Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hardi Gunarto; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Doni Hikmat Ramdhan, Neneng Churaeroh
Abstrak: Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian nomor satu di dunia, begitu pula di Indonesia. Aterosklerosis merupakan dasar dari penyakit kardiovaskular. Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko utama aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Pada tahun 2011 dalam hasil Medical Check Up pada pada pekerja lapangan terdapat 69,6% temuan dislipidemia (16 orang pekerja mengalami dislipidemia dari total 23 orang pekerja). Tujuan penelitian ini adalah didapatkannya penjelasan mengenai gambaran gaya hidup pekerja dan faktor pengaruh yang dapat menyebabkan dislipidemia pada pekerja di PT. DGL tahun 2011, dan menentukan cara-cara pengendaliannya. 
 Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Variabel yang diteliti adalah pola makan, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol berlebih, faktor pengaruh, faktor penguat, faktor pendukung, dan faktor lingkungan. Metoda pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa gambaran gaya hidup pekerja yang dapat menyebabkan dislipidemia yaitu pola makan yang tidak seimbang antara tingkat konsumsi sayuran, buah segar, makanan lemak jenuh, dan karbohidrat, serta aktivitas fisik yang kurang, merokok, dan konsumsi alkohol berlebih.
 Kesimpulan Penelitian menyatakan bahwa faktor perilaku gaya hidup seluruh informan pekerja PT. DGL yang berpengaruh dalam menyebabkan dislipidemia adalah faktor pengaruh dari sikap pekerja terhadap pola makan yang tidak seimbang, faktor pengaruh dari persepsi pekerja terhadap aktivitas fisik dan olahraga, faktor penguat dari teman atau rekan kerja terhadap aktivitas merokoknya, faktor pengaruh dari sikap informan pekerja terhadap pola merokoknya, serta faktor penguat teman dan rekan kerja terhadap aktivitas konsumsi minuman beralkoholnya.
 ABSTRACT
 Cardiovascular disease is the number one cause of death in the world, as well as in Indonesia. Atherosclerosis is the basis of cardiovascular disease. Dyslipidemia is a major risk factor for atherosclerosis and coronary heart disease.
  the finding results of the Medical Check Up in 2011 are 69.6% of the field workers had a dyslipidemia (16 workers had dyslipidemia from a total of 23 workers). The purpose of this research is the acquisition of an overview explanation of worker's lifestyle and its factors that may cause worker's dyslipidemia at PT. DGL in 2011, and determine a ways to control it.
 This research is a qualitative research with case study design. The variables studied were diet, physical activity, smoking, excessive alcohol consumption, predisposing factors, reinforcing factors, enabling factors, and environment factors. Method of data collection used is in-depth interviews and focus group discussions. Research results show that the overview of the lifestyle of workers which can cause dyslipidemia are unbalance healthy diet between the level of consumption of vegetables, fresh fruits, saturated fats foods, and carbohydrates, as well as physical inactivity, smoking, and excessive alcohol consumption.
 Research conclude that behavioral factors across PT. DGL worker's lifestyle influential in causing dyslipidemia is a predisposing factor of the of worker's attitudes for unbalanced healthy diet pattern, the predisposing factor of the worker's perception for physical activity and exercise, the reinforcing factors from a friend or co-workers for smoking, the predisposing factor of worker's attitude on the pattern of smoking, as well as the factors reinforcing of a friend and co-workers on the activity of alcohol's beverage consumption.
Read More
T-3719
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maharani Sukma Pratiwi; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Renti Mahkota, Wisnu Wardhana
Abstrak: Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lemak dalam plasma, yang menjadi faktor risiko dari berbagai jenis penyakit. Prevalensi dislipidemia di Jakarta, cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara dislipidemia, faktor demografi (usia, dan jenis kelamin), faktor predisposisi (IMT, RLPP, lingkar perut, hipertensi, DM, tingkat stres), serta faktor perilaku (kebiasaan merokok) para pekerja perusahaan migas x di Jakarta Pusat. Desain penelitian adalah cross sectional, menggunakan data pemeriksaan kesehatan 2016 dan wawancara terstruktur dengan kuesioner kepada 88 responden. Pengambilan data dilakukan bulan Oktober hingga Desember 2016. Analisis yang dilakukan adalah univariat, dan bivariat (uji chi square, dan regresi logistik). Hasil analisis menunjukkan, persentase dislipidemia di perusahaan migas x sebesar 83%, kelompok usia 24-33 tahun sebesar 46,6%, kategori gemuk berdasarkan IMT sebesar 68,2%, kategori berisiko berdasarkan RLPP sebesar 77% pada laki-laki dan sebesar 63% pada perempuan, kategori berisiko berdasarkan lingkar perut pada laki-laki sebesar 70,5% dan pada perempuan sebesar 37%, menderita hipertensi sebesar 10,2%, pra-hipertensi sebesar 54,5%, menderita DM sebesar 20,5%, mengalami stres sebesar 53,4%, dan responden tidak merokok sebesar 50%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna secara statistik antara RLPP (OR=4,071 95% CI: 1,281-12,936), lingkar perut (OR=8,696 95% CI: 2,236-33,816), dan tingkat stres (OR=3,942 95% CI: 0,520- 34,710) dengan dislipidemia. Kata Kunci: Dislipidemia; faktor-faktor; migas; pekerja
Read More
S-9440
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Dina Rahmawati; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Isnindyarti
Abstrak: Kejadian dislipidemia di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang prevalensi semakin meningkat dari tahun ke tahun, tak terkecuali pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian dislipidemia. Penelitian yang dilakukan pada sebuah perusahaan alat berat di Cakung, Jakarta Timur ini menggunakan desain studi cross sectional dan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 93 orang pria berusia 25-55 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80,6% responden mengalami dislipidemia. Terdapat hubungan bermakna antara asupan karbohidrat (OR=10,8 95% CI 1,2-95,4), usia (OR=1,7 95% CI 0,5-5,6), IMT (OR=3,9 95% CI 0,7-21,9 ), lingkar pinggang (OR=2,3 95% CI 0,6-8,4), dan hipertensi (OR=1,5 95% CI 0,4-6,7) terhadap kejadian dislipidemia. Asupan karbohidrat merupakan faktor risiko paling dominan setelah dikrontrol oleh variabel usia, IMT, lingkar pinggang dan hipertensi. Diperlukan sosialisasi mengenai PUGS secara lengkap, program kompetisi olah raga yang menarik, dan penyediaan alat pengukur berat badan, tinggi badan serta lingkar pingang yang memadai dari divisi kesehatan perusahaan.
 

 
Dyslipidemia is a public health problem in Indonesia which prevalence is increasing every year, including in workers. The objective of this study was to identify risk factors associated with dyslipidemia. This study was conducted a heavy equipment company located in Cakung, East Jakarta using cross sectional design and simple random sampling method with 93 men aged 25-55 years old. The result showed that 80,6% of respondents are having dyslipidemia. There were significant associations between carbohydrate intake (OR=10,8 95% CI 1,2-95,4), age (OR=1,7 95% CI 0,5-5,6), Body Mass Index (BMI) (OR=3,9 95% CI 0,7-21,9), waist circumference (OR=2,3 95% CI 0,6-8,4), and hypertension (OR=1,5 95% CI 0,4-6,7) with dyslipidemia in which carbohydrate intake was the most dominant risk factors after adjustment of multiple confounders. Comprehensive general direction of balanced nutrition (PUGS)’s elucidations, attractive sport competition, and equipping weight scale, stadiometer, and waist circumference tape are needed to done by health division of the company.
Read More
S-7896
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fellatinnisa Zafira Rajwadini; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Sandra Fikawati, Fadila Wirawan
Abstrak:
Dislipidemia merupakan kondisi ketidakseimbangan lipid dalam tubuh yang ditandai dengan ditemukannya minimal satu abnormalitas kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, dan kolesterol HDL. Prevalensi dislipidemia pada usia produktif di Indonesia tergolong tinggi. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dislipidemia pada penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang menggunakan data sekunder Riskesdas 2018. Analisis data yang dilakukan pada penelitina ini adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji kai kuadrat, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 28.007 subjek, 61,6% mengalami dislipidemia. Analisis bivariat menunjukkan hasil yang signifikan antara usia, wilayah tempat tinggal, diabetes melitus, gangguan fungsi ginjal, hipertensi, IMT, obesitas sentral, dan riwayat merokok dengan kejadian dislipidemia (p value < 0,05). Sementara pada variabel konsumsi makanan manis, konsumsi minuman manis, konsumsi makanan berlemak, dan konsumsi buah sayur juga ditemukan hubungan yang signifikan namun bersifat protektif terhadap kejadian dislipidemia. Analisis multivariat menunjukkan bahwa diabetes melitus merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan dislipidemia (p value = 0,000; OR 1,88; 95% CI : 1,49-2,38).

Dyslipidemia refrers to a condition of lipid imbalance in the body which is characterized by the finding of at least one abnormality of total cholesterol, LDL cholesterol, triglyceride, and HDL cholesterol levels. The prevalence of dyslipidemia in productive age in Indonesia is high. This study aims to determine the dominant factors and factors associated with the incidence of dyslipidemia in the productive age population (15-64 years) in Indonesia. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design using secondary data from Riskesdas 2018. Data analysis was carried out in this study using univariate analysis with frequency distribution, bivariate analysis using the chi square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that out of 28.007 subjects, 61.6% had dyslipidemia. Bivariate analysis showed significant results between age, region of residence, diabetes mellitus, impaired kidney function, hypertension, BMI, central obesity, history of smoking, consumption of sweet foods, consumption of sweet drinks, consumption of fatty foods, and consumption of fruits and vegetables with the incidence of dyslipidemia (p-value < 0.05). Meanwhile, in variable consumption of sweet foods, consumption of sweet drinks, consumption of fatty foods, and consumption of fruit and vegetables found a significant but protective relationship to the incidence of dyslipidemia. Multivariate analysis showed that diabetes mellitus was the dominant factor associated with dyslipidemia (p value = 0.000; OR 1.88; 95% CI: 1.49-2.38).
Read More
S-11419
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nysa Ro Aina Zulfa; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Helda, Yovsyah, Dewi Kristanti
Abstrak:
Pendahuluan: Dislipidemia adalah suatu kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan adanya peningkatan dari kadar kolesterol total, kolesterol LDL atau trigliserida di atas nilai rujukan normal serta adanya penurunan konsentrasi kolesterol HDL di dalam darah atau kombinasi. Dislipidemia merupakan silent risk pada kesehatan populasi secara umum. Kondisi berat badan lebih dinilai berasosiasi terhadap kondisi dislipidemia sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi berisiko terhadap kejadian dislipidemia. Metode: Desain studi pada penelitian ini adalah cross sectional menggunakan data rekam medis pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Cibabat pada kurun waktu 1 januari 2022-31 Desember 2022. Analisis dilakukan secara deskriptif dan estimasi dengan menggunakan analisis modifikasi cox regresi. Pada tahap analisis status gizi dibagi menjadi dua, yaitu berisiko jika berat badan lebih dan obesitas, tidak berisiko jika berat badan kurang dan normal. Hasil: Total responden pada penelitian ini adalah 344. Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi insiden dislipidemia adalah sebesar 45,9%, dan sebanyak 64,38% terjadi pada responden dengan status gizi berisiko. Asosiasi yang didapat pada penelitian ini bahwa status gizi berisiko memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami dislipidemia dibandingkan status gizi tidak berisiko (PR= 2,154; 1,552 – 2,988). Faktor usia yang lebih tua, pendidikan tinggi, status pernah merokok, dan riwayat DM tipe 2 secara crude mempengaruhi hubungan status gizi berisiko terhadap kejadian dislipidemia. Kesimpulan: Status gizi berisiko meningkatkan risiko terhadap kejadian dislipidemia. Status pendidikan, riwayat merokok, dan riwayat DM tipe 2 mempengaruhi kejadian dislipidemia pada status gizi berisiko.

Introduction: Dyslipidemia is a disorder of lipid metabolism characterized by an increase in total cholesterol, LDL cholesterol or triglyceride levels above normal reference values and a decrease in HDL cholesterol concentration in the blood or a combination. Dyslipidemia is a silent risk to the health of the population in general. The condition of body weight is considered more associated with dyslipidemia conditions so that it increases the risk of various chronic diseases. This study aims to determine the relationship between nutritional status is at risk status and the incidence of dyslipidemia. Methods: The study design in this study was cross-sectional using patient medical record data at the Outpatient Installation of Cibabat Hospital in the period 1 January 2022-31 December 2022. Analysis was carried out descriptively and estimated using modified cox regression analysis. At the analysis stage, nutritional status is divided into two, namely at risk if are overweight and obese, not at risk if are underweight and normal. Results: The total number of respondents in this study was 344. The results showed that the proportion of incidents of dyslipidemia was 45.9%, and as many as 64.38% occurred in respondents with at-risk nutritional status. The association obtained in this study was that nutritional status at risk had a two times higher risk of experiencing dyslipidemia than nutritional status without risk (PR = 2.154; 1.552 – 2.988). Older age, higher education, smoking status, and history of type 2 DM crudely affect the relationship between risky nutritional status and dyslipidemia. Conclusion: Nutritional status is at risk of increasing the risk of dyslipidemia. Educational status, history of smoking, and history of type 2 DM affect the incidence of dyslipidemia in at-risk nutritional status
Read More
T-6669
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Dewiyanti; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Widjaja Lukito
Abstrak: Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang menjadi salahsatu faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan dislipidemia padakelompok usia dewasa di wilayah Kota Depok (urban) dan Kabupaten LampungTengah (rural). Prevalensi dislipidemia yang ditemukan cukup tinggi, yaitusebesar 48,2% di Kota Depok dan 51,8% di Kabupaten Lampung Tengah. Desainpenelitian adalah cross sectional, menggunakan data penelitian Strategi Nasionaltahun 2011 dengan 372 sampel.Indeks Massa Tubuh (p = 0,014) , obesitas sentral pada laki-laki (p =0,008), dan obesitas sentral pada perempuan (p = 0,002) memiliki hubungansignifikan dengan dislipidemia.Kata kunci: dislipidemia, indeks massa tubuh, obesitas sentral, rural, urban
Dyslipidemia is a disorder of lipid metabolism which became one of themajor risk factors for cardiovascular disease. This study aims to identify factorsassociated with dyslipidemia at adult age groups in the city of Depok and CentralLampung regency. The prevalence of dyslipidemia were found to be quite high at48.2% in Depok and 51.8% in Central Lampung regency. The study design wascross-sectional, using research data of the National Strategy in 2011 with 372samples.Body mass index (p = 0,014), central obesity in men (p = 0,008), andcentral obesity in women (p = 0,002) had a significant association withdyslipidemia.Keywords: dyslipidemia, body mass index, central obesity, urban, rural.
Read More
S-9227
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Sajida Khairillah Sri Mulyani; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Triyani Kresnawan
Abstrak:

Dislipidemia adalah suatu gangguan yang mengacu pada kadar lipid yang tidak normal dalam aliran darah yang ditandai dengan ditemukannya salah satu tanda keabnormalan kadar lipid darah, meliputi kadar kolesterol total, LDL, trigliserida, atau HDL. Prevalensi dislipidemia pada usia dewasa (19–49 tahun) di Indonesia tergolong tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dislipidemia pada penduduk usia 15–49 tahun di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang menggunakan data sekunder SKI 2023. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji kai kuadrat, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15.827 subjek, 90,7% responden laki-laki dan 80,2% responden perempuan mengalami dislipidemia. Analisis bivariat pada responden laki-laki menunjukkan hasil yang signifikan antara usia, status pekerjaan, tingkat pendidikan, indeks massa tubuh, hipertensi, dan obesitas sentral dengan kejadian dislipidemia (p-value <0,05). Analisis bivariat pada responden perempuan menunjukkan hasil yang signifikan antara usia, wilayah tempat tinggal, tingkat pendidikan, konsumsi makanan berlemak, minuman manis, minuman beralkohol, indeks massa tubuh, diabetes melitus, hipertensi, dan obesitas sentral dengan kejadian dislipidemia (p-value <0,05). Analisis multivariat pada responden laki-laki menunjukkan bahwa indeks massa tubuh merupakan faktor dominan (p-value = 0,000; OR 2,3; 95% CI : 1,752-3,249), sedangkan pada responden perempuan menunjukkan bahwa interaksi indeks massa tubuh dan konsumsi makanan berlemak merupakan faktor dominan (p-value = 0,038; OR 3,4; 95% CI : 1,070-10,834).



Dyslipidemia is a disorder characterized by abnormal levels of lipids in the bloodstream, indicated by elevated or decreased levels of total cholesterol, LDL, triglycerides, or HDL. The prevalence of dyslipidemia among adults aged 19–49 years in Indonesia is relatively high. This study aimed to identify the dominant and associated factors related to the occurrence of dyslipidemia among individuals aged 15–49 years in Indonesia. This was a quantitative study with a cross-sectional design using secondary data from the 2023 Indonesia Health Survey (SKI 2023). Data analysis included univariate analysis with frequency distribution, bivariate analysis using the Chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that among 15,827 respondents, 90.7% of males and 80.2% of females had dyslipidemia. Bivariate analysis in male respondents revealed significant associations between dyslipidemia and age, employment status, education level, body mass index (BMI), hypertension, and central obesity (p-value < 0.05). In female respondents, significant associations were found with age, residential area, education level, fatty food consumption, sugary drink intake, alcohol consumption, BMI, diabetes mellitus, hypertension, and central obesity (p-value < 0.05). Multivariate analysis showed that BMI was the dominant factor among males (p-value = 0.000; OR = 2.3; 95% CI: 1.752–3.249), while among females, the interaction between BMI and fatty food consumption was the dominant factor (p-value = 0.038; OR = 3.4; 95% CI: 1.070–10.834).
Read More
S-11997
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yogi Puji Rachmawan; Promotor: Nurhayati Adnan; Kopromotor: Helda, Bambang Budi Siswanto; Penguji: Ratna Djuwita, Sabarinah, Habibie Arifianto, Anggoro Budi Hartopo
Abstrak:
Gagal jantung adalah sindroma yang terjadi akibat kegagalan jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi sel tubuh. Prevalensi dan angka kematian gagal jantung di Indonesia cukup tinggi bila dibanding negara Asia Tenggara lainnya. Gagal jantung pada usia muda akan meningkatkan risiko kematian, menyebabkan rehospitalisasi berulang, menurunkan kualitas hidup, serta meningkatkan beban sistem layanan kesehatan. Obesitas, (diabetes melitus tipe 2) DMT2, hipertensi, merokok, dislipidemia, riwayat keluarga dengan (prematurce coronary artery disease) PCAD, dan jenis kelamin diketahui berhubungan dengan terjadinya gagal jantung. Diperlukan sebuah model prediksi untuk menjelaskan faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya gagal jantung pada usia muda, sehingga model prediksi tersebut dapat menjadi dasar upaya pencegahan terjadinya gagal jantung pada usia muda. Penelitian ini menggunakan desain fixed kohort-retrospektif yaitu pasien usia 18-54 tahun yang berobat di poliklinik jantung atau dirawat inap di 4 rumah sakit (RS) di Indonesia yaitu RS Harapan Kita Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dan RS Adam Malik Medan pada tahun 2021 dan tidak terdiagnosis gagal jantung kemudian diambil data faktor risikonya sesuai variabel yang diteliti. Status pasien terdiagnosis gagal jantung atau tidak akan diikuti setiap bulannya sejak tahun 2021 hingga akhir pengamatan 2024. Kemudian dilakukan analisis deskriptif, bivariabel, dan multivariabel menggunakan Generalized Linear Model (GLM) Poisson untuk mendapatkan nilai koefisien, IRR (interval kepercayaan 95%), dan menyusun model prediksi yang paling tepat. Berdasarkan model, akan dibuat sistem skor dan nilai probabilitas terjadinya gagal jantung. Total 321 sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan median usia 51 tahun (P25-P75: 46-52 tahun). Pada observasi tahun ke-4, probabilitas kumulatif sebesar 0,713 (95% CI 0,661 – 0,760). Hasil analisis menunjukan 3 variabel utama yang signifikan berkaitan dengan risiko terjadinya gagal jantung di usia muda, yaitu obesitas (IRR 1,87; 95% CI 1,31 – 2,68), dislipidemia (IRR 2,58; 95% CI 1,87 – 3,56), dan DMT2 (IRR 2,79; 95% CI 2,01 – 3,87). Skor IMT-Dislipidemia-DMT2 (IDD) disusun sebagai sistem skor prediksi gagal jantung pada usia muda dengan total skor 13 (probabilitas 76,8%). Obesitas, dislipidemia, dan DMT2 merupakan faktor risiko yang berpengaruh signifikan, dan penggunaan sistem Skor IDD memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup baik dalam prediktor terjadinya gagal jantung pada usia muda.

Heart failure is a clinical syndrome that occurs when the heart fails to meet the body’s demand for oxygen and nutrients. The prevalence and mortality rate of heart failure in Indonesia are relatively high compared to other Southeast Asian countries. The occurrence of heart failure in young adults increases the risk of premature death, recurrent rehospitalization, reduced quality of life, and a greater burden on the healthcare system. Several factors such as obesity, type 2 diabetes mellitus (T2DM), hypertension, smoking, dyslipidemia, family history of premature coronary artery disease (PCAD), and sex have been identified as being associated with heart failure. Developing a predictive model to identify the most influential risk factors for heart failure in young adults is crucial for preventive strategies and early interventions. This study employed a fixed retrospective cohort design involving patients aged 18–54 years who visited the cardiology outpatient clinic or were hospitalized at four tertiary hospitals in Indonesia (National Cardiovascular Center Harapan Kita, Jakarta; Hasan Sadikin Hospital, Bandung; Sebelas Maret University Hospital, Solo; and Adam Malik Hospital, Medan) in 2021. Patients without an initial diagnosis of heart failure were included, and their risk factors were recorded according to the study variables. The patients were followed monthly from 2021 until the end of observation in 2024 to determine whether they developed heart failure. Descriptive, bivariate, and multivariable analyses were conducted using the Poisson Generalized Linear Model (GLM) to estimate coefficients, incidence rate ratios (IRR) with 95% confidence intervals, and to construct the most accurate predictive model. Based on the model, a scoring system and probability value for the occurrence of heart failure were developed. A total of 321 participants met the inclusion and exclusion criteria, with a median age of 51 years (P25–P75: 46–52 years). After four years of observation, the cumulative probability of developing heart failure was 0.713 (95% CI: 0.661–0.760). The analysis identified three significant predictors for heart failure in young adults: obesity (IRR 1.87; 95% CI 1.31–2.68), dyslipidemia (IRR 2.58; 95% CI 1.87–3.56), and T2DM (IRR 2.79; 95% CI 2.01–3.87). The IDD Score (Body Mass Index–Dyslipidemia–Diabetes) was developed as a predictive scoring system for heart failure in young adults, with a total score of 13 corresponding to a 76.8% probability. Obesity, dyslipidemia, and T2DM were found to be significant risk factors for heart failure in young adults. The proposed IDD Score demonstrated good sensitivity and specificity in predicting the occurrence of heart failure within this population.

Read More
D-600
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Putri Mayshanda; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Trisari Anggondowati, Muhammad Habibi Syahidi
Abstrak:

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Individu dengan diabetes mellitus tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stroke dibandingkan populasi umum. Namun, penelitian terkait faktor-faktor kejadian stroke pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia masih terbatas dan umumnya dilakukan di tingkat rumah sakit, sehingga cakupan populasinya kecil dan tidak merepresentasikan kondisi secara nasional. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor kejadian stroke pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia. Data berasal dari Survei Kesehatan Indonesia 2023 dengan menggunakan desain studi potong lintang. Responden terdiri dari 17.186 penderita diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia. Analisis menggunakan uji kai kuadrat untuk jenis data kategorik dan uji-t independent untuk jenis data numerik berdistribusi normal/Mann Whitney untuk jenis data numerik yang tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian ini menemukan bahwa prevalensi kejadian stroke pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia sebesar 4,5%. Hasil penelitian juga menemukan asosiasi perbedaan proporsi antara beberapa faktor secara individual terhadap kejadian stroke. Pada faktor sosiodemografi, usia ≥ 55 Tahun (POR: 1,768; 95% CI: 1,378 – 2,267), jenis kelamin laki-laki (POR: 1,475; 95% CI: 1,179 – 1,845), tingkat pendidikan rendah (POR: 0,556; 95% CI: 0,416 – 0,743), dan wilayah tempat tinggal di perdesaan (POR: 0,748; 95% CI: 0,576 – 0,972); faktor metabolik, kadar tekanan darah tinggi (hipertensi) (POR: 1,549; 95% CI: 1,203 – 1,995); faktor klinis, usia pertama kali didiagnosis DM ≤ 43 tahun (POR: 0,514; 95% CI: 0,358 – 0,736) dan lama menderita DM 5 – 9 Tahun (POR: 1,363; 95% CI: 1,037 – 1,791) dan ≥ 10 Tahun (POR: 1,322; 95% CI: 1,009 – 1,731); dan faktor perilaku, konsumsi makanan berisiko (POR: 0,603; 95% CI: 0,462 – 0,787) menunjukkan perbedaan proporsi yang berarti antara masing masing faktor terhadap kejadian stroke. Diharapkan pemangku kebijakan dapat mempertimbangkan faktor-faktor tersebut untuk menerapkan kebijakan atau program yang dapat menurunkan prevalensi kejadian stroke pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia.


 

Stroke is one of the leading causes of death in Indonesia. Individuals with type 2 diabetes  mellitus are at a higher risk of experiencing stroke compared to the general population.  However, research on stroke risk factors among type 2 diabetes mellitus patients in  Indonesia remains limited and mostly on hospital-based, resulting in a small population  scope that does not represent the national condition. Therefore, this study aims to examine  the factors associated with stroke among type 2 diabetes mellitus patients using data from  the 2023 Indonesian Health Survey with a cross-sectional design, involving 17,186  respondents. The analysis used the chi-square test for categorical data and the independent  t-test for numerical data with a normal distribution, or the Mann-Whitney test for  numerical data that are not normally distributed. This study found that the prevalence of  stroke among individuals with type 2 diabetes mellitus in Indonesia was 4.5%. The results  also showed differences in proportions between several single factors and the occurrence  of stroke: sociodemographic factors such as age ≥ 55 years (POR: 1,768; 95% CI: 1,378  – 2,267), male (POR: 1,475; 95% CI: 1,179 – 1,845), low education level (POR: 0,556;  95% CI: 0,416 – 0,743), and residing in rural areas (POR: 0,748; 95% CI: 0,576 – 0,972);  metabolic factor was high blood pressure (POR: 1,549; 95% CI: 1,203 – 1,995); clinical  factors such as being diagnosed with diabetes at  ≤ 43 years old (POR: 0,514; 95% CI:  0,358 – 0,736) and diabetes duration of 5 – 9 years (POR: 1,363; 95% CI: 1,037 – 1,791)  and ≥ 10 years (POR: 1,322; 95% CI: 1,009 – 1,731); and behavioral factor was  consumption of high-risk foods (POR: 0,603; 95% CI: 0,462 – 0,787). These findings  highlight the need for policymakers to consider these factors in developing strategies and  programs to reduce the prevalence of stroke among individuals with type 2 diabetes  mellitus in Indonesia.

Read More
S-11967
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive