Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irmalia Afrianty; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ahmad Syafiq, Hartono
Abstrak: Citra tubuh adalah pandangan subjektif penampilan fisik seseorangberdasarkan pengamatan diri dalam kaitannya dengan kepuasan ukuran tubuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dan faktordominan terhadap citra tubuh pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain studicross sectional. Data dikumpulkan dari 120 siswa-siswi di SMAI Al-Azhar 4 Bekasidengan menyebarkan self-administered questionnaire dan pengukuran antropometri.Analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik ganda modelprediksi. Hasil penelitian menunjukkan 73,3% responden memiliki ketidakpuasancitra tubuh. Terdapat hubungan yang bermakna antara citra tubuh dengan kelompokresponden berdasarkan jenis kelamin, distorsi, status gizi, riwayat diet, pengaruhteman dan pengaruh media. Sedangkan tidak ditemukan hubungan yang bermaknaantara citra tubuh dengan kelompok responden berdasarkan aktivitas fisik,pengetahuan gizi, kepercayaan diri, dan pengaruh orang tua. Hasil analisis multivariatmenunjukkan faktor dominan terhadap ketidakpuasan citra tubuh adalah status gizi.
Kata kunci : citra tubuh; distorsi; remaja; riwayat diet; status gizi
Body image is subjective view of one's physical appearance based on observations inrelation to body size satisfaction. This study aims to determine factors associated anddominant factor to body image among students. This study used cross sectional designstudy. Data was completed by 120 students in SMAI Al-Azhar 4 Bekasi using self-administered questionnaire and anthropometric measurement. Analysis data used chisquare test and logistic regression test with prediction model. The results showed that73,3% respondents have body image dissastisfaction. There are significant relationshipof body image and respondents group according to gender, distortion, nutritionalstatus, diet history, friends influence, and media influence. Whereas, there are nosignificant relationship of body image and respondents group according to physicalactivity, nutritional knowledge, self esteem, and parental influence. Multivariateanalysis showed that the dominant factor of dissatisfaction body image is nutritionalstatus.
Keywords : body image; distortion; adolescent; diet history; nutritional status
Read More
S-9149
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yolanda Safitri; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Besral, Diah Mulyawati Utari, Frima Elda, Elfa Syoeib
Abstrak:

Latar Belakang: Distorsi citra tubuh adalah persepsi negatif terhadap bentuk dan ukuran tubuh sendiri, yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada kesehatan mental dan perilaku makan. Masa remaja merupakan periode rentan terhadap pengaruh sosial dan media yang dapat memperkuat ketidakpuasan terhadap tubuh.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan yang memengaruhi distorsi citra tubuh pada remaja putri di SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 14 Kota Padang tahun. 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara purposif sebanyak 457 responden dari dua sekolah tersebut. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi, meliputi variabel body image, status gizi, pengetahuan gizi, perilaku makan, percaya diri, sosial ekonomi, pengaruh media sosial, orang tua, teman sebaya dan peranan sosial. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak memiliki distorsi citra tubuh (68,7%), terdapat hubungan antrara status gizi, percaya diri dan teman sebaya dengan distorsi citra tubuh. Kesimpulan: Berdasarkan p-value dan nilai OR, status gizi menjadi variabel yang paling signifikan berhubungan dalam memengaruhi distorsi citra tubuh. Artinya, remaja putri yang memiliki status gizi kurang berpeluang 3.40 kali lebih tinggi untuk mengalami distorsi citra tubuh dibandingkan dengan remaja dengan status gizi baik, begitu juga remaja putri yang memiliki status gizi lebih berpeluang 39,19 kali lebih tinggi untuk mengalami distorsi citra tubuh dibandingkan dengan remaja putri yang memiliki status gizi baik. Nilai R-Square (41,6%) menunjukkan bahwa variasi dalam variabel distorsi citra tubuh dapat dijelaskan oleh variabel status gizi dan kepercayaan diri.


Background: Body image distortion is a negative perception of one's own body shape and size, which is often experienced by adolescent girls and can have an impact on mental health and eating behavior. Adolescence is a period of vulnerability to social and media influences that can reinforce body dissatisfaction. Objective: This study aims to identify the determinants influencing body image distortion among adolescent girls at State High School 3 and State High School 14 in Padang City in 2025. Method: This study used an analytical design with a cross-sectional approach. A purposive sample of 457 respondents was selected from the two schools. Data were collected through a validated questionnaire, including variables such as body image, nutritional status, nutritional knowledge, eating behavior, self-confidence, socioeconomic status, social media influence, parental influence, peer influence, and social role. Data analysis was performed using chi-square tests and logistic regression. Results: The results showed that the majority of respondents did not have body image distortion (68.7%), and there was a relationship between nutritional status, self-confidence, and peers with body image distortion. Conclusion: Based on p-values and odds ratios (OR), nutritional status was the most significant variable associated with body image distortion. This means that adolescent girls with poor nutritional status are 3.40 times more likely to experience body image distortion than those with good nutritional status, and adolescent girls with overweight nutritional status are 39.19 times more likely to experience body image distortion than those with good nutritional status. The R-Square value (41.6%) indicates that variations in the body image distortion variable can be explained by the nutritional status and self-confidence variables.

Read More
T-7334
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sintha Anggoro Putri; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Trini Sudiarti, Pritasari
S-7960
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive