Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Abdul Gaffar, Lukman Hakim Tarigan
JEI Vol.8, Ed.3
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Nofida Telaumbanua
JEI Vol.7, Ed.1
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Hapsari Wulandari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wacyu Sulistiadi, Yahmin Setiawan
Abstrak: Tuberkulosis Paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosismasih menjadi masalah kesehatan serius yang dialami oleh beberapa negaraberkembang termasuk Indonesia.Global Report WHO 2010 mencatat Indonesiamerupakan negara penyumbang kasus TB Paru terbesar kelima di dunia setelahIndia, Cina, Afrika Selatan dan Nigeria.Kepatuhan minum obat teratur merupakan faktor pendukung dalammencapaikesembuhan.Tesis ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Faktor-Faktor Yang BerhubunganTerhadap Kepatuhan Pasien Tuberculosis Paru Tahap Lanjutan Untuk MinumObat Di RS Rumah Sehat Terpadu Tahun 2015.Penelitian ini merupakan penelitian mix methodsecara kuantitatif dengan desaincross sectional dan kualitatif. Sampel terdiri dari 70 penderita TB Paru yangberobat di Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, dan informanyang terdiri dari kepala pelayanan medis, Dokter spesialis Paru, Dokter Umumpenanggung jawab TB, dan perawat TB. Data dikumpulkan dengan wawancaramenggunakan kuesionerHasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepatuhanpasien TB Paru minum obat adalahadalah persepsi tentang TB (OR=37,712) danefek samping (OR= 22,339) terhadap Kepatuhan pasien TB Paru untuk minumobat di RS RST Dompet Dhuafa.Kata Kunci: Kepatuhan, Penderita Tuberkulosis Paru, Program TB DOTS
Pulmonary tuberculosis caused by the bacteria Mycobacterium Tuberculosisremains a serious public health problem experienced by several developingcountries including Indonesia. WHO Global Report 2010 noted contributor toIndonesia is the country's fifthlargest pulmonary TB cases in the world after India,China, South Africa and Nigeria.This thesis aims to determine the factors that associated compliance patien lungTuberculosis to swallowing drug at Rumah Sehat Terpadu Dompet DhuafaHospital 2015.This study used mix method approach with is quantitative analyticcross sectional design and qualitative indepth interviews. The sample consisted of70 patient lung tuberculosis who treatment at Rumah Sakit Terpadu hospital. Theresults showed that the factors associated compliance lung Tuberculosis toswallowing drug Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Hospital is percepsionabout TB (OR = 37,712) and side effect (OR = 22,339), at Rumah Sakit TerpaduhospitalKeywords: Compliance, Patient tuberculosis, Mix method
Read More
B-1715
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Weny Inrianto ... [et al.]
JEI Vol.7, Ed. 1
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natasya Apriliana; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Umi Zakiati
Abstrak: Tuberkulosis merupakan penyakit yang masih menjadi tantangan global. Dalam rangka menanggulangi penyakit Tuberkulosis, terbentuklah kerangka kerja oleh WHO untuk mengendalikan tuberkulosis, yang kemudian menjadi strategi global yaitu DOTS atau Directly Observed Treatment Short-Course. Salah satu yang menghambat kemajuan dari penanggulangan tuberkulosis adalah adanya kasus Multidrug Resistant Tuberculosis atau MDR-TB. Kasus MDR TB terjadi salah satunya disebabkan oleh belum maksimalnya implementasi dari strategi DOTS. Di Kota Depok, Puskesmas Pancoran Mas dan Puskesmas Rangkapan Jaya Baru adalah puskesmas dengan angka MDR-TB tertinggi. Dari dua puskesmas tersebut, gambaran akan manajemen atau pengelolaan dari pelaksanaan strategi DOTS pada program Penanggulangan TB khususnya dalam merespon MDR-TB sangatlah menarik untuk dianalisis lebih jauh. Dengan metode kualitatif dan dengan pendekatan Logic Model, peneliti menelaah bagaimana keberlangsungan program di kedua puskesmas dari sudut pandang input, activity, dan output nya. Peneliti mengumpulkan data baik primer maupun sekunder, dengan melakukan telaah dokumen dan juga wawancara mendalam ke tiga belas informas. Dari penelitian ini ditemukan hasil bahwa kedua Puskesmas sebenarnya telah mengimplementasikan strategi DOTS dengan baik yaitu salah satunya dengan melakukan pengobatan sesuai dengan standar, namun terdapat beberapa kendala dalam pelaksananaan program tersebut yang dapat menjadi faktor pengahambat dari berjalannya program, baik masalah dari segi sumber daya seperti tidak adanya laboratorium disalah satu puskesmas, hingga dari segi pelaksanaan kegiatan, yang menyebabkan kedua puskesmas pada akhirnya tidak dapat mencapai target Penilaian Kinerja Puskesmas. Adanya berbagai macam kendala yang berasal dari berbagai aspek menjadi faktor masih belum sempurnanya pelaksanaan program penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas Pancoran Mas dan Rangkapan Jaya Baru.
Read More
S-9969
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satria Adjie Nugraha; Pembimbing: Vetty Yulianti Permanasari; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Witanta Karina Theresia
Abstrak: Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penangulangan Tuberkulosis (KOPI TB) adalah gabungan dari beberapa organisasi profesi yang mempunyai komitmen dalam upaya penanggulangan TB. Skripsi ini membahas analisis tugas dan fungsi Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) terhadap tatalaksana pelayanan Tuberkulosis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Penelitian menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa RSU Cinta Kasih Tzu Chi merupakan salah satu rumah sakit swasta yang mempunyai pelayanan TB yang sudah cukup baik dan fasilitas yang sudah lengkap. Peneliti mengetahui bahwa tenaga yang tergabung dalam tim DOTS kecuali penanggung jawab poli di RSU Cinta Kasih Tzu Chi belum mengetahui apa itu KOPI TB serta tugas dan fungsi dari KOPI TB. Untuk tingkat DKI Jakarta sudah terbentuk KOPI TB tingkat provinsi. Namun untuk tingkat Kota administrasi belum terbentuk di seluruh DKI Jakarta salah satunya di Jakarta Barat. Selama hampir 2 tahun ini KOPI TB masih pada tahap pengembangan dan belajar untuk mencoba membangun terlebih dahulu struktur KOPI TB di seluruh daerah. Serta masih akan terus melakukan advokasi ke pihak-pihak terkait dan mengoptimalkan peran masing-masing organisasi profesi.
Read More
S-10128
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fikrotul Ulya; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Mardiati Nadjib, Anhari Achadi, Yuliandi, Rulliana Agustin
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Fikrotul Ulya Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Efektivitas Biaya Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) Program Tuberkulosis Di Rumah Sakit Swasta Kota Depok Tahun 2017-2018. Pembimbing : Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH Tesis ini membahas kemampuan mahasiswa Fakultas Psikologi U Angka penemuan kasus  menurut Global tuberculosis Report 2016 sebesar 77% dan di kawasan Asia Tenggara sebesar 46,5%. Sedangkan di Indonesia mengalami titik stagnan dalam 5 tahun terakhir di kisaran 32 - 33% kasus. Angka penemuan kasus TBC di Kota Depok tahun 2016 baru  tercapai 58% dari target cakupan. Sedangkan di Kota Bekasi, cakupannya sebesar 62%. Sejak tahun 2014 dengan menggunakan strategi PPM (Public Private Mix) di Kota Depok melibatkan fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan) swasta dalam penanganan TBC menggunakan metode DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse). Saat ini, dari 4 RS swasta yang sudah bekerja sama menjangkau 18,7% kasus TBC di seluruh Kota Depok.  Beberapa penelitian menunjukkan efektifitas biaya pada penemuan kasus TBC dengan strategi DOTS di fasyankes swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas biaya  penyelenggaraan TBC di Kota Depok tahun 2017-2018. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi ekonomi dengan dengan  metode kohort retrospektif. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Oktober – April 2018 dengan melakukan study comparative antara 3 alternatif (Cost Effectiveness Analysis), yaitu Puskesmas yang menggunakan DOTS, RS DOTS dan RS Tanpa DOTS. Peneliti melakukan penghitungan microcosting dari perspektif societal/masyarakat dengan menghitung biaya yang dikeluarkan oleh pasien dan provider pelayanan kesehatan. Output yang dipakai untuk mengukur penanganan TBC adalah angka pengobatan lengkap (Success Rate).  Estimasi biaya berdasarkan tarif  Rumah Sakit, harga pasar, serta wawancara dari petugas RS. Hasil penelitian dari 36 sampel per kelompok menunjukkan bahwa Success Rate di puskesmas 86,1%,  RS dengan DOTS sebesar 77.78 % sedangkan yang non DOTS sebesar 63.89 %. Penambahan biaya provider di puskesmas dan RS DOTS meningkatkan success rate. Biaya societal penatalaksanaan TBC di puskesmas 42% dari biaya di RS swasta. Dari perhitungan ACER (Average Cost Effectiveness Ratio) didapatkan bahwa RS yang melaksanakan strategi DOTS lebih cost effective, dengan nilai ACER di Puskesmas adalah Rp 1.948.284, RS DOTS Rp  3.989.576 dan RS tanpa DOTS sebesar Rp 5.390.323. Untuk menaikkan 1% angka kesuksesan pengobatan membutuhkan biaya Rp 10.084.572 dengan melakukan intervensi program DOTS ke RS Swasta. Analisis bivariat menyatakan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p value 0,001) efektivitas biaya perspektif societal pada pengobatan TBC di puskesmas, RS dengan DOTS, dan RS tanpa DOTS . Keywords : Cost effectiveness analysis, DOTS, Fasyankes swasta, Success Rate, ACER, ICER

 

Read More
T-5427
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive