Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 68 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Darmawan M. Sophian; Pembimbing: Sandi Iljanto
S-2023
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
TItin Tri Lestari; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Dian Ayubi, Nina Permani, Rina F Bahar
T-3383
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gustian Yondi Pramudita; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Purnawan Junadi, Kanser Arif Ardiyanto
Abstrak:
Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58 Tahun 2016 tentang Sponsorship bagi Tenaga Kesehatan menunjukkan fenomena kesenjangan data yang signifikan secara nasional (4,9%), dimana keaktifan pelaporan pihak industri (pemberi) tidak diimbangi oleh pihak tenaga medis dan tenaga kesehatan (penerima). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penghambat dan pendorong perilaku kepatuhan implementasi regulasi pelaporan sponsorship di Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan wilayah Jabodetabek, serta merumuskan rekomendasi kebijakan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif, penelitian ini membedah akar disfungsi secara sistemik melalui integrasi Teori Implementasi Kebijakan Publik (Mazmanian & Sabatier) dan model perilaku COM-B (Michie). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan (makro, meso, dan mikro) serta triangulasi telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan di level makro terhambat oleh disharmonisasi aturan standar biaya dan ketiadaan integrasi sistem pelaporan antar-lembaga. Di level meso, kepatuhan tersendat oleh birokrasi perizinan internal yang kaku dan salah tafsir kebijakan. Kondisi tersebut membebani kapabilitas dan menurunkan motivasi di level mikro akibat tingginya kelelahan klinis, persepsi kompleksitas administratif, dan ketiadaan umpan balik. Akumulasi kelemahan tata kelola ini berimplikasi pada kepatuhan semu (pseudo-compliance) pada kelompok sasaran berupa taktik bypass perizinan dan lobi penunjukan nama secara informal. Sebaliknya, perilaku kepatuhan dapat didorong melalui keteladanan pimpinan puncak, strategi pengawasan proaktif, serta kuatnya infrastruktur kepatuhan dari vendor multinasional. Berdasarkan kerangka Behaviour Change Wheel (BCW), peningkatan kepatuhan kelompok sasaran menuntut intervensi pada tahapan formulasi kebijakan (policy formulation) melalui fasilitasi sistem dari otoritas, yang disusun dalam wujud kaskade kebijakan (policy cascading matrix). Intervensi tersebut mencakup pengaturan mandatori ekosistem pelaporan digital terpadu, legitimasi formasi staf administrasi kepatuhan (enablement), penerapan transparansi publik terbatas (Public Disclosure), serta penegakan pakta integritas vendor.

The implementation of the Minister of Health Regulation Number 58 of 2016 concerning Sponsorship for Healthcare Professionals reveals a significant national data discrepancy (4.9%), where active reporting by the industry (providers) is not balanced by healthcare professionals (recipients). This study aims to analyze the barriers and facilitators to compliance behavior with the implementation of sponsorship reporting regulations in Vertical Hospitals of the Ministry of Health in the Greater Jakarta (Jabodetabek) area, and to formulate policy recommendations. Using a qualitative approach with a comparative case study design, this research systemically dissects the root of dysfunction through the integration of the Public Policy Implementation Theory (Mazmanian & Sabatier) and the COM-B behavioral model (Michie). Data were collected through in-depth interviews with 13 informants (macro, meso, and micro) as well as triangulation of document reviews. The results indicate that compliance at the macro level is hindered by the disharmonization of cost standard regulations and the lack of integration in inter-institutional reporting systems. At the meso level, compliance is obstructed by rigid internal licensing bureaucracy and policy misinterpretation. These conditions burden the capability and decrease the motivation at the micro level due to high clinical burnout, perceived administrative complexity, and the absence of feedback. The accumulation of these governance weaknesses leads to pseudo-compliance among target groups in the form of bureaucratic bypass tactics and informal name-appointment lobbying. Conversely, compliance behavior can be facilitated by top leadership role-modeling, proactive supervisory strategies, and the robust compliance infrastructure of multinational vendors. Based on the Behaviour Change Wheel (BCW) framework, enhancing target group compliance demands interventions at the policy formulation stage through system facilitation from authorities, structured in a policy cascading matrix. These interventions include the mandatory regulation of an integrated digital reporting ecosystem, the legitimacy of compliance administrative staff formation (enablement), the application of a limited Public Disclosure policy, and the enforcement of vendor integrity pacts.
Read More
T-7537
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Khoirun Nisa; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Sandi Iljanto, Henny Herlina, Munthe
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang analisis kepatuhan minum metadon diklinik metadon Kota Tangerang Banten dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM) tahun 2014. Kepatuhan minum metadon ini dianalisis berdasarkanenam komponen Health Belief Model yaitu Perceived susceptibility (persepsi kerentanan), perceived seriousness (persepsi keseriusan), perceived benefits (persepsi manfaat), perceived barriers (persepsi hambatan), cues to action (isyaratuntuk bertindak) dan self efficacy (keyakinan diri). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Penelitian menunjukkan bahwa persepsi kerentanan terhadap heroin masih dirasakan meskipun pasien sudah minum metadon, persepsi keseriusan akibat penggunaan heroin membuat pasien patuh minum metadon, demikian juga dengan persepsi manfaat yang dirasakan oleh pasien setelah minum metadon membuat pasien tetap bertahan dalam pengobatan ini. Hambatan terbesar yang dirasakan pasien untuk tetap patuh minum metadon adalah karena masih sering bertemu dengan teman pengguna. Faktor pelayanan yang baik, nasihat orang terdekat seperti orang tua, anak serta keinginan untuk sembuh merupakan suatu isyarat yang dirasakan pasien untuk patuh minum metadon. Demikian juga dengan keyakinan diri untuk bisa terbebas dari heroin dengan terus mengikuti program metadon juga diungkapkan oleh pasien. Kata Kunci :Metadon, Kepatuhan. Health Belief Model
This study discusses the compliance analysis of drinking methadone inmethadone clinics in the city of Tangerang Banten with theory approach Health Belief Model (HBM) in 2014. Adherence to drink methadone is analyzed basedon six components of the Health Belief Model, namely Perceived susceptibility,perceived seriousness, perceived benefits, perceived barriers, cues to action (cueto action) and self-efficacy. This study used qualitative research methods toconduct in-depth interviews, document review and observation.Research shows that perceptions of susceptibility to heroin is still felt eventhough the patient was taking methadone, heroin use due to the perception of theseriousness of making adherent patients taking methadone, as well as perceptions of the benefits experienced by patients after drinking methadone made in the treatment of patients survive this. The biggest obstacle is perceived to remainadherent patients taking methadone is because they are often met with the user'sfriends. Knowledge, good service, the nearest such counsel parents, children andthe desire to heal a perceived cues to adherent patients taking methadone. Likewise, the confidence to be free of heroin with a methadone program also continues expressed by patients. Key words: Methadone, Compliance. Health Belief Model
Read More
T-4124
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Diana Sari, Rofiangatul Mubasyiroh, Sudibyo Supardi
BPK Vol.45, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Royasia Viki Ramadani; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Jety Sugasrini
Abstrak: Pelayanan antenatal yang berkualitas dapat menekan AKI. Puskesmas Bruno memiliki K1 dan K4 selama 3 tahun berturut-turut belum mencapai target SPM. Belum diketahuinya kepatuhan bidan di Puskesmas Bruno Kabupaten Purworejo dan belum dimilikinya baseline data menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan bidan di puskesmas Bruno, Kabupaten Purworejo tahun 2013. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dan metode kuantitatif Berdasarkan analisis bivariat diperoleh hubungan yang bermakna lama kerja dengan kepatuhan bidan, hubungan yang sangat kuat pada variabel sikap, hubungan yang kuat pada variabe supervisi dan sarana prasarana Hubungan yang sedang antara pelatihan dan pengetahuan.
 

A good quality ANC can reduce maternal mortality.The background of this research is the unknown midwives compliance in Bruno health centers and the unavailability of the baseline data. This study aims to determine the factors that affect midmives compliance in Bruno health centers, Purworejo in 2013. This study used a cross sectional design and quantitative methods.Based on bivariate analysis, there is a significant association between longer working with midwives compliance, very strong association in variable attitudes, strong association in variable facilities and supervision While variable knowledge and training was moderate associaton.
Read More
S-8151
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumarman; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yovsyah, I Nyoman Kandum, Syahrizal Syarif
T-3406
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosikin; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mardiati Nadjib, Srinagar M. Ardjo, Utami Noor Sya`baniyah
Abstrak: Latar belakang: Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua terbesar di dunia setelah katarak. Diperkirakan akan ada 79,4 juta pasien glaukoma pada tahun 2020 di seluruh dunia, prevalensi glaukoma di Indonesia adalah 0,5%. Gejala glaukoma sering tidak disadari karena menyerupai gejala penyakit lain sehingga diagnosis glaukoma terlambat yang mengakibatkan terjadinya kebutaan total. Dari hasil penelitian seminat glaukoma tahun 2013-2014 di Poliklinik Mata RSCM didapatkan 64 pasien dengan glaukoma sudut terbuka 51,4% kondisi lanjut, 13,5% sudah buta total, 76 pasien dengan glaukoma sudut tertutup 41,4% kondisi lanjut, 26,4% buta total.
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kepatuhan kontrol pasien glaukoma di Poliklinik Mata RSUP. Dr. Cipto Mangunkusumo tahun 2017.
Metode: Penelitian menggunakan rancangan crossectional. Populasi adalah pasien glaukoma yang berkunjung di Poliklinik Mata RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo bulan Juli-September 2017. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala sikap.
Hasil: Kepatuhan kontrol pasien glaukoma di Poliklinik Mata RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo bulan Juli-September 2017 adalah 74%. Berdasarkan analisis bivariat didapatkan variabel yang berhubungan dengan kepatuhan kontrol pasien glaukoma adalah lama menderita (0,000), tingkat pengetahuan (0,000), motivasi berobat (0,000), dukungan keluarga (0,000) dan peran tenaga kesehatan (0,000). Berdasarkan analisis multivariat, motivasi berobat mempunyai pengruh terbesar dalam kepatuhan kontrol pasien glaukoma (OR =12.015).
Kesimpulan: Perlunya peran serta keluarga, tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan terhadap pasien glaukoma supaya timbul motivasi untuk disiplin dalam program pengobatan dan patuh untuk kontrol sesuai jadwal.
Kata kunci: Kepatuhan kontrol, glaukoma, rumah sakit

Background: Glaucoma is the second largest cause of blindness in the world after cataracts. It is estimated that there will be 79.4 million glaucoma patients by 2020 worldwide, the prevalence of glaucoma in Indonesia is 0.5%. Symptoms of glaucoma are often unrecognized because they resemble other symptoms of the disease so that the late glaucoma diagnosis results in total blindness. From the research of glaucoma seminar in 2013-2014 in RSCM, 64 patients with open-angle glaucoma were 51,4% advanced condition, 13,5% were totally blind, 76 patients with closed angle glaucoma 41,4% advanced condition, 26, 4% total blindness.
Objective: The objective of this research is to know what factors are related to compliance control of glaucoma patients in Poliklinik Mata RSUP. Dr. Cipto Mangunkusumo in 2017.
Methods: The study used crossectional design. The population is glaucoma patients who visit the Eye Poliklinik Mata RSUP. Dr. Cipto Mangunkusumo from July- September 2017. The instrument used is questionnaire with attitude scale.
Results: Compliance of control of glaucoma patients at Eye Polyclinic of Dr. Cipto Mangunkusumo from July to September 2017 is 74%. Based on the bivariate analysis, the variables related to the control compliance of glaucoma patients were long suffering (0,000), knowledge level (0,000), treatment motivation (0,000), family support (0,000) and the role of health workers (0.000). Based on multivariate analysis, motivation of medication has the biggest influence in compliance control of glaucoma patients (OR = 12.015).
Conclusion: The need for family participation, health personnel in providing support to glaucoma patients to generate motivation for discipline in treatment programs and adherence to controls on schedule.
Keywords: Compliance control, glaucoma, hospital
Read More
T-5116
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmat Wibisono; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Tri Yunis Miko Wahyono, Intan Endang, Reza Isfan
Abstrak: Persentase kelurahan yang mencapai Universal Child Immunization (UCI) di pada tahun 2015 sudah 100%, namun demikian masih terdapat kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis determinan kepatuhan ibu dalam program imunisasi dasar lengkap di puskesmas kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan tahun 2017. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas kelurahan pondok labu bulan April - Juni 2017. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan simpel random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner pada 90 responden. Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 63,3% ibu patuh pada program imunisasi. Hasil regresi logistik ganda menunjukkan persepsi manfaat sebagai determinan yang paling mempengaruhi kepatuhan ibu karena ibu yang mempersepsikan imunisasi dasar lengkap bermanfaat berpeluang 26,8 kali lebih patuh setelah dikontrol persepsi keparahan dan persepsi hambatan. Kata Kunci: Imunisasi, Determinan, Kepatuhan ibu The percentage of urban village reaching Universal Child Immunization (UCI) in 2015 is 100%, but there are still cases of Immunizable Preventable Diseases (PD3I). The purpose of this study is to analyze the determinants of maternal obedience in the complete basic immunization program at Puskesmas Pondok Labu South Jakarta in 2017. The variables studied are age, education, knowledge, Perceived susceptibility, Perceived severity, Perceived benefits, Perceived barriers, family support and exposure information. This research was conducted in the working area of Puskesmas Pondok Labu Sauth Jakarta from April to June 2017. The research used cross sectional study design. Sampling was done by simple random sampling. Data collection was done through interview with questioner on 90 respondents. The results of this study found as many as 63.3% of obedient mothers in the immunization program. The result of multiple logistic regression shows the Perceived benefits as the determinant that most influence maternal compliance because the mother who perceives complete basic immunization is beneficial to have 26,8 times more compliance after controlled Perceived severity and Perceived barriers. Keywords: Immunization, determinant, maternal compliance
Read More
T-5056
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Dwi Septian; Pembimbing: Rina Artining Anggorodi; Penguji: Indrawati, Yvonne Magdalena; Februanti
Abstrak: Jajanan anak sekolah merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian. Denganadanya beberapa kasus yang telah terjadi akibat makanan jajanan, orang tua mulaimelarang anaknya untuk membeli makanan jajanan tertentu. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan faktor apa saja yang berhubungandengan kepatuhan siswa kelas 5 sekolah dasar terhadap larangan membeli jajanantertentu oleh orang tua di SDN Ciputat VI Kecamatan Ciputat Kota TangerangSelatan tahun 2012. Desain Penelitian yang digunakan adalah cross sectional,sasaran siswa kelas 5 dengan total sampel 140 siswa. Hasil penelitian inimenunjukkan Ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, membawa bekalke sekolah dengan kepatuhan siswa terhadap larangan membeli jajanan tertentu olehorang tua (p<0,05). Tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan siswa,sikap siswa, uang jajan, perilaku orang tua, dan teman sebaya dengan kepatuhansiswa terhadap larangan membeli jajanan tertentu oleh orang tua (p>0,05). Sebaiknyajajanan yang dijual harus lebih diperhatikan demi mendukung anak memilih jajananyang baik.
Kata kunci :Kepatuhan, siswa, SD, larangan jajan
Snacks school children is a problem that needs attention. With the number of casesthat have occurred due to street food, the parents began to forbid their children to buysome street food. The purpose of this study was to determine the level of complianceand what factors are associated with adherence to Grade 5 elementary school to bancertain snacks purchased by parents at Chester Elementary School Chester DistrictVI South Tangerang City in 2012. The study design is cross-sectional, target grade 5with a total sample of 140 students. There results showed a significant associationbetween the sexes, bring lunch to school with the students adherence to theprohibition of certain snacks bought by parents (p <0.05). There is no significantrelationship between students 'knowledge, attitudes of students, pocket money,parents' behavior, and student peers in compliance with the ban on buying somesnacks by parents (p> 0.05). Should snacks sold must be considered in order tosupport the children choose snacks that are good.
Keywords:Compliance, students, school, snack banned.
Read More
S-7645
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive