulai perencanaan dari sekarang, untuk meyakinkan bahwa bisnis/usaha tetap berlangsung pada saat pandemi tersebut terjadi Untuk mengantisipasi dampak pandemi pada sektor usaha tersebut, diperlukan penyusunan rencana keberlangsungan usaha. Rencana keberlangsungan usaha merupakan suatu perencanaan yang dibuat oleh lembaga usaha dalam rangka mengurangi penyebaran virus pandemi influena di masyarakat dengan tetap mempertahankan keberlangsungan usaha Beberapa peraturan dan kebijakan yang telah dikeluarkan tidak menjadi jaminan dalam pengendalian pandemi influenza. Indonesia memerlukan SDM yang andal, alokasi dana cukup dan komitmen perusahaan yang kuat serta koordinasi yang prima. Kata kunci: Pandemi Influenza, Kebijakan, Business Continuity Plan


 

Global concerns pertaining the occurrence of influenza pandemic has put Asia continent including south east asia become the region which has to be observed. Several efforts to control the pandemic has been conducted by Indonesian government, through its organization called Komite Nasional Flu Bururng dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Konmas FBPI). Some policies has been enacted by the government, such as Indonesia National Pandemi Preparedness and Contingency Plan and also National Response in Facing Influenza Pandemic in Indonesia. In connection with the effect of influenza pandemic to business world, the government encouraged companies from now to start planning in taking steps to avoid it happen, and to make sure that business operational will keep running when the pandemic is really occurred. To anticipate the effect of pandemic in business sector, preparation of business continuity plan is needed. Business continuity plan is a planning which is prepared by a business entity in reducing the spread of influenza pandemic virus in society and at the same time maintaining the continuity of business operational. Several regulations and policies enacted by the government are not a guarantee in avoiding the occurrence of influenza pandemic. Indonesia needs qualified human resources, enough allocation of funding, strong commitment from companies, and good coordination. Keywords: Influenza Pandemic, Policy, Business Continuity Plan

Read More
T-6359
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Rahayuningsih; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Dadan Erwandi, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Tesis ini dilatarbelakangi kebutuhan perusahaan pemasok suku cadangotomotif (PT X) akan keberlangsungan bisnisnya pasca bencana, melaluipenerapan program Business Continuity Plan. Selain bertujuan untukmenganalisa tingkat pelaksanaanya secara standar internasional, PT X jugaberminat memperbaiki program yang sudah ada mengikuti perkembangan duniausaha dan ancaman terhadap kelangsungan bisnisnya baik faktor internal maupuneksternal, untuk kemudian diterapkan di area pengembangan cabang PT X.Menurut beberapa hasil survey yang pernah dilakukan Allianz RiskBarometer tahun 2015, JICA 2015, dan biro pusat statistik Indonesia 2015,penyebab tertinggi bencana yang sering timbul mengancam perusahaanmanufaktur di Asia adalah gangguan rantai pasok, bencana alam, kebakaran danledakan. Dari data di atas PT X berusaha memenuhi persyaratan rantai pasokpelanggan PT X sebagai salah satu pemasok suku cadang otomotif, denganmenerapkan standar ISO TS16949:2009 untuk diintegrasikan dalam programBusiness Continuity Plan. Sedangkan untuk kecukupan penerapan BCPnya, PT Xmembandingkan dengan standar internasional ISO 22301:2012 (mengenaimanajemen keberlangsungan bisnis yang mengatur pedoman business continuitymanagement system) dan NFPA 1600:2016 (mengenai standar manajemenbencana/darurat dan program kelangsungan bisnis) melalui hasil audit danwawancara.Kata Kunci: Business Continuity Plan;Standar International untukAutomotif ISO TS 16949:2009; Standar Internasional ISO 22301:2012; NFPA1600:2016.
Read More
T-4638
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive